welcome

selamat datang selamat membaca dan semoga bermanfaat

Minggu, 09 September 2012

Lingkungan Belajar dan Bermain di TK

Lingkungan Belajar dan Bermain di TK
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas
Mata Kuliah Bermain dan Permainan

Dosen: Dra.Sri Lestari,M.Pd


Oleh:


Dewi                                                                             F54011004
Qori Atika Khalida                                                      F54011009
Bina Indri Hapsari                                                       F54011011
Riska Cahya Dewi                                                       F54011020
Ida Farida                                                                    F54011038
Siska Setia Wardani                                                    F54011039
Della Gustiana                                                             F54011042
Dwi Khairunnisyah                                                      F54011028

  

PROGRAM STUDI PG-PAUD
JURUSAN ILMU PENDIDIKAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2011


LINGKUNGAN BELAJAR DAN BERMAIN DI TK
A.    Prinsip – Prinsip Pengaturan Lingkungan Belajar dan Bermain di TK

1.      Tingkat Perkembangan Anak
Pengaturan lingkungan belajar dan bermain perlu disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak, baik dalam segi perkembangan kognitif, motorik, bahasa, maupun psikososial.
2.      Stimulasi Perkembangan Anak
Lingkungan belajar dan bermain hendaknya diatur dengan tujuan untuk menstimulasi perkembangan anak.
3.      Menghindarkan Anak Cedera
Lingkungan belajar dan bermain harus ditata sedemikian rupa sehingga dapat menghindarkan anak dari kemungkinan mendapat cedera. Penempatan alat – alat, pemilihan alat permainan dan pengaturan ruangan perlu memperhatikan keselamatan anak.
4.      Informasi yang Berkaitan dengan Anak yang Akan Mengikuti Kegiatan Belajar
Walaupun melalui informasi  tersebut hanya sedikit yang diketahui oleh guru, tetapi informasi tersebut tetap akan menjadi sumber pengetahuan bagi masing – masing guru.
5.      Kegiatan Harus Dilakukan Anak yang Berkaitan dengan Tujuan Khusus yang Hendak Dicapai
Apabila tujuan khusus pembelajaran adalah pengembangan keterampilan sosial maka guru perlu mengatur ruangan atau lingkungan belajar yang  memberi kesempatan pada anak untuk berinteraksi didalam kerja kelompok. Hal lain yang harus diperhatikan oleh guru adalah kebutuhan ruang bagi masing – masing anak baik di dalam maupun di luar ruang belajar, untuk memberikan kebebasan bergerak pada  masing – masing.
B. PERENCANAAN LINGKUNGAN BELAJAR DAN BERRMAIN DI TK
1.      Perencanaan harian
Perencanaan harian perlu dibuat oleh guru kerena mempengaruhi peraturan lingkungan belajar. Setiap rencana harian memerlukan peralatan dan pengaturan lingkungan belajar yang sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
2.      Kesehatan,keamanan dan saniter
Cahaya yang masuk keruangan,temperatur ruangan,ventilasi yang cukup untuk pergantian udara.disamping itu WC ,kamar mandi,dan kerang air yang diperlukan oleh anak untuk mencuci tangan setelah melakukan aktifitas-aktifitas nya. Kondisi saniter secara umum merupakan aspek lai dari dari kesehatan dan keamanan yang perlu mendaoatkan perhatian.
3.      Keindaha,informasi dan stimulasi
Ruang dan tempat-tempat lainnya ditata sedeimikian rupa sehingga menarik perhatian anak dan orang dewasa. Keindahan tersebut setidaknya memberikan berbagai informasi pada anak dan menstimulasi anak untuk melakukan hal-hal yang diinformasikan .
C. PENGATURAN LINGKUNGAN BELAJAR DAN BERMAIN DIDALAM KELAS
            Kingkunngan fisik ddiruang kelas memberikan pengaruh yang dalam pada setiap anak baik individu,kelompok,maupun secara keseluruhandan juga guru. Lingkungan fisik termasuk ukuran ruangan,warna tembok,jenis lantai tata cahaya dan jumlah jendela.
            Dalam perencanaan pengaturan lingkungan belajar dan bermain didalam ruangan akan dibicarakan pusat aktifitas/sentra kegiatan anak,prabotan ruang,perlengkapan dan materi yang diperlukan. Lingkungan fisik diluar ruangan juga perlu memperoleh perhatian.
            Pengaturan bermaian dan belajar anak  didalam ruangan/kelas sedemikian rupa sehingga proses belajar mengajar dapat terlaksana dengan seefisien mungkin. Dalam pengaturan ruangan/kelas ada beberapa yang harus diperhatikan :

