welcome

selamat datang selamat membaca dan semoga bermanfaat

Senin, 04 Maret 2013

otak dan keunikannya part2



RESUME MATERI BAB II

A.    KEUNIKAN OTAK SETIAP ORANG
            Secara struktur otak ini terdiri dari tiga bagian: (a) Brainstem (termasuk di dalamnya celebellum) yang berfungsi mengontrol keseimbangan dan koordinasi; (b) Midbrain yang berfungsi sebagai stasion pengulang atau penyambung dan pengontrol pernafasan dan fungsi menelan; dan (c) Cerebrum, sebagai pusat otak yang paling tinggi yang meliputi belahan otak kiri dan kanan (left and right hemispheres) dan sebagai pengikat syaraf-syaraf yang berhubungan dengannya (Vasta, Heith & Miller, 1992; 179-181).
Fungsi Belahan Otak Kiri dan Kanan
(Anita E. Woolfolk, 1995; conny Semiawan, 1995; dedi Supriadi, 1994)
FUNGSI OTAK KIRI
FUNGSI OTAK KANAN
Berpikir rasional, ilmiah logis, kritis, linier, analitis, referensial dan konvergen. Berkaitan erat dengan kemampuan belajar memebaca, berhitung (matematika), dan bahasa.
Berpikir holoistik, non-linier, non-verbal, intuitif, imajinatif, non-refensial, divergen dan bahkan mistik.

Proses pertumbuhan otak, menurut para ahli (Vasta, Heith & Miller, 1992) meliputi tiga tahap, yaitu:
a.       Produksi sel (cell production), yaitu bahwa sel-sel itu telah diproduksi di antara masa 8 sampai 16 minggu setelah masa konsepsi.
b.      Perpindahan sel (cell migration), yaitu bahwa neuron-neuron itu berimigrasi melalui daya tarik kimia ke lokasi-lokasi sasaran yang semestinya.
c.       Eleborasi sel (cell elaboration), yaitu terjadinya proses dimana Axon (jaringan syaraf panjang bodi sel dalam neuron) dan dendrite (jaringan syaraf pendek bodi sel dalam neuron) membentuk syaraf synapses (ruang kecil diantara neuron-neuron dimana kegiatan syaraf terkomunikasian antara sel yang satu dengan yang lainnya.

            Mengenai pentingnya gizi bagi pertumbuhan otak, dari beberapa hasil penelitian pada hewan membuktikan bahwa gizi yang buruk (malnutrisi) yang diderita induk hewan mengakibatkan  otak janin lebih sedikit daripada janin yang induknya tidak mengalami malnutrisi. Pada manusia, kekurangan gizi pada ibu hamil mengakibatkan berat badan bayi sangat rendah (berkaitan erat dengan angka kematian yang tinggi) dan perkembangan yang buruk (Ediasri T. Atmodiwirjo dalam singgih D, Gunarsa, 1983).
            Semakin matangnya perkembangan system syaraf otak yang mengatur otot memungkinkan berkembangnya kompetensi atau keterampilan motorik anak. Keterampilan motorik ini di bagi dua jenis, yaitu (a) keterampilan atau gerakan kasar (b) keterampilan motorik halus atau keterampilan memanipulasi.

B.     PERBEDAAN GAYA PEMBELAJARAN
Cara kita belajar mempengaruhi struktur dasar otak kita. Kita semua memiliki cara favorit dalam belajar. Secara umum gaya belajar terbagi atas 3 jenis, yaitu:
1.      Gaya Belajar Visual
Belajar dengan menggunakan obyek visual, contohnya membuat diagram, grafik, membuat catatan khusus, mewarnai dengan stabile tulisan tertentu, dll.
2.      Gaya Belajar Audiotorial
Adalah gaya belajar dengan cara mendengarkan. Anak dengan gaya belajar audiotorial akan lebih mudah memahami materi pelajaran dengan cara mendengarkan penjelasan dari guru, diskusi, Tanya jawab, dll.
3.      Gaya Belajar Kinestetik
Yaitu gaya belajar dengan cara bergerak/melakukan sesuatu, seperti bereksperimen, membuat percobaan, dll.

C.    JENIS-JENIS KECERDASAN
1.      PENGERTIAN KECERDASAN
Di antara pengertian inteligensi menurut para ahli sebagai berikut;
a.       C.P Chaplin (1975) mengartikan inteligensi itu sebagai kemampuan menghadapi dan menyesuaikan diri terhadap situasi baru secra cepat dan efektif.
b.      Anita E. Woolfolk (1995) mengemukakan bahwa menurut teori-teori lama, inteligensi itu meliputi tiga pengertian, yaitu (1) kemampuan untuk belajar, (2) keseluruhan pengetahuan yang diperoleh, dan (3) kemempuan untuk beradaptasi secara berhasil dengan situasi baru atau lingkungan pada umumnya. Selanjutnya, Woolfolk mengemukakan inteligensi itu merupakan satu atau beberapa kemampuan untuk memperoleh dan menggunakan pengetahuan dalam rangka memecahkan masalah dan beradaptasi dengan lingkungan.
c.       Binet (Sumadi S., 1984) menyatakan bahwa sifat hakikat inteligensi itu ada tiga macam, yaitu (a) kecerdasan untuk menetapkan dan mempertahankan (memperjuangkan) tujuan tertentu. Semakin cerdas seseorang, akan semakin cakaplah dia membuat tujuan sendiri, memepunyai inisiatif sendiri tidak menunggu perintah saja (b) kemampuan untuk mengadakan penyesuaian dalam rangka mencapai tujuan tersebut (c) kemampuan untuk melakukan otokritik, kemampuan unuyk belajar dari kesalahan yang telah dibuatnya.
d.      Dr. Howard Gardner mengataan bahwa semua anak cerdas dan anak memiliki keunikan dan cara belajar yang berbeda-beda. Menurutnya, kecerdasan adalah kemampuan untuk memecahkan masalah dan menciptakan produk yang mempunyai nilai budaya.
e.       Alfred Binet menngatakan bahwa kecerdasan adalah kemampuan yang terdiri dari tiga komponen, yakni kemampuan untuk mengarahkan pikiran atau tindakan, kemampuan untuk mengubah arah pikiran atau tindakan dan kemampuan untuk untuk mengkritisi pikiran dan tindakan diri sendiri atau autocritism.  Menurutnya, intelegensi merupakan sesuatu yang fungsional sehingga tingkat perkembangan individu dapat diamati dan dinilai berdasarkan kriteria tertentu.
f.       Edward Lee Thorndike, seorang ahli psikologi pendidikan, mengklasifikasikan inteligensi kedalam tigaa bentuk , yakni : (a) Kemampuan abstraksi yakni kemampuan untuk “beraktivitas ‘’ dengan menggunakan gagasan dan symbol – symbol efektif. (b) Kemamapuan mekanik, yakni kemampuan untuk “ beraktivitas” dengan menggunakan alat – alat mekanis dan kemampuan untuk kegiatan yang memerlukaan aktivitas indra – gerak. (c) Kemampuan sosial, yakni kemampuan menghadapi dan menyesuaikan diri terhadap situasi baru dengan cara-cara yang cepat dan efektif.
ketiga kemampuan tersebut, dapat saling berkorelasi, namun mungkin pula tidak. Dengan demikian ada seseorang yang memiliki daya abstraksi bagus, tetapi lemah dalam bersosialisai, tetapi ada pula orang yang bagus dalam melakukan abstraksi, mekanik, dan sosial sekaligus.
g.      Piaget  melihat inteligensi secara kualitatif, berdasarkan aspek isi, struktur, dan fungsinya. Piagetmengaitkan inteligensi dengan periodisasi perkembangan biologis.
h.      menurut paradigma multiple intelligence ( Gardner, 1993) dapat didefinisikan sebagai kemampuan yang mempunyai tiga komponen utama yaakni;  (a) Kemampuan untuk memyelesaikan masalah yang terjadi dalam kehidupan nyata sehari – hari . (b) Kemampuan untuk menghasilkan persoalan – persoalan baru yang dihadapi untuk diselesaaikaankecerdasan . (c) Kemampuan untyk menciptakan sesuatu atau menawarkan jaasa yang akan menimbulkan penghargaaan dalam budaya seseorang.
           
            Anak adalah individu yang unik, memiliki keunggulan yang berbeda-beda, memiliki cara merangkap informasi dan cara belajar yang berbeda-beda serta perlu stimulasi dengan cara berbeda pula agar kecerdasan yang dimilikinya berkembang secara optimal.
            Perkembangan kecerdasan dipengaruhi oleh sejumlah faktor seperti kemampuan bawaan, suasana emosional, apakah seseorang didorong untuk melakukan kegiatan intelektual, apakah seseorang mempunyai dorongan intelektual yang kuat, dan apakah seseorang mempunyai kesempatan untuk mengalami belajar.
2.      KECERDASAN ANAK ( MULTIPLE INTELLEGENCES )
            Kemampuan anak dari sudut pandang lain yang dapat dikembangkan dengan pembelajaran terpadu adalah kecerdasan jamak. Yuliani Nurani Sujiaono ( 2005 ) mengemukakan bahwa tahun 1983, Howard Gardner menciptakan teori multiple intellegences ( kecerdasan jamak ). Dalam teori kecerdasan jamak, kecerdasan tak hanya berarti kecerdasan otak saja. Menurut Gardner, setiap anak mempunyai berbagai macam kecerdasan. Lebih membuat Gardner sangat terkenal karena ia mengatakan bahwa tidak ada anak yang bodoh atau pintar, yang ada adalah anak yang menonjol dalam salah satu atau beberapa jenis kecerdasan. Teori kecerdasan jamak seringt digunakan oleh para pendidik untuk membantu mengembangkan seluruh potensi anak, salah satunya melalui pendekatan pembelajaran terpadu.
Aspek-aspek Inteligensi Menurut Gardner
INTELIGENSI
KEMAMPUAN INTI
1.      Logical-Mathematical

2.      Linguistic

3.      Musical

4.      Spatial

5.      Bodily kinesthetic

6.      Interpersonal

7.      Intrapersonal
Kepekaan dan kemampuan untuk mengamati pola-pola logis dan numeric (bilangan) serta kemampuan untuk berpikir rasional/logis.
Kepekaan terhadap suara, ritme, makna kata-kata, dan keragaman fungsi-fungsi bahasa.
Kemampuan untuk menghasilakn dan mengapresiasikan ritme. Nada (waran nada), dan bentuk-bentuk ekspresi music.
Kemampuan mempresepsi dunia ruang-visual secara akurat dan melakukan transformasi persepsi tersebut.
Kemampuan untuk mengontrol gerakan tubuh dan menangani objek-objek secara terampil.
Kemampuan unutuk mengamati dan merespons suasana hati, temperamen, dan motivasi orang lain.
Kemampuan untuk memahami perasaan, kekuatan dan kelemahan serta inteligensi sendiri.

            Jumlah kecerdasan jamak telah berkembang lebih 8 kecerdasan. Berikut ini akan dikemukakan 9 kecerdasan jamak yang terdiri dari :
1.      Kecerdasan Linguistik
      Kecerdasan linguistik adalah kecerdasan dalam mengelolah kata- kata atau kemampuan menggunakan kata secara efektif baik lisan maupun tertulis. Anak- anak yang cerdas dalam bidang ini dapat berargumentas, meyakinkan orang, menghibur atau mengajar dengan efektif kata- kata yang diucapkannya. Anak- anak usia TK yang cerdas dalam bidang ini akan senang bercerita, membaca dan atau menulis cerita atau puisi. Mereka pun akan mempunyai kosa kata yang luas untuk anak seusianya. Sebenarnya kecerdasan ini dapat meliputi empat keterampilan, yaitu menyimak, membaca, menulis dan berbicara. Namun, tak semua anakyang cerdas di bidang linguistik ini menguasai ke empat keterampilan tersebut.
      Hal yang perlu anda lakukan sebagai guru adalah memeriksa dalam hal apa saja anak- anak didik Anda cerdas secara linguistik dan bagaimana dapat mengembangkan kemampuan linguistik anak didik Anda secara optimal.
      Kecerdasan ini ditunjukkan dengan kepekaan seseorang pada bunyi, struktur, makna, fungsi kata dan bahasa. Kecerdasan linguistic yaitu kemampuan menggunakan kata – kata secara efektif, termasuk juga kemampuan bicara. Anak yang memiliki kecerdasan ini cenderung menyukai dan efektif dalam hal berkomunikasi lisan dan tulisan mengarang cerita diskusi, dan lain – lainnya. Kecerdasan linguistic anak usia dini dapat diketahui melalui kegiatan Cirri-cirinya:
a)      Sangat hafal nama, tempat, tanggal
b)      Menikmati membaca buku
c)      Mempunyai kosa kata yang lebih banyak daripada anak yang seusianya
d)     Mengobservasi kemauan dan kemampuan berbicara. Anak yang cerdas dalam linguistic banyak bicara, suka bercerita, pamdai melucu, dengan kata – kata.
e)      Mengamati kemampuan anak – anak melucu dengan kata – kata dan menangkap kelucuan
f)       Mengamati kegiatan dikelas dan mengamati bagaimana anak – anak bermain dengan huruf – huruf.
g)      Mengamati kesenangan mereka terhadap buku serta kemampuan mereka membaca dan menulis.
h)      Mempunyai kosa kata yang lebih banyak dari pada anak yang seusia dengannya
Cara belajar terbaik bagi anak – anak yang cerdas dalam linguistik adalah dengan mengucapkan, mendengarkan dan melihat tulisan. Menyediakan banyak buku. Memberikan kesempatan untuk menulis seperti perangkat computer. Kesempatan Ajak membaca buku bersama agar tercipta suasana yang lebih dekat dengan keluarga.

2.      Kecerdasan Logika Matematika
      Kecerdasan logika matematika adalah kecerdasan dalam hal angka dan logika. Kecerdasan ini melibatkan keterampilan mengolah angka dan atau kemahiran menggunakan logika atau akal sehat. Ini merupakan kecerdasan para ilmuan, akuntan dan pemogram komputer. Kecerdasan ini pada dasarnya melibatkan kemampuan menganalisis masalah secara logis, menemikan atau menciptakan rumus- rumus atau pola matematika dan menyelidiki sesuatu secara ilmiah. Anak- anak di usia TK yang cerdas di bidang ini akan senang bertanya dan ingin tahu segala hal yang berkaitan dengan peristiwa alam. Mereka juga senang berhitung dan mengerjakan hal- hal yang berkaitan dengan angka- angka. Kadang- kadang kecerdasan ini sering dikaitkan dengan cerdas dalam bersekolah. Namun, tak semua anak yang cerdas dalam bidang ini akan mempunyai nilai matematika yang baik walaupun cara berpikir mereka sangat logis. Bisa saja anak- anak yang cerdas dibidang ini dapat mendapat prestasi yang lebih baik di banding IPA.
      Kecerdasan logis matematis melibatkan keterampilan mengolah angka dan kemahiran menggunakan logika atau akal sehat. Anak yang mempunyai kelebihan dalam bidang kecerdasan ini berpikir secara numeric/angka dalam konteks pola serta urutan logis.
      Kecerdasan ini ditandai dengan kepekaan pada pola – pola logis dan memiliki kemampuan mencerna pola – pola tersebut, termasuk juga numeric serta mampu mengolah alur pemikiran yang panjang.  Kecerdasan logis matematis melibatkan keterampilan mengolah angka dan kemahiran menggunakan logika atau akal sehat. Anak yang mempunyai kelebihan dalam kecerdasan ini berpikir secara numeric dalam konteks pola serta urutan logis. Seseorang yang memiliki kecerdasan ini cenderung menyukai dan efektif dalam hal menghitung dan menganalisis hitungan menemukan fungsi – fungsi dan hubungan, memperkirakan, memprediksi, bereksperimen, mencari jalan keluar yang logis, menemukan pola, induksi dan deduksi, berpikir abstrak dan menggunakan symbol abstrak dan menggunakan algoritma. Kecerdasan logis matematis dapat dilihat dari ciri – ciri:
a)      Kesenangan mereka terhadap angka – angka, mampu membaca angka dan berhitung
b)      Kemahiran mereka berpikir dan menggunakan logika
c)      Kesukaan mereka bertanya dan selalu ingin tahun
d)     Kecenderungan mereka untuk memanipulasi lingkungan dan menggunakan strategi coba ralat, serta menduga-duga, dan mengujinya,
e)      Kecendrungan mereka untuk bermain konstruktif, bermain dengan pola – pola, permainan strategi, menikmati permainan dengan computer atau kalkulator
f)       Kecendrungan untuk menyusunsesuatu dalam kategori
g)      Mudah memahami sebab akibat
h)      Menikmati pelajaran matematika dan ipa dan berprestasi tinggi
i)        Menghitung angka dengan cepat
j)        Ahli bermain catur atau permainan strategi lainnya
k)      Menjelaskan masalah secara logis
l)        Merancang eksperimen untuk menguji hal-hal yang tidak dimengerti
m)    Mudah memahami sebab-akibat
n)      Menikmati pelajaran matematika dan IPA dan berprestasi tinggi.
Cara belajar terbaik anak – anak yang cerdas logis matematis adalah melalui angka, berpikir, bertanya, mencoba, menduga, menghitung, menimbang, mengurutkan, mengklasifikasikan dan mengkonstruksi.

3.      Kecerdasan Visual Spasial
Anak- anak usia TK dengan bakat ini akan mengetahui letak semua barang di rumahnya. Mereka suka membangun dengan balok- balok lego atau melamun untuk menghasilkan sesuatu, seperti mesin atau bentuk bangunan yang indah. Biasanya mereka pun menonjol dalam kelas seni. Biasanya anak yang memiliki kecerdasan visual spasial adalah seorang anak yang memiliki kemampuan untuk memvisualkan gambar didalam pikirannya atau seorang anak yang dapat memecahkan suatu masalah atau menemukan suatu jawaban dengan memvisualkan bentuk atau gambar. Anak yang cerdas dibidang ini juga senang menikmati film atau foto dan mudah membaca peta, grafik atau diagram.
Hal yang perlu Anda lakukan sebagai guru adalah memeriksa dalam hal apa saja anak- anak didik Anda mempunyai kecerdasan visual spasial dan bagaimana dapat mengembangkan kecerdasan visual spasial anak didik Anda secara optimal. Kecerdasan ini ditandai dengan kepekaan mempersepsi dunia visual spasial secara akurat dan mentransformasi persepsi awal.  Kecerdasan spasial yaitu kecerdasan gaambar dan visualisai. Kecerdasan ini melibatakan kemampuan untuk memvisualisasikan gambar dalam plikirannya kedalam bentuk dau atau tiga dimensi. Seseorang yang memiliki kecerdasan ini cenderung menyukai arsitektur, bangunan, dekorasi, apresiasi seni, desain, aau denah.
Ciri – ciri kecerdasan spasial :
a)      Kemampuan menangkap warna serta mampu memadukan warna – warna saat mewaranai dan mendekorasi
b)      Kesenangan mereka mencoret – coret, menggambarkan, berkhayal,  membuat desain sederhana
c)      Kemampuan anak mencipta suatu bentuk
d)     Mudah membaca peta grafik dan diagram
e)      Senang melihat foto, film
f)       Senang bermain puzzle
g)      Senang bermain lego
h)      Menonjol dalam bidang seni gambar


Belajar dengan spasial
a)      Paling efektif belajar secara visual
b)      Menggunakan media film, video, peta
c)      Beri peluang belajar melalui gambar
d)     Lengkapi dengan peralatan menggambar
e)      Kunjungi landmark arsitektur, museum, planetanium yang dapat mengasah kemampuan spasialnya
Anak yang cerdas dalam spasial terkesan kreatif, memiliki kemampuan membanyangkan sesuatu, melahirkan ide secara visual dan spasial dalam bentuk gambar atau bentuk yang terlihat mata.

4.      Kecerdasan kinestetik
Kecerdasan ini ditandai dengan kemampuan mengontrol gerak tubuh dan kemahiran mengelola objek. Kecerdasan kinestetik jasmani adalah kecerdasan seluruh tubuh dan tangan. Seseorang yang optimal dalam kecerdasan inin cenderung menyukai dan efektif dalam hal mengekspresikan dalam mimic atau gaya gaya, atletik menari , kuat, terampil dalam motorikhalus, koordinasitangan dan mata , motorik kasar dan daya tahan.
Ciri – ciri kecerdasan kinestetik
a)      Frekuensi gerak anak yang tinggi serta kekuatan dan kelincahan tubuh
b)      Kemampuan koordinasi mata – tangan dan mata kaki
c)      Kemampuan, keluwesan dan kelenturan gerak lokomotor
d)     Kemampuan mereka mengontrol dan mengantur tubuh
e)      Kecenderungan memegang, menhyentuh, memanipulasi, bergerak untuk belajar tentang sesuatu serta kesenangannya meniru gerakan orang lain
f)       Berprestasi dalam olahraga kompetitif disekolah maupun dilingkungan rumahnya
Anak yang memiliki kecerdasan kinestetik membutuhkan kesempatan untuk bergerak dan menguasai gerakan. Adanya rangsangan stimulus terhadap kecerdasan kinestetik membantu perkembangan dan pertumbuhan anak. Anak – anak dengan kecenderungan kecerdasan ini belajar dengan menyentuh, memanipulasi, dan bergerak.
g)      Berprestasi dalam olahraga kompetitif di sekolah atau di lingkungan rumahnya
h)      Banyak gerak ketika duduk
i)        Terlihat dalam kegiatan fisik seperti berenang, bersepeda, mendaki gunung, ddl
j)        Perlu menyentuh sesuatu yang ingin dipelajari
k)      Memperlihatkan keterampilan dalam bidang kerajinan tangan seperti menjahit, melukis, mengukir, memahat, dll
l)        Pandai menirukan gerakan, perilaku orang lain
m)    Senang bermain dengan tanah liat, cat, krayon, melukis dengan jari, dll

5.      Kecerdasan musical
            Kecerdasan ini ditandai dengan kemampuan menciptakan dan mengapresiasi irama pola titik nada, dan warna nada, juga kemampuan mengapresiasi bentuk – bentuk ekpresi musical. Kecerdasan musical melibatkan kemampuan menyanyikan sebuah lagu, mengingat melodi muusik mempunyai kepekaan irama dan lain – lain. Seseorang yang optimal dalam kecerdasan ini cenderung menyukai dan efektif dalam hal menyusun melodi dan lirik, bernyanyi kecil, menyanyi, dan bersiul, bisa atau senang bisa memainkam alat music, memiliki pendapat yang kritis terhadap music.
Ciri – ciri kecerdasan musical
a)      Kesenangan dan kemampuan mereka menyanyi dan menghafal lagu – lagu, bersiul, bersenandung dan mengetuk – ngetuk benda untuk membuat bunyi suara
b)      Kepekaan dan kemampuan mereka menangkap nada – nada, irama dan kemampuan menyesuaikan suara dengan nada yang mengiringi
c)      Kecenderungan musical saat anak berbicara dan kemerduan suara mereka pada saat menyanyi
d)     Kesenangan dan kemampuanmereka memainkan alat music
e)      Kemampuan mereka mengenali berbagai jenis suara disekitarnya
f)       Mengoleksi lagu
g)      Memberikan reaksi yang kuat pada berbagai jenis music
h)      Lebih senang belajar engan iringan music
Cara belajar yang terbaik untuk kecerdasan ini adalah dengan nada,irama, dan melodi.

6.      Kecerdasan Interpersonal
Kecerdasan ini ditandai dengan kemampuan mencerna dan merespon secara tepat suasana hati, temperamen, motivasi, dan keinginan orang lain. Seseorang yang optimal dalam kecerdasaan ini cenderung menyukaai dan efektif dalam hal mengasuh dan mendidik oraang lain, berkomunikasi, berinteraksi, berempati, memimpin, dan mengorganisasikan kelompok, berteman, menyelesaikan dan menjadi mediator konflik, menghormati pendapat dan hak orang lain, melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang, sensitive atau peka pada minat dan motif prang lain dan bekerja sama dalam tim.
Ciri – ciri kecerdasan interpersonal
a)      Kepekaan anak terhadap perasaan, kebutuhan dan peristiwa yang dialami teman sebayanys
b)      Kemampuan anak mengorganisasi teman – teman sebayanya
c)      Kemampuan anak memotivasi dan mendorong orang lain untuk bertindak
d)     Sikap yang ramah, senang menjalin kontak, menerima teman baru dan cepat bersosialisasi dilingkungan baru
e)      Kecenderungan anak untuk bekerja sama dengan orang lain
f)       Kemampuan untuk menengahi konflik yang terjadi diantara teman sebayanya
g)      Tampak mempunyai bakat memimpin
Cara belajar terbaik bagi anak yang cerdas interpersonal adalah melalui interaksi dengan orang lain.

7.      Kecerdasan intrapersonal
            Kecerdasan ini ditandai dengan kemampuan memahami perasan sendiri dan kemampuan membedakan emosi, sertapengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan diri. Kecerdasan dalam memahami diri sendiri dan mengetahui siapa diri kita yang sebenarnya.
Ciri – ciri kecerdasan intrapersonal:
a)      Kecenderungan anak untuk diam, tetapi mampu melaksanakan tugas dengan baik, cermat
b)      Sikap dan kemampuan yang kuat, tidak mudah putus asa, kadang- kadang terlihat keras
c)      Sikap percaya diri, tidak takut tantangan tidak pemalu
d)     Kecenderungan anak untuk bekerja sendiri, mandiri senang melaksanakan kegiatan seorang diri tidak suka diganggu
e)      Kemampuan mengekpresikan perasaan dan keinginan diri dengan baik
f)       Bersikap realistis terhadap kelebihan dan kekurangan dirinya
g)      Percaya diri
h)      Mempunyai pandangan hidup berbeda dengan yang lain
i)        Belajar dari kesalahan masa lalu
j)        Terarah pada pencapaian tunuan
k)      Dengan tepat mengekspresikan perasaannya
Anak – anak yang cerdas secara intrapersonal belajar sesuatu melalui diri mereka sendiri. Mereka mencermati apa yang mereka alami dan rasakan, kecerdasan intrapersonal dirangsang melalui tugas, kepercayaan dan pengakuan.

8.      Naturalis
            Kecerdasan naturalis yaitu kecerdasan yang melibatkan kemampuan mengenaali bentuk – bentuk alam di sekitar kita yang juga mencakup kepekaan terhadap bentuk – bentuk alam lainnya. Anak yang cenderung cerdas dalam naturalis tampak sebagai penyayang bintang dan tumbuhan serta peka terhadap alam.
Ciri – ciri kecedasan naturalis
a)      Kesenganan mereka dengan tumbuh-tumbuhan
b)      Sikap mereka yang menyayangi mereka
c)      Kemampuan mereka dalam menghafal nama binatang dan tumbuhan
d)     Kesukaan anak melihat dambar binatang dan hewan
e)      Kepekaan terhadap bentuk struktur dan cirri lain dari unsure alam
f)       Kesenangan terhadap alam
g)      Menyukai topic – topic pembelajaran sisekolah dan berita yang melibatkan system kehidupan
Anak – anak dengan kecerdasan naturalis tinggi cenderung tidak takut memegang serangga dan berada di dekat binatang. Kecerdasan naturalis dapat diwujudkan dalam kegiatan investigasi, eksperimen, menemukan elemen, fenomena alam, pola cuaca, kondisi yang mengubah karakteristik sebuah benda.

9.      Kecerdasan eksistensial
            Kecerdasan eksistensial ditandai dengan kemampuan berpikir sesuatu yang hakiki, menyangkut eksitensi berbagai hal, termasuk kehidupan – kematian, kebaikan – kejahatan.  Eksistensial muncul dalam bentuk pemikiran dan perenungan .
Ciri –ciri kecerdan eksistensial;
a)      Kecenderungan anak untuk mengajukan pertanyaan mendasar
b)      Kepekaan anak untuk merasakan keberadaan diri dan sesuatu sebagai bagian dari komposisi yang lebih besar
c)      Kemampuan anak untuk menjabarkan penilaian dan reaksi tentang sesuatu
d)     Reaksi anak yang relatif terkendali terhadap peristiwa yang dialaminya, belajar mengambil hikmah dari suatu peristiwa
e)      Keberanian anak untuk menerima sesuatu yang dirasakan benar, memperjuangkan keyakinan dan rasa keadilan.
Anak – anak yang cerdas secara eksistensial belajar dari pemikiran mendasar.

      Setiap orang mempunyai kesembilan kecerdasan ini dan setiap hari menggunakan dengan kombinasi yang berlainan. Masing – masing orang mempunyai kedelapan kecerdasan ini dengan cara mereka masing – masing. Setiap anak mempunyai cara berbeda untuk pandai. Setiap anak memiliki kapasitas untuk memiliki Sembilan kecerdasan dengan berkembang, cukup berkembang, kurang berkembang. Semua anak dapat mengembangkan setiap kecerdasan hingga tingkatpenguasaan yang  didukung  dengan pengajaran, kecerdasan bekerja bersama dalam kegiatan sehari – hari, anak memiliki berbagai cara untuk menunjukkan kecerdasaan dalam setiap katagori.Teori Multiple Intelligence memberikan kita cara melihst gambaran lengkap potensi seorang anak yaitu keunggulannya dalam bidang tertentu, maupun kekurangannya.