welcome

selamat datang selamat membaca dan semoga bermanfaat

Minggu, 09 September 2012

PEMANFAATAN PERMAINAN ANAK SESUAI PERKEMBANGAN ANAK TK

PEMANFAATAN PERMAINAN ANAK SESUAI PERKEMBANGAN ANAK TK

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas
Mata Kuliah Bermain dan Permainan AUD

Dosen: Dra. Sri Lestari, M.Pd


  

Oleh:

Ardila Utami                                                                 F54011001
Okviriana Providensia Majisa                                     F54011010
Asniati                                                                           F54011014
Endang Kustika Sari                                                    F54011015
Eva Anindia Putri                                                         F54011019
Angelina Larasati                                                         F54011025
Zakiah Hairunissa                                                        F54011036
Mustamiroh                                                                  F54011041

PROGRAM STUDI PG-PAUD
JURUSAN ILMU PENDIDIKAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2012




ASPEK-ASPEK PENGEMBANGAN ANAK TK

Taman Kanak-kanak pada hakikatnya merupakan wadah bagi perkembangan seluruh aspek kepribadian anak pada usia 4-6 tahun, yang direncanakan secara sistematis dan terprogram serta dikembangkan melalui kegiatan “bermain sambil belajar” atau “belajar sambil bermain”. Masa usia TK merupakan tahun-tahun kehidupan yang sangat aktif. Anak mempunyai dorongan alamiah untuk bermain menggunakan seluruh panca indera dan kemampuannya. Saat inilah guru dimanfaatkan oleh guru secara efektif khususnya untuk mengarahkan anak dalam bermain, agar seluruh aspek yang dimilikinya tergali secara optimal.
A.  USIA 4-5 TAHUN
Anak usia 4-5 tahun sangat aktif dan energik
1.         Aspek Pengembangan Fisik
Kemampuan yang diharapkan dapat tercapai yaitu mampu mengelola keterampilan tubuh termasuk gerakan-gerakan yang mengontrol gerakan tubuh, gerakan kasar dan gerakan halus.
a.       Motorik  kasar
1.      Berjalan
2.      Naik-turun tanggan tanpa berpegangan
3.      Memanjat dan berayun
4.      Menaiki, menuruni, dan berjalan di papan titian
5.      Berlari dengan stabil
6.      Senam dengan gerakan sendiri
7.      Menendang, menangkap, dan melempar bola dari jarak 3-4 meter
8.      Melompati parit dan melompat dengan satu kaki
9.      Merayap dan merangkak lurus kedepan
10.  Berjingkat
b.      Motorik halus
1.      Mencontoh bentuk +, x, lingkaran, bujur sangkar, segitiga secara bertahap
2.      Membuat garis lurus, vertikal, melengkung
3.      Membedakn permukaan 7 jenis benda melalui perabaan
4.      Menuangkan tanpa tumpah
5.      Memasukan dan mengeluarkan tali ke dalam lubang
6.      Mengunting lurus, gelombang, zig-zag
7.      Melipat kertas lebih dari 1 lipatan
8.      Menggam bebas dengan menggunakan beragam media




2.         Aspek pengembangan kognitif
Diharapkan pada usia ini anak mampu untuk berpikir logis, kritis, memberi alasan memecahkan masalah, dan menemukan hubungan sebab akibat. Aspek pengambangan kognitif melilputi :
a.       Mengelompokkan, memasangkan benda yang sama dan sejenis atau sesuai dengan pasangannya
b.      Menyyebutkan 7 bentuk, seperti lingkaran, bujur sangkar, segitiga, segi panjang, segi enam, belah ketupat, trapesium.
c.       Membedakan beragam ukuran
d.      Membedakan rasa, bau
e.       Menyebutkan bilangan 1-10
f.       Mengelompokkan 5 warna dan dapat membedakannya
g.      Menyusun kepingan hinggan menjadi bentuk utuh
h.      Mencoba menceritakan apa yang terjadi jika warna dicampur, biji ditanam, balon ditiup, melihat benda dengan kaca pembesar.
3.         Aspek pengembangan bahasa
Kemampuan yang diharapkan dapat dicapai anak pada usia 4-5 tahun pada aspek pengembangan bahasa adalah mampu menggunakan bahasa untuk dipahami secara pasif maupun aktif. Aspek ini mencakup :
a.       Membedakan berbagai jenis suara
b.      Mengenal masing-masing bunyi huruf
c.       Menyatakn dengan 6-10 kata
d.      Mengerti dan melaksanakan 1-2 perintah
e.       Menjawab dengan kalimat lengkap
f.       Menyebutkan nama benda, fungsi serta sifatnya
g.      Berbicara lancar dengan kalimat sederhana
h.      Berbicara tentang kejadian sekitarnya
4.         Aspek pengembangan sosial emosional
Kemampuan yang diharapkan pada usia ini anak mampu mengenal lingkungan alam, lingkungan sosial, peranan masyarakat, menghargai keragaman sosial budaya serta mampu mengembangkan konsep diri, sikap positif terhadap belajar, kontrol diri dan rasa memiliki. Kemapuan pada aspek ini :
a.       Mematuhi etika dan jadwal makan
b.      Bergaul dengan sopan
c.       Terbiasa menggunakan WC dan kamar mandi
d.      Berani kesekolan tanpa diantar
e.       Dapat memilih kegiattan sendiri
f.       Bangga dengan hasil pekerjaannya
g.      Menunjukkan ekspresi yang wajar sesuai perasaannya
h.      Menjadi pendengar dan pembicara yang baik
i.        Mengembalikan alat/benda pada keadaan semula
j.        Sabar menunggu giliran
k.      Terbiasa antri
l.        Mulai mengerti aturan maindalam satu permainan
m.    Mengerti akibat jika melakukan kesalahan
n.      Menjaga kerapian diri
o.      Dapat memimpin kelompok kecil
5.         Aspek Pengembangan Moral dan Nilai-nilai Agama
Diiharapkan anak mampu melakukan ibadah, mengenal dan percaya akan Tuhan dan ciptaannya serta mencintai sesama. Aspek ini meliputi :
a.       Menyanyikan  lagu keagamaan
b.      Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan
c.       Bersikap yang benar saat berdoa
d.      Membedakn ciptaan tuhan dengan buatan manusia
e.       Mengenal sifat-sifat Tuhan
f.       Mengucapkan salam
g.      Mengucapkan terima kasih jika menerima sesuatu
h.      Mengucapkan kata-kata santun, seperti maaf, tolong,
i.        Menolong teman
j.        Menunjukkan rasa kasih sayang dengan membelai, merangkul



B.  USIA 5-6 TAHUN
Pada usia ini anak yang periang dan imajinatif, energi mereka seperti tidak pernah habis. Dunia sekitar mereka seakan mengundang mereka, menunggu untuk ditemukan, dikuasai dan penuh tantangan. Untuk itulah perlu disediakan suatu lingkungan yang baik, yang kaya dengan stimulus/perangsang untuk membantu mereka mengembangkan seluruh aspek dirinya.

1.                       Aspek Pengembangan Fisik
a.   Aspek pengembangan fisik untuk motorik kasar
1. merayap dengan berbagai variasi
2. merangkak dengan berbagai variasi
3. berjalan lurus, berjingkat, mengangkat tumit, dan sebagainya
4.  berlari lurus, berjingkat, mengangkat tumit dan sebagainya
5. Berjingkat dengan satu kaki
6. berjalan diatas papan titian dengan sebuah tantangan
7. melompat dengan 1 atu 2 kaki tanpa alat atau menggunakan alat dengan gerakan bervariasi.
8. meloncat dengan ketinggian 20-50 cm sambil menghadap ke arah tertentu.
b.  Aspek pengembangan fisik untuk motorik halus
1. menjiplak angka bentuk-bentuk lain
2. mejahit sederhana dengan menggunakan tali sepat, benang wol, tali rafia dan sebagainya.
3. memasukkan surat dalam amplop
4. mebentuk dengan plastisin, tanah liat
5. memasukkan benang kedalam jamur
6. menggunting mengikuti bentuk
7. menganyam
2.  Aspek Pengembangan Kognitif
a.  Menyebut urutan bilangan 1-20
b.  menguasai konsep bilangan
c.  mengelompokkan benda sesuai bentuk, ukuran , dan warna
d. mengenal perbedaan benda berdasarkan ukuran ciri-ciri fisik benda jarak dan sebagainya
e.  mengenal sebab akibat
3.  Aspek Pengembangan Bahasa
a.  menirukan 2-4 urutan angka, kata (latihan pendengaran)
b.  mengikuti 2-5 perintah sekaligus
c.  menggunakan dan dapat menjawab pertanyaan apa, mengapa, di mana, berapa, bagaimana, dan sebagainya dengan kalimat yang lengkap.
d.  menceritakan kembali isi cerita yang sudah diceritakan guru
e.  memberikan keterangan informasi tentang sesuatui hal
f.   berbicara lancar dengam kalimat yang kompleks (lebih dari 10 kata)
h.  memecahkan masalah dengan berdialog (sebab-akibat)
4.  Aspek Pengembangan Nilai Moral dan Nilai-nilai Agama
a.  menyanyikan lagu keagamaan
b.  selalu berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan dengan sikap doa yang benar.
c.  dapat melakukan ibadah
d.  membedakan ciptan Tuhan dengan buatan manusia
e.  menyayangi dan memelihara ciptaan Tuhan
f.   mengucapkan salam
g.  selalu megucapkan terimakasih setiap menerima sesuatu
h.  mengucapkan kata-kata santun seperti maaf dan tolong
i.   menolong teman
j.   menunjukkan rasa kasih sayang
k.  menghargai teman
l.   tidak memaksakan kehendak
5.  Aspek Pengembangan Sosial Emosional
a. mematuhi etika dan jadwal makan
b.  bermain bersama dan bergantian menggunakan alat permainan
c.  terbiasa menggunakan WC atau kamar mandi
d.  berani kesekolah tanpa diantar
e.  dapat memilih kegiatan sendiri
f.   bangga dengan hasil kerjanya
g.  menunjukkan ekspresi yang wajar sesuai dengan perasaannya
h.  menjadi pendengar dan pembicara yang baik
i.   mengembalikan alat/benda pada tempatnya semula
j.   sabar menunggu giliran
k.  terbiasa antri
l.   mengerti aturan main dalam satu permainan
m. mengerti aturan main dalam satu permainan
n.  mengerti akibat jika melakukan kesalahan
o.  menjaga kerapian diri (berdandan sendiri)
p.  mengetahui hak dan kewajiban
6.  Aspek Pengembangan Seni
a.  menari sesuai dengan irama musik
b. bertepik tangan membentuk irama
c.  memainkan alat musik



Jenis Permainan yang Sesuai dengan Aspek-aspek Pengembangan Anak TK
Pertama sesuai dengan pendapat Hurlock, (1978), yaitu bermain aktif dan bermain pasif. Kedua, yaitu berdasarkan kemampuan/keterampilan yang dikembangkan pada diri anak. Bermain aktif dan pasif. Secara umum bermain aktif dilakukan pada masa kanak-kanak awal, sedangkan bermain pasif pada akhir masa kanak-kanak, yaitu sekitar usia praremaja karena adanya perubahan fisik, emosi , minat dan sebagainya. Pandangan yang melihat bahwa penggolongan jenis permainan dapat berdasarkan kemampuan/keterampilan yang berkembang pada diri anak.
A.    PERMAINAN BERDASARKAN TINGGI RENDAHNYA KETERLIBATAN ANGGOTA TUBUH

1.      Kegiatan Bermain Aktif
a.       Pengertian kegiatan bermain aktif
Kegiatan bermain aktif merupakan kegiatan yang memberikan kesenangan dan kepuasan pada anak melalui aktivitas yang mereka lakukan sendiri. Kegiatan bermain jenis ini sangat dipengaruhi oleh beberapa factor, yaitu :
1)      Kesehatan
2)      Penerimaan sosial dari kelompok teman bermain
3)      Tingkat kecerdasan anak
4)      Jenis kelamin
5)      Alat permainan
6)      Lingkungan tempat

b.      Macam-macam kegiatan bermain aktif
1)      Bermain bersama teman
Jenis permainan ini terjadi apabila anak bermain bersama temannya dan terlibat dalam kegiatan sosial secara aktif. Saat bermain anak berbicara, meminjamkan atau meminjam mainan atau membiarkan mainannya dimainkan oleh temannya. Kegiatan bermain ini telah memiliki aturan yang diikuti oleh semua anak yang ikut bermain walaupun tidak ada yang menjadi pemimpin atau yang mengatur arah permainan secara resmi.kegiatan yang termasuk di dalamnya, antara lain:
a)      Bermain di sudut rumah tangga
b)      Bermain balok, lego, rakitan
c)      Bermain pasir
d)     Bermain air
e)      Bermain ayunan
f)       Dan lain-lain


2)      Bermain dalam kelompok
Jenis permainan ini terjadi apabila aktivitas sudah memiliki organisasi dan tujuan serta terdapat seorang anak yang berfungsi sebagai pemimpin yang mengontrol kegiatan tersebut.kegiatan yang termasuk bermain dalam kelompok, antara lain:
a)      Bermain tali
b)      Bermain sepak bola
c)      Bermain bola basket
2. Kegiatan bermain pasif
a. Pengertian kegiatan bermain pasif
     Dalam hal ini anak memperoleh kesenangan bukan berdasarkan kegiatan yang   dilakukannya sendiri. Misalnya, menonton film, anak tinggal duduk untuk     menikmati film tersebut. Bermain pasif dapat pula diartikan sebagai kegiatan yang              tidak terlalu banyak melibatkan aktifitas fisik.
     Beberapa manfaat dari bermain pasif atau hiburan dapat dilihat pada uraian berikut       ini
1)      Sebagai sumber pengetahuan.
2)      Menambah perbendaharaan kata dan lebih paham bagaimana menggunakan dalam berkommuikasi dengan orang lain.
3)      Melakukan identifikasi dengan tokoh-tokoh cerita atau tokoh berita sehingga anak punya pemahaman sosial yang dpat membantunya menyesuaikan diri tehadap masyarakat.
4)      Membantu anak menangani masalah emosional yang dialaminya dengan melihat bagaimana tokoh-tkoh cerita atau mengatasi masalah emosi mereka.
5)      Penyaluran kebutuhan dan keinginan anak yang tidak mungkin diwujudkan dalam kehidupan nyata.
6)      Belajar mematuhi aturan-aturan dan harapan masyarakat dengan cara mengamati reaksi-reaksi tokoh cerita atau berita
7)      Belajar memusatkan perhatian terhadap apa yang dilihat, dengan cara mengingat dan mengerti penyebab kejadian atau peristiwa dalam cerita atau film. Hal ini akan menunjang perkembangan intelektual anak.
8)      Beberapa jenis hiburan dapat menghasilkan ilham untuk bereaksi dan mendorong anak untuk memanfaatkan dalam membuat hail karya yang asli dan unik (original).
b. Macam-macam kegiatan bermain pasif
1)  Membaca
     Membaca termasuk kegiatan bermain pasif, bisa dalam bentuk mendengarkan    cerita yang dibacakan ornag lain atau membaca sendri. Manfaat yang diperoleh          dari kegiatan ini secara psikologis, yaitu membuat anak lebih percaya diri, lebih        mandiri (tidak mengantungkan diri pada orang lain untuk memperoleh      hiburan),menambah keahlian membaca dan mendorong kreativitas seseorang.
2) Menonton film
     Kemajuan teknologi membuat anak-anak dapat menikmati film tidak hanya di   bioskop, tetapi  juga di rumah , baik melalu acara yang ditanyangkan di televisi         maupun dengan memutar video tape atau compact disc. Rata-rata prasekolah            menghabiskan waktu di depan televisi selama setengah jam kerja orang tua dalam 1 minggu. Untuk itu peran orang tua/orang dewasa sangat penting dalam         mendampingi agar anak medapat bimbingan dan arahan selama mereka             menyaksikan televisi.
3) Mendengarkan radio
     Acara siaran radio banyak ragamnya, pendengaranya pun dari bayi, anak-anak   remaja bahkan orang tua. Tentu saja acara siaran radio akan dipilih tergantung usia    anak. Mengingat minat anak terhadap program radio berbeda-beda untuk setiap        tahapan usia maka sebagai orang tua atau guru sebaiknya tidak memaksakan           program yang belum saatnya untuk di dengarkan oleh anak.
4) Mendengarkan musik
     Kegiatan ini dinikmati oleh bayi sebagai suatu hal yang dapat menghibur dan    menyenangkan. Seiring dengan meningkatnya usia, anak lebih gemar             mendengarkan music dan ini memumcak saat remaja. Mendengarkan musik akan      membawa pengaruh positif pada anak dalam arti anak dapat menyenangkan diri     sendiri, menenangkan perasaan-perasaan yang tidak nyaman,sebagai penyaluran      emosi anak karena bisa ikut hanyut dalam lagu yang didengarnya.
B. PERMAINAN BERDASARKAN KEMAMPUAN KETERAMPILAN YANG     DIKEMBANGKAN ANAK
1.         Bermain untuk Pengembangan Kemampuan Kognitif
            Permainan ini berfungsi untuk mengingatkan kemampuan kognitif anak      dari kognitif yang sederhana kepada kognitif yang lebih kompleks.            Contoh-contoh permainanya,antara lain berikut ini.
            a. Bermain klasifikasi beragam benda
            b. Memperkirakan jumlah benda
            c. Mencoba beragam rasa
            d. Mengamati berbagai benda-benda alam sekitar,seperti daun,batu karang             atau pohon.
2.         Bermain sebagai Latihan Koordinasi Gerakan Motorik (Fisik)
            Jenis permainan ini menitikberatkan pada keterampilan dalam          mengkoordinasikan gerak motorik, baik motorik kasar maupun halus. Hal        ini dapat dilihat dari aktivitas anak yang melakukan gerakan motorik             secara berulang-ulang, seperti berlari, memanjat, naik sepeda, lompat,          englek, berguling, merangkak, merayap, dan lain-lain. Secara bersama          juga mengembangkan aspek kognitif anak, seperti berikut.
            a. Memperkirakan tingginya suatu pohon dengan kemampuanya untuk        memanjat pohon tersebut.
            b. Memperkirakan kemampuan keseimbangan tubuhnya saat mengendarai   sepeda agar tidah terjatuh dan lain-lain.
3.         Bermain Konstruktif untuk Pengembangan Kemampuan Kognitif dan            Keterampilan Motorik Halus
            Pada permainan ini anak dapat menyusun berbagai macam bentuk dan        ukuran balok, lego, rakitan menjadi suatu bangunan, seperti rumah,         menara, dan hotel. Disamping itu, anak juga dapat melatih motorik             halus. Hal ini terlihat pada anak yang menggunakan jari-jarinya untuk         menyusun balok-balok agar tidak jatuh. Pada waktu yang bersamaan anak        juga mengoperasikan kemampuan kognitifnya untuk memikirkan agar             baloknya tidak jatuh, dan memilih balok-balok yang tepat untuk dijadikan bangunan, seperti yang diinginkanya.
4.         Bermain Drama sebagai Latihan Pengembangan Bahasa
            Bermain drama merupakan refleksi dan pengembangan kognitif anak yang             akan ditekankan dalam imajinasi atau fantasi. Aktivitas ini sangat berguna    pengembangan kreativitas anak. Aktivitas ini berfungsi untuk             meningkatkan pembendaharaan kosakata spontasitas dan kelancaran anak   berbicara dan keterampilan anak berbicara dan keterampilan anak         berkomunikasi. Walaupun permainan ini lebih ditekankan pada             pengembangan berbahasa, akan tetapi secara bersamaan juga            mengembangkan  seluruh aspek yaitu kognitif, fisik, sosial emosional,          seni      moral dan nilai-nilai kehidupan anak. Contohnya saat bermain             drama, anak     diminta untuk berimajinasi, aktif bercakap-cakap dengan      anak lain tentang hal yang terkait dengan cerita drama tersebut.
5.         Bermain untuk Perkembangan Kemampuan Seni
            Permainan ini berfungsi untuk meningkatkan kepekaan dan apresiasi anak   terhadap seni gerak, rupa dan musik serta rasa percaya diri dengan anak. Mereka dapat menyenangkan diri sendiri,sekaligus untuk bisa             menjadi kreatif. Lewat melaksanakan kegiatan bersama teman anak             belajar bekerja sama. Contoh permainan seni yang dapat dilakukan adalah             menyanyi, menari, senam, bermain alat musik, melukis, mengambar,     membentuk dari lilin, dan tanah liat, dan membuat prakarya lainya.
6.         Bermain sebagai Penumbuhan Aspek Moral dan Nilai-nilai        Kehidupan
            Aktifitas permainan ini bertujuan mengembangkan, menumbuhkan,             mengasah kepekaan, kepeduliaan anak-anak menjunjung moral dan nilai-          nilai yang berlaku universal. Pada setiap permainan yang sengaja yang             diadakan orang dewasa hendaknya    menumbuhkan aspek moral dan nilai- nilai kehidupan. Contohnya saat diadakan  kegiatan bermain balok, air            atau pasir, guru akan menggilir waktu bermain sehingga diharapkan
            terjadi penumbuhan sikap antri, sabar menunggu giliran dan mau     menerima keputusan.

Program Bermain yang Sesuai dengan Aspek-aspek Pengembangan Anak TK
Kita telah mengenal dua jenis kegiatan bermain,yaitu berdasarkan tinggi rendahnya gerakan/aktivitas tubuh dan berdasarkan kemampuan/keterampilan yang di kembangkan pada diri anak. Dari dua penggolongan itu terlihat masing-masing ada yang dapat dilakukan bersama/berkelompok ataupun ada yang lebih condong dilakukan sendiri.
Masing-masing jenis kegiatan bermain mempunyai manfaat, tetapi tentu saja perlu dilakukan dengan seimbang apabila anak terlalu banyak terpaku pada salah satu jenis kegiatan bermain (aktif/pasif, sendirian/berkelompok, di dalam/diluar ruangan, mengembangkan kognitif saja/bahasa saja/seni saja) tidak banyak manfaat yang dapat dipetik. Guru harus dapat membuat program kegiatan bermain yang dapat menyeimbangkan antara bermain aktif dan bermain pasif.
A. BERMAIN PASIR
Lumpur dan tanah sebenarnya adalah alat permainan yang paling dekat dengan anak. mereka sangat senang dan bahagia apabila bereksplorasi dengan tanah dan lumpur (tentunya yang bersih). Pasir memiliki tekstur yang lain dengan lumpur atau tanah. Pasir juga digemari anak hingga orang dewasa karena pasir sangat bernilai tinggi dalam pendidikan. Kebanyakan bak pasir dibuat dari bahan kayu yang dilapisi seng dengan ukuran 100 x 90 x 30 cm atau 2 x 1  x 0,35 m. Bentuk dan ukuran dapat saja diciptakan sendiri sesuai dengan tempat, kemampuan dan kebutuhan sekolah. Bila hari hujan, anak masih dapat bermain pasir. Apabila pasir tidak digunakan, bak pasir harus ditutup karena kotoran kucing atau binatang lain akan membahayakan kesehatan anak. Demikian pula peralatan-peralatan yang dipakai senantiasa diganti atau ditambah agar anak tidak merasa bosan dan mendapatkan berbagai pengalaman baru.
B. BERMAIN AIR
Secara fisik, bak air dapat sangat sederhana. Ambil saja ember berukuran yang paling besar atau buatlah bak yang berukuran sama dengan bak pasir. Bak atau ember sebaiknya ditempatkan di atas rumput luar kelas atau di dalam kelas asal lantainya diberi alas plastic agar mudah dibersihkan. Di kota dijual kolam renang kecil terbuat dari plastic yang dapat digunakan untuk mengenalkan air dan kegiatan renang agar anak tidak takut dengan air.
C. BERMAIN BALOK
Balok mempunyai tempat di hati anak serta menjadi pilihan favorit sepanjang tahun, bahkan sampai tahun ajaran berakhir. ketika bermain balok banyak temuan-temuan terjadi. Demikian pula pemecahan masalah terjadi secara alamiah. Bentuk konstruksi mereka dari yang sederhana sampai yang rumit dapat menunjukkan adanya peningkatan perkembangan berpikir mereka. Daya penalaran anak akan bekerja aktif. Konsep pengetahuan matematika akan mereka temukan sendiri, seperti nama bentuk, ukuran, warna, pengertian sama/tidak sama, seimbang. Sosialisasi juga terjadi pada saat anak membagi tugas, menentukan pilihan, berbagi pengalaman, tenggang rasa dan berkomunikasi dengan baik. Pengetahuan sosial uga dapat timbul, misalnya membuat kota, gedung-gedung, kantor, rumah, stasiun. Begitu juga kemampuan berbahasanya timbul saat anak menyebutkan nama hasil kreasinya.
D. BERMAIN ALAT  MANIPULATIF
Alat manipulative adalah alat permainan yang kecil dan dapat diletkkan di atas meja sehingga membuat anak terampil bekerja dan membayangkan daya pikirnya. Contohnya permainan puzzle, roncean, biji-bijian, manic-manik dan lain sebagainya.
Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika bermain dengan alat manipulatif adalah sebagai berikut :
1.      Pemilihan alat permainan yang memungkinkan berkembangnya berbagai keterampilan, kemampuan, dan bersifat menantang.
2.      Bermain yang tahan lama dan aman.
3.      Penjagaan alat permainan yang bervariasi dan selalu siap dimainkan.
4.      Tempat yang digunakan untuk bermain di dalam atau diluar ruangan, di lantai atau di meja, dan bebas dari lalu-lalang.
5.      Pemilihan bahan sesuai dengan minat anak.
6.      Jumlah permainan dalam satuan waktu. Tidak terlalu lama dan mainan diganti secara teratur.
7.      Permainan sederhana dan cukup menantang.
8.      Permainan yang dapat dikendalikan dan dikoreksi sendiri.
E. SUDUT RUMAH TANGGA
Sudut rumah tangga yang berbentuk sederhana sampai dengan yang bersifat kompleks dan semua serba sungguh-sungguh dalah cirri khas dari suatu Taman Kanak-Kanak. Biasanya benda-benda yang mengisi sudut rumah tangga adalah alat dapur, kompor, lemari dapur, alat makan, alat minum, alat masak, kursi tamu dan lain-lain.
F. BERMAIN DI PERPUSTAKAAN
Di mana pun TK itu berada sebaiknya dilengkapi dengan perpustakaan di dalamnya terdapat beberapa kumpulan buku anak, buku referensi, ensiklopedi atau gambar-gambar (poster). Di tempat ini anak dapat mebaca atau, mendengarkan cerita yang di bacakan oleh guru atau temannya.
G. BERMAIN DI LUAR
Halaman sekolah adalah tempat yang menyenangkan bagi anak-anak. Mereka dapat bersosilisasi serta mengembangkan fisiknya baik dengan berlari maupun dengan memainkan alat lain yang disediakan seperti: ayunan, papan jungkit, papan luncur, palang bertingkat, jembatan goyang, jarring laba-laba dan lail-lain. Ketika anak bermain di luar, pengawasan oleh guru sangat diperlukan. Dibutuhkan kerja sama guru dalam mengawasi anak-anak saat bermain yang juga di sesuaikan dengan luasnya area bermain.