1.      Susunan meja dan kursi dapat diubah-ubah .
2.      Saat mengikuti kegiatan,anak-anak tidak selalu duduk dikursi,tetapi juga duduk di tikar.karpet.
3.      Penyediaan alat peraga harus dapat disesuaikan dengan kegiatan yang akan dilakukan.
4.      Pengelompokkan meja harus disesuaikan dengan kebutuhan sehinggaa cukup ruang gerak bagi anak didik
5.      Peralatan dan penyimpanan  alat bermain diatur sesuai degan fungsinya sehiungga memudahkan anak untuk menggunakan dan mengembalikan pada tempatnya setelah digunakan
6.      Berilah batasan-batasan terhadap area-area yang terpisah
7.      Identifikasi area-area yang relatf meemerlukan ketenangan (perpustakaan)
8.      Perhatian ruangan-ruangan yang memerlukan meja karena anak TK lebih sering menggunakan lantai/ruangan terbuka.batasi pnggunaan meja.
9.      Tempat area-area kegiatan didekat sumber-sumber yang diperlukan.
10.  Lengkapi area-area kegiatan dengan cahaya yang cukup terutama untuk tempat membaca buku,menulis,meengganmbar,dan lain-lain.
11.  Ruangan diatur sedemikian rupa sehingga guru dapat memantau secara maksimal dari setiap lokasi untuk memastikan keamanan.

Begitu pula dengan perabotan/perlengkapan/bahan/peralatan yang akan digunakan  harus memerhatikan:
1.      Keamanan
2.      Sesuai dengan kondisi anak
3.      Kualitas dan keawantan
4.      Alat yang dipilih untuk sekolah harus dapat dipakai untuk berbagai tujuan pembelajaran, misalnya suatu dapat digunakan untuk meransangperkembangan intelektual,emosi atau fisik.
5.      Perabutan yang ada didalam ruang kelas sebaiknya mudah dipindah-pindahkan dan disesuaikan dengan ukuran anak.meja dan kursi sebaiknya bervariasi tinggi rendahnya maupun ukurannya.
Kelas sebagai salah satu lingkungan belajar bagi anak di TK merupakan suatu ruangan yang diisi dengan berbagai perlengkapan, bahan, dan peralatan. Sejalan dengan aktivitas anak maka kelas hendaknya memberikan keleluasaan bergerak bagi anak dalam melakukan berbagai kegiatan belajar dalam suasana bermain. Bertitik tolak dari hal tersebut maka dalam kelas perlu dilengkapi berbagai area/sentra kegiatan, seperti kesenian, permainan drama, musik, permainan balok, permainan matematika, perpustakaan, permaianan IPA, permainan membaca dan menulis, agama, tujuannya agar anak-anak dapat bereksplorasi, membuat karya-karya, bereksperimen dan melakukan sesuatu sesuai keinginan mereka.
D.PENGATURAN LINGKUNGAN BELAJAR DAN BERMAIN DILUAR KELAS
Lingkungan bermain diluar kelas diTK membutuhkan area yang luas .Rata-rata setiap 15 anak membutuhkan 70 meter persegi area  bermain .Apabila lebih luas akan lebih baik bagi anak untuk melakukan kegiatan bermain dan memperoleh pengalaman belajar dari kegiatan tesebut.
Secara  umum pengaturan lingkungan bermain diluar kelas perlu mempertimbangkan hal-hal berikut ini .
1.Keseimbangan  Area
            Keseimbangan antara area tenang dan area aktivitas merupakan hal yang penting dalam mengatur lingkungan bermain diluar kelas .Hal ini dapat diwujudkan dengan menciptakan beberapa area sabagai berikut .
a.       Area teduh
b.      Area terbuka untuk sinar matahari
c.       Area melompat
d.      Area memanjat dan bergantungan
e.       Area mendaki
f.       Area menanam / bunga-bungaan.
g.      Area bermain pasir.
2.Jalan kecil /Trotoar
            Jalan kecil dibuat dari  semen atau batu bata . Dijalan kecil ini tidak ada satu barang pun yang ditempatkan karena akan kebebasan anak dan orang dewasa yang menggunakan jalan kecil tersebut.
3.Pemilihan peralatan Bermain
Berbagai jenis peralatan bermain perlu disediakan bagi lingkungan bermain diluar kelas ,seperti peralatan untuk memanjat ,meluncur ,bergantungan ,mendorong dan menarik ,serta melempar dan menangkap .


