Rabu, 29 Mei 2013

CEKLIS



ASESMEN INFORMAL
Tujuan-Tujuan Ceklis
Ceklis dibangun dari suatu kumpulan objektif pembelajaran atau indicator-indikator perkembangan. Daftar item-item ceklis disediakan bagi penggunaan sebagai pengantar, berurutan dan berkaitan satu sama lain. Daftar item-item tersebut kemudian disusun dalam satu format yangmemungkinkan guru-guru dapat menggunakannya untuk berbagai tujuan melalui pengajarannya. Karena ceklis merupakan representasi dari kurikulum maka ceklis dapat menjadi acuan bagi asesmen dan evaluasi, perencanaan pengajaran, pencatatan, komunikasi dengan orang tua tentang apa saja yang sedang diajarkan dan bagaimana anak-anak mereka mengalami kemajuan.
Penggunaan Ceklis Pada Anak Prasekolah
Anak-anak sejak dilahirkan hingga usia 8 tahun bergerak dengan cepat melalui tingkatan yang berbeda. Dokter, prolog, orang tua dan ahli perkembangan ingin memahami dan memonitor perkembangan anak sevara individu maupun kelompok. Indikator- indikator perkembangan anak untuk anak pada tingkat dan usia yang berbeda telah dibentuk dan dapat digunakan untuk memonitor perkembangan. Ketika mengevaluasi perkembangan anak, banyak tipe professional menggunakan format ceklis perkembangan untuk mengevaluasi perkembangan dan mencatat hasilnya.
Ceklisperkembangan biasanya dikelompokkan menjadi kategori-kategori perkembangan: fisik, kognitif, dan social. Perkembangan fisik dikelompokkan menjadi keterampilan motoric halus dan kasar.Kognitif atau intelektual mencakup perkembangan bahasa.Beberapa ceklis memilki kategori perkembangan bahasa yang terpisah dari perkembangan intelektual.Ceklis perkembangan social dapat dikelompokkan mencakup perkembangn social dan perkembangan keterampilan social.
Guru prasekolah menggunakan ceklis untuk mengevaluasi dan mencatat peningkatan dalam perkembangan anak prasekolah. Peningkatan perkembnagn anak secara individu menjadi kunci penting pada jenis-jenis pengalaman yang guru dapat nikmati. Contohnya, guru mengamati keterampilan  motorik halus anak. Setelah anak mampu menggunakan jari-jari untuk menggenggam benda kecil,mungkin dapat diperkenalkan dengan kegiatan menggunting. Dalam perkembangan bahasa, guru dapat mengevaluasi kosakata bicara anak dan menggunakan sintaksis atau kalimat dan memilih cerita terbaik untuk dibacakan kepada anak.
Guru sering menggunakan ceklis untuk mengamati anak yang masuk ke dalam program prasekolah atau untuk memilih mereka dari program. Tugas kognitif atau perkembangan biasanya digunakan untuk mengidentifikasi anak dengan kebutuhan khusus.Karena ceklis ini termasuk perilaku yang merupakan tahap perkembnagan karakteristik, anak yang tidak memperlihatkan perilaku ini dapat diarahkan untuk tambahan dan tes skrining (spondex & saracho, 1994).
Ceklis juga dapat digunakan untuk mendesign pengalaman pembelajran tingkat prasekolah. Guru meninjau daftar tujuan pembelajaran yang sesuai untuk kelompok umur anak-anak dan menggunakan daftar untuk rencana kegiatan pembelajaran di kelas. Ceklis ini dapat digunakan untuk menilai kemajuan anak dalam belajar dan bertujuan untuk menyimpan catatan kemajuan dan kebutuhan pengajaran lebih jauh. Ketika berbicara kepada orang tua tentang program pengajaran, guru dapat mendiskusikan apa yang sedang diajarkan dan bagaimana anak mereka menjadi berguna melalui pengalaman pembelajran.
Penggunaan Ceklis Pada Anak Usia Sekolah
            penggunaan ceklis untuk anak sekolah dasar hamper sama dengan penggunaan pada anak prasekolah. Sebenarnya, ceklis kurikulum dapat diteruskan pengunaannya dari tingkat prasekolah.Ada dua perbedaan.Pertama, karakteristik perkembangan yang lebih rendah dicatat, dan sasaran akademik atau kognitif menjadi lebih penting. Kedua, ceklis usia sekolah menjadi lebih berbeda dalam area pembelajaran. Dimana pada tingkat prasekolah, guru-guru lebih perhatian dengan perkembangan motoric, bahasa, social, dan emosiaonal, serta kognitif anak, namun pada tingkat sekolah dasar, aspek kurikulum menjadi lebih penting. Dengan ceklis tingkat dasar, sasaran-sasaran lebih mudah dikelompokkan dalam matematika,seni, bahasa, sains, studi social, dan pendidikan jasmani.
            diagnosis dan kekuatan dan kelemahan pembelajaran dalam sasaran kurikulum menjadi lebih penting dalam tingkat dasar, dan asesmen terhadap peningkatan dalam pembelajaran menjadi lebih tepat dan terbagi. Sasaran ceklis dapat ditujukkan pada kartu laporan sebagai format untuk melaporkan pencapaian pada orang tua. Demikian juga item-item ceklis mungkin mewakili pencapaian sasaran tes, sasaran pernyataan mandate, sasaran buku teks, dan sasaran yang diseleksi secara lokal.
Penggunaan ceklis untuk menilai anak dengan keterlambatan perkembangan
            ceklis dapat digunakan pada anak yang memiliki keterlambatan perkembnagan dan yang dilayani dalam program khusus. Ceklis dapat dibagi ke dalam system assesmen terpadu yang memiliki tujuan ganda mencakup assesmen berkelanjutan dan peningkatan perkembangan.Komponen-komponen seperti sebuah system yang mencakup mengikuti pertumbuhan dan perkembangan anak melalui asesmen berjalan, mendokumentasikan dan memonitoring pertumbuhan anak untuk pengasuh dan staf profesioanal lainnya, dan menyediakan sebuah struktur untuk keluarga agar membangun dan memonitoring perkembangan anak-anak mereka.Ceklis dalam konteks ini digunakan dengan portofolio keluarga, garis panduan perkembangan dan ceklis, dan laporan ringkas kemajuan anak (meisels, 1996).
Bagaimana merancang dan menggunakan ceklis
Ceklis perkembangan dan objektif pengajar telah digunakan dalam pendidikan selama beberapa decade. Ketika pendidikan dan ahli anak usia dini bekerja dengan kelas awal dan program lainnya yang bertujuan untuk memperbaiki pendidikan bagi para pelajar tertentu, mereka mengembangkan objektif-objektif pendidikan untuk membangun kerangka kerja pembelajaran yang harus dialami anak. Seri membaca didesain untuk tingkat sekolah dasr mencakup lingkungan keterampilan, dan banyak sekolah yang memiliki sejumlah objektif untuk setiap mata pelajaran atau level kelas. Ceklis perkembangan prasekolah dan ceklis kurikulum untuk level tingkat sekolah dasar digunakan dengan cara dan tujuan yang sama, bagaimana, ceklis perkembangan dilengkapi dengan dimensi perkembangan pada objektif-objektif kurikulum. Karena level perkembangan anak usi dini merupakan suatu factor penting di dalam menentukan jenis-jenis pengalaman yang akan digunakan guru, maka diskusi tujuan-tujuan ceklis meliputi implikasi-implikasi perkembangan anak selama tahun-tahun masa kanak-kanak awal. Tujuan-tujuan tersebut meliputi :
1.      Untuk memahami perkembangan
2.      Untuk menyediakan suatu kerangka kerja pengembangan kurikulum
3.      Untuk menilai dan mengevaluasi perkembangan dan pembelajaran

