welcome

selamat datang selamat membaca dan semoga bermanfaat

Minggu, 27 Oktober 2013

pengelolaan prasekolah



Pengelolaan Prasekolah
Pengertian pengelolaan
Pengelolaan diartikan sebagai suatu rangkaian pekerjaan atau usaha yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk melakukan serangkaian kerja dalam mencapai tujuan tertentu.
Menurut para ahli
Menurut Wardoyo (1980: 41) memberikan definisi pengelolaan adalah suatu rangkaian kegiatan yang berintikan perencanaan , pengorganisasian, pergerakan dan pengawasan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Menurut Harsoyo (1977: 121) pengelolaan adalah suatu istilah yang berasal dari kata kelola mengandung arti serangkaian usaha yang bertujuan untuk menggali dan memanfaatkan segala potensi segala yang dimiliki secara efektif dan efesien guna mencapai tujuan tertentu yng telah direncanakan sebelumnya.

A.    Pengertian pengelolaan kurikulum
Kurikulum adalah seperangkat rencana pengaturan mengenai tujuan pendidikan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran. Pengelolaan kurikulum mencakup kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan penilaian kurikulum, sekolah merupakan ujung tombak pelaksanaan baik kurikulum nasional maupun muatan lokal, yang diwujudkan melalui proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan nasional, instituasional, kurikuler dan instruksional.
Didalam pengembangan dan penyusunan kurikulum ini didasarkan pada beberapa prinsip, agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara efektif dan efisien. Prinsip-prinsip dalam pengembangan tersebut diantaranya adalah :
a.       Berorientasi pada prinsip-prinsip perkembangan anak
b.      Berorientasi pada kebutuhan anak
c.       Bermain sambil belajar atau belajar seraya bermain
d.      Menggunakan pendekatan tematik
e.       Kreatif dan inovatif
f.       Lingkungan kondusif
g.      Mengembangkan kecakapan hidup
1.      Muatan kurikulum
Muatan kurikulum terdiri dari : bidang pengembangan pembiasaan dan 4 bidang kemampuan dasar dengan rincian sebagai berikut:
1.1  bidang pengembangan pembiasaan
a.       moral dan nilai agama
dari aspek perkembangan moral dan nilai-nilai agama diharapkan akan meningkatkan ketakwaan anak terhadap tuhan yang maha Esa dan membina sikap anak dalam rangka meletakkan dasar agama anak menjadi warga negara yang baik.
b.      Sosial, emosional dan kemandirian
Dari aspek perkembangan sosial dan kemandirian dimaksudkan untuk membina anak agar dapat mengendalikan emosinya secara wajar dan dapat berinteraksi dengan sesamanya maupun orang dewasa dengan baik serta dapat menolong dirinya sendiri dalam rangka kecakapan hidup.
1.2  bidang pengembangan kemampuan dasar
a.       kemampuan berbahasa
pengembangan ini bertujuan agar anak mampu mengungkapkan pikiran melalui bahasa yang sederhana secara tepat, mampu berkomunikasi secara efektif dan membangkitkan minat untuk dapat berbahasa indonesia.
b.      Kemampuan kognitif
Pengembangan ini bertujuan mengembangan kemampuan berfikir untuk dapat mengolah perolehan belajar, dapat menemukan bermacam-macam alternatif pemecahan masalah, membantu anak untuk mengembangkan kemampuan logika matematikanya dan pengetahuan akan ruang dan waktu, serta mempunyai kemampuan untuk memilah-milah, mengelompokkan serta mempersiapkan pengembangan kemampuan berfikir teliti
c.       Kemampuan fisik-motorik
Pengembangan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan melatih gerakan kasar dan koordinasi serta meningkatkan ketrampilan tubuh cara hidup sehat sehingga dapat menunjang pertumbuhan jasmani yang kuat, sehat dan terampil.
d.      Kemampuan seni
Pengembangan ini bertujuan agar anak dapat dan mampu menciptakan sesuatu berdasarkan hasil imajinasinya, mengembangkan kepekaan dan dapat menghargai hasil karya seni yang kreatif.
B.     Pengelolaan kesiswaan
Manajemen kesiswaan adalah pranata dan pengaturan terhadap kegiatan yang berkaitan dengan peserta didik, mulai masuk sampai dengan keluarnya peserta didik tersebut dari suatu sekolah. Manajemen kesiswaan bertujuan untuk mengatur berbagai kegiatan dalam bidang kesiswaan agar kegiatan pembelajaran disekolah dapat berjalan lancar, tertip, dan teratur serta mencapai tujuan pendidikan disekolah. Untuk mewujudkan tujuan tersebut bidang manajemen kesiswaan ada sedikitnya memiliki tiga tugas utama yang harus diperhatikan, yaitu penerimaan murid baru, dan kegiatan kemajuan belajar, serta bimbingan dan pembinaan disiplin.
Berdasarkan tiga tugas utama tersebut Sutisma (1985) menjabarkan tanggung jawab kepala sekolah dalam mengelola bidang kesiswaan berkaitan dengan hal-hal berikut :
a.       Kehadiran murid disekolah dan masalah-masalah yang berhubungan dengan itu
b.      Penerimaan, orientasi, kalkulasi dan penunjukan murid kelas dan program studi
c.       Evaluasi dan pelaporan kemajuan belajar
d.      Program supervisi bagi murid yang memiliki kelainan, seperti pengajaran, perbaikan dan pengajaran luar biasa
e.       Pengendalian disiplin murid
f.       Program bimbingan dan penyuluhan
g.      Program kesehatan dan keamanan
h.      Penyesuaian pribadi, sosial dan emosional
Fungsi manajemen kesiswaan
Adapun mengenai fungsi manajemen kesiswaan adalah sebagai berikut:
1.      Fungsi yang berkenaan dengan pengembangn individualitas : kemampuan umum ( kecerdasan) , kemampuan khusus (bakat), dan kemampuan lainnya.
2.      Fungsi yang berkenaan dengan pengembangan sosial : sosialisasi dengan sebaya, keluarga dan lingkungan sosial ( sekolah dan masyarakat ).
3.      Fungsi yang berkenaan dengan penyaluran aspirasi dan harapan : tersalur hobi, kesenangan dan minatnya.
4.      Fungsi yang berkenaan dengan pemenuhan kebutuhan dan kesejahteraan, agar siswa sejahtera dalam hidupnya

Prinsip dasar manajemen kesiswaan
Dalam manajemen kesiswaan terdapat 4 prinsip dasar, yaitu :
1.      Siswa harus diperlukan sebagai subjek dan bukan objek sehingga harus didorong untuk berperan serta dalam setiap perencanaan dan pengambilan keputusan yang terkait dengan kegiatan mereka.
2.      Kondisi siswa sangat beragam, ditinjau dari kondisi fisik, kemampuan intelektual, sosial, ekonomi minat dan seterusnya. oleh karena itu diperlukan wahana untuk berkembangan secara optimal
3.      Siswa hanya termotivasi belajar, jika mereka menyenangi apa yang diajarkan.
4.      Pengembangan potensi siswa tidak hanya menyangkut ranah kognitif tetapi juga ranah efektif dan psikomotor.
C.    Pengelolaan keuangan.
Manajemen keuangan adalah salah satu bidang administrasi pendidikan yag secara khusus menangani tugas-tugas yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan yang dimilki dan digunakan dalam lembaga pendidikan. Penggunaan uang di taman kanak-kanak harus dapat di pertanggungjawabkan demi mempelancar pencapaian tujuan pendidikan. Dua hal yang perlu digaris bawahan berkaitan dengan manajemen keuangan TK. Manajemen keuangan merupakan keseluruhan proses upaya memperoleh dan penggunaan semua dana. Penggunaan semua dana harus efektif dan efesien.

Tujuan manajemen keuangan.
Tujuan manajemen keuangan dilembaga pendidikan adalah untuk mengatur semua hal-hal terkait dengan keuangan sehingga upaya pemerolehan dana dari berbagai sumber dapat dilakukan sebaik-baiknya. Selain itu tujuan pelaksanaan manajemen keuangan dilembaga pendidikan adalah untuk mengatur semua pemanfaatan danan yang tersedia atau diperoleh dari semua sumber.
Prinsip-prinsip manajemen keuangan.
Sumber dana pendidikan di TK tidak sedikit, tidak hanya dari pemerintah atau yayasan yang menaunginya. Dana pendidikan yang tersedia harus dimanfaatkan secara efektif dan efesien. Semua manajemen keuangan dijaga hendaknya didasarkan pada peraturan perundang-undangan keuangan yang berlaku sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Pelaksanaan manajemen keuangan di TK merupakan tanggung jawab kepala Taman Kanak-kanak.
Kegiatan manajemen keuangan di Taman Kanak-Kanak
Perencanaan anggaran tahunan
Perencanaan anggaran tahunan adalah penyusunan secara komprehensif dan realitis mengenai rencana pendapatan dan pembelanjaan selama satu tahun. Perencanaan anggaran tahunan TK mencakup perencanaan anggaran pendapatan dan perencanaan belanja dala satu tahun.

Pengadaan anggaran
Pengadaan anggaran adalah segala upaya TK untuk mendapat masukan dana dan sumber-sumber keuangan. Sumber-sumber keuangan yang dimaksud adalah sumber-sumber keuangan yang telah di identifikasi pada saat penyusunan rencana anggaran pendapatan dan pembelanjaan yang disusun sebelumnya. Beberapa bentuk kegiatan pengadaan anggaran adalah sebagai berikut :
a.       Pengajuan rencana anggaran tahunan kepada yayasan penyelenggara TK.
b.      Pengajuan permohonan bantuan dana kepada pemerintah.
c.       Pengajuan permohonan bantuan dana kepada orang tua murid.
d.      Merealisasikan program wiraswasata dalam rangka mendapatkan tambahan dana untuk kepeningan penyelnggaraan pendidikan.
e.       Pengajuan permohonan bantuan dana kepada badan sosial.
Pendistribusian anggaran
Pendistribusian anggaran adalah penyaluran anggaran kepada manajemen tertentu di Taman Kanak-Kanak yang tetap berdasarkan rencana anggaran tahunan yang telah di buat. Ada dua kegiatan dalam pendistribusian anggaran di TK :
a.       Penyusunan lokasi anggaran dengan berpedoman pada rincian rencana pembelanjaan yang terdapat dalam rencana anggara tahunan yang telah disusun.
b.      Penyerahan anggaran kepada semua pihak.
Pelaksanaan anggaran
Pada tahap ini setiap personil sekolah menggunakan semua anggaran yang terdistribusi pada dirinya untuk melaksanakan tugas masing-masing.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh setiap personil sekolah :
a.       Semua penggunaan dana yang tersedia itu harus disesuaikan dengan rencana anggaran tahunan yang telah disusun lembaga.
b.      Semua pembelian atau pengeluaran uang harus dilengkapi oleh kuitansi.
c.       Semua penggunaan dana TK harus dipertanggung jawabkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pembukuan keuangan.
Pembukuan keungan adalah keseluruhan pencatatan semua pemasukan dan pengeluaran keuangan Taman Kanak-Kanak. Pembukuan keuangan harus dilakukan secara teratur dan rapi. Sehingga dengan mudah dapat dibaca, diperiksa, dan dipertanggung jawabkan. Proses pembukuan keuangan di TK meliputi beberapa kegiatan sebagai berikut :
a.       Penyusunan daftar anggaran
b.      Pembukuan kas
c.       Pendokumentasian bukti penerimaan dan pengeluaran.
Pengawasan dan pertanggung jawaban keuangan.
Pengawaasan keuangan adalah kegiatan pemerikasaan semua pelaksanaan anggaran Taman Kanak-Kanak. Hal ini ilakukan untuk mengetahui semua pelaksanaan anggaran yang telah berjalan apakah sesuai dengan anggaran yang direncanakan atau tidak. Ada dua macam pengawasan keuangan di Taman Kanak-Kanak :
a.       Pengawasan fungsional, yaitu pengawasan yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu yang secara resmi memang berfungsi sebagai pengawas.
b.      Pengawasan melekat oleh pihak Taman Kanak-Kanak sendiri.
Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan dalam melakukan pengawasan keuangan di TK baik pengawasan fungsional maupun pengawasan melekat. Kegiatan-kegiatan yang dimaksud adalah sebagai berikut :
a.       Pengawas mempelajari rencana anggaran yang telah disusun oleh Taman Kanak-Kanak.
b.      Pengawas mempelajari semua catatan yang ada didalam buku kas serta bukti-bukti sah nya.
D.    Pengelolaan lingkungan sekolah dan masyarakat
Hubungan sekolah dan masyarakat pada hakikatnya merupakan suatu sarana yang sangat berperan dalam membina dan mengembangkan pertumbuhan pribadi peserta didik disekolah. Dalam hal ini sekolah sebagai sistem sosial merupakan bagian integral dari sistem sosial yang lebih besar yaitu masyarakat. Oleh karena itu, sekolah berkewajiban untuk memberi penerangan tentang tujuan-tujuan, program-program, kebutuhan, serta keadaan masyarakat. Sebaliknya sekolah juga harus mengetahui dengan jelas kebutuhan, harapan, dan tuntutan masyarakat, terutama terhadap sekolah. Dengan demikian antara sekolah dan masyarakat harus dibina suatu hubungan yang harmonis.
Hubungan sekolah dan masyarakat bertujuan antara lain untuk :
1.      Memajukan kualitas pembelajaran yang pertumbuhan anak
2.      Memperkokoh tujuan serta meningkatkan kualitas hidup dan penghidupan masyarakat
3.      Menggairahkan masyarakat untuk menjalin hubungan dengan sekolah
Untuk merealisasikan tujuan tersebut, banyak cara yang bisa dilakukan oleh sekolah dalam menarik simpati masyarakat terhadap sekolah dan menjalin hubungan yang harmonis antara sekolah dengan masyarakat. Hal tersebut antara lain dapat dilakukan dengan memberitahu masyarakat mengenai program-program sekolah, baik program yang telah dilakukan, yang sedang dilakukan, maupun yang akan dilakukan, sehingga masyarakat mendapat gambaran yang jelas tentang sekolah yang bersangkutan.
Jika hubungan sekolah dan masyarakat berjalan dengan baik, rasa tanggung jawab dan partisipasi masyarakat untuk memajukan sekolah juga akan baik dan tinggi. Agar tercipta hubungan dan kerja sama yang baik antara sekolah dan masyarakat, masyarakat perlu mengetahui tentang sekolah yang bersangkutan. Gambaran dan kondisi sekolah ini dapat diinformasikan kepada masayrakat melalui laporan kepada orangtua murid, buletin bulanan, penerbitan surat kabar, pameran sekolah, open house, kunjungan kesekolah, kunjungan kerumah murid, penjelasan oleh staf sekolah, murid, radio dan televisi serta laporan tahunan. Kepala sekolah yang baik merupakan salah satu kunci untuk bisa menciptakan hubungan yang baik antara sekolah dan masyarakat secara efektif  karena harus menaruh perhatian tentang apa yang terjadi pada peserta didik disekolah dan apa yang difikirkan orang tua tentang sekolah. Kepala sekolah dituntut untuk senantiasa berusaha membina dan meningkatkan hubungan kerja sama yang baik antara sekolah dan masyarakat guna mewujudkan sekolah yang efektif dan efisien.
Hubungan yang harmonis ini akan membentuk :
1.      Saling pengertian antara sekolah, orangtua,  masyarakat dan lembaga-lembaga lain yang ada dimasyarakat termasuk dunia kerja.
2.      Saling membantu antara sekolah dan masyarakat karena mengetahui manfaat arti dan pentingnya peranan masing-masing.
3.      Kerja sama yang erat antara sekolah dengan berbagai pihak yang ada dimasyarakat dan mereka merasa ikut bertanggung jawab atas suksesnya pendidikan disekolah.


















Bab III
PENUTUP


A.    KESIMPULAN
Pengelolaan diartikan sebagai suatu rangkaian pekerjaan atau usaha yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk melakukan serangkaian kerja dalam mencapai tujuan tertentu.
Manajemen Kurikulum adalah seperangkat rencana pengaturan mengenai tujuan pendidikan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran.
Manajemen kesiswaan adalah pranata dan pengaturan terhadap kegiatan yang berkaitan dengan peserta didik, mulai masuk sampai dengan keluarnya peserta didik tersebut dari suatu sekolah.
Manajemen keuangan adalah salah satu bidang administrasi pendidikan yag secara khusus menangani tugas-tugas yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan yang dimilki dan digunakan dalam lembaga pendidikan.
Hubungan sekolah dan masyarakat pada hakikatnya merupakan suatu sarana yang sangat berperan dalam membina dan mengembangkan pertumbuhan pribadi peserta didik disekolah.

                       
















DAFTAR PUSTAKA

Rohman Muhammad, Sofan Ampri. 2012. Manajemen Pendidikan, Jakarta: Prestasi Pustaka Karya.
http://ipisumedang.blogspot.com/search/label/PAUD
http://ipisumedang.blogspot.com/2012/09/administrasi-taman-kanak-kanak_27.html#sthash.OMjbHJAV.dpuf


fungsi manajemen



BAB II
                                                       PEMBAHASAN

A.    PERENCANAAN
Rencana adalah pemikiran atau gagasan mengenai tindakan yang akan dilakukan guna mencapai tujuan. Dalam kamus besar bahasa Indonesia dijelaskan bahwa perencanaan merupakan rancangan atau konsep. Kedudukan perencanaan sangat penting dalam setiap kegiatan, termasuk penyelenggaraan PAUD.Bahkan, berhasil atau tidaknya sebuah kegiatan, tergantung pada matang atau tidaknya sebuah perencanaan.
Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan
Perencanaan dalam arti yang lebih luas, khususnya perencanaan kelembagaan, seperti PAUD, perencanaan mencakup visi, misi dan fungsi organisasi, tujuan kelembagaan, strategi mencapai tujuan, dan lain sebagainya.Dan semua untuk cakupan perencanaan tersebut telah tersusun dengan rapi dalam proposal pendirian PAUD.
            Hampir semua pekerjaan dan kegiatan, termasuk penyelenggaraan program selalu diawali dengan perencanaan yang matang.Oleh karena itu, seorang manajer atau direktur PAUD yang ingin menjalankan program –program PAUD sudah harus mematangkan visi dan misi serta tujuan dan strategi yang ingin ditempuh sebagimana yang tertuang dalam proposal pendirian PAUD.
            Perencanaan yang lebih rill dan aplikatif, biasanya dilengkapi dengan time schedule atau penjadwalan.Dalam konteks kelembagaan PAUD, hal ini bisa diimplikasikan kedalam kalender akademik yang memuat program sepanjang tahun. Jadi, program apa saja yang ingin dilakukan tahun depan, telah direncanakan secara matang sejak sekarang. Jika setiap manajer atau direktur PAUD berhasil menyusun perencanaan secara matang sejak awal tahun, bisa dipastikan program – program yang akan dijalankannya dapat berjalan mulus. Dengan demikian, kunci keberhasilan sebuah program pendidikan, ditentukan oleh kematangan sebuah perencanaan.

B.     PENGORGANISASIAN
Walaupun diatas disebutkan bahwa berhasil atau tidaknya sebuah program penyelenggaraan pendidikan anak tergantung pada perencanaan, tetapi perencanaan sebaik apapun jika tidak diorganisasikan secara profesinal akan menuai banyak kendala dan sulit untuk dioperasionalkan. Atas dasar ini, maka sebuah perencanaan memerlukan pengorganisasian.
Pengorganisasian adalah pembagian tugas secara professional sesuai dengan kemampuan masing-masing sumber daya dalam menjalankan tugasnya.Jadi, setiap perencanaan harus diorganisasikan kedalam lingkup – lingkup yang lebih kecil, sehingga semua komponen PAUD mendapat tugas sesuai dengan kapasitasnya masing – masing.
Sekedar contoh, tahun depan PAUD Tunas Melati akan menyelenggarakan lomba mewarnai. Rencana ini harus diorganisasikan, seperti siapa yang membuat pengumuman acara tersebut dan memublikasikannya sehingga menarik simpati anak – anak, siapa juri dalam perlombaan tersebut, apa saja peralatan yang dibutuhkan, siapa saja yang terlibat, apa hadiah utama bagi para pemenang, dan lain sebagainya.
Dengan pengorganisasian seperti ini, sebuah perencanaan menjadi lebih matang, sehingga, sebuah perencanaan menjadi lebih matang, sehingga kemungkinan berhasil lebih besar. Dan, sebagaimana disebutkam diatas, bahwa keberhasilan dalam perencanaan sama halnya dengan merencanakan keberhasilan.
Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil.Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, dan pada tingkatan mana keputusan harus diambil.
Gambar 1. Struktur Organisasi
C.                PENGARAHAN
Pengarahan (Direction) adalah keinginan untuk membuat orang lain mengikuti keinginannya dengan menggunakan kekuatan pribadi atau kekuasaan jabatan secara efektif dan pada tempatnya demi kepentingan jangka panjang perusahaan. Termasuk didalamnya memberitahukan orang lain apa yang harus dilakukan dengan nada yang bervariasi mulai dari nada tegas sampai meminta atau bahkan mengancam. Tujuannya adalah agar tugas-tugas dapat terselesaikan dengan baik.
Para ahli banyak berpendapat kalau suatu pengarahan merupakan fungsi terpenting dalam manajemen.Karena merupakan fungsi terpenting maka hendaknya pengarahan ini benar-benar dilakukan dengan baik oleh seorang pemimpin.
Seorang manajer yang baik hendaknya sering memberi masukan-masukan kepada anggotanya karena hal tersebut dapat menunjang prestasi kerja anggota. Seorang anggota juga layaknya manusia biasa yang senang dengan adanya suatu perhatian dari yang lain, apabila perhatian tersebut dapatmembantu meningkatkan kinerja mereka.
Dari definisi diatas terdapat suatu cara yang tepat untuk digunakan yaitu:
1.      Melakukan orientasi tentang tugas yang akan dilakukan
2.      Memberikan petunjuk umum dan khusus
3.      Mempengaruhi anggota, dan
4.      Memotivasi
Salah satu alasan pentingnya pelaksanaan fungsi pengarahan dengan cara memotivasi bawahan adalah:
a)      Motivasi secara impalist, yakni pimpinan organisasi berada di tengah-tengah para bawahannya dengan demikian dapat memberikan bimbingan, instruksi, nasehat dan koreksi jika diperlukan.
b)      Adanya upaya untuk mensingkronasasikan tujuan organisasi dengan tujuan pribadi dari para anggota organisasi.
c)      Secara eksplisit terlihat bahwa para pelaksana operasional organisasi dalam memberikan jasa-jasanya memerlukan beberapa perangsang atau insentif.
Fungsi pengarahan.
Pengarahan merupakan fungsi manajemen yang menstimulir tindakan-tindakan agar betul-betul dilaksanakan.Oleh karena tindakan-tindakan itu dilakukan oleh orang, maka pengarahan meliputi pemberian perintah-perintah dan motivasi pada personalia yang melaksanakan perintah-perintah tersebut.
Pengarahan (leading)adalah untuk membuat atau mendapatkan para karyawan untuk melakukan apa yang diinginkan, dan harus mereka lakukan. Dikenal sebagai leading, directing,motivating atau actuating.
Pengarahan memiliki beberapa karakteristik:
1.      Pervasive Function, yaitu pengarahan diterima pada berbagai level organisasi. Setiap manajer menyediakan petunjuk dan inspirasi kepada bawahannya.
2.      Continous Activity, pengarahan merupakan aktivitas berkelanjutan disepanjang masa organisas
3.      Human factor, fungsi pengarahan berhubungan dengan bawahan dan oleh karena itu berhubungan dengan human factor. Human factor adalah perilaku manusia yang kompleks dan tidak bisa diprediksi.
4.      Creative Activity, fungsi pengarahan yang membantu dalam mengubah rencana ke dalam tindakan. Tanpa fungsi ini, seseorang dapat menjadi inaktif dan sumber fisik menjadi tak berarti.
5.      Executive Function, Fungsi pengarahan dilaksanakan oleh semua manajer dan eksekutif pada semua level sepanjang bekerja pada sebuah perusahaan, bawahan menerima instruksi hanya dari atasannya.
6.      Delegated Function, pengarahan seharusnya adalah suatu fungsi yang berhadapan dengan manusia. Atasan harus dapat mengetahui bahwa perilaku manusia merupakan suatu hal tidak dapat diprediksi dan alami sehingga atasan seharusnya dapat mengkondisikan perilaku seseorang ke arah tujuan yang diharapkan.
Cara-cara pengarahan yang dilakukan dapat berupa :
1.      Orientasi
Merupakan cara pengarahan dengan memberikan informasi yang perlu supaya kegiatan dapat dilakukan dengan baik.
2.      Perintah
Merupakan permintaan dri pimpinan kepada orang yang berada di bawahnya untuk melakukan atau mengulangi suatu kegiatan tertentu pada keadaan tertentu.
3.      Delegasi wewenang
Dalam pendelegasian wewenang ini pimpinan melimpahkan sebagian dari wewenang yang dimilikinya kepada bawahannya.
Kemampuan seorang manajer untuk memotivasi adan mempengaruhi, mengarahkan dan berkomunikasi akan menentukan efektifitas manajer. Dan ini bukan satu-satunya factor yang mempengaruhi tingkat prestasi seseorang. Manajer yang dapat melihat motivasi sebagai suatu system akan mampu meramalkan perilaku dari bawahannyaPengarahan merupakan fungsi manajemen yang menstimulir tindakan-tindakan agar betul-betul dilaksanakan. Oleh karena tindakan-tindakan itu dilakukan oleh orang, maka pengarahan meliputi pemberian perintah-perintah dan motivasi pada personalia yang melaksanakan perintah-perintah tersebut
Pengarahan berarti para manajer mengarahkan, memimpin dan mempengaruhi para bawahan.
Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha.

D.                PENGKOORDINASIAN
Koordinasi adalah penyatuan, integrasi, sinkronisasi upaya anggota kelompok sehingga memberikan kesatuan tindakan dalam mengejar tujuan bersama.  Ini adalah kekuatan tersembunyi yang mengikat semua fungsi lain dari manajemen. Menurut Mooney dan Reelay, “koordinasi adalah susunan teratur dari upaya kelompok untuk memberikan kesatuan tindakan dalam mengejar tujuan bersama”. Menurut Charles Worth, “koordinasi adalah integrasi dari beberapa bagian ke dalam lubang teratur untuk mencapai tujuan pengertian”. Manajemen berupaya untuk mencapai koordinasi melalui fungsi dasar perencanaan, pengorganisasian, staffing, memimpin dan mengendalikan. Itulah sebabnya, koordinasi bukan merupakan fungsi yang terpisah dari manajemen karena mencapai keselarasan antara usaha-usaha individu terhadap pencapaian tujuan kelompok merupakan kunci keberhasilan manajemen. Koordinasi adalah inti dari manajemen dan implisit dan melekat pada semua fungsi manajemen.
Koordinasi adalah elemen integral atau bahan dari semua fungsi manajerial sebagaimana dijelaskan di bawah:
1.      Koordinasi melalui Perencanaan - Perencanaan memfasilitasi koordinasi dengan mengintegrasikan berbagai rencana melalui diskusi bersama, pertukaran ide. Misalnya – koordinasi antara anggaran keuangan dan anggaran pembelian.
2.      Koordinasi melalui Pengorganisasian - Mooney menganggap koordinasi sebagai esensi pengorganisasian. Bahkan ketika manajer kelompok dan memberikan berbagai kegiatan untuk bawahan, dan ketika ia menciptakan menonjol koordinasi departemen dalam benaknya.
3.      Koordinasi melalui Staffing - Seorang manajer harus ingat bahwa hak no. personil di berbagai posisi dengan tepat jenis pendidikan dan keterampilan yang diambil yang akan menjamin orang yang tepat pada pekerjaan yang tepat.
4.      Koordinasi melalui Mengarahkan - Tujuan memberi perintah, instruksi & bimbingan kepada bawahan dilayani hanya ketika ada keselarasan antara atasan dan bawahan.
5.      Koordinasi melalui Mengontrol - Manajer memastikan bahwa harus ada koordinasi antara kinerja aktual dan kinerja standar untuk mencapai tujuan organisasi.
Dari pembahasan di atas, kita dapat sangat banyak menegaskan bahwa koordinasi adalah inti sangat banyak manajemen. Hal ini diperlukan dalam setiap fungsi dan setiap tahap oleh karena itu tidak bisa dipisahkan.
Koordinasi dalam operasionalnya mengerjakan unit- unit, orang orang, lalu lintas informasi, dan pengawasan seefektif mungkin, semuanya harus seimbang dengan tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Organisasi yang baik memberikan susunan administratif, aturan-aturan, mekanisme pengkoordinasian yang dibutuhkan untuk memudahkan menjalankan aktivitas organisasi secara maksimal. Sebagaimana dikemukakan Henry L. Sisk bahwa manajemen adalah koordinasi dari semua sumber melalui proses perencanaan, pengorganisasian pimpinan, dan pengawasan agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Sedangkan koordinasi (coordination) mengandung makna menjaga agar tugas-tugas yang telah dibagi, tidak dikerjakan menurut kehendak yang mengerjakan saja, tetapi menurut aturan sehingga menyumbang penyampaian tujuan. Pengkoordinasian menurut The Liang Gie merupakan rangkaian aktivitas menghubungkan, menyatupadukan dan menyelaraskan orang-orang dan pekerjaannya sehingga semuanya berlangsung secara tertib dan seirama menuju kearah tercapainya tujuan tanpa terjadi kekacauan, percekcokan, kekembaran kerja atau kekosongan kerja. Sedangkan Oteng Sutisna merumuskan koordinasi ialah mempersatukan sumbangan sumbangan dari orang-orang, bahan, dan sumber-sumber lain ke arah tercapainya maksud yang ditetapkan. Purwanto mengemukakan koordinasi adalah aktivitas membawa orang-orang, materiil, pikiran-pikiran, teknik-teknik, dan tujuan-tujuan kedalam hubungan yang harmonis dan produktif dalam mencapai suatu tujuan.
Dari pengertian ini dapat ditegaskan bahwa pengkoordinasian dalam organisasi sekolah adalah mempersatukan rangkaian aktivitas penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di sekolah dengan menghubungkan, menyatupadukan dan menyelaraskan kepala sekolah,guru, tenaga kependidikan, dan personal lainnya dan pekerjaannya dibawah tanggung jawab kepala sekolah sehingga semuanya berlangsung secara tertib kearah tercapainya maksud yang telah ditetapkan.
Koordinasi harus dapat meningkatkan kerjasama antara kepala sekolah dan personal sekolah sebagai anggota organisasi semaksimal mungkin pada tatar sekolah maupun unit kerja sekolah. Koordinasi harus menghasilkan penyatuan arah dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya masing-masing dari tiap-tiap bagian maupun personal dalam keseluruhan agar terdapat hubungan yang baik, segala sesuatu berjalan menurut rencana pada waktu yang tepat. Pengkoordinasian mutlak diperlukan dalam organisasi pendidikan khususnya sekolah, karena dalam organisasi sekolah ada pembagian kerja yang amat pokok yaitu pekerjaan mendidik, pekerjaan manajemen sekolah dan manajemen pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan sesuai mutu yang dipersyaratkan.
Setiap orang harus mengetahui tugas masing-masing, sehingga yang tumpang tindih dan pekerjaan yang tidak perlu dapat dihindarkan. Dalam menjalankan tugas pendidikan di sekolah, pengatur waktu merupakan hal yang terpenting, karena ada kegiatan yang harus didahulukan, dan ada yang harus dilakukan kemudian atau bersamaan, semua dikoordinasikan oleh kepala sekolah sebagai seorang pimpinan. Tanpa pengkoordinasian yang benar maka tiap komponen seperti guru, tenaga kependidikan dan karyawan pendidikan lainnya akan berjalan sendiri-sendiri tanpa arah yang jelas. Suatu usaha kerjasama sekolah yang baik, pengkoordinasian yang efektif merupakan suatu keharusan, dan koordinasi itu tidaklah timbul dengan sendirinya, melainkan harus diusahakan oleh manajer sekolah pada setiap unit kerja pendidikan disekolah dengan sungguh-sungguh dan terencana. Pembagian kerja dan spesialisasi atas dasar tanggung jawab profesionalnya masing-masing berjalan menuju kesatu titik tercapainya tujuan pendidikan. Titik fokus dari koordinasi tersebut terselenggaranya seluruh program sekolah sesuai yang direncanakan dan mencapai tujuan sesuai yang ditargetkan. Koordinasi yang baik akan berhasil dengan syarat ;
1)      Pembagian kerja yang jelas dalam organisasi sekolah;
2)      Membangun semangat kerja sama yang besar diantara kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan dan personal sekolah lain dan adanya organisasi informal yang sehat dalam tubuh organisasi yang bersangkutan
3)      Tersedianya fasilitas kerja dan kontrak hubungan yang cukup lancar bagi semua pihak dalam organisasi;
4)      Memulai tahapan suatu kegiatan dengan benar dan mempertahankan kualitas pekerjaan sebagai proses yang kontinu.
Kesimpulannya adalah Coordinating / koordinasi merupakan salah satu fungsi manajemen untuk melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan, percekcokan, kekosongan kegiatan, dengan jalan menghubungkan, menyatukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerja sama yang terarah dalam usaha mencapai tujuan organisasi. Usaha yang dapat dilakukan untuk mencapai itu antara lain dengan memberi intruksi, perintah, mengadakan pertemuan untuk memberikan kejelasan bimbingan dan nasihat, dan mengadakan coaching dan bila perlu memberi teguran.

E.                 PENGAWASAN
Walaupun sebuah rencana telah disusun dengan matang dan dikerjakan secara organisatoris, tetapi kedua hal ini belum menjamin sebuah rencana dapat terealisasi dengan baik.Agar sebuah rencana dapat terealisasi dengan baik, maka perlu adanya kontrol atau pengendalian. Idealnya hal ini dikerjakan oleh seorang supervise atau pengawas.  Satu hal yang perlu digaris bawahi bagi seorang supervise maupun manajer ketika melakukan kontrol  ataupun pengendalian adalah, bahwa kegiatan ini bukan untuk menilai benar dan salah maupun baik dan buruk. Tetapi seorang superviser dan manjer harus mampu memotivasi, mengarahkan, memperbaiki dan upaya – upaya lain yang positif kesemua komponen yang terlbat dalam realisasi perencanaan. Dengan pola control maupun pengawasan yang demikian, diharapkan sebuah perencanaan dapat terealisasi lebih optimal.
Dalam konteks manajemen PAUD, maka pengawasan merupakan upaya control terhadap semua komponen kelembagaan PAUD dalam merealisasikan program – program pembelajaran. Pengawasan bukan dimaksudkan untuk menakut – nakuti sraf - staf yang terlibat didalamnya, tetapi lebih kepada motivasi, pengarahan dan membantu memecahkan kendala dilapangan, sehingga sebuah program kelembagaan PAUD  dapat berjalan secara mulus.