Rabu, 29 Mei 2013

PERENCANAAN, PELAKSANAAN, DAN PENILAIAN PROGRAM KEGIATAN FISIK MOTORIK DI TK



PERENCANAAN, PELAKSANAAN, DAN PENILAIAN PROGRAM KEGIATAN FISIK MOTORIK DI TK
I.                   Rancangan Program Pengembangan Fisik Motorik
A.    RUANG LINGKUP PENGEMBANGAN FISIK MOTORIK
Setiap gerakan anak melibatkan tiga unsur penting, yaitu otot, otak, dan syaraf. Jika salah satu dari ketiga unsur tersebut tidak berfungsi dengan baik maka gerakan yang dihasilkan juga tidak akan bermakna atau tidak terjadi gerakan sama sekali. Berdasarkan unsur otot yang dilibatkan saat bergerak maka secara umum, pengembangangan fisik motorik terbagi menjadi dua, yaitu motorik kasar dan motorik halus.
1.      Lingkup Pengembangan Motorik Kasar
Motorik kasar adalah gerakan fisik yang melibatkan otot – otot besar, seperti otot lengan, kaki, dan leher. Ada tiga jenis gerakan yang dapat dilakukan dalam motorik kasar, yaitu gerakan lokomotor, gerak nonlokomotor, dan gerak manipulatif.
a.      Gerak lokomotor
Adalah aktivitas gerakan dengan cara memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat lain. Beberapa gerakan yang termasuk pada gerakan lokomotor adalah:
1)      Melangkah, yaitu memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat yang lain dengan menggerakan salah satu kaki ke depan, ke belakang, samping atau serong dengan diikuti kaki yang satunya lagi.
2)      Berjalan, yaitu memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat lain dengan melangkahkan kaki secara berulang – ulang dan bergantian, di mana salah satu kaki pasti menginjak bumi.
3)      Berlari, yaitu mirip berjalan, namun dengan jangkauan yang lebih jauh dan ada waktu, di mana kedua kaki tidak menginjak bumi.
4)      Melompat, yaitu memindahkan tubuh ke depan dengan bertumpu pada salah satu kaki dan mendarat dengan kedua kaki.
5)      Meloncat, yaitu memindahkan tubuh ke depan atau ke atas dengan bertumpu pada kedua kaki dan mendarat dengan kedua kaki.
6)      Merangkak, yaitu menggerakkan tubuh dengan bertumpu pada telapak tangan, kedua lutut dan kedua ujung kaki.
7)      Merayap, yaitu menggerakan tubuh dengan bertumpu pada telapak tangan sampai siku dan badan bagian depan mulai dari dada sampai ujung kaki.
8)      Berjingkat, yaitu memindahkan tubuh ke depan dengan cara bertumpu pada salah satu kaki baik kiri maupun kanan dan mendarat pada kaki yang sama.
9)      Berguling, yaitu memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat lain dengan cara merebahkan diri lalu menggulingkan seluruh badan ke kanan atau kiri.

b.      Gerak nonlokomotor
Adalah aktivitas atau tindakan dengan tidak memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat lain. Contoh gerak lokomotor adalah :
1)      Gerakan – gerakan memutar tubuh atau bagian – bagian tubuh (kepala, lengan, pinggang, kedua lutut, pergelangan kaki, dan pergelangan tangan).
2)      Menekuk atau membungkukkan tubuh, seperti gerakan bangun tidur (sit up), duduk dan membungkuk sambil memeluk dua kaki, menelungkup, dan menarik ke atas kedua kaki, dada sampai kepala.
3)      Latihan keseimbangan, seperti sikap lilin (berbaring telentang dan kedua kaki dinaikkan lurus ke atas), gerak pesawat terbang (salah satu kaki diangkat, kedua tangan direntangkan lalu perlahan badan dibungkukan).

c.       Gerak manipulatif
Adalh aktivitas yang dilakukan tubuh dengan bantuan alat. Contohnya, melempar, menangkap, menggiring, menendang, memantulkan bola atau benda – benda lainnya.
Keterampilan motorik kasar pada anak juga akan berkembang sesuai dengan usianya. Dalam buku A Child World, Infancy Through Adolescence, perkembangan keterampilan motorik kasar pada anak usia 3 – 5 tahun sebagai berikut :
a.      Usia 3 tahun
1)      Tidak dapat berbelok, berhenti dengan tiba – tiba atau dengan cepat.
2)      Melompat dengan dua kaki pada jarak 15 – 20 cm.
3)      Naik tangga tanpa dibantu dengan menggunakan kaki secara bergantian.
4)      Dapat melompat sesuai urutan yang tidak ditentukan dengan beberapa variasi tambahan.
b.      Usia 4 tahun
1)      Dapat lebih efektif mengontrol gerakan untuk berhenti, mulai dan berbelok.
2)      Dapat melompat dengan jarak 20 – 25 cm.
3)      Dapat menuruni tangga dengan kaki bergantian dengan sedikit bantuan.
4)      Melompat 4 – 6 langkah dengan satu kaki.
c.       Usia 5 tahun
1)      Mulai dapat berbelok dan berhenti secara efektif dalam permainan.
2)      Dapat berlari sambil melompat dengan jarak ± 25 – 30 cm.
3)      Dapat menuruni tangga dengan kaki bergantian tanpa dibantu.
4)      Melompat dengan mudah dengan jarak ± 30 cm.

2.      Lingkup Pengembangan Motorik Halus
Motorik halus adalah gerakan – gerakan tubuh yang melibatkan otot – otot kecil, misalnya otot – otot jari tangan, otot muka, dan lain – lain. Gerakan motorik halus, terutama yang melibatkan otot tangan dan jari biasanya membutuhkan kecermatan tinggi, ketekunan dan koordinasi antara mata dan otot kecil. Contoh gerakan motorik halus, menggunting, merobek, menggambar, menulis, melipat, meronce, menjahit, meremas, menggenggam, menyusun balok, meringis, melotot, tertawa, dan sebagainya. Tahap perkembangan menulis atau coretan anak sebagai berikut :
a.      Tahap mencoret atau membuat goresan (scribbling stage)
Anak akan mulai membuat tanda – tanda dengan menggunakan alat – alat tulis. Anak – anak akan menandai suatu goresan yang sedang dikerjakan sebagai suatu tulisan.
b.      Tahap pengulangan secara linear (linear repetitive stage)
Anak menelusuri bentuk tulisan secara horizontal. Anak berpikir bahwa suatu kata yang merujuk pada suatu benda yang besar akan mempunyai tali/susunan tulisan yang lebih panjang dari pada kata yang merujuk pada suatu benda yang lebih kecil.


c.       Tahap menulis secara random (random letter stage)
Anak belajar tentang berbagai bentuk yang dapat diterima sebagai suatu tulisan dan menggunakan semua itu agar dapat mengulang kata dan kalimat.
d.      Tahap menulis tulisan nama (letter-name writing or phonetic writing)
Anak mulai menyusun hubungan antara tulisan dan bunyi. Permulaan tahap ini digambarkan dengan menulis tulisan nama karena anak – anak menulis tulisan nama dan bunyi secara bersamaan.
            Gerakan motorik halus yang lain adalah menggambar, yang juga akan berkembang sesuai tingkat usia. Pendapat dari Lowenfeld yang menguraikan karakteristik menggambar untuk usia 2 – 7 tahun sebagai berikut :
a.      Usia 2 – 4 tahun
1)      Aktivitas motorik menggunakan otot besar dengan gerakan dari bahu, yaitu :
a)      Senang bergerak;
b)      Menggengam benda dengan seluruh tangan;
c)      Mengayun lengan membentuk garis lurus; dan
d)     Memalingkan muka ketika mencoret – coret.
2)      Penilaian yang lebih kecil, berupa :
a)      Mengulang – ulang gerakan;
b)      Mengamati coretan – coretannya ketika menggambar;
c)      Menggunakan gerakan pada telapak tangan;
d)     Dapat meniru bentuk lingkaran.
3)      Menghubungkan nilai – nilai untuk mengetahui sesuatu, berupa :
a)      Mampu membuat variasi garis dengan lebih baik;
b)      Menyisipkan benda di antara jari – jari;
c)      Mengidentifikasi pergantian subjek dalam proses menggambar;
d)     Mampu memusatkan perhatian untuk waktu yang lebih lama.
4)      Usia 4 – 7 tahun
a)      Membentuk sesuatu dari bentuk geometri.
b)      Penempatan dan ukuran pada objek berbeda dengan subjek.
c)      Objek gambar tidak berhubungan antara satu dengan lainnya.
d)     Seni merupakan komunikasi dengan dirinya sendiri.
e)      Dapat mengetahui objek melalui katalog.
f)       Dapat meniru segi empat, segitiga dan segi lima.

B.     PENGEMBANGAN FISIK MOTORIK PADA KURIKULUM 2004
Kurikulum TK 2004 memuat pengembangan fisik motorik sebagai salah satu program yang wajib dikembangkan oleh guru TK. Berbeda dengan Kurikulum 1994 yang secara jelas memisahkan pengembangan motorik halus (keterampilan) dengan motorik kasar (jasmani). Pada Kurikulum 2004 tidak ada pemisahan yang nyata antara kedua jenis motorik tersebut. Kita perlu menggolongkan isi program pengembangan fisik motorik pada kurikulum 2004 tersebut ke dalam dua bagian, yaitu motorik halus dan motorik kasar. Selanjutnya gerakan motorik kasar dapat dibagi ke dalam tiga bagian, yaitu gerakan lokomotor, nonlokomotor, dan manipulatif. Untuk memudahkan dalam merancang dan menilai kegiatan pengembangan fisik motorik agar terdapat keseimbangan pada berbagai macam gerakan motorik yang ada.

Tabel 12. 1
Pengembangan Motorik Kasar dan Motorik Halus untuk Kelompok A
Hasil Belajar
Indikator
Motorik
Kasar
Halus
Dapat menggerakkan jari  tangan untuk kelenturan otot dan koordinasi.
Mengurus dirinya sendiri dengan sedikit bantuan: makan, mandi, menyisir rambut, mencuci dan mengelap tangan, mengikat tali sepatu, dll.

Membuat berbagai bentuk dengan menggunakan plastisin, play dough, tanah liat.

Menjiplak dan meniru membuat garis tegak, datar, miring, lengkung dan lingkaran.

Meniru melipat kertas sederhana (1 – 6 lipatan).

Menjahit jelujur 10 lubang dengan tali sepatu.

Menggunting bebas.

Merobek bebas.

Menyusun menara dari kubus minimal 8 kubus.

Membuat lingkaran dan segi empat.

Memegang pensil (belum sempurna)

Dapat menggerakkan lengannya untuk kelenturan otot dan koordinasi
Menangkap dan melempar bola besar dari jarak kira – kira 1 – 2 meter.

Memantulkan bola besar (diam di tempat).

Memantulkan bola besar sambil berjalan/bergerak.

Melambungkan dan menangkap kantong biji.

Dapat menggerakan badan dan kaki dalam rangka keseimbangan dan koordinasi.
Berjalan maju pada garis lurus, berjalan di atas papan titian, berjalan berjinjit.

Berjalan mundur dan ke samping pada garis lurus sejauh 1 – 2 meter.

Meloncat dari ketinggian 20 – 30 cm.

Memanjat dan bergantung.

Berdiri di atas satu kaki selama 10 detik.

Berlari sambil melompat.

Menendang bola dengan terarah.

Merayap dan merangkak lurus ke depan.

Bermain dengan simpai (bebas, melompat dalam simpai, merangkak dalam terowongan dari simpai, dll)

Menirukan berbagai gerakan binatang/hewan.

Menirukan gerakan tanaman yang terkena angin (sepoi – sepoi dan angin kencang).

Naik sepeda roda dua (belum seimbang).


Tabel 12. 2
Pengembangan Motorik Kasar dan Motorik Halus untuk Kelompok B
Hasil Belajar
Indikator
Motorik
Kasar
Halus
Dapat menggerakan jari tangan untuk kelenturan otot dan koordinasi
Mengurus dirinya sendiri tanpa bantuan: makan, mandi, menyisir rambut, mencuci dan melap tangan, mengikat tali sepatu, dll.

Membuat berbagai bentuk dengan menggunakan plastisin, play dough, tanah liat, pasir.

Meniru membuat garis tegak, datar, miring, lengkung, dan lingkaran.

Meniru melipat kertas sederhana (1 – 6 lipatan)

Menjahit bervariasi (jelujur dan silang) 15 lubang dengan tali rafia, benang wol.

Menggunting dengan berbagai media berdasarkan bentuk/pola (lurus, lengkung, gelombang, zig – zag, lingkaran, segi empat, segitiga).

Mencocok bentuk.

Menyusun menara dari kubus minimal 12 kubus.

Membuat bujur sangkar dan lingkaran dengan rapi.

Memegang pensil dengan benar (antara ibu jari dan 2 jari).

Dapat menggerakkan lengannya untuk kelenturan otot dan koordinasi
Memantulkan bola besar, bola sedang dan bola kecil (diam di tempat).

Melambungkan dan menangkap kantong biji sambil berjalan/bergerak.

Memantulkan bola besar, bola sedang dan bola kecil sambil berjalan/bergerak.

Menangkap, melempar bola besar, bola sedang dan bola kecil (tennis) dengan memutar badan, mengayunkan lengan dan melangkah.

Dapat menggerakkan badan dan kaki dalam rangka keseimbangan dan koordinasi
Berjalan maju pada garis lurus, berjalan di atas papan titian, berjalan dengan berjinjit, berjalan dengan tumit sambil membawa beban.

Berjalan mundur, berjalan ke samping pada garis lurus sejauh 2 – 3 meter sambil membawa beban.

Meloncat dari ketinggian 30 – 50 cm.

Memanjat, bergantung dan berayun.

Berdiri dengan tumit, berdiri di atas satu kaki dengan seimbang.

Berlari sambil melompat dengan seimbang tanpa jatuh.

Menendang bola ke depan dan ke belakang.

Merayap dan merangkak dengan berbagai variasi.

Bermain dengan simpai (digelindingkan sambil berjalan dan berlari).

Senam fantasi bentuk meniru, misalnya menirukan berbagai gerakan hewan, tanaman yang terkena angin (sepoi – sepoi, kencang, kencang sekali) dengan lincah.

Naik otopet/sepeda roda dua


C.     RANCANGAN PROGRAM PENGEMBANGAN FISIK MOTORIK UNTUK ANAK USIA 4 – 6 TAHUN
1.      Menentukan Tujuan/Aspek yank Akan Dikembangkan
Tujuan merupakan sasaran atau harapan yang ingin dicapai dalam kegiatan pengembangan fisik motorik anak. tujuan yang dimaksud disini adalah kompetensi dasar yang dijabarkan dalam indikator – indikator.

2.      Pemilihan Bentuk Kegiatan yank Akan Dilaksanakan
Pemilihan kegiatan harus sesuai dengan tingkat perkembangan anak dan karakteristik anak. hal – hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan kegiatan, antara lain :
a.       Melibatkan seluruh anak untuk dapat berpartisipasi aktif,
b.      Menyenangkan dan dilakukan melalui bermain,
c.       Dapat menyalurkan energi dan aspirasi anak,
d.      Membangkitkan keinginan anak untuk bereksperimen dan bereksplorasi,
e.       Mendorong anak untuk kreatif,
f.       Tidak membosankan,
g.      Sesuai dengan tingkat perkembangan anak,
h.      Memberikan kebebasan pada anak untuk mengembangkan kegiatan sesuai dengan imajinasinya,
i.        Sesuai dengan tema dan lingkungan anak.

3.      Pemilihan Alat dan Bahan yang Akan Digunakan
Pemilihan alat dan bahan yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran sebaiknya berdasarkan prinsip – prinsip sebagai berikut :
a.       Sebaiknya bersifat multi guna, artinya alat tersebut dapat dipergunakan untuk pengembangan berbagai kemampuan yang sesuai. Selain sebagai peraga juga digunakan sebagai alat bermain.
b.      Bahan yang dipergunakan mudah didapat di lingkungan sekitar TK dan murah harganya. Bahan tersebut dapat dibeli, diambil di lingkungan sekitar atau dari bahan – bahan bekas/sisa.
c.       Tidak menggunakan bahan yang berbahaya bagi anak.
d.      Alat yang digunakan dapat membangkitkan kreativitas anak, dapat dimainkan sehingga menambah kesenangan bagi anak, menimbulkan daya khayal dan daya imajinasi serta dapat digunakan untuk bereksperimen dan bereksplorasi.
e.       Sesuai dengan tujuan dan fungsinya.
f.       Dapat digunakan secara individual, kelompok maupun klasikal.
g.      Alat dibuat sesuai dengan tingkat perkembangan anak.