a.      Ceklis sebagai petunjuk memahami perkembangan.
Semua ceklis perekaembangan diorganisir untuk mendiskripsikan area-area pertumbuhan yang berbeda-beda, meliputi perkembangan sosial, motor, dan kognitif.
Item-item ceklis pada setiap area dan umur atau level perkembangan mengidikasikan bagaimana anak mengalami kemajuan melalui pengalaman dan kematangan.
b.      Ceklis sebagai paduan dalam mengembangkan kurikulum.
Karena ceklis perkembangan mendiskripsikan semua faset dalam perkembangan maka ceklis dapat menjadi paduan dalam merencanakan pengalaman-pengalaman belajar bagi anak usia dini. Guru-guru dan pengasuh yang mempelajari objektif tentang ceklis memiliki paduan aktivitas-aktivitas pembelajaran yang akan disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak mereka. Ceklis perkembangan membantu guru-guru dan pengasuh merencanakan keseimbangan aktivitas-aktivitas.Guru-guru prasekolah berada diantara penekanan tentang “dasar” dan pengejaran yang disesuaikan dengan perkembangan yang menyadari bahwa anak-anak belajar melalui pembelajaran aktif yang berbasis interaksi dengan benda-benda konkrit.Pencantuman pengalaman perkembangan membantu guru dalam mencari keseimbangan yang terbaik bagi perkembangan anak-anak.
c.       Ceklis sebagai panduan dalam menilai pembelajaran dan perkembangan.
Memiliki informasi tentang bagaimana anak-anak berkembang dan belajar merupakan suatu syarat penting dalam suatu program masa kanak-kanak awal.Guru-guru harus mengetahui bagaimana perkembangan dan pembelajaran anak-anak mengalami kemajuan dan hendaknya didiskusikan kepada orang tua, guru-guru yang lainnya, dan anggota-anggota staf sekolah yang mungkin mengajar anak.Karean ceklis mengkaver semua jenis-jenis perkembangan, maka ceklis memungkinkan guru-guru melacak perkembangan anak baik secara individual maupun kelompok.Guru-guru yang menggunakan ceklis perkembangan dapat menilai, mengevaluasi, dan melalui cacatan kemajuan anak-anak mungkin mereka lebih memahami setiap anak di dalam kelas disbanding sebelumnya.
Mengevaluasi dan menilai dengan menggunakan ceklis
Objektif-objektif kurikulum yang digunakan untuk merancang pengalaman-pengalaman pembelajaran dapat juga digunakan untuk menilai kinerja anak dalam hubungan dengan objektif tersebut.Setelah serangkaian aktivitas digunakan untuk memperoleh peluang-peluang bekerja dengan konsep-konsep atau keterampilan-keterampilan baru, anak-anak dinilai untuk menentukan bagaimana keberhasilan mereka di dalam belajar keterampilan atau informasi baru. Evaluasi dapt dilengkapi dengan pengamatan, selama proses aktivitas belajar maupun melalui tugas-tugas penilaian yang lebih spesifik.
Mengevaluasi objektif-objektif ceklis dengan observasi.
Mengobservasi anak-anak usia dini merupakan metode yang sangat berguna dalam memahami. Karena anak-anak dalam program-program masa kanak-kanak awal membutuhkan pendengar-pendengar ang aktif, kemajuan anak-anak maka sebaiknya penilaian dengan memperhatikan perilaku mereka ketimbang menggunakan tes. Demikian juga bila guru tertarik mengevaluasi perkembangan sosial maka guru akan mengamati anak-anak bermain (di luar kelas) untuk menentukan apakah mereka menunjukkan perilaku secara sosial atau permainan atau bermain bareng atau apakah anak-anak secara individual bermain secara kooperatif sebagai bagian dari suatu kelompok.
Mengobservasi objektif ceklis melalui aktivitas-aktivitas belajar.
Beberapa objektif tidak bisa dinilai hanya dengan observasi.Objekti-objektif dalam area kognitif seperti matematika memerlukan suatu aktivitas pembelajaran yang spesifik selama evaluasi. Guru mencatat anak-anak mendemostrasikan pemahaman tentang konsep atau menguasai keterampilan selama pelajaran berlangsung.
Menilai objektif-objetif ceklis dengan tugas-tugas yang spesifik.
Pada pemulaan atau akhir tahun, guru guru ingin melakukan satu asesmen yang sistematis. Guru akan menilai serangkaian objektif yang dapat dinilai pada suatu dan memikirkan tugas-tugas atau aktivitas yang akan dilakukan terhadap anak secara individu maupun kelompok. Asesmen tugas atas dasar progress anak-anak yang telah ada akan diubah di antara kelompok-kelompok mereka. Beberapa anak akan menampilkan sebuah aktifitas kelompok, yang lainnya akan melengkapinya dengan set aktivitas yang berbeda, terkait dengan perbedaan objektifnya.

Langkah-langkah mendesain ceklis
Sebuah ceklis adalah suatu garis panduan atau kerangka kerja perkembangan dan kurikulum. Bila merancang sebuah ceklis, pengembangpertama menentukan kategori-kategori utama yang akan dicantumkan. Kemudian mengikuti empat langkah-langkah sebagai berikut:
1.      Identifikasi keterampilan-keterampilan yang harus dicantumkan
Guru mempelajari kategori ceklis dan menentukan objektif-objektif spesifik atau keterampilan-keterampilan yang akan dinilai.perkembangan yang mantap guru menyesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhannya.
2.      Memisahkan daftar dari perilaku-perilaku target
Bila sebuah serial atau perilaku atau item-item disertakan dalam sebuah objektif,maka perilaku-perilaku target harus disusun secara terpisah sehingga perilaku target tersebut dapat dicatat secara terpisah (irwin & bushnell,1980).
3.      Pengaturan ceklis secara berurutan
Ceklis harus diatur secara berangkai.item-item ceklis harus disusun secara teratur dari segi kesukaran atau kekomplekan. Jika ceklis diurutkan secara benar maka susunan dari segi kesulitan akan terlihat.
4.      Pencatatan
Sebuah sistem pencatatan harus difikirkan.karena sebuah ceklis mengindikasikan objektif-objektif perkembangan kurikulum  tentang perkembangan, maka hendaknya ada satu cara mencatat status item-item tersebut.
Keunggulan dan kelemahan menggunakan ceklis
1.      Keunggulan
Ceklis mudah digunakan.Karena ceklis membutuhkan sedikit intruksi atau sedikit latihan, maka guru dapat dengan cepat belajar menggunakannya. Tidak seperti tes standar, ceklis dapat digunakan kapan saja evaluasi diperlukan.perilaku dapat dicatat sewaktu-waktu, ceklis selalu ditangan, kapan saja guru memiliki informasi baru, ia dapatmengupdate catatan.

2.      Kelemahan
Ceklis membutuhkan waktu untuk menggunakannya. Terutama bila guru-guru baru saja menggunakan ceklis, mereka melaporkan bahwa ketika mereka sedang menyimpan catatan tentang ceklis akan menggurangi waktu mereka dengan anak-anak .











Tidak ada komentar:

Posting Komentar