Rabu, 29 Mei 2013

GERAK ANAK USIA DINI



PEMBAHASAN
A.    Macam-Macam Gerak
Dalam bahasa Indonesia kata motor dan movement diterjemahkan sebagai gerak atau gerakan tanpa mengandung perbedaan di dalamnya. Movement adalah gerak yang bersifat eksternal atau dari luar dan mudah diamati, sedangkan motor adalah gerakan yang bersifat internal atau dari dalam, konstan, dan sukar diamati.
Gerakan dapat ditinjau dari dua segi, yaitu dari segi ruang atau jarak (space) dan dari sistem otot. Dilihat dari segi ruang atau jarak (space) gerakan ini dapat di bagi menjadi :
1.                  Gerak lokomotor
2.                  Gerak nonlokomotor (stabilisasi)
Ditinjau dari sistem otot, gerakan dapat dibagi tiga sebagai berikut.
1.                  Fleksi
2.                  Eksistensi
3.                  Rotasi
Fleksi adalah gerakan refleksi otot yang menyebabkan gerakan membengkok, eksistensi adalah gerakan meluruskan atau membentangkan yang berlawanan dengan fleksi, sedangkan rotasi adalah gerakan berputar yang berporos pada satu sumbu.
Menurut teori taksonomi yang dikemukakan oleh Harrow (1971) gerakan manusia dapat dikelompokkan sebagai berikut.
1.                  Gerakan refleks (reflex movement)
Gerakan refleks adalah gerakan atau tindakan manusia yang timbul sebagai reaksi terhadap suatu stimulus tanpa keterlibatan kesadaran. Gerak refleks umumnya telah dimiliki sejak manusia dilahirkan dan berkembang hingga dewasa.
2.                  Gerakan dasar (basic fundamental movement)
Gerak dasar fundamental merupakan pola gerakan yang menjadi dasar untuk ketangkasan gerak yang lebih kompleks. Gerakan-gerakan ini terjadi atas dasar gerakan refleks yang berhubungan dengan badannya, merupakan bawaan sejak lahir dan terjadi tanpa melalui latihan.
3.                  Kemampuan mengamati (perceptual abilities)
Kemampuan perseptual dan fungsi gerak tidak dapat dipisahkan. Kemampuan perseptual membantu seseorang menafsirkan stimuli secara tepat sehingga ia mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan dapat menghasilkan perilaku yang efektif dan efisien.
4.                  Kemampuan fisik (physical ability)
Kemampuan fisik diperlukan dalam mempelajari gerak agar hasil yang dicapai cukup efisien. Kemampuan fisik adalah karakteristik fungsional dari semua organ kekuatan. Oleh karena itu, tingkat kemampuan fisik harus dikembangkan hingga mampu mengatasi kebutuhan atau perbuatan yang efisien.
5.                  Gerakan keterampilan (skill movement)
6.                  Kemampuan komunikasi (communication abilities)
Perkembangan psikomotorik merupakan pokok dari program pendidikan gerak dan harus dipandang sebagai sarana untuk memacu kedua kompetensi lainnya, yaitu kognitif dan afektif. Istilah kemampuan fisik mengacu kepada penongkatan kemampuan anak-anak dalam fungsionalisasi serta tindakan dalam lingkungan sekelilingnya sesuai dengan tingkat kesadaran jasmani dan kemampuan motorik mereka. Perilaku gerak dapat dibagi menjadi 3 kategori yang luas dan kadang-kadang saling melingkupi. Pertama dan paling dasar dari kategori gerak ini mengacu kepada stabilisasi. Kemampuan stabilisasi adalah pengembangan pola gerak yang memungkinkan anak-anak memperoleh dan mempertahankan titik pangkal eksplorasi yang mereka buat dalam ruang gerak. Kemampuan stabilisasi kadang-kadang disebut gerakan nonlokomotor karena menyangkut aktivitas stationer, seperti membungkuk, meregang, menarik , memutar, mangayun, mengangkat, merentang, merendahkan tubuh dan membalik. Pada waktu stabilisasi berkembang lokomotor juga dipacu. Lokomotor mencakup proyeksi tubuh terhadap ruang eksternal dengan pengubahan lokasi baik vertikal maupun horizontal. Dengan lokomotor anak-anak mampu secara efektif melakukan eksplorasi terhadap dunianya. Aspek ketiga dari pengembangan kemampuan gerak anak-anak menyangkut perkembangan kemampuan dasar manipulasi. Gerak manipulasi adalah usaha untuk mengalihkan kekuatan terhadap objek-objek, seperti melempar, memukul, mendorong dan menarik benda, dan menerima kekuatan dari objek-objek seperti menangkap, menangkap dan memegang benda.
Pendidikan gerak di TK mencakup pengembangan kemampuan gerakan lokomosi, manipulasi dan stabilisasi dasar. Lokomotor, manipulasi dan stabilisasi dialami pada semua tingkatan dalam pengalaman hidup dalam keseluruhan yang dapat diklasifikasikan dalam tingkat-tingkat perkembangan motorik.
Menurut Sayuti Sahara (2003) gerak lokomotor merupakan gerak dasar yang menjadi fondasi untuk dipelajari diperkenalkan pada anak usia TK. Gerak dasar tersebut, antara lain berikut ini.
1.                  Berjalan
2.                  Berlari
a.                   Meloncat dan mendarat
b.                  Meloncat rintangan
c.                   Leaping
d.                  Hoping
e.                   Galloing
f.                   Sliding
g.                  Skipping
h.                  Rolling atau mengguling
i.                    Memanjat       

1.      Berjalan
Berjalan dapat diartikan sebagai perpindahan berat badan dari satu kaki ke kaki yang lain dengan salah satu kaki tetap kontak dengan tempat bertumpunya sepanjang kegiatan itu berlangsung. Masing-masing tungkai akan bergerak baegantian antara fase bertumpu dan fase mengayun. Tumit akan menyentuh lantai terlebih dahulu pada saat tungkai belakang mendorong, perpindahan berat badan ke tungkai depan. Badan dicondongkan setelah tungkai depan menyentuh lantai.
a.                   Pengamatan gerak
Gerak berjalan dapat diamati pada anak usia 9 sampai 15 bulan dan pada umumnya sudah dapat dikuasai setelah 12 bulan. Sekitar 4 tahun, gaya berjalannya sudah seperti orang dewasa dengan beberapa ciri sebagai berikut.
1)                  Terlihat mudah
2)                  Langkah sudah berirama
3)                  Pemindahan berat badan sudah lancar dan halus
Masalah-masalah yang timbul pada saat berjalan adalah sebagai berikut.
1)                  Mengayun bagian sisi yang sama (kaki kiri dengan tangan kiri dan sebaliknya)
2)                  Gagal melakukan tekukan pergelangan kaki, lutut maupun persendian pinggul yang dapat mengakibatkan erakan menjadi memantul atau seperti robot.
3)                  Postur tubuh yang tidak benar ditandai dengan mengangkat kepala dan tubuh bagian atas kedepan, bahu membungkuk (bungkuk udang) serta pinggul yang diangkat (kepala dan tubuh bagian atas harus tegak)
4)                  Gerakan tumit tersendat (terdorong ke atas dan ke bawah dari bagian ujung jari )
b.                  Variasi gerakan
Berjalan merupakan kegiatan yang paling banyak digunakan maupun sebagai keterampilan dasar setiap individu. Digunakan secara terpisah atau hanya berjalan saja atau dengan mengombinasikan dengan gerakan lain dan membentuk beberapa keterampilan yang lebih kompleks.
c.                   Ruang
Variasi gerakan dalam berjalan dapat mengacu berdasarkan ruang, arah, waktu, dan gerakan tambahan.
Pola variasi gerak
1)                  Tubuh bagian atas dibungkukkan ke depan, ke belakang atau kesamping
2)                  Mengubah daerah tumpuan (lebar atau sempit)
3)                  Mengubah jarak melangkah (pendek atau panjang)
4)                  Berjalan dengan tumit, ujung telapak kaki, bagian telapak kaki digeser berjalan denga  kaki bagian luar)
5)                  Lutut dikakukan
6)                  Mengubah posisi lengan (diluruskan ke luar, ke samping, di atas kepala, kedua lengan diluruskan kedepan atau bergantian), ayun kedua lengan (bersama-sama dari satu sisi ke sisi lain)
7)                  Kedua tangan di lutut, menepuk ke belakang leher atau di belakang badan
8)                  Menempatkan salah satu kaki di belakang atau di depan dalam satu garis.
9)                  Ke samping (kaki yang satu disilangkan pada kaki yang laiinya)
10)              Mengubah arah posisi kaki ke luar atau ke dalam.
11)              Berjalan dengan kedua kaki dan kedua tangan
12)              Tungkai detendangkan tinggi-tinggi ke depan, ke belakang dan ke samping
d.                  Arah/jalur/ketinggian
Di tempat                                perubahan arah
Ke depan                                 rendah (lutut dibengkokkan)
Ke belakang                            tinggi (jinjit)
Di atas                                     di bawah
Zig zag                                    rendah dengan tubuh diangkat
e.                   Berdasarkan waktu
1)                  Dari lambat ke cepat
2)                  Dengan langkah kedut
3)                  Digabung dengan irama musik atau ketukan berirama
4)                  Bergerak dengan lembut
f.                   Gaya yang dikembangkan
1)                  Keras
2)                  Lembut
3)                  Menaik
4)                  Menurun
5)                  Langkah ringan
6)                  Lutut di angkat tinggi-tinggi
g.                  Variasi gerak tambahan
1)                  Berjalan dengan kreasi anak
2)                  Berjalan seperti binatang
3)                  Berjalan dalam barisan berdua, bertiga, berempat.
4)                  Berjalan dengan gembira atau sedih
5)                  Berjalan melalui rintangan kedepan atau ke belakang
6)                  Berjalan sambil berputar, memutar anggota tubuh, membungkuk dan sebagainya.
h.                  Petunjuk pembelajaran
1)                  Siapkan contoh yang baik secara visual/gambar
2)                  Beri penekanan kegiatan yang memprioritaskan sikap tubuh bagian atas atau selalu ditegakkan.
3)                  Berikan penekanan pendorong ujung telapak kaki.
4)                  Penekanan pada ayunan lengan yang bergerak bebas serta kepala yang ditegakkan saat berjalan.
Konsep keterampilan dalam memberi petunjuk pada anak.
a.                   Pertahankan kepala dan badan tetap tegak
b.                  Luruskan/runcingkan ujung jari kaki lurus kedepan
c.                   Berjalan hampir sama dengan berlari, kecuali salah satu kaki selalu menyentuh/kontak dengan lantai
d.                  Tumit merupakan bagian tubuh yang pertama kali menyentuh lantai, ujung jari kaki yang terakhir kali meninggalkan lantai.
e.                   Ayunan lengan berlawanan dengan gerakan kedua tungkai dengan gerakan yang dilakukan tanpa ketegangan/relaks dan berirama.
f.                   Ayunan tungkai bersumber dari pinggul
g.                  Ayunan kedua lengan dilakukan dengan mudah dan ringan

2.      Berlari
Berlari merupakan kelanjutan gerak dari berjalan dan memiliki ciri khusus pada fase melayang di udara dari salah satu kaki.
Pada usia 5 tahun, umumnya mereka sudah mampu menunjukkan gaya berlari yang sudah baik. Mereka juga mampu menampilkan kemampuan berlarinya dengan mengubah arah dari garis yang lurus atau dengan cara jogging.
Anak usia 4 sampai 8 tahun menurut Sayuti Sahara (2003) telah mampu menunjukkan gaya berlari yang dapat dikelompokkan ke dalam tahap dasar dan tahap matang 2 tahap dalam penguasaan gaya berlari adalah sebagai berikut ini.
a.                   Tahap dasar atau elementer
Pada tahap ini gaya sudah dapat diamati, tetapi fase layangan yang msih terbatas. Walaupun demikian, gerak lengan sudah dapat mencapai jarak vertikal yang mencukupi tetapi gerakan horizontalnya msih terbatas.
b.                  Tahap matang
Pada tahap ini, kedua lengan sudah di bengkokkan pada sikunya pada sudut yang agak tepat, dan di ayun secara vertikal pada garis membusur yang cukup lebar berlawanan dengan gerakan kaki.

3.      Pengamatan gerak
Pemilihan gerak yang alami ini merupakan atribut yang diperoleh berdasarkan sejumlah pengalaman melalui kegiatan yang terstruktur maupun pada saat mereka bermain-main.
Masalah yang ditemukan dalam berlari adalah sebagai berikut.
a.                   Berlari dengan tubuh yang ditegakkan
b.                  Berlari dengan tumit
c.                   Berlari dengan kaki berputar ke dalam atau ke luar
d.                  Ayunan tangan dari satu sisi ke sisi lainnya
e.                   Kepala jauh dibawa kebelakang

a.                   Variasi gerakan
Bagaimanapun juga banyak jenis lari maupun kegiatan dalam bentuk bermain yang menuntut sianak untuk berlari. Sedangkan melatih berbagi jenis berlari, merupakan kesempatan yang baik bagi anak untuk memakai dan memperhalus pola dasarnya, seperti yang ia peroleh dari situasi pengalamannya yang berbeda.
b.                  Ruang
1)                  Pola variasi gerak
2)                  Berlari dengan
a)                  Mengubah daerah tumpuan
b)                  Lakukan dengan langkah pendek, menengah dan panjang
c)                  Ujung telapak kaki
d)                 Tumit
e)                  Seluruh telapak kaki
f)                   Tungkai yang dilakukan
g)                  Tubuh bagian atas dicondongkan ke depan, ke kiri, ke kanan dan kebelakang
h)                  Ujung jari kaki dan lutut diputar ke dalam dan ke luar
i)                    Seluruh badan ditegakkan
j)                    Kedua tangan diluruskan kesamping, ke depan dan ke atas kepala
k)                  Kedua tangan di atas kepala, pinggang atau bahu
l)                    Lutut diangkat tinggi-tinggi
m)                Kaki disilangkan
c.                   Arah/jalur/ketinggian
1)                  Di temapat
2)                  Ke depan dan ke belakang
3)                  Ke samping kiri atau kanan
4)                  Menaik atau menurun
5)                  Lewat di atas, di bawah mengitari suatu objek
6)                  Rendah
7)                  Tinggi
8)                  Mengubah arah gerak
9)                  Dalam lingkaran
d.                  Berdasarkan waktu
1)                  Lambat ke cepat
2)                  Jogging
3)                  Mengubah kecepatan saat bergerak
4)                  Diserasikan dengan irama atau ketukan berirama
5)                  Berlari dengan tepuk tangan
6)                  Gerakan merenggut
7)                  Tempo yang tidak sama
8)                  Tempo yang tepat
e.                   Gaya yang dikembangkan
1)                  Keras
2)                  Lunak
3)                  Ringan
4)                  Lemah
5)                  Berat
6)                  Kuat
7)                  Pindahkan berat badan dengan tekanan
f.                   Variasi gerakan tambahan
1)                  Berlari dengan menirukan gerak binatang
2)                  Berlari dengan sifat yang diketahui
3)                  Berpura-pura lari di atas pasir atau rawa
4)                  Berlari membentuk angka, huruf atau gambar tertentu
5)                  Berlari dengan teman berdampingan
6)                  Berlari dengan tanda-tanda stop, maju dan lain-lain
7)                  Berpura-pura berlari melawan angun badai
8)                  Berlari dan menyentuh lantai
9)                  Kombinasikan berlari dengan bentuk gerakan lokomosi lainyya
10)              Lari baranting
11)              Berlari sambil melempar dan menangkap objek

4.      Konsep keterampilan berkomunikasi memberi petunjuk pada anak
a.                   Berlari dengan ujung telapak kaki
b.                  Kepala diangkat, kedua mata kedepan
c.                   Bengkokkan kedua lutut
d.                  Biarkan tubuh bagian atas relaks
e.                   Bernapaslah denga n normal
f.                   Condongkan sedikit kedepan
g.                  Angkat lutut ke atas
h.                  Tekuk siku dan ayunkan lengan denga bebas
i.                    Sentuh lantai dengan tumit terlebih dahulu
5.      Meloncat dan Mendarat
a.                   Gerakan gerak
Meloncat terdiri dari gerakan-gerakan yang mengarahkan dan mempertahankan seluruh tubuhnya untuk berada sesaat di udara. Ciri melompat, yaitu berikut ini.
1)                  Melompat dengan satu atau dua kaki dan mendarat dengan dua kaki.
2)                  Dua kaki meloncat dan mendarat dengan satu kaki.
Wickstoum (1983) menyebutkan loncat berikut tugas geraknya semakin berat.
1)                  Meloncat turun dari satu kaki ke kaki yang lain (leap).
2)                  Meloncat naik dengan dua kaki kedua kaki.
3)                  Meloncat turun dengan dua kaki  kedua kaki.
Terlepas dari variasi gerakan yang ada, meloncat memiliki satu atau dua tujuan, yaitu meloncat untuk ketinggian atau meloncat untuk mencapai jarak tertentu.
Meloncat untuk mencapai ketinggian tertentu, kedua lutut harus dibengkokkan dan kedua lengan diturunkan mendekati ke lantai dan siku sedikit dibengkokkan.
Pada saat kedua lutut diluruskan, kedua lengan diayunkan ke atas seluruh tubuh diluruskan sewaktu berada di udara.
Pada saat mendarat, harus dilakukan pada ujung telapak kaki dengan kedua lutut dibengkokkan dengan tujuan meredam benturan gaya.
Perkembangan meloncat dan menjangkau (jump and reach) dilihat dari 2 tahap.
1)                  Tahap 1
Lutut dibengkokkan sampai sikap jongkok untuk mengambil tenaga (awalan). Gerakan naik diawali dengan mengayunkan kedua lengan, sedangkan kepala diarahkan ke sasaran. Setelah take off, seluruh badan diluruskan, namun pada saat anak menjangkau, lengan yang tidak menjangkau berada pada posisi yang tidak efektif, yaitu dibawa ke bawah pada saat lengan yang menjangkau diluruskan ke atas.
Gambar
2)                  Tahap 2
Tahap ini sudah matang. Fase persiapan akan ditandai dengan membengkokkan (fleksi) pada bagian pinggul, lutut dan ankle. Melalui gerakan yang sangat kuat ke depan dan ke atas oleh kedua lengan, merupakan awal dari loncatan, dorongan badan selanjutnya dengan meluruskan pinggul, lutut dan ankle melalui tenaga yang sangat kuat. Pada saat mendarat, ankle, lutut, dan pinggul dibengkokkan atau fleksi untuk meredam gaya benturan.
Gambar
a)                  Perkembangan Loncat Jauh tanpa Awalan
                                                                                               ·                      Tahap 1
Gerakan loncat dari sikap berdiri tidak akan efektif bila dilakukan melalui gerakan ayunan lengan karena keterbatasan daerah ayunannya. Kedua lengan yang bergerak ke samping ke bawah atau ke belakang ke atas diarahkan untuk mempertahankan keseimbangan sewaktu berada di udara (melayang).
Pada saat take off, badan bagian atas diarahkan kearah vertikal dengan sedikit memberikan penekanan kepada jarak loncatan. Pelurusan pinggul, tungkai, dan ankle tidak bisa sempurna pada take off saat meloncat karena si anak akan mengalami kesulitan untuk menggunakan kedua kakinya secara simultan. Bahkan tidak jarang terlihat, bila salah satu kaki lebih dahulu bergerak pada saat take off maupun mendarat.
Gambar
                                                                                               ·                      Tahap 2
Pada tahap ini, kedua lengan sudah dapat digunakan lebih efektif untuk mengawali gerakan meloncat. Ayunan kedua lengan merupakan awal dimulainya gerakan meloncat dengan cara diayun ke samping dengan tujuan mempertahankan keseimbangan saat meloncat. Hanya ada sedikit perubahan dibandingkan dengan tahap 1 khususnya pada posisi badan bagian atas saat take off, bisa dikatakan kecondongan badan yang kurang.
Gambar
                                                                                            · Tahap 3 atau sudah matang
Pada fase persiapan, posisi jongkok sudah rendah dan kedua lengan diayun ke belakang dan ke atas. Pada saat take off, kedua lengan diayun ke depan, dan ke atas bersama-sama mendorongkan badannya kearah horizontal. Pada saat melayang di udara, pinggul dibengkokkan dengan membawa paha mendekati horizontal di depan. Kemudian, tungkai bawah mulai diluruskan dan diarahkan untuk persiapan mendarat.
Pada saat mendarat, kedua lutut dibengkokkan dan berat badan selanjutnya dibawa ke depan dan ke bawah. Kedua lengan menjangkau ke depan dengan tujuan mempertahankan titik berat badan bergerak searah gerakan yang dilakukan.
Gambar 
b)                  Pengamatan Gerak
Secara alamiah anak-anak kecil akan mulai meloncat, bila kemampuan yang diperlukan untuk mengarahkan badan ke ruangan sudah berkembang. Untuk dapat melihat kemungkinan adanya kelemahan serta untuk menentukan kemampuan dasar loncatan, tugas gerakan berikut ini dapat digunakan sebagai pedoman dalam menilai gerakan meloncat.
1)                  Meloncat turun dari ketinggian sekitar 30 cm dengan take off satu kaki dan mendarat dengan dua kaki; dua kaki meloncat maupun mendarat.
2)                  Meloncat ke depan dan mendarat dengan dua kaki.
3)                  Meloncat naik ke atas boks setinggi 30 cm dengan take off satu kaki dan mendarat dua kaki.
4)                  Meloncat naik dengan satu kaki dan mendarat dengan dua kaki
5)                  Meloncat dengan satu kaki ke depan dan mendarat dengan dua kaki.
c)                  Masalah yang umumnya ditemukan dalam meloncat
1)                  Gagal untuk membengkokkan sendi pinggul, lutut, dan kaki/ankle pada saat take off (take off harus dari posisi jongkok).
2)                  Gagal mengayunkan kedua lengan ke depan atau ke atas pada saat yang sama dengan take off (apabila meloncat untuk ketinggian, kedua lengan harus diayun ke atas dan lutut diluruskan dan seluruh badan lurus, apabila meloncat untuk mencapai jarak tertentu, kedua lengan diayun ke depan dan ke atas secara eksplosif).
3)                  Gagal meluruskan kedua tungkai saat take off.
4)                  Tubuh bagian atas dicondongkan ke depan pada saat meloncat untuk ketinggian (harus diluruskan dan menjangkau secara vertical).
5)                  Berdiri/mendarat badan terlalu tegak pada saat mendarat pada standing long jump (harus dicondongkan ke depan dan sudut take off kira-kira sebesar 45 derajat).
d)                 Pendaratan
1)                  Mendarat dengan seluruh telapak kaki.
2)                  Kedua kaki terlalu rapat saat mendarat (lebarnya harus sama dengan pinggul atau kedua bahu).
3)                  Lutut dikakukan (lutut dan ankle harus dibengkokkan untuk meredam gaya benturan).
4)                  Kepala ditundukkan (dada dan kepala diangkat, dengan kedua mata tetap diarahkan sesuai dengan arah gerakan.
5)                  Membungkuk ke depan dari pinggang (meloncat kecil untuk mencapai posisi berdiri).
e)                  Variasi Gerakan
Selain berdiri, meloncat, dan mendarat merupakan salah satu keterampilan dasar yang paling banyak digunakan. Pengunaan skema yang tepat, akan banyak membantu mengembangkan berbagai macam loncatan dan sekaligus merupakan tantangan yang menarik untuk setiap anak. Selain untuk keterampilan ini, skema juga dapat anda gunakan untuk kegiatan lainnya, seperti skema tarian sederhana, permainan, senam, berbagai macam loncatan. Semua ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan bagi gerakan-gerakan lanjutan.
1)                  Variasi gerakan meloncat
a)                  Satu kaki take off dua kaki mendarat.
b)                  Dua kaki take off satu kaki mendarat (kiri, kanan).
c)                  Dua kaki take off dua kaki mendarat.
d)                 Meloncat jongkok.
e)                  Meloncat sudut.
2)                  Variasi gerakan mendarat
a)                  Kaki kanan
b)                  Kaki kiri
c)                  Kaki kanan di depan
d)                 Kaki kiri di depan
e)                  Lengan pada posisi berbeda
3)                  Variasi gerak berdasarkan arah/jalur/ketinggian
a)                  Di tempat
b)                  Naik
c)                  Ke depan, belakang, samping
d)                 Merubah arah sewaktu meloncat
e)                  Turun dari alat (bangku, boks)
4)                  Variasi gerak berdasarkan waktu
a)                  Perubahan kecepatan sewaktu meloncat
b)                  Dari lambat ke cepat
c)                  Ketukan berirama
d)                 Kesesuaian dengan music
5)                  Variasi gerak berdasarkan gaya yang dikembangkan


f)                   Meloncat
1)                  Untuk jarak
2)                  Untuk ketinggian dan jarak
3)                  Keras
4)                  Lembut
5)                  Ringan
g)                  Mendarat
1)                  Ringan
2)                  Keras
h)                  Variasi gerak tambahan
1)                  Meloncat, seperti pantulan bola.
2)                  Meloncat ke luar dan masuk lingkaran di lantai.
3)                  Meloncat dengan benda di kepala.
4)                  Meloncat dengan teman di samping (bergandengan, berhadapan, saling membelakangi, dengan pegangan tangan bervariasi).
6.      Meniti/Memanjat
Memanjat merupakan gerakan yang dilakukan ke atas maupun ke bawah dengan menggunakan tangan dan kaki, dengan badan bagian atas dan lengan sebagai pusat control yang paling utama.
Espanchade dan Eckert (1980), seperti dikutip Zahara (2003) menyimpulkan hasil penelitiannya tentang kemampuan meniti ini sebagai berikut.
                       ·                      Gerakan naik dicapai sebelum gerakan turun pada tingkat pencapaian yang sama.
                       ·                      Kegiatan dapat diselesaikan dengan bantuan sebelum dilakukan sendiri.
                       ·                      Si anak akan selalu memilih langkah yang lebih pendek dibandingkan dengan yang lebih panjang.
                       ·                      Tangga yang tidak terlalu tinggi akan dapat dikuasai sebelum penguasaan yang seukuran dewasa.
a.                   Panjang Tali
Pada kegiatan ini, variasi yang dapat dilakukan tergantung dari bagaimana teknik pegangan yang dipakai dan sulit untuk dikenali pada anak-anak yang baru pertama kali melakukan, ini disebabkan karena keterbatasan kekuatan dan daya tahan otot badan bagian atas.
Langkah-langkah pembelajaran:
1)                  Dari posisi tidur ke duduk
Pada posisi berbaring telentang, si anak menarik badan bagian atasnya ke posisi duduk.
2)                  Dari posisi berbaring ke berdiri
Kedua lututnya harus dapat dipertahankan selama mungkin, kemudian tangannya menarik tali dengan teknik yang sama dengan sebelumnya sampai posisi berdiri.
3)                  Menggantung
Berdiri mendekati tali, tali dipegang setinggi mungkin dengan kedua tangan ditarik dan berusaha untuk mengangkat kedua kakinya dari lantai.
4)                  Meniti atau memanjat
Dengan posisi sangat dekat dengan tali, pegang tali sekuat-kuatnya dengan kedua tangan setinggi mungkin, kedua siku lurus dengan kedua tangan yang rapat. Pada saat si anak mencoba untuk terus naik ke atas, kedua lututnya harus diluruskan dan siku dibengkokkan.
Gambar
5)                  Mengayun
Kedua tangannya harus menggenggam tali seerat mungkin, kemudian melangkah mundur sebelum berlari ke depan.
Pada saat bergerak ke depan, tangannya digerakkan ke atas dan meloncat ke tali. Kemudian, kedua kaki disilangkan mengikat tali dengan kuat. Meniti atau memanjat merupakan gerakan lokomotor yang sangat baik untuk melatih badan bagian atas pada usia-usia muda.
Gambar
6)                  Pengamatan Gerak
Masalah penting dalam mengamati kegiatan bahwa guru harus selalu memperhatikan faktor keamanan si anak, khususnya pada saat si anak baru belajar bagaimana melakukan control terhadap badannya. Saat mengamati kegiatan si anak, pengamatan secara periodik harus diarahkan kepada penempatan kaki, pegangan tangan, pandangan mata serta koordinasi tubuh secara keseluruhan.
Harus anda ingat bahwa anak adalah anak. Jadi, hendaknya membuang jauh-jauh pemikiran bahwa mereka merupakan miniatur orang dewasa. Kadangkala batas kepercayaan dirinya sudah berada pada titik yang mengkhawatirkan dan harus selalu diwaspadai terhadap kemungkinan munculnya masalah yang tidak diharapkan.
Masalah-masalah umum yang ditemukan adalah berikut ini.
a)                    Tidak mampu melakukan pergantian tangan atau kaki.
b)                    Gagal memegang tali secara efisien.
c)                    Merasakan sakit pada telapak tangan.
d)                   Variasi gerak.
Dengan mempertimbangkan jenis kegiatan yang dapat memberikan tantangan pada si anak serta penemuan-penemuan baru berdasarkan pengalaman yang telah dialaminya. Kesempatan dan variasi bentuk latihan juga harus dipertimbangkan sebagai factor utama untuk meningkatkan kemampuannya.
Perilaku meniti atau memanjat di antara anak-anak, banyak tergantung dari sampai seberapa jauh variasi tantangan spesifik yang ditawarkan kepada mereka.
b.                  Variasi berdasarkan ruang
Variasi Pola gerak (alat meniti/melangkah)
1)                  Pola silang-gerakan dengan sebelah tungkai, kemudian diikuti dengan lengan yang bersebelahan, ganti tungkai dan lengan.
2)                  Menggunakan berbagai macam pegangan.
3)                  Mengubah posisi lengan bawah.
4)                  Membelakangi objek.
5)                  Kedua lutut rapat.
c.                   Variasi berdasarkan arah/jalur/ketinggian
1)                  Ke bawah.
2)                  Ke samping (gerakan silang; menurun atau naik).
3)                  Ketinggian bervariasi (derajat atau kemiringan).
4)                  Terbalik (kepala lebih dahulu dan kebalikannya).
d.                  Variasi berdasarkan waktu
1)                  Lambat ke cepat.
2)                  Mengikuti ketukan berirama.
3)                  Diiringi aransemen musik.
e.                   Berdasarkan gaya yang dikembangkan
Gaya yang diperlukan berkaitan dengan (1) derajat kemiringan naik dan turun, dan (2) berat beban yang dibawa selama gerakan.
f.                   Variasi gerak tambahan
Meniti atau memanjat
1)                  Naik dengan tangan atau kaki.
2)                  Sambil membawa beban di punggung.
g.                  Petunjuk pembelajaran
1)                  Bantu dengan hati-hati.
2)                  Perintahkan si anak untuk melipatkan atau mengikutkan ibu jarinya ke tali atau tiang pada saat memanjat dengan tangan.
3)                  Letakkan matras di bawah alat memanjat/meniti.
4)                  Tekankan pada perubahan pergerakan tangan dan kaki.
h.                  Konsep keterampilan member petunjuk pada anak
1)                  Letakkan ibu jari melilit palang.
2)                  Gunakan lengan untuk menarik dan tungkai untuk mendorong.
3)                  Gerakan satu tangan dan tungkai yang bersebelahan pada waktu yang sama.
4)                  Gunakan langkah mengikuti atau pegangan mengikuti (satu-satu bergerak mengikuti yang depan).
B.     Gerakan Nonlokomotor (Stabilisasi)
Kemampuan untuk melakukan semua keterampilan akan bersamaan dengan penguasaan keterampilan yang bersifat lokomotor. Gerakan stabilisasi ( nonlokomotor) termasuk di dalamnya, seperti berikut ini :
a.                   Dodging
b.                  Stretching dan bending
c.                   Twisting and turning
d.                  Swinging and swaying
e.                   Pushing dan pulling
Dari beberapa gerakan nonlokomotor tersebut, yang akan diuraikan dalam kegiatan belajar 2 ini, antara lain berikut ini.
1.                  Stretching dan bending
a.                   Gambaran Gerak
Dapat diartikan sebagai penguluran otot atau sekelompok otot, pelurusan sendi atau persendian tubuh dengan tujuan membuat badan memanjang.
Bending atau dapat dikatakan membengkokkan bagian tubuh pada setiap persendiannya, di mana struktur sendi akan menentukan keleluasaan gerak setiap sendi yang dihasilkannya.
1)                  Pengamatan gerak
Daerah tumpuan yang stabil diperlukan untuk gerakan membengkokkan dan penguluran. Oleh sebab itu, setiap kegiatan yang dilakukan harus diawali dengan memperhitungkan daerah tumpuan si anak terlebih dahulu.
2)                  Masalah umum yang muncul
a)                  Gerakan penguluran maupun saat membungkukkan badan ke bawah dilakukan dengan cara renggutan (tekankan kepada gerakan yang lembut dan tidak terputus-putus, lakukan sesuai dengan irama musik).
b)                  Tidak mampu mengulurkan atau membungkukkan badan sesuai dengan keleluasaan gerak sendi.
c)                  Kehilangan keseimbangan pada saat membungkukkan badan maupun penguluran.
3)                  Variasi gerak
Gerakan dengan bungkuk atau bengkok badan dapat meningkatkan keindahan dalam kegiatan menari maupun senam.
Gerakan bengkok-bungkuk badan serta penguluran sangat efektif dilakukan dalam maneuver-manuver gerakan menghindar, seperti dalam bermain kucing dan tikus.
4)                  Variasi menurut ruang
Variasi Pola gerak
Bengkok-bungkuk badan dengan berbagai tumpuan yang berbeda, seperti berikut ini.
a)                  Dengan kedua tungkai yang rapat.
b)                  Dengan kedua tungkai yang terbuka.
c)                  Dengan kedua tungkai silang.
Bengkok-bungkuk serta penguluran pada bagian tubuh yang berbeda, seperti berikut ini.
a)                  Dengan leher.
b)                  Kedua bahu.
c)                  Kedua siku.
5)                  Variasi menurut arah/jalur/level
Bengkok-bungkuk dan penguluran
a)                  Pada level yang tinggi, menengah dan rendah.
b)                  Ke depan, ke belakang, dan dari satu sisi ke sisi yang lain.
c)                  Dengan membulatkan badan, lurus, dan zig-zag.
6)                  Variasi menurut waktu
Bengkok atau penguluran
a)                  Dengan lambat mengikuti irama ketukan drum.
b)                  Terus-menerus tanpa terhenti.
c)                  Cepat dengan tempo bertingkat.
7)                  Variasi menurut gaya yang dikembangkan
Bengkok-bungkuk atau penguluran
a)                  Lebih jauh dari sebelumnya dan merapat ke lantai.
b)                  Kuat dan juga lunak.
c)                  Lembut ataupun kasar.
8)                  Variasi gerakan tambahan
a)                  Bergantung pada palang tunggal, tekuk dan luruskan kedua lutut, pinggul, kedua siku, leher.
b)                  Meniru gerakan binatang atau tumbuhan.
b.                  Petunjuk Pembelajaran
1)                  Berikan penekanan terhadap gerakan yang dilakukan terus-menerus secara lembut; gunakan jenis musik yang menyerupai aliran air.
2)                  Tingkatkan kelentukan dengan cara bertahap dan perlahan-lahan, gerakan bengkok-bungkuk dan penguluran dilakukan dengan tidak terputus-putus.
3)                  Perkuat kelompok otot tumpukan untuk membantu keseimbangan.
4)                  Latihan bengkok-bungkuk dan penguluran pada posisi yang bermacam-macam dan gunakan seluruh tubuh.
c.                   Konsep Keterampilan Berkomunikasi dengan Anak
1)                  Jangkau dan ulurkan terus sampai terasa ada sedikit sakit.
2)                  Ulurkan dengan lambat dan tidak terputus putus, jangan lakukan hentakan atau pantulan.
3)                  Lakukan pergantian antara bengkok-bungkuk dan penguluran untuk mencapai upaya yang maksimum.
2.                  Gerakan manipulatif
Keterampilan manipulatif melibatkan tindakan mengontrol suatu objek khususnya dengan tangan atau kaki. Ada dua klasifikasi dari keterampilan manipulatif, yaitu reseptif dan propulsif.
Keterampilan reseptif adalah menerima suatu objek seperti menangkap, dan keterampilan profulsif memiliki ciri pengarahan gaya atau kekuatan terhadap suatu objek, seperti memukul, melempar, memantul, atau menendang.
Beberapa gerakan yang termasuk di dalam gerakan manipulatif adalah menggelindingkan bola atau sejenisnya, melempar dan menangkap, menahan atau trapping, memantul atau men-dribbling, memukul.
a.                   Menggelindingkan Bola
1)                  Gambaran gerak
Menggelindingkan atau rolling, meliputi pengerahan gaya atau tenaga terhadap suatu objek yang mempertahankan kontaknya dengan permukaan tempat benda tersebut bergerak.
a)                  Keterampilan tingkat dasar
Pada tingkat dasar anak biasanya duduk dengan kaki terbuka, kemudian dia akan mendorong atau memukul bola dengan satu atau dua tangannya.
Apabila keterampilannya dicoba dari sikap berdiri, kedua tungkainya akan dibuka dan sedikit ditekuk pada lutut, bola akan didorong dari kedua kaki dengan sedikit atau bahkan tanpa memperhatikan gerak kelanjutannya.
b)                  Keterampilan tingkat matang
Pada usia 5 tahun umumnya anak-anak sudah dapat menunjukkan tingkat yang sudah cukup matang, yaitu menggelindingkan bola yang dari posisi setengah jongkok dengan menempatkan salah satu kaki sedikit di depan. Bola akan dipegang dengan satu atau dua tangan pada sisi yang dominan, kedua lengan sedikit bengkok pada saat bola digerakkan ke arah lantai.
2)               Pengamatan gerak
Menggelindingkan bola merupakan satu keterampilan bermain pertama yang mereka kuasai. Menggelindingkan bola hanya memiliki 2 dimensi ruang (ke depan-belakang dan ke samping) maka akan lebih mudah melakukan control maupun menangkap bola dibandingkan dengan melempar yang mengenakan dimensi tiga, yaitu dimensi ruang (ke atas dan ke bawah).
Masalah yang muncul pada menggelindingkan bola
a)                  Penempatan tangan yang jelek (kedua tangan harus di belakang bola; jari mengarah ke bawah).
b)                  Gagal memindahkan berat badan ke depan.
c)                  Gagal melepaskan bola pada saat yang tepat (geserkan bola dengan lembut di lantai).
d)                 Gagal melangkah ke depan dengan kaki yang tepat (kaki berlawanan sisi dengan bola).
e)                  Kurang dalam melakukan gerak lanjutan (follow through) dan/atau mengerahkan ke target (menjangkau ke arah target).
3)               Variasi gerak
Banyak permainan dasar memerlukan keterampilan menggelindingkan bola. Si anak memerlukan bagaimana melakukan control arah gerakan, gaya, dan kecepatan objek yang dimanipulasi.
Variabilitas latihan juga harus memasukkan menggelindingkan bola dari sikap tubuh yang bergerak. Variasi gerak ini bisa berdasarkan ruang, seperti pola gerakan, arah gerakan, jalur maupun level lemparan bola, berdasarkan waktu serta gaya yang dikembangkan.
4)               Petunjuk pembelajaran
a)                  Gunakan bola dengan ukuran dan berat yang berbeda bagaimanapun juga jangan gunakan bola yang berat, seperti bola medisin pada awal belajarnya.
b)                  Beri penekanan untuk tetap mengarahkan pandangan pada sasaran.
c)                  Mulai dengan jarak terlebih dahulu dengan kecepatan menengah, kemudian ketepatannya.
5)               Konsep keterampilan memberi petunjuk pada anak
a)                  Cobalah dengan satu kaki di depan.
b)                  Koordinasikan pemindahan berat badan ke kaki belakang dengan mengayun balik lengan.
c)                  Lengan pengerah tenaga harus benar-benar lurus saat ayunan ke belakang diselesaikan.
d)                 Gerakan lanjutan (follow through) sesuai dengan arah bola yang diinginkan.
e)                  Pandangan mata pindahkan dari sasaran ke bola.
b.                  Melempar
Melempar merupakan keterampilan manipulative yang rumit yang menggunakan satu atau dua tangan untuk melontarkan objek menjauhi badan ke udara. Selain tergantung dari beberapa faktor (ukuran anak, ukuran objek, dan lain sebagainya), lemparan dapat dilakukan di bawah tangan, di atas kepala, di atas lengan atau di samping. Selain itu juga dapat dilakukan dengan dua tangan dari atas kepala yang digunakan untuk melemparkan bola yang besar. Selama masa perkembangannya, anak-anak telah menunjukkan berbagai macam pola melempar. Sesuai dengan perkembangan normal anak, pada usia 4 sampai 8 tahun mereka sudah dapat melemparkan bola dalam dua tingkat keterampilan, yaitu dasar dan matang.
1)                  Tingkat dasar
Percobaan pertama yang dilakukan, biasanya ditunjukkan dengan lemparan dua tangan di bawah maupun di atas lengan. Semakin bertambah usianya, bola yang lebih kecil dapat dipakai untuk melatih belajar melempar dengan satu tangan.
Pada usia TK umumnya sudah dapat menunjukkan pola melempar dengan paling tidak tubuhnya sudah biasa menghadap ke sasaran. Terlihat adanya putaran pada bagan bagian atas apabila lengan diayun ke belakang.
2)                  Tingkat matang
Pada tingkat ini sudah terlihat koordinasi sekuensi gerakan, dimana tubuh dipakai untuk mengerahkan gaya atau tenaga dengan efisien dan efektif.
Berikut karakteristik umum yang berkaitan dengan tingkatan melempar yang sudah matang.
a)                  Kedua kaki sedikit terbuka dengan kaki kiri dilangkahkan ke depan (bila tangan kanan yang melempar).
b)                  Badan akan berputar ke sisi lempar dan berat badan dipindahkan ke kaki belakang.
c)                  Sudah ada putaran badan yang lebih nyata melalui pinggul, punggung dan bahu.
d)                 Perpindahan berat badan dengan melangkahkan kaki depan sebelum bola dilepaskan.
e)                  Ada pelurusan siku sebelum bola diepaskan dan gerakan badan terus berlanjut ke depan (follow through).
3)                  Pengamatan gerak
Ketermapilan dalam melempar memerlukan koordinasi berbagai gerakan tubuh, sedangkan penguasaan melempar sudah dapat dilihat pada usia 5 samapai 6 tahun, bagi mereka yang terlibat dalam pengalaman bermain.
Beberapa masalah yang umum muncul dalam melempar adalah sebagai berikut ini.
a)                  Penempatan kaki kanan (bila ia melempar dengan tangan kanan) sedikit lebih di depan.
b)                  Gagal memindahkan berat badan ke kaki belakang (berikan latihan gerak menggoyang badan ke depan-belakang, dengan atau tanpa bola).
4)                  Variasi gerak
Pada semua tingkat permainan selalu menawarkan berbagai macam kesempatan kepada si anak untuk belajar melempar dari bawah tangan, samping atau dari atas kepala.
Variasi gerakan dapat anda ciptakan berdasarkan dimensi ruang, waktu, gaya yang dikembangkan dan lain sebagainya.
5)                  Petunjuk pembelajaran
a)                  Siapkan bentuk pengajaran yang baik.
b)                  Lebih menyarankan jarak lemparan dengan bola yang dapat dipegang dengan mudah.
c)                  Gunakan bola lunak (busa) sebelumnya dan lanjutkan dengan menggunakan bola yang agak keras.
d)                 Pikirkan upaya-upaya mengajarkan bagaimana si anak dapat melakukan putaran badan dengan benar.
e)                  Biarkan penekanan untuk gerakan siku yang lebih bebas.
f)                   Tekankan pada kecepatan gerak, putaran pinggul, dan follow through.
g)                  Penekanan kepada jarak lemparan.
6)                  Konsep keterampilan memberi petunjuk pada anak
a)                  Pandangan arahkan ke sasaran.
b)                  Putar bahu/ke sasaran.
c)                  Siku jauhkan dari badan.
d)                 Bola dipegang oleh jari dan tempatkan ibu jari dekat dengan telinga.
c.                   Menangkap
Menangkap merupakan gerakan dasar manipulasi yang melibatkan penghentian suatu objek yang terkontrol oleh satu atau kedua tangan.
1)                  Tingkat dasar
Pada usia TK mereka sudah mulai dapat melakukan gerakan dasar dengan baik. Sikap berdiri, si anak akan mengikuti objek yang datang, pandangannya hampir mendekati objek yang baru ditangkap. Kedua lengan sedikit dibengkokkan di depan badan dan si anak akan mencoba terlebih dahulu mengambilnya dengan kedua tangan.
2)                  Tingkat matang
Pada usia 5 tahun sudah dapat menangkap bola besar dengan baik. Dari posisi diam, ia akan mengikuti gerakan bola yang datang, siku sedikit dibengkokkan dengan kedua lengan relaks di samping badan.
Beberapa karakteristik gerak yang ada pada tangkapan yang sudah matang, yaitu berikut ini.
a)                  Badan segaris dengan datangnya objek.
b)                  Kedua lengan relaks di samping badan, siku bengkok.
c)                  Kedua tangan dan lengannya relaks dan sedikit menutup pada saat menyonsong bola.
3)                  Pengamatan gerak
Seperti halnya dalam melempar, kegagalan yang dialami dalam melempar diakibatkan oleh kurangnya pengalaman atau kesalahan dalam pengajaran. Sudah seharusnya, setiap akhir pembelajaran harus diisi dengan umpan balik maupun penguatan dari unjuk kerja.
4)                  Masalah yang muncul dalam menangkap
a)                  Gagal memperhatikan objek, kecuali bila sudah sampai di tangan (perhatian bola yang datang ke tangan).
b)                  Gagal menerima bola (saat bola kontak dengan tangan, siku harus bengkok).
c)                  Merapatkan telapak tangan bagian belakang, menyebabkan bola kembali memantul (kedua telapak tangan harus saling berhadapan, direnggangkan untuk memudahkan bola masuk di antara ke dua tangan, kedua ibu jari mengarah ke atas).
5)                  Variasi gerak
Dengan variasi gerak, akan memberikan pengalaman dan kekayaan keterampilan bagi si anak. Situasi dan kondisi belajar memberikan sumbangan yang berarti bagi pengembangan motorik lebih lanjut seperti pada senam ritmik. Variasi gerak dapat dikembangkan melalui beberapa dimensi, seperti ruang, waktu, arah, jalur, level maupun gaya yang dikembangkan.
6)                  Petunjuk pembelajaran
a)                  Gunakan objek yang lunak.
b)                  Gunakan objek yang berwarna-warni.
c)                  Mulai dengan objek yang lebih besar, kemudian objek yang lebih kecil.
d)                 Biarkan mereka memilih ukuran objeknya sendiri.
e)                  Mainkan permainan yang banyak menekankan lempar dan tangkap.
7)                  Konsep keterampilan berkomunikasi dengan anak
a)                  Ikuti gerakan bola.
b)                  Berdiri dengan satu kaki di depan.
c)                  Jari tangan sedikit membulat.
d)                 Pandangan arahkan ke bola.
e)                  Raihlah bola.
f)                   Dorong bola menjauhi badan.
g)                  Terima impak bola.
d.                  Pushing dan Pulling
Pushing atau mendorong adalah usaha pengerahan gaya atau kekuatan dalam melawan suatu objek atau orang, apakah mendorong untuk menyingkirkan objek dari badan atau mendorong badan menjauhi objek.
Pulling di lain pihak diartikan sebagai tarikan, ini merupakan pengerahan tenaga yang mengakibatkan objek atau orang bergerak mendekati badan. Apabila badan bergerak maka akan mengakibatkan badan mengikuti objek otot akan berkontraksi secara isotonik
1)                  Pengamatan gerak
Pelaksanaan gerakan mendorong dan menarik yang tidak baik dapat dan bahkan sering mengakibatkan cedera pada pinggang.
Masalah yang umumnya muncul dalam gerakan mendorong dan menarik.
a)                  Tidak mampu mempertahankan keseimbangan selama kegiatan berlangsung (perbesar daerah tumpuan).
b)                  Tidak memiliki kemampuan untuk mengerahkan gaya atau kekuatan secara maksimum (turunkan posisi badan dan ambil posisi segaris dengan gaya).
2)                  Variasi gerak
Gerakan mendorong dan menarik banyak dibutuhkan dalam sejumlah besar olahraga permainan, menarik dan khususnya dalam olahraga senam maupun dalam kegiatan sehari-hari dan tidak selalu dikaitkan dengan pendidikan jasmani. Oleh karena itu, latihan-latihan yang bervariasi sangat diperlukan untuk memberikan kemampuan setiap orang dalam menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi di lingkungannya.
3)                  Variasi menurut ruang
Variasi pola gerak
Variasi daerah tumpuan (sempit dan lebar)
a)                  Jinjit
b)                  Pada tumit
c)                  Seluruh telapak kaki
d)                 Dengan tungkai yang dikakukan
e)                  Lutut ditekuk
4)                  Menggunakan bagian tubuh yang berbeda
a)                  Kaki, tungkai, pinggul
b)                  Bahu, punggung, lengan, tangan dan pergelangan tangan
c)                  Salah satu tungkai di depan   
5)                  Variasi menurut arah, jalur, dan level
a)                  Ke depan
b)                  Ke belakang
c)                  Samping kanan, kiri
d)                 Ke atas
e)                  Ke bawah
6)                  Variasi menurut waktu
a)                  Lambat ke cepat
b)                  Tanpa terputus
c)                  Tetap atau bertingkat
d)                 Mengikuti irama gendang
e)                  Mengikuti irama musik
f)                   Bertepuk tangan
7)                  Variasi menurut gaya yang dikembangkan
a)                  Keras
b)                  Lembut
c)                  Ringan
d)                 Lancar
e)                  Kasar
f)                   Tetap
8)                  Variasi gerak tambahan
a)                  Mendorong
                                                                                                                                   ·          Berteman
                                                                                                                                   ·          Dorong jari dengan jari
                                                                                                                                   ·          Dua tangan di kepala
                                                                                                                                   ·          Bahu saling bertemu
                                                                                                                                   ·          Berdampingan
b)                  Menarik
                                                                                                                                   ·          Menjangkau di antar dua tungkai
                                                                                                                                   ·          Mengunci pergelangan tangan
                                                                                                                                   ·          Tangan dengan tangan dari posisi berdiri
                                                                                                                                   ·          Dari posisi duduk dan tengkurap
9)                  Petunjuk pembelajaran
a)                  Gunakan benda yang ringan lebih dahulu, kemudian tingkatkan
b)                  Tekankan gerakan yang terkontrol; tidak dihentak
c)                  Tekankan kelurusan garis tubuh dan hubungkan dengan kegiatan sehari-hari
d)                 Tekankan daerah tumpuan tetap lebar dan turunkan titik berat badan
e)                  Tekankan untuk menggunakan semua gaya atau kekuatan badan dan tidak hanya lengan dan tangan saja.
10)              Konsep keterampilan memberi petunjuk pada anak
a)                  Biarkan punggung lurus
b)                  Lutut ditekuk
c)                  Buka tungkai ke depan dan ke belakang
d)                 Dorong atau tarik dengan kokoh
e)                  Manfaatkan badan keseluruhan











Tidak ada komentar:

Posting Komentar