4.      Pemilihan Metode
Beberapa metode yang dianggap sesuai dan dapat digunakan pada kegiatan belajar dan mengajar anak TK, antara lain :
a.       Pemberian tugas;
b.      Proyek;
c.       Karya wisata;
d.      Praktik langsung;
e.       Bermain peran;
f.       Demonstrasi;
g.      Bercerita;
h.      Sosiodrama;
i.        Bercakap – cakap.
Dalam program kegiatan pengembangan fisik motorik anak di TK, metode tersebut dapat digunakan jika sesuai dengan tujuan dan fungsinya. Namun, metode yang paling banyak digunakan untuk pengembangan fisik motorik adalah demonstrasi, penugasan, praktik langsung dan sosiodrama meskipun tidak menutup kemungkinan penggunaan metode lainnya baik secara terpisah maupun terintegrasi antara sati metode dengan yang lainnya.
Oleh karena pengembangan kegiatan fisik motorik untuk anak TK terbagi menjadi kegiatan motorik halus dan kegiatan motorik kasar maka setiap indikator atau aspek yang ingin dikembangkan hendaknya memperhatikan aktivitas yang sesuai, metode, dan media yang dapat digunakan.
D.    PENERAPAN PROGRAM PENGEMBANGAN FISIK MOTORIK KE DALAM RANCANGAN PROGRAM KEGIATAN TAHUNAN, SEMESTER, BULANAN, MINGGUAN, DAN HARIAN
Untuk melaksanakan pengembangan fisik/motorik di TK maka perlu dilihat lagi isi pengembangan kegiatan fisik motorik baik untuk kelas A maupun kelas B. Kurikulum tersebut berlaku untuk satu semester dan dapat diulang dari awal untuk semester berikutnya dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi.
Setelah dibuat rancangan pengembangan fisik untuk satu semster maka perlu membuat rancangan Satuan Kegiatan Mingguannya yang disebut SKM. Saat membuat rancangan mingguan ini perlu diupayakan setiap harinya ada pengembangan motorik halus maupun kasar, tidak hanya salah satu aspek saja.
Prosedur dalam menyusun program kegiatan mingguan adalah sebagai berikut :
1.      Lihat kompetensi, hasil belajar dan indikator pada kurikulum TK/RA.
2.      Tentukan indikator mana yang akan dikembangkan.
3.      Tentukan tema dan sub tema untuk minggu tersebut (tema tergantung pada masing – masing sekolah).
4.      Tentukan/pilih kegiatan yang sesuai dengan tema dan indikator.
5.      Susun ke dalam matriks maupun web.
6.      Usahakan agar kegiatan tidak membosankan dan mulailah dari yang paling mudah menuju ke yang lebih sulit.
Setelah membuat SKM pengembangan fisik maka perlu membuat rancangan Satuan Kegiatan Harian (SKH). Saat membuat SKH ini tentu saja harus memadukan beberapa SKM per aspek pengembangan pembiasaan dan kemampuan dasar sehingga SKH tersebut berisi beragam kegiatan pengembangan yang menyeluruh, tidak hanya pengembangan fisik motorik saja.





Penilaian Program Pengembangan Fisik Motorik
Pengertian penilaian adalah suatu usaha untuk mendapatkan informasi secara berkala, berkesinambungan dan menyeluruh tentang proses, dan hasil dari pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai anak didik melalui program kegiatan belajar. Penilaian mencakup proses dan hasil kegiatan anak didik yang berkaitan dengan pengetahuan, sikap, dan perilaku, serta keterampilan yang telah direncanakan dalam program kegiatan belajar.
Fungsi penilaian sebagai berikut.
Memberikan umpan balik kepada guru untuk memperbaiki kegiatan belajar mengajar.
1.        Menginformasikan kepada orang tua tentang ketercapaian pertumbuhan dan perkembangan anaknya agar dapat memperbaiki dan meningkatkan bimbingan dan motivasi.
2.        Sebagai bahan pertimbangan guru untuk menempatkan anak dalam kegiatan yang sesuai dengan minat dan kemampuan anak didik yang memungkinkan anak didik dapat mencapai kemampuan secara optimal.
3.        Sebagai bahan masukkan bagi pihak lain yang memerlukan dalam memberikan pembinaan selanjutnya.
4.        Untuk mengukur kemajuan dan perkembangan anak didik.
5.        Untuk mengukur sejauh mana keberhasilan sistem pengajaran yang digunakan.
6.        Sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan perbaikan proses pembelajaran dan perubahan kurikulum.

A.    ALAT PENILAIAN DALAM PENGEMBANGAN FISIK MOTORIK
1.      Penilaian Pengembangan Fisik Motorik di Taman Kanak – kanak
Dapat dilakukan dengan berbagai cara, sebagai berikut :
a.      Pengamatan atau observasi
1)      Pengertian
Pengamatan merupakan siatu cara untuk mengumpulkan keterangan atau informasi tentang sesuatu dengan cara melihat, mendengarkan dan mengamati semua peristiwa, mencatatnya secara cermat dan teliti yang dilakukan oleh pengamat (observer) terhadap objek/orang yang diamati (observer viewer).

2)      Tujuan observasi
a)      Memahami perilaku anak
Pengamatan dilakukan terhadap anak usia dini karena anak usia dini belum mempunyai kemampuan membaca dan menulis. Mereka juga belum dapat mengungkapkan diri dan perasaannya seperti anak – anak yang sudah lebih tua.
b)      Mengevaluasi perkembangan anak
Melalui observasi dapat dipertimbangkan perilaku anak secara umum dengan tujuan untuk melihat kemajuan anak secara menyeluruh sehingga memudahkan pemahaman perkembangan anak selanjutnya dan menentukan langkah/tindakan yang sesuai untuk anak selanjutnya.
3)      Observasi/pengamatan terhadap perkembangan fisik motorik anak
Anak usia dini berada dalam periode perkembangan fisik motorik yang paling penting karena pada usia ini perkembangan fisik motorik mengalami perkembangan yang sangat pesat yang meliputi perkembangan motorik halus dan kasar.
a)      Keterampilan motorik halus melibatkan otot kecil tubuh secara spesifik meliputi tangan dna jari. Keterampilan ini digunakan untuk makan, berpakaian, menulis, menggunting, dan menggunakan alat bermain konstruksi kecil.
b)      Keterampilan motorik kasar memberikan kemampuan pergerakan otot – otot besar dalam aktivitas fisik, seperti berjalan, berlari, memanjat, dan melompat.

b.      Catatan anekdot
Merupakan kumpulan catatan tentang sikap dan perilaku anak dalam situasi – situasi tertentu. Kesimpulan catatan tersebut meliputi aktivitas anak yang bersifat positif dan negatif. Catatan anekdot merupakan catatan singkat peristiwa penting yang mengungkapkan perhatian secara individu. Pencatatan anekdot dapat dilakukan kapan saja dan dapat digunakan hampir setiap saat, berupa kata – kata singkat tentang apa yang dilihat dan didengar. Catatan anekdot memiliki 5 karakteristik sebagai berikut :
1)      Catatan anekdot adalah hasil observasi langsung.
2)      Catatan anekdot adalah tepat, akurat, singkat, dan spesifik tentang suatu peristiwa.
3)      Interpretasi mengenai suatu insiden dicatat terpisah dengan insiden lainnya.
4)      Catatab anekdot meliputi konteks perilaku.
5)      Catatan anekdot berfokus pada yang tipikal atau tidak biasa untuk anak yang diamati.
c.       Portofolio
1)      Pengertian
Portofolio adalah kumpulan atau koleksi sistematik karya baik yang dikembangkan oleh anak dan guru yang dapat berfungsi sebagai dasar untuk menelaah usaha, perbaikan, proses dan pencapaian pada satu bagian atau lebih aspek. Portofolio juga dapat diartikan sebagai suatu wujud benda fisik, seperti bundle (kumpulan atau dokumen hasil pekerjaan anak yang disimpan dalam satu kumpulan).
2)      Fungsi portofolio
Portofolio menawarkan sebuah kerangka yang dinamik yang berlandaskan pada apa yang sedang dilakukan murid, portofolio juga merupakan sebuah kerangka yang memiliki potensi untuk memberdayakan guru dan murid dalam melakukan refleksi terhadap kegiatan yang dilakukan.

2.      Prinsip – prinsip Penilaian
a.      Menyeluruh
Perubahan perilaku yang telah ditetapkan dalam tujuan pembelajaran perlu dicapai secara menyeluruh baik yang menyangkut pengetahuan, sikap, perilaku, nilai, serta keterampilan.
b.      Berkesinambungan
Penilaian dilakukan secara secara berencana, bertahap dan terus menerus untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan hasil belajar anak didik sebagai hasil kegiatan belajar mengajar.
c.       Berorientasi pada proses dan tujuan
Penilaian di Taman kanak – kanak dilaksanakan dengan berorientasi pada tujuan dan proses pertumbuhan dan perkembangan anak.

d.      Objektif
Dalam penilaian diusahakan seobjektif mungkin, dengan kata lain penilaian hanya memperhatikan objeknya.
e.       Mendidik
Hasil penilaian harus dapat digunakan untuk membina dan memberikan dorongan kepada semua anak dalam meningkatkan hasil pertumbuhan dan perkembangan anak.
f.        Kebermaknaan
Hasil penilaian harus memiliki kebermaknaan bagi guru, orang tua, anak an pihak lain yang memerlukan.
g.      Kesesuaian
Dalam penilaian harus diperhatikan adanya kesesuaian antara apa yang diajarkan di TK dengan laporan yang dibuat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar