welcome

selamat datang selamat membaca dan semoga bermanfaat

Kamis, 04 Oktober 2012

KOLASE, MOZAIK DAN MONTASE

BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Kolase, Mojaik dan Montase merupakan bagian atau cabang dari seni rupa yang agak kurang diperhatikan keberadaannya bahkan kurang dimengerti oleh masyarakat umum, karena dari ketiga cabang seni rupa ini masih dianggap sebagai seni lukis, seni patung, seni gambar. Dilihat dari bentuk hasilnya karya ketiga tersebut merupakan paduan dari beberapa bagian,  karya kolase terdapat kolaborasi dari seni lukis, seni kriya, seni dekorasi bahkan terdapat unsur ilustrasi.
Pemahaman tentang pengetahuan dan keterampilan kolase, mozaik, mdan montase merupakan hal yang sangat penting bagi seorang guru Taman Kanak-kanak, karena proses keterampilan kolase, mozaik, dan montase bagi anak usia Taman Kanak-kanak merupakan kegiatan bermain sekaligus berseni dalam kegiatan anak. Senang bermain adalah naluri badi setiap anak terlebih pada usia dini, yang akhirnya dapat ikut serta/berperan dalam mematangkan emosional bagi anak sehingga anak dapat memenuhi kebutuhan setiap fase perkembangan psikologi anak.
B.     Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan yaitu agar mengetahui materi Seni Rupa Anak Usia Dini lebih mudah dalam mempelajari materi ini dan dapat menambah pengetahuan yang baru untuk melengkapi dari materi-materi sebelumnya.
C.    Pembatasan Masalah
Makalah ini diharapkan lebih efektif, efisien, terarah dan dapat dikaji lebih mendalam maka diperlukan pembatasan masalah. Adapun pembatasan masalah yang dikaji adalah Kolase, Mozaik, Montase, Materialnya, Bahan Pewarnaan, Teknik Karyanya, serta Kegiatan Pembelajarannya.



BAB II
PEMBAHASAN MASALAH
I.                   KOLASE, MOZAIK DAN MONTASE
A.    Kolase
Pengertian kolase menurut kamus besar Bahasa Indonesia, komposisi artistik yang dibuat dari berbagai bahan (kain, kertas, kayu) yang ditempelkan pada permukaan gambar (Depdiknas, 2001). Kolase juga merupakan karya seni rupa dua dimensi yang menggunakan bahan yang bermacam- macam selama bahan dasar tersebut dapat dipadukan dengan bahan dasar lain yang akhirnya dapat menyatu menjadi karya yang utuh dan dapat mewakili ungkapan perasaan estetis orang yang membuatnya, sehingga menjadi karya seni rupa dua dimensi yang dirangkum, dapat digolongkan / dijadikan bahan kolase. Kolase memiliki unsur- unsur seni rupa lain, yaitu unsur seni lukis dari bentuk dua dimensi yang datar dan menggambarkan suatu bentuk tetapi diwakili oleh benda yang bermacam- macam sebagi pengganti garis, warna dan bidangnya . Garis, warna dan bidang sebagai unsur seni lukis yang kedudukannya diganti oleh barang- barang atau material  sebagai unsur kolase. Misalnya dalam ungkapan sebuah kendaraan motor, obat nyamuk bakar menggambarkan roda, bollpoint bekas menggambarkan unsur kendaraanpada bagian sepak bor, batu baterai untuk menggambarkan tanki motor, bola lampu senter sebagai gambaran lampu sepeda motor dan lain- lain. Unsur seni kriya, kolase dalam pembuatannya memerlukan kesabaran yang tinggi dan ketrampilan menyusun, menempel, merangki dan lain sebagainya membutuhkan ketrampilan.
Unsur dekorasi kolase sangat sulit menggambarkan dengan gaya naturalis karna materialnya terdiri dari bahan – bahan yang beraneka dan berbentuk benda utuh, sehingga untuk menggambarkan bentuk elastis naturlis sangat sulit.

B.     Mozaik
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, mozaik adalah seni dekorasi bidang dengan kepingan bahan keras berwarna yang disususn dan ditempelkan dengan perakekat (Depdiknas 2001).
Pengertian Mozaik yaitu pembuatan karya seni rupa dua atau tiga dimensi yang menggunakan material atau bahan dari kepingan – kepingan yang sengaja dibuat dengan cara dipotng- potong atau sudah dibentuk potongan kemudian disusun dengan , ditempelkan pada bidang datar dengan cara dilem. Kepingan benda- benda itu , antara lain : kepingan pecahan keramik, potongan kaca, potongan kertas , potongan daun, potongan kayu. Untuk membuat garis kontur yang membaasi ruangan atau bidang tidak menggunakan pewarna yang dioleskan, tetapi menggunakan  tempelan- tempelan yang berbeda warna. Mozaik pada umumnya masih dianggap seni lukis karna disanmping siftanya yang dua dimensi, masih dibantu dengan gambar pada proses pembuatan polanya walaupun bahannya digunakan kertas, daun, biji- bijian , kepingan kaca, pecahan keramik dll. Mozaik dibuat dari bahan- bahan yang sifatnya leparan atau kepingan yang kemudian ditempel pada bidang datar sehingga menjadi sebuah gambar. Mozaik dapat diwakili ide dahulu, setelah ditentukan idenya kemudian cari bahannya baru menentukan idena karna harus berfikir bagaimana caranya memadukan bahan- bahan yang bermacam- macam menjadi karya.

C.    Montase
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, montase adalah komposisi gambr gambar yang dihasilkan dari percampuran unsur beberapa sumber (Depdiknas 2001).
Karya montase dihasilkan dari mengeposisikan beberapa gambar yang sudah jadi dengan gambar yang sudah jadi lainnya. Gambar rumah dari majalah kemudian dipotong yang hanya diambil Gambar rumahnya saja kemudian ditempelkan pada permukaan alas gambar. Ini merupakan salah satu contoh sederhana dari karya montase.
Montase dua dimensi dianggap seperti karya lukisan karena materialnya terdiri dari gmbar-gambar yang sudah jadi hanya karena dipotong-potong lalu dipadukan sehingga menjadi satu kesatuan karya ilustrasi. Montase disamping dibuat dua dimensi juga tiga dimensi, montase tiga dimensi berbentuk setting.





II.                MATERIAL KOLASE, MOZAIK, MONTASE, ALAT DAN BAHAN PEWARNAAN
Dalam pendidikan Seni Rupa material merupakan bahan dasar yang nantinya akan dibentuk, diubah menjadi karya dari salah satu cabang seni rupa yang merupakan buah ekspresi pencipta karya tersebut. Untuk terjadinya sebuah karya seni rupa dibantu juga oleh alat untuk membantu jalannya proses bahan hingga menjadi sebuah karya.
Anak Tk adalah anak yang selalu aktif. Oleh karena itu, dalam pembelajaran Kolase, Mozaik dan Montase disarankan mencari bahan dan alat yang tetap merangsang bagi siswa untuk membuat suatu karya dengan tetap memiliki rasa senang, agar anak tersebut beranggapan bahwa apa yang diberikan kepadanya adalah mainan untuk mereka.  Untuk bahan dan alat yang dipergunakan pada pembelajaran  Kolase, Mozaik, dan Montase pada umumnya adalah sebagai berikut :
A.    Material Kolase
Pembahasan mengenai material ini membahas bahan-bahan apa yang cocok untuk digunakan dalam kolase, mozaik, dan montase secara umum dan secara khusus untuk pembelajaran di Taman Kanak-Kanak.
1.      Material untuk Pembuatan Karya Kolase secara Umum
Kolase menuntut kreativitas dan ide yang lebih sulit dibandingkan dengan pembuatan karya seni rupa yang lain. Untuk menemukan ide dalam kolase , coba anda bayangkan benda-benda seperti obat nyamuk bakar, batu batry bekas, ball point bekas, bola lampu yang sudah rusak, sendok garpu, tutup gelas, kancing baju, kelereng, komponen elektronik yang rusak, bagaimana cara memadukan benda-benda tersebut agar menjadi sebuag karya seni. Anda dituntut untuk teliti serta dengan kesabaran yang tinggi dalam menciptakan karya kolase ini, selama anda memiliki keinginan dan kemauan yang tinggi akan mudah anda lakukan.
Benda-benda tersebut dapat anda temple pada sebuah papan, triplek atau bahan datar apa saja baik dengan di lem, dipaku atau diikat sehingga menjadi sebuah kesatuan yang berupa karya seni kolase. Contoh ini hanya sebagian dari material kolase yang disebutkan dan masih banyak lagi, sehingga dapat kita katakana bahwa material untuk karya seni kolase adalah benda apapun yang dapat dipadukan sehingga menjadi sebuah karya seni rupa kolase. Baik dengan cara ditempelkan pada papan dengan di lem, dipaku, diikat atau dengan cara apapaun, dapat juga dengan cara tidak ditempel pada papab melainkan dengan cara disusun menjadi bentuk tiga dimensi.

2.      Material Kolase untuk Pembelajaran di Taman Kanak-kanak
Material yang digunakan dalam pembuatan kolase di taman kanak-kanak tentu berbeda dengan material pada umumnya, tetapi prinsip yang digunakan sama. Yang membedakan adalah bahan baku yang digunakan, untuk pembelajaran kolase di TK akan lebih sederhana dan tidak membahayakan.
Coba anda bayangkan dan cermati dengan sungguh – sungguh, siapkan bekas gelas minuman mineral dan hilangkan tutupnya, lalu bagian yang tadinya ada tutupnya taruh penjepit pakaian dengan cara dijepitkan pada bibir bekas air mineral secara tegak ke belakang. Pada badan gelas tersebut tempelkan kertas berwarna di sisi kanan dan kiri dengan dibentuk seperti sayap burung, diabagian atas depan penjepit pakaian tempelkan kertas berwarna dengan menyerupai ekor burung. Bagian depan (bagian gelas bawah) tempelkan dua kancing baju sehingga menyerupai mata dan dibawahnya tempeli tutup ujung ball point sebagai bentuk hidung, dibawah hidung buatlah tempelan dari kertas karton berwarna atau diwarnai merah sehingga menyerupai mulut bebek. Kemudian bagian bawah pasanglah permen yang berbentuk bulat ada gagagnya sebagai roda dibawah sebanyak empat buah permen atau dapat diganti dengan jenis lain. Bagian atas sebagai punggung burung berilah lubang untuk mengikat benang sebagai alat untuk menggantungkan.
Setelah anda melakukan semua ini coba apa yang anda pahami dan tentu dapat ditambahkan variasi-variasi lainnya.
Dari uraian tersebut anda dapat merinci material apa saja yang dapat digunakan oleh anak-anak TK.

B.     Material Mozaik
Mengenai persiapan materialnya mozaik lebih mudah karena terdiri dari satu jenis bahan material pokoknya. Pembuatan mozaik pada umumnya berbeda dengan mozaik untuk pembelajaran di TK, teutama mengenai bahan dasarnya tetapi prinsip kerjadan kaidah kesenirupaannya tetap sama.


1.      Material Mozaik dalam Pengertian Umum
Mozaik pada umumnya adalah karya seni yang menginginkan estetika dan memiliki tujuan praktisi yaitu untuk kepentingan terapan, karya mozaik sering dipakai untuk hiasan dinding, pintu, sopi-sopi rumah, dan perangkat mebeler.
Pada seni modern tentang mozaik di Jepang  yang telah dikenal secara umum yaitu Patchwork and Quilting. Patchwork and Quilting adalah seni menyambung serta mengombinasikan kain-kain perca. Dalam menyambungkan dan mengombinasikan ini tidak terdapat aturan yang khusus, dapat disambung dengan cara dijahit atau di lem tergantung pada kreativitas oleh pembuatnya. Contoh karya Patchwork and Quilting adalah sarungbantal, sprei, alas vas bunga, taplak meja, gantungan handuk, hiasan dinding, tas, alas kaki, tempat tisu dan lainnya. Pembuatan mozaik sangatlah banyak material yang dapat digunakan sesuai dengan kreativitas anda.
2.      Material Mozaik untuk Pembelajaran di Taman Kanak-Kanak
Tentu akan berbeda material yang dipakai untuk karya mozaik dengan yang dipakai pada umumnya. Karena mozaik bagi anak TK merupakan media pengungkap ide estetika, bukan untuk pembuatan  mozaik yang memiliki nilai praktis. Ada beberapa contoh material yang dipakai untuk pembelajaran mozaik di tingkat TK, antara laim : kertas, kancing baju, potongan kain,biji-bijian, daun kering, potongan kayu,potongan tripleks uang kecil-kecil, biji korek api, dan lainnya karena seni mozaik itu sangat banyak bahannya, yang utama adalah kreativitas anda memilih dan mengajak siswa untuk berekspresi dengan media yang anda tentukan.
C.    Material Montase
Untuk pembelajaran di tingkat TK tentang Motase tidaklah jauh berbeda dengan montase pada umumnya kerena prinsip kerja antara mozaik dan montase hampir sama. Yang membedakan hanyalah objek yang hendak dibuat dan materi yang digunakan.
Material untuk montase yang biasa dipergunakan dalam kegiatan seni pada umumnya akan jauh berbeda dengan material yang dipergunakan untuk media ekspresi dalam pembelajaran montase di TK, karena montase disamping sebagai karya dua dimensi juga tiga dmensi.

D.    Bahan Pewarnaan
Dalam pembuatan Kolase, Mozaik dan Montase tidak banyak membutuhkan bahan pewarna yang berupa cat, karena pada pembuatan karya kolase,mozaik dan montase seringkali menggunakan pewarnaan yang sudah jadi yaitu warna sudah ada pada benda tersebut.
Contoh: kertas berwarna tidak perlu diberi pewarna lagi, kaca pada mozaik tidak perlu diberi pewarna lagi Karena warna kaca itulah yang nantinya akan membuat warna-warni mozaik tersebut. Dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa pewarna untuk kolase, mozaik dan montase tidak banyak dibutuhkan , karena sudah membutuhkan warna asli.

E.     Alat
Alat  yang diperlukan dalam embuatan karya kolase, mozaik dan montase sulit disebutkan satu-persatu karena dalam pembuatan karyanya sangat beraneka ragam.
Adapun alatalat yang dapat disebutkan : gunting, gergaji, jarum, kuas, bor, palet, pisau, dan lainnya.

III.             TEKNIK KARYA KOLASE, MOZAIK, dan MONTASE
Dari ketiga jenis karya seni ini kebanyakan orang tidak tahu seperti apa, di buat dari apa, dan bagaimana cara membuatnya. Oleh karena itu pada pembahasan ini lah dijelaskan mengenai bagaimana teknik pembuatan dan bahan apa yang dipergunakan.
A.    TEKNIK MEMBUAT KOLASE
Dalam pengertian umum kolase dapat dibuat dalam bentuk dua dimensi. Dalam proses pembuatan karya kolase sering terjadi materialnya harus disiapkan dahulu, baru kemudian ide bentuk karya yang akan di persiapkan. Dan dalam proses pembuatan kolase, yaitu dengan cara memadukan barang-barang yang terdiri dari benda yang berbeda-beda hingga menjadi sebuah karya melalui teknik asembling (dengan di lem, las, dipaku dan lain-lain) di masukkan agar dapat menyatu.
Salah satu contoh karya kolase untuk anak usia dini adalah, telur yang sudah di kosongkan isinya kemudian ditempeli sehelai bulu yang dibentuk seperti sayap pada kanan dan kirinya kemudian di bagian belakangnya ditempeli kertas berwarna yang dibentuk seperti ekor, bagian depan sebagai kepala tempelkan plastik yang berbentuk bulat sebagai kepalanya yang kemudian ditambah dengan tempelan manik-manik sebagai mata. Tempelkan bagian bawah telur potongan styrofoom agar bentuk ayam tersebut dapat berdiri.

B.     TEKNIK MEMBUAT MOZAIK
Mozaik terdiri dari dua dimensi dan tiga dimensi. Tetapi prinsip kerjanya sama, yaitu menempelkan potongan benda-benda lain. Benda-benda tersebut dapat berupa pecahan kaca, pecahan keramik, potongan kayu, batu, gunting, kertas, guntingan dari daun kering, dan lain sebagainya selama masih berbentuk potongan yang lembarnya dapat disusun dalam bidang yang telah disediakan.
Pewarnaan pada mozaik ini dipilih dari bahan/material mozaik yang akan di tempel yang memiliki warna asli, artinya warna tersebut asli dari warna kaca, mika, keramik, daun, kayu, sehingga nantinya tidak perlu menambahkan pewarnaan setelah ditempelkan. Untuk menghasilkan corak gambar yang elastis atau dekoratif, maka anda harus mengatur warnanya tersebut dari susunan materialnya.
Salah satu contoh dalam pembuatan mozaik ;
Siapkan kertas karton/kertas tebal yang diberi pola atau motif gambar. Karena bahan dasarnya dari karton atau kertas lain, maka maaterialnya yang ditempelkan adalah potongan kertas, daun, rumput kering, plastik.kemudian tempelkan dengan menggunakan lem disusun menurut tujuan gambar yang diinginkan.
Untuk material seperti kaca, kayu, keramik, batu, biasanya ditempelkan pada dinding, tembikar, lantai atau papan yang diperuntukan untuk hiasan mozaik.

C.     TEKNIK MEMBUAT MONTASE
Karya montase adalah karya seni rupa yang mengombinasikan dari beberapa unsur, baik unsur dua dimensi maupun insur tiga dimensi.
Pada pembuatan montase tidak beda jauh dengan mozaik dan kolase, yaitu membuat karya seni rupa dengan menggunakan sistem tempel. Adapun cara menempelnya dapat dengan di lem, dijahit, dilas dan dipaku atau cukup disusun tanpa menggunakan perekat.



D.    TEKNIK PEWARNAAN PADA KARYA KOLASE, MOZAIK, DAN MONTASE
Jarang ditemukan pembuatan karya kolase, mozaik dan montase memberikan pewarnaan setelah rangkaian karya tersebut jadi. Karena pemberian karya yang sudah terangkai tidak dapat memberikan hasil akhir yang bagus.
Pewarnaan tiga karya tersebut dilakukan pada waktu material belumn dirangkai. Kebanyakan material sudah memiliki warna alam/asli dari benda sebelum dipakai sebagai material kolase, mozaik dan montase. Contoh : pecahan kaca, keramik, kayu, batu, daun.










KEGIATAN PEMBELAJARAN KOLASE, MOZAIK DAN MONTASE                                 UNTUK ANAK USIA DINI
A.    FUNGSI PRAKTIS
Karya seni rupa (dalam hal ini karena kolase, mozaik dan montase sebagai bagian dari seni rupa), selain bersifat individual sebagai media ekspresi, karena manusia secara naluriah dalam kehidupannya mencintai keindahan dan selalu berupaya menghadirkan sentuhan keindahan dalam berbagai aspek kehidupannya, juga memiliki sifat pragmatis untuk memenuhi fungsi praktis dan fisik sebagai benda-benda kebutuhan sehari-hari, sehingga kecintaan manusia pada keindahan disalurkan pada pembuatan atau penikmatan aneka perabot dan benda-benda pakai yang indah yang diproduksi dengan teknologi yang maju, seperti ; hunian yang nyaman, jenis-jenis perabot rumah tangga, aneka produk karajinan tangan, beragam model pakaian, bahkan media komunikasi dan hiburan.


B.     FUNGSI EDUKATIF
Berkarya seni apapun telah terbukti secara tidak langsung sangat membantu pendidikan melalui penerapan metode pembelajaran melalui pendidikan seniu dalam upaya untuk membantu pengembangan berbagai fungsi perkembangan dalan diri seorang anak. Yangf meliputi kemampuan fisik, daya pikir, daya cerap, cita rasa keindahan, kreativitas. Seorang anak akan lebih mudah belajar tentang sesuatu bila melalui seni. Hal ini di karenakan kegiatan berseni seni pada anak seperti halnya anak sedang bermain, sehingga dalam proses pembelajarannya pun akan berlangsung dengan menyenangkan. Hingga usia berapapun proses berseni selalu dapat terlaksana berkat rasa senang.
C.     FUNGSI EKSPRESI
Unsur-unsur seni rupa kolase, mozaik dan montase seperti garis, warna, bentuk dan tekstur merupakan ide-ide/gagasan, imajinasi, pengalaman yang estetis yang kemudian diungkapkan berwujud ekspresi simbolis yang sangat pribadi.
Fungsi ekspresi ini banyak dijumpai pada seni murni, karena seni murni merupakan penuangan ekspresi yang murni yang hanya sebagai media ekspresi diri, bukan dilakukan untuk fungsi seni praktis.
Pada kegiatan seni rupa anak, pada umumnya memiliki sifat seni murni, karena anak belum menginginkan apa-apa selain berseni sebagai perwujudan gagasan estetisnya.
D.    FUNGSI PSIKOLOGIS
Seni rupa di samping sebagai media ekspresi dapat pula dimanfaatkan sebagai fungsi terapeutik sebagai sarana sublimasi, relaksasi, yaitu sebagai penyaluran berbagai permasalahan psikologis yang di alamai seseorang.
Terapi melalui seni tidak mementingkan nilai tingkat keindahan karya yang dihasilkan, tetapi lebih mementingkan terlaksananya proses penyembuhan pengalaman traumatik dalam diri seseorang.

E. Fungsi Sosial
Kehadiran fungsi sosial menyediakan lapang pekerjaan dan peningkatan taraf hidup melalui pengembangan industri kriya (banyak kita jumpai di art shop dengan karya kolase, mozaik). Bahkan melalui kebebasan berekspresi dalam seni memungkinkan seorang seniman melalui ekspresi simbolisnya dalam mengkritisi berbagai keadaan dalam masyarakat yang perlu perbaikan. Menurut Agus Sachri (2004), bahwa seni dapat berfungsi sebagai indikator tanda-tanda zaman yang berlangsung pada satu kurun waktu tertentu. Baik sebagai monumen budaya, gaya hidup masyarakat, maupun sebagai ciri peradaban yang sedang berlangsung.
                                                                        Fungsi Sosial artinya kehadiran karya seni rupa terutama seni pakai pada umumnya banyak membantu memecahkan berbagai persoalan sosial. Menurut Agus Sachri (2004) , bahwa seni dapat berfungsi sebagai indikator tanda – tanda zaman yang berlangsung pada suatu kurun waktu tertentu. Baik sebahagi monumen budaya, gaya hidup masyrakat, selera masyrakat maupun sebagai ciri peradaban yang sedang berlangsung.

F. Proses Kreasi Kolase, Mozaik, dan Montase pada Anak Usia Dini
Proses kreasi atau proses kreatif merupakan tahapan yang harus dilalui oleh seseorang dalam suatu karya seni yag dalam hal ini adalah kolase, mozaik, dan montase. Mulai dari proses memperoleh, dan menemukan sumber ilham atau inspirasi, gagasan hingga proses mewujudkan dalam karya kolase, mozaik, dan montase. Dalam hali ini impresi yang dirasakan, dipikirkan, dan dihayati oleh seseorang dituangkan sebagai ekspresi yang personal dalam wujud karya kolase, mozaik, dan montase.
Kreasi dalam pembuatan karya tersebut melalui tahapan-tahapan, yaitu: tahap rasa, tahap karsa, tahap cipta dan tahap karya. Tahapan dari yang bersifat rasa dan karsa sampai ke bentuk yang bersifat fisikal.
1.      Tahapan Rasa
Merupakan proses psikologi yang terjadi dalam diri seseorang pada saat stimulus ditangkap oleh seseorang melalui fungsi indrawi. Hal ini melalui proses pengamata, pemusatan perhatian dan kesadaran estetika terhadap objek yang kemudian diapresiasikan sehingga memperoleh rangsangan yang bersifat internal yang berasal dari luar dirinya. Stimulus yang berupa rangsangan ini menimbulkan semacam getaran atau dalam istilahnya Cicelia “sensasi indrawi” (2006). Sensasi ini pada aealnya belum memiliki makna, tetapi lama kelamaan dapat menjadi bermakna karena bertambahnya pengalaman personal yang selalu berdekatan dengan seni.
Selanjutnya proses mempersepsi, proses ini merupakan lanjtan dari proses rasa sensasi, lalu setelah dirasakan akan menimbulkan kesan yang memiliki makna tertentu pada dirinya. Dalam proses pencerapan ini terjadilah asosiasi dan mekanisme kemampuan (intelektual) yang lain, yaitu: kemampuan membedakan (diferensiasi), kemampuan membandingkan (komparasi). Kemampuan persamaan (analogi) yang akhirnya dapat menyimpulkan (sintesis). Dan kesemuanya ini menghasilkan pengalaman bermakna yang lebih luas dari sebelumnya.

2.      Tahapan Karsa
Merupakan proses psikologi yang terjadi pada diri seseorang yang memiliki kaitan dengan rangkaian proses merenungkan, proses menanggapi, proses menikmati kesan pada saat akan menuangkan gagasan dalam berkarya.
Proses merenungkan, merupakan proses dalam membangun tanggapan-tanggapan yang mendalam terhadap sensasi-sensasi indrawi yang sering disebut pula sebagai kesan (impresi). Adapun tanggapan atau kesan (impersi) yang ada kaitannya dengan pemikiran secara sadar disebut interprestasi, sedangkan tanggapan-tanggapan atau kesan yang ada hubungannya dengan perasaan seseorang disebut emosi.
Untuk merespon atau menanggapi kesan yang lebih mendalam dibutuhkan fungsi aktif intelektual yang kemudian dipadukan dengan emosi. Dari perpaduan fungsi-fungsi ini akan membentuk pemahaman yang dalam mengenai apa yang telah dirasakan oleh seseorang dalam proses menikmati suatu seni. Emosi estetis adalah emosi timbul karena impersi (kesan) yang mendalam terhadap perasaan pada waktu terjadi sensasi dalam proses penikmatan seni. Maka tanpa faktor impresi, suatu proses penikmatan seni tidak dapat tercapai.
Rasa dan karsa merupakan rangkaian proses yang saling berhubungan dan merupakan tahapan yang sangat penting., karena proses ini sebagai sumber munculnya gagasan atau inspirasi yang kemudian diekspresikan. Gagasan atau inspirasi merupakan sumber untuk prosesnya kreasi yang kemudian dimunculkan berupa ungkapan secara spontan dan melalui proses pencarian/terencana tentang ide dengan diupayakan secara sengaja. Jadi, pemunculan gagasan atau inspirasi dapat dengan cara spontan dan secara sengaja (terencana).

3.      Tahap Cipta
Mencipta, maksudnya merupakan proses memanifestasikan atau menghadirkan sesuatu gagasan atau imajinasi seni menjadi bentuk karya fisik berupa karya dua dimensional. Gagasan atau imajinasi yang berupa rancangan pikiran abstrak kemudian melalui proses pemfisikan menjadi bentuk fisik yang bersifat indrawi. Kesan yang dirasakan dan dipersepsikan oleh seseorang pada saat penikmatan seni kemudian diolah dalam proses fisik menjadi bentuk fisik.

4.      Tahap Karya
Karya merupakan proses dari gagasan atau ide dan berkembang menjadi fisik (cipta) yang ppada akhirnya terbentuklah “karya seni rupa”. Seperti kolase, mozaik, dan montase. Hasil karya penaplikasiannya mengikuti kaidah-kaidah estetika namun bentuk fisiknya tergantung dari teknik (imitasi dan modifikasi) yang digunakan.
Bentuk imitasi adalah meniru hal-hal yang telah ada, sehingga dalam berkarya berusaha menciptakan karya sesuai dengan bentuk yang sebenarnya. