welcome

selamat datang selamat membaca dan semoga bermanfaat

Selasa, 01 Januari 2013

METODE PIRAMIDA



Metode Piramida
A.    KONSEP DASAR
            Piramida adalah metode pendidikan untuk semua anak yang berusia antara 2 ½ hingga 7 tahun. Metode ini memiliki sejumlah ciri meliputi rangsangan bahasa, bercerita secara interaktif, kegiatan bermain dan pembelajaran inisiatif tambahan, kegiatan untuk anak yang berbakat, dan pelajaran tambahan (van Kuyk, 2003).
            Pyramid didasarkan pada sebuah teori baru: gabungan teori Piaget dan Vygotsky yang menjangkau jauh ke luar karya mereka, Dynamic Systems Theory (Teori Sistem Dinamis) (Fischer & Bidell, 2006;van geert, 1998). Teori Sistem Dinamis terdiri atas serangkaian siklus jangka panjang dan jangka pendek yang dinamis pada masa awal kehidupan. Penyanggahan berfungsi  membantu anak bila diperlukan, dan perlahan-lahan dikurangi saat kemampuan anak mulai meningkat (Pressley, Hogan, Wharton-Mc Donald, & Mistretta, 1996). Dengan pengaturan dini, anak bias meraih tingkat perkembangan yang normal (lebih rendah); dengan bertumpu pada guru anak bias meraih tingkat perkembangan yang optimal (lebih tinggi) (Fischer & Bidell, 2006). Guru harus mengembangkan energy dan waktunya untuk semua anak. Adapun anak harus berpindah-pindah antara tekanan dan bersantai dan memerlukan waktu untuk mengatur dirinya dan bertumpu.
            Kurikulum Piramida dibuat dengan komponen penghubung sesuai dengan cara guru memperlakukan anak-anak. Kurikulum yang diambil dari teori kasih saying ini mencakup keamanan dan kesejahteraan, dukungan emosional, pengasuhan dan pemahaman, rasa hormat pada kemandirian, struktur dan peraturan, dan membuka perspektif unutk menjelajahi dunia. Pelengkap komponen penghubung adalah komponen guruan atau cara guru merangsang perkembangan anak-anak, menantang rassa ingin tahu mereka, dan berusaha memahami apa yang mendorong mereka dari dalam dan dari luar.
Inisiatif Anak
            Menurut Piaget (1970) ,anak-anak memiliki kekuatan kognitif yang cukup untuk mengarahkan perkembangan mereka. Inisiatif anak adalah awal dan akhir proses pendidikan. Hal tersebut dikarenakan umat manusia diarahkan menuju pengaturab diri (Fisher & Bidell, 2006;van Geert, 1998). Tujuan pertama Metode Piramid adalah mendukung dan mengoptimalkan kemampuan anak untuk mengambil inisiatif.tujuan ini juga merupakan tujuan utama, karena selanjutnya anak harus bias mengatur kehidupan sehari-harinya.
Inisiatif Guru
            Peranan guru adalah menopang anak-anak dalam perkembangan mereka, yang tidak bias dicapai tanpa bantuan (Bowman, 2000). Guru menciptakan kemungkinan, menawarkan bantuan, mendorong, member contoh yang baik, member perintah, dan membimbing anak dalam pembelajaran unutk memikirkan dan memecahkan masalah.
Kedekatan
            Saat mendidik anak, harus ada kasih saying yang kuat antara anak dan guru (Ainsworth, Blehar, & Waters, 1978:Bowlby, 1969;Ericson, Srouf, &Egeland, 1985). Anak harus merasa bahwa guru selalu berada di dekatnya. Ini membuat anak merasa cukup aman, tenang, dan bebas untuk bergerak maju dan menjelajahi dunia. Guru memberi kebebasan ini kepada anak, tapi pada saat yang sama menciptakan struktur yang jelas dan menetapkan peraturan ini tidak dibuat untuk membatasi anak tapi untuk menunjukan di mana ada ruang untuk bermain dan belajar. Tugas guru adalah menangkap sinyal dan membantu anak menemukan jawaban yang akan membuat anak menjadi dirinya sendiri. Jika seorang anak menemukan jalan buntu, maka guru bias memberikan bimbingan intensif. Kami menyebut hal ini sebagai sensitive response attitude (sikap reson sensitif).