4. Tingkat perkembangan dan Kebutuhan Anak .
            Materi serta kegiatan yang dipilih guru harus sesuai dengan minat ,usia dan kemampuan murid .Umumnya  kegiatan diluar kelas lebih banyak mengundang bahaya disbanding penyelenggaraan kegiatan dikelas .Frost dan Wortham (1988) memberikan berbagai saran agar terjaganya rasa aman ,bermain diluar kelas ,Yaitu
a.       Adanya pagar pengaman (tinggi minimal 4 kaki) melindungi anak dari bahaya .
b.      Jarak area bermain .misalnya pasir dari alat ayunan ,panjatan dan alat bergerak  lain (jungkat –jungkit ) perlu diperhitungkan .
c.       Alat –alat yang depergunakan hendaknya sesuai dengan tahap usia anak .

E.     Alat-alat Permainan di Area/Sentra Kegiatan di Dalam Kelas
Alat-alat permainan yang diperlukan untuk kegiatan bermainan dan belajar di dalam kelas disusun menurut sifat dan tujuan aktivitasnya dalam kelompok-kelompok yang disebut area/sentra kegiatan.
Area kegiatan ini diselenggarakan di TK dengan alat-alat permainan yamg menarik dan dimaksudkan untuk menimbulkan suasana yang menyenangkan dan keakraban antara sesama teman sehingga anak merasa betah di sekolah.

1.      Area/sentra kesenian
area ini diisi dengan berbagai bahan yang memungkinkan anak melakukan percobaan, eksplorasi dan kreativitas lainnya . area ini membawa suasana riang, kegembiraan, dan kepuasan bagi anak . di area ini setiap anak diberi kesempatan untuk memilih kegiatan yang akan dilakukannya . misalnya melukis, menggambar, menempel, dan lain sebagainya .
   alat-alat yang dapat digunakan di sentra kesenian adalah pensil warna, cat, gunting, krayin, kapur tulis, kain perca, arang, benang, kelereng, anyaman, lem, kuas, sikat gigi usang, kapas, plastisin, busa, spidol, majalah bekas, koran bekas, stik es krim, biji-bijian, kardus bekas, dan sebagainya .

2.      Area/sentra perpustakaan
Untuk menghindari terjadinya berbagai kerusakan , area ini haruslah diletakkan sejauh mungkin dari kegiatan yang dilakukan anak. Area ini perlu diisi dengan rak buku, meja, dan kursi sesuai dengan kebutuhan yang ada. Area ini dapat juga dilapisi oleh karpet dan dilengkapui dengan  bantal-bantal   kecil . bagi sekolah yang mampu, area ini juga dapat dilengkapi dengan tempat untuk bercerita dengan menggunakan alat perekam .
Alat-alat yang digunakan di sentra perpustakaan antara lain adalah rak buku, meja, kursi, karpet, bantal-bantal kecil, tape recorder, buku-buku yang dilengkapi dengan katalog dan kartu peminjaman, poster, lukisan dan gambar-gambar lain yang memberikan informasi .

3.      Area/Sentra Bermain Drama
Area ini digunakan anak untuk kegiatan bermain peran. Mereka berpura-pura berperan sebagai salah satu karakter dan terlibat dengan perilaku menirukan peran orang lain dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini juga memupuk adanya pemahaman peran sosial dan melibatkan interaksi verbal paling tidak dengan satu orang lain. Penggunaan area ini membantu anak untuk mempelajari lebih dalam mengenai dirinya sendiri, keluarganya, dan masyarakat sekitarnya. Mereka belajar memutuskan dan memilih berbagai informasi yang relevan. Hal tersebut sangat membantu mereka dalam mengembangkan kemampuan sosial dan emosionalnya, seperti mengatasi rasa takut dengan memerankan berbagai tokoh yang sebenarnya bagi mereka manakutkan. Misalnya, seorang anak yang takut disuntik memerankan tokoh sebagai pasien.
Alat-alat yang dapat digunakan di sentra bermain drama, antara lain perabotan dapur, lemari, meja makan, boneka, kostum binatang/profesi dan lain-lain, celemek, tas, topi, helm, sarung tangan, setrika, sepatu, sandal, alat-alat make-up mainan, telepon, vas bunga, ember, cermin genggam, taplak/sprei ukuran sedang, berbagai majalah, kalender, gambar/poster, boneka tangan/jari, berbagai peralatan kerja mainan (martil, obeng, dan lain-lain), alat-alat tulis dan potongan kertas untuk menulis pesan, dan sebagainya.

4.      Area Musik
Musik adalah sumber yang sangat kaya  untuk memajukan perkembangan anak. Musik mengembangkan panca indra, mengajarkan ritme, berhitung dan pola kalimat, memperkuat otot halus dan kasar, serta mendorong kreativitas. Sebaiknya area ini ditempatkan agak jauh dari area-area lainnya.
Alat-alat yang digunakan di area musik, antara lain piano, gitar, angklung, glockenspil, alat-alat perkusi (tamborin, kastanyet, marakas, ringbel, triangel, wood block), alat musik buatan guru (marakas dari kaleng bekas) dan lain-lain. Juga dapat menggunakan bahan dari alam/lingkungan sekitar, seperti batu, batok kelapa, botol air mineral, sendok, ember, tutup panci, kardus bekas, dan sebagainya. 
5. Area Permainan Balok dan Logo/Lego
            Balok sangat berarti bagi anak di Taman Kanak-kanak bahkan untuk semua anak dengan berbagai tingkatan usia. Dengan balok anak dapat membuat berbagai macam gedung. Permainan balok/logo/lego sangat penting bagi perkembangan anak diberbagai bidang termasuk bahas, sosial, pengetahuan, matematika dan kemampuan motorik.
            Alat-alat yang digunakan pada area balok, antara lain adalah balok berbagai ukuran,logo, lego, kubus, kardus bekas, rambu-rambu lalu lintas, binatang-binatangan, mobil-mobilan, balok kardus dan sebagainya. Balok-balok yang terdiri dari kardus dan balok kayu warna-warni adalah alat main konstruksi yang sangat disukai anak-anak.

6. Area Permainan Matematika
            Dalam area ini anak sedapat mungkin diperkenalkan dengan pemikiran mengapa matematika dibutuhkan (bahwa matematika bukan sekadar permainan angka), apa hubugannya dalam kehidupan sehari-hari mereka, dan penggunaannya untuk kehidupan mereka. Alat-alat yang digunakan di area ini antara lain adalah kartu-kartu angka, tutup botol, kerang, bahan-bahan sisa, batu-batuan, buji-bijian, menara gelang, papan hitung, tangga kubus, manic-manik, mozaik, balok ukur, papan paku, papan pasak, balok kecil, aneka binatang plastik, papan geometri, tangga silinder, tusuk gigi, puzzle, buah-buahan dengan berbagai jenis dan ukuran, kotak bentuk/pos, dan berbagai benda lainnya yang memberikan pengalaman actual kepada anak.
7. Area IPA/Sains
            Lingkungan alam dan lingkungan fisik sangat menarik bagi anak-anak. Dengan mengembangkan kemampuan untuk mengamati, mengukur, mengklasifikasi, berkomunikasi, membuat dugaan berdasarkan pengamatan, prediksi, anak akan mempunyai pengertian yang lebih baik tentang berbagai gejala alam.
            Alat-alat yang digunakan di sentra IPA berdasarkan topik dan aktivitasnya, antara lain berikut ini.
a.       Makhluk hidup : menanam bibit, mengamati binatang peliharaan, pengamatan dan percobaan menggunakan berbagai jenis telur (mentah dan matang), kecebong, percobaan polusi, pengamatan serangga dan lain-lain.
b.      Binatang : pengamatan berbagai binatang yang dibawa dalam lingkungan kelas.pengamatan berbagai tulang binatang dan lain-lain.
c.       Tumbuhan: menanam biji-bijian/ bibit, mengadakan berbagai eksperimen tentang hal-hal yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh.
d.      Berbagai benda: pasir, tanah, hujan, air, logam, tulang dan lain-lain.
e.       Energi : sinar, bayang-bayang dalam cermin, magnet, kaca pembesar, cuaca dan musim, berbagai mesin rakitan sederhana, dll.
f.       Ruang dan waktu :matahari, bulan, bintang, ruang angkasa, bayangan matahari/lampu, dan lain-lain.
8. Area/Sentra Agama
            Area ini untukmenanamkan anak-anak pada nilai moral, agama, dan budi pekerti.
            Alat-alat yang digunakan di sentra agama antara lain maket-maket rumah ibadah,peralatan ibadah, gambar/poster bacaan/doa, gambar/poster yang menunjukkan nilai-nilai moral/budi pekerti, dan sebagainya.
F.  ALAT-ALAT PERMAINAN DI AREA/SENTRA KEGIATAN DI LUAR KELAS
            Alat-alat bermain di luar kelas yang disajikan hendaknya dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan anak guna memupuk perkembangan jasmani, intelektual, emosional, dan sosial. Tugas guru adalah memberikan kesempatan kepada anak untuk memproleh berbagai pengalaman bermain dengan menggunakan berbagai macam alat bermain dan memberi bantuan serta bimbingan pada saat-saat diperlukan.
            Penempatan alat-alat bermain di luar kelas hendaknya diatur sedemikian rupa sehingga memberi kebebasan gerak kepada anak ketika bermain dan juga memprtimbangkan segi keamanan mereka. Adapun alat-alat permainan yang dipergunakan pada tiap-tiap area adalah sebgai berikut.
1.      Area Memanjat
Peratalan memenjat dapat digunakan oleh anak dari segala tingkat usia. Di bawah tempat memanjat perlu di sediakan bahan-bahan lembut, seperrti busa, matras, pasir. Kegunaannya adalah untuk menghindari kemungkinan anak jatuh dan mendapat cedera.
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada waktu anak memanjat adalah:
a.       Anak tidak dibiarkan memanjat sementara tangannya memegang suatu benda;
b.      Anak secara bergantian dalam melakukan kegiatan ini;
c.       Anak tidak dibiarkan memanjat selain pada area yang diperbolehkan untuk memanjat.
Alat-alat yang dapat digunakan di area memanjat, antara lain adalah pohon, tambang/tali, palang bertingkat, jaring laba-laba, dan lain-lain.

2.      Area Bermain Pasir dan Air
Sejak balita, anak-anak menikmati kegiatan bergairahan bermain dengan pasir dan air. Pada awalnya mereka bereksplorasi tanpa menggunakan alat yang banyak, lama-kelamaan mereka biasa bermain dengan alat yang lebih rumit.
Alat-alat yang dapat digunakan diarea ini, antara lain bak air, bak pasir, sekop, botol, literan, cangkir, mobil-mobilan, binatang, segelas berbagai ukuran, busa, berbagai cetakan plastik beraneka bentuk dan sebagainya.

3.      Area Melempar dan Menangkap
Untuk kegiatan melempat dam managkap dapat digunakan berbagai jenis bola.boal lainnya perlu disediakan dalam jumlah yang memandai sehingga dapat digunakan anak secara bebas.
Alat-alat yang digunakan di area ini, anatara lain bola kaki, bola basket, bola kasti, kontong biji, dan sebagainya.

4.      Area Olahraga/Jasmani
Aktivitas di area ini dilakukan dengan membentuk pos-pos kegiatan untuk menghindari antrian anak yang terlalu panjang, sementara peralatan yang dimiliki terbatas.
Alat-alat yang digunakan di area ini, antara lain simpai, papan titian, karet, kardus bekas, tali, lantai, dan bekas, dan sebagainya.
Selain itu masih ada beberapa alat bermain lain yang biasanya juga ada di luar kelas yaitu: ayunan, papan luncur, jungkitan, jembatan goyang, jala panjat, kebun/tanaman, kandang dan binatang peliharaan, kolam ikan, taman lalu-lintas, terowongan yang terbuat dari gorong-gorong, dan sebagainya.
Pengaturan lingkungan belajar dan bermain erat hubungannya dengan penataan ruangan. Perencanaan pengorganisasian kelas juga tidak lepas dari kemampuan yang diingin dicapai serta disesuaikan dengan kebutuhan dan minat anak didik.