Rabu, 29 Mei 2013

HAKIKAT MEDIA PEMBELAJARAN



Hakikat Media Pembelajaran
A.    PENGERTIAN MEDIA
Media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah memepunyai arti antara, perantara atau pengantar. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim pesan ke penerima pesan. Terkait dengan pembelajaran, media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan dari pengirim pesan kepada penerima pesan sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan dan perhatian anak didik untuk tercapainya tujuan pendidikan.
Pendapat dari Gagne (1970), media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan anak didik yang dapat memotivasi anak didik untuk belajar. Sedangkan Briggs (1970) mengemukakan media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang anak didik untuk belajar.
Dari pendapat beberapa ahli dapat disimpulkan pengertian media dalam pembelajaran adalah segala bentuk alat komunikasi yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan/informasi dari sumber kepada anak didik yang bertujuan agar dapat merangsang pikiran, perasaan, minat dan perhatian anak didik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.
B.     PERANAN MEDIA DALAM PEMBELAJARAN
Berikut akan diuraikan berbagai peranan media dalam proses belajar mengajar (Hamalik 1997, Sadiman, 2003).
1.      Memperjelas Penyajian Pesan dan Mengurangi Verbalitas
Sesuai dengan karakteristik dari media, maka penggunaan media dapat membantu manusia mengatasi sedikit banyak keterbatasan indra manusia sehingga pesan yang disampaikan menjadi jelas. Penggunaan media dapat mengurangi verbalitas karena media dapat mendorong anak untuk aktif berperan serta dalam proses belajar mengajar, sehingga informasi yang diterima oleh anak didik tidak hanya dari guru saja tetapi anak didik juga turut aktif mencari dan mendapatkan informasi pembelajaran tersebut.
2.      Memperdalam Pemahaman Anak Didik terhadap Materi Pelajaran
Dengan menggunakan media dalam belajar aka nada kejelasan informasi/pesan tentang materi pelajaran yang diterima anak didik.
3.      Memperagakan Pengertian yang Abstrak kepada Pengertian yang Konkret dan Jelas
Materi pembelajaran sering kali adalah sesuatu yang bersifat abstrak. Hal yang abstrak ini tidak mudah untuk dipahami terutama untuk anak didik Taman Kanak-kanak. Oleh karena itu, media mampu menjadikan sesuatu yang bersifat abstrak dapat dipahami secara konkret dan jelas.
4.      Mengatasi Keterbatasan Ruang, Waktu dan Daya Indera Manusia
Manusia memiliki keterbatasan indera untuk bisa memahami tentang seluk beluk lingkungan kehidupannya jika hanya mengandalkan daya inderanya. Oleh karena itu, manusia membutuhkan bantuan berbagai alat yaitu dengan menggunakan berbagai media. Hal ini sesuai dengan karakteristik media yaitu:
a.      Fixative Property
Media mampu menangkap, menyimpan dan merekomendasikan suatu objek atau peristiwa yang telah di masa lampau. Misalnya foto/kamera, film, video, film bingkai, dan lain-lain.
b.      Manipulative Property
Media dapat mengubah objek, waktu dan peristiwa menjadi tiga hal yakni:
1)      Close Up (objek yang terlalu kecil terlihat lebih besar) misalnya dengan media proyektor mikro, mikroskop, luv/loop, film bingkai, film, model, dan gambar.
2)      Time lapse/High-speed photography (gerak yang terlalu lambat dapat ditampilkan lebih cepat) misalnya gerakan tumbuhnya bunga dipercepat dengan media film/kamera film.
3)      Slow Motion (gerak yang terlalu cepat dapat ditampilkan lebih lambat) misalnya gerakan elang memangsa ayam yang cepat dapat diperlambat dengan film.
4)      Objek yang terlalu besar seperti rumah, gajah, peswat dapat ditampilkan bentuk kecilnya dengan model, maket, miniature, gambar atau film.
5)      Objek ang terlalu kompleks misalnya mesin-mesin dapat disajikan menjadi bentuk yang sederhana dengan model, diagram, bagan dan lain-lain.
c.       Distributive Property
Media dapat menyajikan suatu peristiwa dalam radius yang luas seperti gunung berapi, gempa bumi, iklim, kepulauan dan lain-lain sehingga dapat divisualkan dalam bentuk film, film bingksi, gambar, peta/globe, radio dan lain-lain.

5.      Penggunaan Media Pembelajaran yang Tepat akan dapat Mengatasi Sikap Pasif Anak Didik
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, media dapat mendorong anak untuk berperan aktif dalam proses belajar. Anak diberi kesempatan untuk bereksperimen dan bereksplorasi secara luas terhadap media tersebut. Dalam hal ini media pembelajaran berguna untuk:
a.       Menimbulkan kegairahan belajar
b.      Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan.
c.       Memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan dan minatnya

6.      Mengatasi Sifat Unik pada Setiap Anak Didik yang Diakibatkan oleh Lingkungan yang Berbeda
Setiap anak didik berasal dari lingkungan keluarga yang memiliki budaya, agama, tingkat pendidikan, dan social ekonomi yang berbeda. Oleh karena itu, setiap anak didik memiliki keunikan tersendiri dan berpengaruh terhadap proses belajar-mengajar. Dalam hal ini guru dituntut untuk menggunakan media yang sesuai dengan para anak didiknya. Misalnya guru menggunakan variasi media untuk mengatasi perbedaan gaya belajar para anak didiknya, sehingga media tersebut akan:
a.       Memberikan perangsang yang sama
b.      Mempersamakan pengalaman
c.       Menimbulkan persepsi yang sama

7.      Media Mampu Memberikan Variasi dalam roses Belajar Mengajar
Dengan menggunakan media yang bervariasi, maka suasana pembelajaranpun akan bervariasi dan menarik bagi anak didik.
8.      Memberikan Kesempatan pada Anak Didik untuk Mereview Pelajaran yang Diberikan
Dalam proses belajar-mengajar mungkin saja ada beberapa informasi yang terllewatkan oleh anak. Dengan melihat kembali media yang digunakan oleh guru dalam menerangkan, anak didik dapat merevisi kembali informasi pelajaran yang pernah diterimanya tersebut. 
9.      Memperlancar Pelaksanaan Kegiatan Belajar-Mengajar dan Mempermudah Tugas Mengajar Guru
Dengan penggunaan media yang tepat, maka pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar akan lebihh efektif dan efisien.

The Cone Of Experience/Kerucut Pengalaman Belajar dan Prinsip Pemilihan Media Pembelajaran
A.    THE CONE OF EXPERIENCE (KERUCUT PENGALAMAN BELAJAR)
Kegiatan belajar anak didik pada hakikatnya adalah pemerolehan pengalaman belajar. Dalam usaha memanfaatkan media sebagai alat bantu dalam pembelajaran, seorang ahli pendidikan edgar dale membuat klasifikasi pengalaman belajar menurut tingkat dari yang paling konkret ke yang abstrak. Klasifikasi tersebut kemudian dikenal dengan nama kerucut pengalaman atau The cone of experience. Kerucut pengalaman edgar dale ini mengklasifikasikan media berdasarkan pengalaman belajar yang akan diperoleh oleh anak didik, mulai dari pengalaman belajar langsung/konkret dan pengalaman belajar yang bersifat tidak langsung/abstrak.
Kerucut pengalaman edgar dale menunjukkan bahwa informasi yang diperoleh melalui pengalaman langsung yang berada pada dasar kerucut mampu menyajikan pengalaman belajar secara lebih konkret.

B.     PRINSIP UMUM PEMILIHAN MEDIA PENGAJARAN
Dalam kegiatan pembelajaran pemilihan media merupakan bagian dari perencanaan kegiatan pembelajaran. Secara keseluruhan perlu disadari bahwa tidak ada suatu rumus yang berlaku mutlak untuk pemilihan media tertentu dalam suatu bidang studi tertentu. Karena sifat dari media, mungkin satu media cocok digunakan untuk mengajarkan mata pelajaran/bidang studi tertentu daripada media lainnya.
Misalnya :
Rekaman sangat baik untuk pelajaran bahasa, kesenian, atau musik. Sedangkan Gambar Peta sangat baik untuk pelajaran sejarah.
Karena itu perlu dipertimbangkan beberapa faktor, sehingga pemilihan media dapat membantu tercapainya tujuan pembelajaran.
Prinsip-prinsip umum dan pemilihan media pembelajaran.
1.      Kurikulum
Isi program media harus sesuai denga kurikulum yang berlaku, karena jika tidak sesuai akan ketinggalan zaman sehingga tidak akan bermanfaat bagi anak didik, walaupun media tersebut baik dan menarik.
a.       Untuk taman kanak-kanak sumber program media mengacu pada kurikulum GBPKB (Garis Besar Program Kegiatan Belajar) TK tahun 1994 dengan cara mengaitkan antara kemampuan dasar dengan tema-tema yang berlaku.
b.      Media dapat memenuhi penguraian tentang tema-tema dan sub-subtemanya.

2.      Tujuan Instruksional yang Ingin Dicapai
Media yang dipilih untuk kegiatan pembelajaran hendaknya harus dapat memberikan sumbangan penting bagi pencapaian tujuan belajar. Ditaman Kanak-kanak tujuan pembelajaran ditentukan berdasarkan kemampuan yang ingin dicapai yang meliputi pembentukan prilaku dan 5 kemampuan dasar yaitu bahasa, daya pikir, daya cipta, keterampilan dan jasmani.
3.      Ketepatgunaan
Media yang dipilih hendaknya cocok dan sesuai dengan komponen-komponen lain dalam proses pembelajaran, yaitu :
a.      Materi Pembelajaran
1)      Media harus ada kesesuaian dengan materi pelajaran, artinya sesuai dengan taraf/tingkat kesulitan belajar dari mata pelajaran tersebut.
2)      Misalnya : mengenalkan uan 500 = 100 x 5
3)      Media yang dipilih harus dapat membantu pencapaian dari kemampuan tiap-tiap pengembangan Kemampuan Dasar. Secara rinci, diperjelas dalam variabel tugas ( memperjelas materi pelajaran)

b.      Media bersifat Transfer Of Learning
Artinya apa yang anak peroleh/pelajari dari media dapat diterapkan dalam kondisi yang baru yang dihadapi anak dalam kehidupan sehari-hari.

c.       Metode Pengajaran
1)      Media harus sesuai dengan metode yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran, karena penggunaan media turut menentukan keberhasilan guru dalam menentukan metode tertentu dalam mengajar.
2)      Dengan metode demontrasi dibutuhkan media yang dapat menjelaskan/ memperjelas cara atau langkah untuk setahap demi setahap dalam untuk proses.
Misalnya : Perjelasan langkah-langkah mewarnai gambar yang baik, pencampuran warna, dan lain-lain.

d.      Karakteristik audience/Anak didik yang belajar
Dalam memilih media perlu diperhatikan tingkat pengetahuan dan karakteristik audience. Artinya adanya ketepatan hubungan media dengan tingkat kematangan serta kemampuan anak didik sehingga dapat menimbulkan motivasi dan minat anak untuk belajar.

e.       Situasi, Kondisi dan Pengelolaan Kelas
Pemilihan media harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi kelas serta pengelolaannya. Situasi dan kondisi dalam hal ini adalah :
1)      Keadaan sekolah : sarana/prasarana, ruangan, listrik, kota/desa, dan lain-lain.
2)      Jumlah anak didik dikelas.
3)      Waktu belajar.
4)      Sistem pengelolaan : klasikal, kelompok, perorangan/individual.

4.      Variabel Tugas (Task Variabel)
Dalam memilih media kita harus tentukan jenis kecakapan yang diharapkan dari anak didik sebagai hasil pembelajaran. Dalam hal ini ada 3 macam jenis kecakapan yaitu :
a.       Kognitif : Pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis
b.      Afektif : minat, sikap, nilai, apresiasi, dan penyesuaian gerakan.
c.       Psikomotorik : peniruan, penggunaan konsep, ketelitian, perangkaian dan kewajaran.

5.      Kualitas Teknis Media
Kualitas mutu media hendaknya dipilih yang baik dan menarik serta mudah digunakan dan juga memadai (tidak cepat rusak). Hal ini perlu sipertimbangkan agar tidak menganggu jalannya proses pembelajaran.
6.      Objektivitas
Perlu dihindari sikap subjektif dalam memilih media yang akan digunakan, artinya tidak dibenarkan memilih media tertentu dengan alasan kesenangan pribadi guru terhadap media tersebut.
7.      Biaya Program
Dalam memilih media perlu dipertimbangkan apakah biaya yang dikeluarkan seimbang dengan manfaat yang akan diperoleh dari media tersebut. Disamping itu, perlu diteliti apakah ada media lain yang lebih murah tetapi sama fungsinya dengan media yang mahal.
Prinsip Umum Penggunaan Media
A.    PRINSIP UMUM PENGGUNAAN MEDIA
1.      Tidak ada satu media yang harus digunakan dengan meniadakan yang lain
Media yang digunakan hendaknya sesuai dengan materi yang diajarkan. karena tidak ada satu media pun yang dapat sesuai untuk segala macam kegiatan.
2.      Pergunakan media secara bertahap
Media yang terlalu banyak dan secara sekaligus justru akan membingungkan anak didik dan tidak memperjelas pelajaran. penggunaan media harus secara  bertahap mulai dari yang bersifat kongkret lalu yang abstrak.
3.      media harus merupakan bagian yang integral dari kegiatan belajar mengajar
Dengan media, anak didik dikembangkan kemampuan kognitif.
4.      Dengan menggunakan media anak didik harus dipersiapkan dan diperlakukan sebagai peserta yang aktif.
Biarkan anak didik mengamati  dan menggunakan media sehingga dapat menemukan informasi (mendapat ilmu) dari media tersebut.
5.      penggunaan kesempatan menggunakan media yang dapat ditanggapi untuk melatih perkembangan bahasa anak baik lisan/tulisan.
Media harus dapat melatih anak untuk mengungkapkan impian dan perasaannya dengan bahasanya sendiri.
6.      secara umum perlu diusahakan penampilan yang positif dari pada yang negatif
Kegunaan media harus dapat dimengerti dengan baik dan benar sehingga perlu dihindari kesalahan penggunaan dari media, karena khawatir yang akan ditangkap anak adalah penampilan yang negatif sehingga terjadi kesalah pahaman.
7.      Anak didik harus ikut serta bertanggung jawab untuk apa yang terjadi selama menggunakan media.
Penggunaan media bukan untuk guru, tetapi ditujukan untuk memperjelas materi yang diajarkan guru bagi anak didik.
B.     LANGKAH-LANGKAH UMUM PENGGUNAAN MEDIA PEMBEAJARAN
Secara umum ada tiga tahap atau langkah penggunaan media:
1.      persiapan atau perencanaan
a.       pelajari buku petunjuk media
b.      siapkan peralatan untuk penggunaan media
c.       atur tatanan atau susunan agar peserta atau audien agar dapat melihat, mendengar, memperhatikan dengan jelas
d.      tetapkan media yang digunakan untuk sistem klasikal, kelompok atau individual
2.      Pelaksanaan (penyajian dan penerimaaan)
a.       penggunaan media sesuai dengan prosedur yang berlaku dari masing-masing media(tiap-tiap media mempunyai cara-cara yang berbeda).
b.      hindari hal-hal yang dapat menggangu konsentrasi anak didik dalam menggunakan media seperti:
1.)    penerangan kurang
2.)    suara bising
3.)    kerusakan media,dan lain-lain
3.      follow up (tindak lanjut dan evaluasi)
a.       adakan berbagai kegiatan yang dapat memantapkan pemahaman anak didik terhadap pokok-pokok materi pembelajaran
b.      lakukan evaluasi terhadap media.
misalnya:
1.)    resitasi atau pemberian tugas
2.)    tanya jawab
3.)    karya wisata, dan lain-lain.





























Tidak ada komentar:

Posting Komentar