Jarak jauh
            Pengambilan jarak berfungsi sebagai pengajaran dalam zone of proximal development Vygotsky (Vygotsky, 1962). Jika sedang dekat dengan nak, guru menghilangkan jarak. Guru mengajukan pertanyaan tentang saat ini namun ju7ga mengajukan pertanyaan dan membicarakan tentang hal-hal yang tidak ada saat ini.
            Dengan cara ini, anak-anak belajar membuat gambaran yang nantinya bias diingat kembali. Penelitian menunjukan bahwa anak-anak yang memiliki orang tua yang mengajak mereka melakukan berbagai kegiatan di luar situasi saat ini berkembang dengan baik, sedangkan anak yang tidak diajak melakukan hal-hal serupa tidak berkembang dengan baik atau bahkan menunjukkan tanda-tanda bahwa keterampilannya tidak berkembang (Single, 1993). Prinsip dasarnya adalah sebagai berikut : mulai dengan situasi dan materi konkret kemudian bantu anak menggambarkan hal-hal dan kejadian yang btidak ada dalam situasi saat ini dengan menggunakan penghubung simbolis dan pertanyaan yang membuat hal-hal yang btidak ada manjadi ada dalam pikiran anak (konsep yang lebih abstrak yang mudah dipahami/diakses oleh anak).
B.     HUBUNGAN ANTARA KONSEP-KONSEP DASAR
            Jika seorang anak mengambil ini isiatif, pendidik harus tetap berada dibelakang. Jika anak menunjukan sedikit inisiatif, guru harus memberikan bantuan.
            Kedekatan dan jarak jauh juga saling terkait erat. Kedekatan member jarak yang memungkinkan: jika anak merasa aman mereka bias melakukan penjelajahan; mereka bias menjauh dari situasi saat ini.
            Hubungan antara konsep juga penting, tapi guru juga harus mempertimbangkan kebutuhan hubungan anak kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan untun menjadi diri sendiri (kemandirian), kebutuhan untuk menguasai banyak hal (kemampuan) serta kebutuhan pendidikan anak, kebutuhan akan pengalaman pengindraan, keinginan untuk melakukan banyak hal secara aktif, dan kebutuhan untuk bermain.
Mengoptimalkan
            Penelitian menunjukan bahwa anak tidak selalu berfungsi pada tingkat yang sama, namun mereka bias berfungsi pada banyak tingkat tindakan dan pikiran yang berbeda. Fungsi mereka pada tingkat tertentu tergantung pada keadaan (Fischer & Bidell, 2006). Jika komponen penghubungnya optimal, anak bias bertindak pada tingkat yang normal. Jika keadaannya tidak menguntungkan, misalnya jika ada kegelisahanatau ketegangan, maka anakhanya berfungsi pada tingkat minimal.
            Melalui pendidikan, kita bias merangsang anak untuk meraih tingkat yang lebih tinggi dari tingkat normal untuk mencapai pengaturan diri. Penelitian menunjukan bahwa pendidikan membantu anak meraih tingkat perkembangan optimal (Fischer & Bidell, 2006; Singel, 1993). Hal ini bias dicapai, misalnya dengan membantu anak-anak dalam bermain dan dengan merangsang pembelajaran inisiatif. Dengan merangsang anak-anak usia dini, dan mendorong mereka untuk menangani tugas sehari-hari sendiri, maka kami member landasan untuk keberhasilan mereka di sekolah dan mendorong mereka melakukan tugas sehari-hari mereka sendiri.
            Selama usia dini, guru harus memastikan bahwa komponen penghubung terwujud dalam bentuk yang bias membantu anak berfungsi dengan cara normal. Komponen pendidikan selanjtnya bias menimbulkan pengaruh sehingga anak-anak bias mencapai tingkat optimal mereka.
C.    MUATAN
            Theory of Emotional Intelligence (Teori Kecerdasan Emosional) (Salovay & Mayer, 1990)dan Multiple Inteligence Theory (Teori Berbagai Kecerdasan) oleh Gardner, 1993). Muatan Metode Piramid dalam hubungannya dengan tiga kecerdasan (van kuyk, 2003) dan menunjukan bidang perkembangan mana yang terlibat dalam semua kecerdasan ini
D.    TIGA KECERDASAN
            Dalam metode Piramid kami memulai dari tiga kecerdasan yaitu: kecerdasan kognitif; bakat dalam hati: kecerdasan emosional;dan bakat ditangan: kecerdasan fisik.
Kecerdasan Kognitif
            Kecerdasan kognitif adalah kemampuan untuk mengendalikan bahasa dan pikiran dan bekerja menggunakan kedua hal ini. Anak-anak belajar mengendalikan dunia mereka sehari-hari dengan mengembangkan semua bidang ini.
Kecerdasan Emosional
            Kecerdasan emosional merujuk pada kemampuab untuk merasakan emosi diri sendiri, emosi orang lain dan bertindak dengan cara social.
Kecerdasan Fisik
            Kecerdasan fisik adalah kemampuan memulai gerakan, mengendalikannya, dan mengekspresikan diri dengan kreatif.
E.     TINGKAT TINDAKAN DAN PIKIRKAN
Tingkat dasar
            Tingkat dasar adalah tingkat pengetahuan dasr dan keterampilan dasar. Tingkat ini adalah apa yang ditiru dan dipelajari anak dari orang lain melalui imitasi dan contoh.
Tingkat kreatif
            Tingkat kreativitas merujuk pada kemampuan untuk menciptakan atau memikirkan sesuatu yang baru dan bermanfaat.
Tingkat metakognitif
            Tingkat ini dicapai saat anak-anak menyadari pengetahuan dan keterampilan mereka dan secar sadar mengubah perilaku mereka sendiri
F.     EMPAT PROGRAM
            Pemelajaran inisiatif adalah istilah baru yang kami gunakan unutk mengungkapkan bahwa anak-anak mengambil inisiatif untuk belajar. Dua program lain yang dimulai oleh guru adalh: proyek, di mana guru menggali dunia luar bersama anak-anak, dan kegiatan berurutan, di mana anak-anak mendapat tawaran untuk mempelajari hierarki kegiatan.
            Dalam Metode Piramid kami sangat berfokus pada fakta bahwa anak-anak harus mengatur diri mereka sendiri. Anak-anak di rangsang oleh permainan dan lingkungan pemelajaran kaya dan mendorong untuk mengambil inisiatif dalam membuat pilihan bagi diri mereka dalam bermain dan kegiatan pemelajaran.
            Inisiatif guru diperlukan untuk mengajari anak-anak hal-hal baru. Hal ini bias dilakukan secara pribadi melalui pelajaran tambahan (Slavin, Madden, & Karweit, 1994).
TIGA TINGKATAN INTERVENSI
·         Tingkatan rendah
anak-anak bermain dan belajar secara mandiri intervensi dari guru mereka. Guru hanya memberikan sedikit bantuan atau tidak sama sekali.
·         Tingkat sedang
Anak-anak bermain, menjelajah, dan belajar bersama guru mereka. Dukungan tingkat sedang diberikan pada kelompok besar maupun kecil.
·         Tingkatan tinggi
Guru atau pembimbing (dukungan pribadi yang diberikan oleh guru khusus) bermain dengan anak atau mengajar anak-anak yang memerlukan bantuan tambahan secara pribadi.

G.    PENGURAIAN TENTANG PROGRAM
Permaianan dan Lingkungan Pembelajaran
“otak mengambil apa yang diberikan oleh lingkungan” (shonkoff & Philips, 2000). Apa yang perlu dilakukan guru adalah memberikan lingkungan yang teratur, kaya dan tingkat tinggi kepada anak-anak, untuk memberikan kesempatan mengatur diri mereka dan menemukan struktur baru untuk belajar.
Struktur Tingkat Tinggi. Lingkungan menawarkan tantangan baru untuk bermain dan menjelajah, di mana anak-anak bisa menemukan materi dan situasi yang sesuai dengan tingkatan perkembangan mereka dan menantang mereka untuk maraih tingkat yang lebih tinggi. Anak memiliki kasempatan untuk memiliki dan mengambil keputusan yang fleksibel.
Ruang Fisik. Guru harus menyediakan ruang fisik dan psikologis untuk menciptakan lingkunagn yang merangsang anak untuk mengambil inisiatif. Guru menawarkan ruang yang cukup bagisetiap anak untuk bermain dan kesempatan untuk mengambil inisiatif bagi pembelajaran inisiatif.
Ruang Psikologis. Guru membiarkan, atau bahkan merangsang anak-anak untuk mengambil inisiatif yang bisa meningkatkan perasaan bahwa apa yang mereka lakukan diterima dengan baik.
1.      PROGRAM PERMAINAN
·         Menciptakan Situasi Permainan yang kaya.
Dalam Metode Piramid kami membedakan anatara lima jenis permainan: permainan materi, permainan gerak, permainan khayalan, dan permaianan aturan. Selain membuat situasi permaianan dalam lingkungan materi, kami juga medorong anak-anak untuk melakukan permainan yang bermanfaat.
·         Pengayaan Permainan.
Dalam metode Piramid kami memulai dari gagasan bahwa orang dewasa bisa dan harus memegang peran penting dalam dengan permainan. Proses memperkaya permainan bisa terjadi dalam dua cara:
-          Bergabung dalam permainana. Dengan bermain bersama anak atau sekelompok anak, guru menunjukkan bahwa ia menghargai dan menikmati permainan yang dimainkan oleh anak-anak.
-          Permainan yang bermanfaat. Guru bisa memperkaya peran baru dalam permainan.
·         Belajar Bermain.
Dalam metode piramid kami mengajarkan anak-anak bermain dalam 3 tahap: dengan menunjukkan kepada mereka cara bermain, dengan mendorong mereka untuk bermain sendiri, dan membiarkan mereka bermain sesuka hati mereka (van Kuyk, 2003).

2.      PEMBELAJARAN INISIATIF
Dalam Metode Piramid dibuat tempa-tempat dan materi yang sesuai dengan perkembangan diperkenalkan kepada anak untuk mendorong pembelajaran inisiatif.
·         Menginspirasi Pembelajaran Inisiatif
Contoh yang baik. Cara terbaik untuk ini adalah memberikan contoh yang baik kepada anak-anak. Pada awalnya penekanannya adalahh pada pengembangan minat, bukan keterampilan.
Membicarakan tentang Hal yang Penting. Berbicara pada anak-anak mengenai apa yang kita lakukan adalah sumber inspirasi lain. Pada anak-anak yang lebih kecil, hal yang penting adalah menghubungkannya dengan pengalaman mereka: mulailah dengan berada dekat dengan anak, lalu perlahan memberi jarak.
·         Menawarkan Bantuan dengan Pembelajaran Inisiatif. Sebelum guru memberikan bantuan dan menemtukan strategi, ia mengamati tingkat perkembangan, tingkat kemandirian, dan seberapa banyak motivasi yang dimiliki anak.

3.      PROYEK
Proyek adalah kumpulan kegiatan yang seimbang. Semua kegiatan ini terikat satu sama lain dan memiliki fokus tertentu yang sesuai dengan pengalaman dan minat anak-anak. Dalam Metode Piramid guru membawa dunia luar ke dalam kelas. Proyek adalah kumpulan program yang disusun dalam Buku Proyek, yang terdiri atas 40 halaman. Proyek memiliki fungsi ganda dalam Metode Piramid. Pertama, anak-anak belajar tentang hal-hal yang penting di dunia saat mereka mengalaminya. Kedua, proyek memberi contoh kepada anak-anak tentang begaimana mereka bisa mempelajari berbagai hal sendiri dengan inisiatif mereka sendiri.

Belajar Menjaga Jarak.
Konsep dasar dalam Metode Piramid adalah menjaga jarak. Seperti yang dinyatakan (sigel,1993), kita telah melihat anak-anak yang otang tua atau gurunya tidak ada di sini (ditempat lain, dekat dan jauh) dan saat ini ( apa yang terjadi sebelumnya dan yang akan terjadi) tampaknya berkembang dengan sangat baik. Belajar menjaga jarak terjadi dalam dua hal: dalam siklus jangka pendek dan jangka panjang.
Siklus Jangka Pendek. Sejumlah langkah dilaukan dalam penjelajahan sekelompok di setiap proyek. Proses ini terjadi dalam empat tahap: orientasi, demonstrasi, perluasan, dan pendalaman.
1.      Orientasi. Langkah awal bukanlah langkah pembelajaran, tapi langkah yang di buat untuk membantu anak-anak berorientasi pada konteks fokus proyek.
2.      Demonstrasi. Langkah pembelajaran pertama dimulai dekat denga dunia saat anak-anak mengalaminya. Guru memberi contoh-contoh yang jelas.
3.      Perluasan. Karakteristik yang relevan dicari dalam berbagai contoh, perbandingan dibuat dan contoh yang lebih sulit diperkenalkan kepada anak-anak.
4.      Pendalaman. Langkah terakhir ini bertujuan mendorong anak untuk mengunakan apa yang ia pelajari melalui demonstrasi dan perluasan dalam situasi yang baru dan kerap lebih sulit. Guru membiarkan anak-anak mengantisipasi situasi baru. Ia mendorong anak-anak untuk merenungkan apa yang telah mereka pelajari dan menarik kesimpulan dari apa yang telah mereka alami. Buku bergambar berjudul interactive storytelling. Dari penelitian (stoep & van Elsacker, 2005), jelaslah bahwa “membaca” buku bergambar lebih dari sekali dengan cara yang teratur lebih afektif daripada membecanya hanya satu kali.
Siklus Jangka Panjang. Untuk anak-anak berusia antara 2 2 hingga 62 tahun – periode pengambaran (Fischer & Rose, 1998)- ditetapkan rencana untuk 3 tahun. Setiap thun Piramid memulai dengan program sambutan yang diikuti oleh 12 proyek yang dilaksanakan setiap 2 atau 3 minggu. Anak-anak belajar dan belajar kembali untuk membuat gambaran pada tingkat yang semakin tinggi dan dengan kerumitan serta abstraksi yang semakin besar.
4.      PROGRAM-PROGRAM YANG BERURUTAN
Guru mengambil inisiatif untuk memberi tugas kepada anak-anak dari proyek dan Program yang Berurutan.
Kegiatan yang Berurutan. Semua kegiatan ini terkait dengan bidang-bidang berikut ini:
·         Perkembangan gerak halus, keterampilan menggambar, dan keterampilan menulis.
·         Perkembangan bahasa dan persiapan untuk membaca dan menulis.
·         Perkembangan berfikir dan matematika.
·         Orientasi ruang dan waktu dan menemukan dunia.
Dalam lingkaran ini, yang biasanya tidak berlangsung lama, kegiatan yang berurutan dipelajari, dilakukan, dan diulang.
Program-program yang Berurutan.
Dalam proyek yang dibuat untuk anak-anak yang paling muda, tadak ada kegiatan berurutan dalam semua bidang perkembangan dimasukkan dalam buku proyek.

5.      PROGRAM BIMBINGAN
Program bimbingan adalah cermin eksplorasi kelompok dalam buku proyek. Slavin dkk. (1994) telah menunjukkan bahwa pelajaran tambahan adalah hal afektif, dan pelajaran tambahan yang terbaik adalah yang langsung terhubung dengan program harian dan bersifat preventif. Dalam Metode Piramid kami menggunakan pelajaran tambahan untuk belajar membaca tidak hanya di sekolah dasar, tapi juga dalam kelompok yang paling muda (3 hingga 6 tahun) dengan dasar yang paling luas.
6.      PROGRAM ORANG TUA
Program orang tua memberi dukungan kuat bagi Contoh Piramid dan berlangsung secara paralel dengan proyek tahunan. Orang tua bisa dilibatkan dengan cara sebagai berikut:
·         Guru membuat rencana orang tua tahunan yang menggarisbawahi beragam kegiatan orang tua yang saling terkait.
·         Setiap pagi selama “permainan open-house”, orang tua bebas bermain dengan anak-anak mereka di dalam kelas. Kondisi ini menghubungkan pendidikan di rumah dengan pendidikan di rumah dengan pendidikan di prasekolah, pra-taman kanak-kanak, dan taman kanak-kanak.
·         Pada setiap awal tahun ajaran, diadakan minggu khusus orang tua di mana orang tua bekerja dengan anak mereka dalam kelompok setelah guru mendemonstrasikan kegiatannya: misalnya membaca interaksi denga keras (bercerita) atau menjelaskan sebuah tugas. Semua kegiatan ini bisa dilanjutkan di rumah.
·         Dalam program selamat datang yang ditawarkan pada awal tahun dan bagi semua proyek, orang tua membawa kegiatan permainan dan  belajar ke rumah untuk menambah waktu permainan dan permainan anak di rumah. Semua kegiatan ini mendorong kegiatan proyek dalam kelompok  atau dalam kelas. Jika perlu, perintah diberikan dalam bahasa rumah orang tua sendiri. Orang tua juga didorong untuk memberi materi yang merupakan bagian dari budaya khusus mereka, untuk dibawa kesekolah.
Keterlibatan orang tua dalam kegiatan proyek menciptakan “sarana pengikat”.
H.    EVALUASI
Kami mempelajari anak secara pribadi dan seluruh kelompok. Kami menyebutnya sebagai penilaian anak. Kami mempelajari anak secara pribadi dan seluruh kelompok. Kami juga melakukan pendekatan pada proses evaluasi dari sudut pandang guru. Bagaimana guru berinteraksi dengan anak-anak, dan bagaimana menangani anak satu persatu? Apakah ia mampu mengetur proses sedemikian rupa agar anak-anak mampu meraih hasil yang baik? Kami menyebut sebagai evaluasi guru. Kemudian kami bertanya pada diri sendiri apakah Metode Piramidnadalah metode yang sah dan pantas digunakan?. Kami menyebutnya sebagai evaluasi program.
I.       PENILAIAN ANAK
      Penilaian anak adalah hal yang paling penting dari ketiga proses evaluasi dan membantu kami mendukung proses pembelajaran anak. Dalam Metode Piramid, anak-anak berkembang dalam permainan dan pembelajaran dengan mengambil inisiatif sendiri dan dengan inisiatif yang dilakukan oleh guru mereka. Penilaian yang seimbang dicari dengan mengungkapkan bagaimana perkembangan berlangsung dalam setiap bidang perkembangan dan sebaik apa sasaran atau tujuan guru bisa tercapai.
Penilaian Autentik dan Individual
Untuk benar-benar mangetahui apa yang dilakukan anak, kami menggunkan prosedur terandalkan yang berfokus pada anak secara pribadi. Semua ini adalah prosedur yang sesuai dengan lingkungan bermain-belajar alami anak. Kami memeriksa perilaku nyata anak: bagaimana anak bersikap dan apa saja prestasi anak.
Penilaian Sistematis dan Umum
Untuk mengetahui dengan pasti sejauh mana anak-anak mewujudkan sasaran yang ditetapkan bagi mereka, kami menggunakan prosedur yang sistematis dan standar yang berhubungan semua anak pada tingkatan yang sama. Kami memerlihatikan perilaku dan prestasi untuk mengukur bagaimana mereka menggunakan inisiatif mereka sendiri dan seberapa banyak mereka bergantung pada inisiatif guru mereka.
ALAT
Dalam melakukan berbagai evaluasi, kami menggunakan beberapa instrumen yang berbeda, karena tidak ada satu instrumen yang sesuai untuk semua tujuan.
Evaluasi Harian
Evaluasi harian berlangsung dalam lingkungan alam sehari-hari kelompok. Dalam Metode Piramid, perilaku dan prestasi anak dinilai.
Pengematan. Saat guru bekerja, ia menggunakan pengetahuan yang terkait dan tentang pendidikan untuk mengamati anak. Sepanjang bersangkutan dengan komponen penghubung, fokusnya adalah pada keselamatan, kemandirian, dukungan emosional, struktur, dan peraturan.
Mencatat dan Portofolio. Guru membuat catatan mengenai apa yang dilakukan oleh setiap anak. Untuk mempertahankan tinjauan mengenai pekerjaan yang dilakukan anak, guru menyimpan portofolio dan mengumpulkan contoh pekerjaan yang dihasilkan dengan inisiatif anak sendiri.
Evaluasi Setengah Tahunan.
Dua kali dalam setahun guru membebaskan dari dari kewajiban sehari-hari dan menilai anak-anak menggunakan skla pengamatan dan melakukan beberapa tes digital dengan anak-anak dalam sistem pengawasan siswa. Penilaian ini berfokus pada perilaku setiap anak dan apa yang telah dipelajari anak dari inisiatif yang diambil guru, misalnya dari proyek dan kegiatan yang berurutan. Tujuan evaluasi ini adalah menemukakan apa yang telah diikuti anak selama 6 bulan terakhir harus disesuaikan.
Skala Pengamatan. Skala mengamati keterampilan gerak, perkembangan sosial-emosional, dan perilaku bermain-belajar anak, guru menggunakan dua skala pengamatan; skala prasekolah dan pra-taman kanak-kanak/taman kanak-kanak.
Tes Digital. Tiga tes digital untuk kecerdasan kognitif adalah perkembangan bahasa dan perkembangan membaca, perkembangan berfikir dan berhitung, dan orientasi ruang dan waktu.
Tes Adaptif. Setelah penelitian ekstensif untuk mengetahui apakah mungkin anak-anak melakukan tes digital, dikembangkanlah tes komputer untuk anak-anak. Anak-anak menyukai bekerja dengan komputer karena mereka bisa berkonsentrasi pada tugas.
Evaluasi Diagnostik
Meski secara umum prosedur yang kami sebutkan tadi tampaknya memuaskan dan memungkinkan kita mengikuti perkembangan anak dan mengambil keputusan, instrumen diagnostik lain juga tersedia untuk kasus khusus dan masalah yang sulit.
Wawancara Diagnostik. Wawancara diagnostik digunakan untuk mengembangkan gambaran mengenai perilaku anak.
Program Observasi. Guru bisa menggunakan program pengamatan mana pun atau seluruhnya dari tiga program yang ada untuk menentukan sejauh mana kemajuan anak dalam bidang kognitif.
EVALUASI GURU
Evaluasi gurur berfokus pada cara guru menghadapi setiap anak (komponen penghubung) dan sejauh mana ia mengoptimalkan perkembangan setiap anak ( komponen pendidikan).
Selama Pelatihan
Selama pelatihan guru dilatih di “lantai kerja”. Untuk melaksanakan pelatihan secara afektif, pelatihan menggunakan Pyramid Implementation Assessment (PIA). Instrumen ini meliputi semua tujuan yang relevan dalam Metode Piramid dan diajarkan dengan cara yang mudah dipahami.
Setelah Pelatihan
Setelah pelatihan selesai, keterampilan yang diperoleh harus terus diperbaharui. Piramid telah mengembangkan “cermin” kemampuan berbasis internet yang dikenal sebagai Pyramid Competence Mirror (PCM) untuk memperbaharui keterampilan.
EVALUASI PROGRAM
Evaluasi adala dimensi penting Metode Piramid dan dilakukan secara internal dan eksternal.
Evaluasi Internal
Dalam sistem sekolah, evaluasi internal adalah prosedur yang bisa diterima. Sekolah bisa mengevaluasi pengajaran mereka menggunakan instrumen Piramid (terpisah dari kurikulum) yang dikembangkan oelh Cito.
Kesimpulan. Anak-anak harus memulai pada usia 3 tahun dan terus mengikuti Metode Piramid selama 3 tahun. Dengan cara ini, anak-anak melaju pesat dalam perkembangan yang mengarah pada kesempatan yang lebih baik bagi pendidikan sekolah dara yang sukses.
Evaluasi pembimbing
Kami menguji semua anak yang engikiti Metode Piramid selama setengah tahun. Bagi semua anak ini, skor kemampuan (bahasa, berpikir, dan ruangdan waktu) sudah diketahui.
Evaluasi Eksternal
1.      Percobaan nasional. Untuk menampilkan hasil penelitiab yabg bisa diterima, lebih baik melakukan evaluasi eksternal yang dilakukan oleh peneliti independen. Metode Piramid- seperti halnya pembelajaran dengan Metode Kaleidoscope- memiliki dampak lemah hingga kuat dalam mengurangi risiko pendidikan pada anak-anak.
2.      Penilaian Amsterdam-Prasekolah dan taman Kanak-kanak. Antara tahun 1998 dan 2000, setelah Percobaan Nasional, sebuah penelitian yang sama diadakan di Amsterdam oleh Universitas Gronongen. Kemajuan yang dibutuhkan telah diperkenalkan ke dalamMetode Piramid: Pendekatan bahasa baru telah ditanamkan ke dalam proyek dengan struktur tertentu untuk perkembangan kosakata, dan langkah menuju perluasan dan pendalaman dalam penjelajahan kelompok di dalam buku proyek telah dibuat lebih jelas.
3.      Penelitian Prima Cohort. Dalam sebuah penelitian untuk menemukan praktik terbaik, pemerintah lokal Amsterdam dan Universitas Amsterdam menggunakan hasil penelitian Prima Cohor (Veen, Roeleveld, & van Daalen, 2005) dan memilih 30 sekolah di Amsterdam yang konsepnya mendukung anak-anak yang beresiko, sebagian besar adalah anak-anak imigran. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar sekolah Piramid terbukti menjalankan “praktik terbaik”.
J.      KESIMPULAN
Metode Piramid menunjukkan dampak positif pada ukuran hasil perkembangan. Kami juga melihat semua dampak ini ( dalam arah positif yang sama) dalam penelitian lokal. Oleh karena itu, Metode Piramid tampaknya merupakan metode yang afektif dan praktis yang membantu guru dalam melaksanakan pendidikan prasekolah dan taman kanak-kanan yang sukses. Piramid adalah metode kuat yang bisa  digunakan dalam suasana yang menguntungkan dan kurang menguntungkan. Piramid adalah metode seimbang yang menawarkan kesempatan optimal bagi anak-anak untuk mengembangkan diri mereka; keseimbangan dalam inisiatif anak dan inisiatif guru; dalam komponen penghubun dan pendidikan; dalam muatan dalam kemungkinan bagi anak-anak; dan yang terakhir tapi bukan yang terburuk, keseimbangan dalam prosedur evaluasi untuk menilai karakteristik mereka sendiri dan kreativitas anak-anak serta cukup sistematis untuk melihat apakah tujuan guru telah tercapai.