Rabu, 29 Mei 2013

TES



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Salah satu komponen yang penting dalam proses pembelajaran adalah penilaian. Penilaian digunakan untuk memperoleh, menganalisis dan menafsirkan proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan untuk menentukan tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi yang telah ditentukan. Adapun yang dimaksud dengan teknik penilaian adalah cara-cara yang ditempuh untuk memperoleh informasi mengenai proses dan produk yang dihasilkan pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik. Dalam rangka penilaian ini, ada beberapa teknik yang dapat dilakukan, yaitu teknik tes dan teknik nontes, sedangkan bentuk instrumen yang dipilih harus sesuai dengan teknik penilaiannya. Dalam penyusunan instrumen penilaian di sekolah, guru harus mampu:
 (a) menyesuaikan antara bentuk instrumen dengan kegiatan pembelajaran yang ditempuh. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan, penilaian harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara, maupun produk/hasil dengan melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan;
(b)  menyeimbangkan berbagai aspek pembelajaran, yaitu kognitif, afektif dan psikomotor dengan menggunakan berbagai model penilaian, baik formal maupun nonformal secara berkesinambungan.
B.     Masalah
1. apa itu asesmen dengan teknik tes ?
2. bagaimana melakukan asesmen dengan teknik tes ?
3. apa saja kekurangan dan kelebihan dari asesmen dengan teknik tes ?


C.    Tujuan
 (a) meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun instrumen penilaian,
(b) guru dapat meningkatkan mutu pendidikan.
© Guru dapat membuat bentuk instrumen penilaian berdasarkan kompetensi dasar;
(d) Guru dapat menganalisis hasil penilaian.
                                             
D.    Manfaat
Manfaat yang bisa diperoleh dari makalah ini adalah :
1. kita dapat mengetahui tentang pelaksanaan asesmen dengan teknik tes.
2. Sebagai bahan peningkatan dalam pembelajaran bagi kita semua.
3. mengetahui kekurangan dan kelebihan teknik tes.













BAB II
ISI
A. PENGERTIAN
Wayan Nurkencana (1993), tes adalah suatu cara untuk mengadakan penilaian yang berbentuk suatu tugas yang harus dikerjakan anak atau sekelompok anak sehingga menghasilkan suatu nilai tentang tingkah laku atau prestasi anak tersebut yang kemudian dapat dibandingkan dengan nilai yang dicapai oleh anak-anak lain atau standar yang telah ditetapkan.
Overton, Terry (2008): test is a method to determine a student’s ability to complete certain tasks or demontstrate mastery of a skill or knowledge of content. Some types would be multiple choice tests or a weekly spelling test. While it commonly used interchangeably with assesment, or even evaluation, it can be distinguished by the fact  that a test is one form of an assesment. (Tes adalah suatu metode untuk menentukan kemampuan siswa menyelesaikan sejumlah tugas tertentu atau mendemonstrasikan penguasaan suatu keterampilan atau pengetahuan pada suatu materi pelajaran. Beberapa tipe tes misalnya tes pilihan ganda atau tes mengeja mingguan. Seringkali penggunaannya tertukar dengan asesmen, atau bahkan evaluasi (penilaian), yang mana sebenarnya tes dapat dengan mudah dibedakan berdasarkan kenyataan bahwa tes adalah salah satu bentuk asesmen.)
Tes merupakan sebuah instrumen yang harus dijawab oleh siswa untuk mengukur tingkat penguasaan atau pemahaman terhadap suatu materi tertentu sesuai dengan tujuan pembelajarannya. Tes dapat diberikan sebelum siswa mendapatkan materi (pretest) maupun setelah siswa mendapatkan materi (postest). Pretest digunakan untuk mengetahui kemampuan atau pengetahuan awal siswa. Pretest digunakan guru sebagai acuan untuk merencanakan tingkat materi yang harus diberikan kepada siswa nantinya. Misalkan saja hasil pretest siswa sangat rendah, maka sebaiknya guru memberikan materi mulai dari dasar agar siswa memahami konsep dasar materi tersebut. Selain itu pretest juga berguna untuk mengukur keberhasilan guru dalam mengajar. Hal ini bisa dilihat dari selisih hasil postest dan pretest siswa. Semakin besar selisihnya maka tingkat keberhasilan mengajar pun semakin tinggi. Sedangkan postest dapat digunakan untuk mengukur tingkat penguasaan siswa terhadap materi yang telah diberikan. Sesuatu yang menjadi patokan postest adalah standar ketuntasan minimal atau yang biasa disebut SKM. Tes dapat berupa pertanyaan, pernyataan, maupun tugas-tugas yang diberikan guru. Tes berupa pertanyaan terdiri dari tes bentuk pilihan ganda, uraian, essay.
B. TUJUAN MELAKUKAN TES
Evaluasi dengan menggunakan teknik tes bertujuan untuk mengetahui:
a.  Tingkat kemampuan awal siswa
b.  Hasil belajar siswa
c.  Perkembangan prestasi siswa
d.  Keberhasilan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran
Tes lisan dilakukan melalui pertanyaan lisan untuk mengetahui daya serap siswa. Tujuan tes lisan ini terutama untuk menilai:
a.  Kemampuan memecahkan masalah
b.  Proses berpikir terutama melihat hubungan sebab akibat
c.  Kemampuan menggunakan bahasa lisan
d.  Kemampuan mempertanggungjawabkan pendapat atau konsep yang dikemukakan.


C. MACAM-MACAM JENIS TES SERTA KELEBIHAN DAN KEKURANGANNYA
1.Bentuk soal benar-salah  
Bentuk soal benar salah adalah bentuk tes yang soal-soalnya berupa pernyataan. Sebagian dari pernyataan itu merupakan pernyataan yang benar dan sebagian lagi merupakan pernyataan yang salah.
Kelebihan betul salah yaitu:
a.    Item tes betul salah memiliki karakteristik yang menguntungkan, yaitu mudah dan cepat dalam menilai
b.   Untuk item betul salah yang dikonstruksi secara cermat, membawa implikasi kepada peserta didik, yaitu waktu mengerjakan soal lebih cepat diselesaikan
c.    Seperti bentuk tes objektif lainnya, item tes benar salah hasil akhir penilaian dapat objektif
Kelemahan betul salah;
a.       Mengonstruksi item tes betul salah pada umumnya diperlukan waktu yang lebih lama jika dibandingkan dengan pembuatan tes essai
b.      Penggunaan pertanyaan alternatif lebih memungkinkan peserta didik mengira-ngira jawaban.
2. Bentuk soal pilihan ganda atau pilihan jamak (multiple choice)
Soal pilihan ganda adalah bentuk tes yang mempunyai satu jawaban yang benar atau paling tepat.
Kelebihan bentuk soal pilihan ganda yaitu;
a.    Tes pilihan ganda memiliki karakteristik yang baik untuk suatu alat pengukur hasil belajar siswa
b.   Item tes pilihan ganda yang dikonstruksi dengan intensif dapat mencakup hampir seluruh bahan pembelajaran yang diberikan oleh guru di kelas.
c.       Item tes pilihan ganda adalah tepat untuk mengukur penguasaan informasi para siswa yang hendak dievaluasi.
Kelemahan bentuk soal pilihan ganda yaitu;
a.    Mengonstruksi item tes betul salah pada umumnya diperlukan waktu yang lebih lama jika dibandingkan dengan pembuatan tes essai
b.   Penggunaan pertanyaan alternative lebih memungkinkan peserta didik mengira-ngira jawaban.
3. Bentuk soal menjodohkan (matching)

Bentuk soal menjodohkan terdiri atas dua kelompok pernyataan yang paralel. Kedua kelompok pernyataan ini berada dalam satu kesatuan. Kelompok sebelah kiri merupakan bagian yang berisi soal-soal yang harus dicari jawabannya.
Kelebihan bentuk soal menjodohkan
a.       Penilaiannya dapat dilakukan dengan cepat dan objektif.
b.      Tepat digunakan untuk mengukur kemampuan bagaimana mengidentifikasi antara dua hal yang berhubungan.
c.       Dapat mengukur ruang lingkup pokok bahasan atau subpokok bahasan yang lebih luas.
Kelemahan bentuk soal menjodohkan
a.       Hanya dapat mengukur hal-hal yang didasarkan atas fakta dan hafalan
b.      Sukar untuk menentukan materi atau pokok bahasan yang mengukur hal-hal yang berhubungan
4. Bentuk soal jawaban singkat (isian)
Bentuk soal jawaban singkat merupakan soal yang menghendaki jawaban dalam bentuk kata, bilangan, kalimat, atau simbol.
Kelebihan bentuk soal jawaban singkat;
a.       Menyusun soalnya relatif mudah
b.      Kecil kemungkinan siswa member jawaban dengan cara menebak
c.       Menuntut siswa untuk dapat menjawab dengan singkat dan tepat
d.      Hasil penilaiannya cukup objektif
Kelemahan bentuk soal jawaban singkat;
a.       Kurang dapat mengukur aspek pengetahuan yang lebih tinggi.
b.      Memerlukan waktu yang agak lama untuk menilainya sekalipun tidak selama bentuk uraian
c.       Menyulitkan pemeriksaan apabila jawaban siswa membingungkan pemeriksa.
Menurut Sukardi (2008) kelebihan dan kelemahan tes esai, kelebihannya yaitu:
a.       Mengukur proses mental siswa dalam menuangkan ide ke dalam jawaban item secara tepat
b.      Mengukur kemampuan siswa dalam menjawab melalui kata dan bahasa mereka sendiri.
c.       Mendorong siswa untuk mempelajari, menyusun, merangkai, dan menyatakan pemikiran siswa secara aktif.
d.      Mendorong siswa untuk berani mengemukakan pendapat serta menyusun dalam bentuk kalimat mereka sendiri.
e.       Mengetahui seberapa jauh siswa telah memahami dan mendalami suatu permasalahan atas dasar pengetahuan yang diajarkan di dalam kelas
Kelemahan:
a. Dalam memeriksa jawaban pertanyaan tes esai, ada kecenderungan pengaruh subjektif yang selalu muncul dalam pribadi seorang guru.
b.Pertanyaan esai yang disusun oleh seorang guru atau evaluator cenderung kurang bisa mencakup seluruh materi yang telah diberikan
c. Bentuk pertanyaan yang memiliki arti ganda, sering membuat kesulitan pada siswa sehingga memunculkan unsur-unsur menerka dan menjawab dengan ragu-ragu.
D. CARA-CARA PENYUSUNAN TES ESAI
Guru hendaknya memfokuskan pertanyaan esai pada materi pembelajaran yang tidak dapat diungkap dengan bentuk tes lain misalnya tes objektif
a.             Guru kendaknya memformulasikan item pertanyaan yang mengungkap perilaku spesifik yang diperoleh dari pengalaman hasil belajar.
b.            Item-item pertanyaan tes esai sebaiknya jelas dan tidak menimbulkan kebingungan sehingga siswa dapat menjawabnya dengan tidak ragu-ragu
c.             Sertakan petunjuk waktu pengerjaan untuk setiap pertanyaan, agar para siswa dapat memperhitungkan kecepatan berpikir, menulis dan menuangkan ide sesuai dengan waktu yang disediakan.
d.            Ketika mengontruksi sejumlah pertanyaan essai, para guru hendaknya menghindari penggunaan pertanyaan pilihan. Misalnya pilih empat soal dari lima pertanyaan yang tersedia.
e.             Tes tertulis dapat berbentuk uraian (essay) atau soal bentuk obyektif (objective tes). Tes uraian merupakan alat penilaian hasil belajar yang paling tua. Secara umum tes uraian ini adalah pertanyaan yang menuntut siswa menjawab dalam bentuk menguraikan, menjelaskan, mendiskusikan, membandingkan, memberikan alasan, dan bentuk lain yang sejenis sesuai dengan tuntutan pertanyaan dengan menggunakan kata-kata dan bahasa sendiri.





BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Tes adalah cara atau metode untuk menentukan kemampuan siswa menyelesaikan tugas tertentu atau mendemonstrasikan penguasaan suatu keterampilan atau pengetahuan. Beberapa tipe tes misalnya tes pilihan ganda atau tes mengeja mingguan.Tes adalah salah satu bentuk asesmen.

B.     Saran
Untuk melakukan asesmne dengan teknik tes kita harus tau sasarannya kepada siapa. Karena kita tidak boleh sembarangan memberi asesmen dengan teknik tes. Untuk anak usia dini sebaik ya kita tidak menggunakan asesmen dengan teknik ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar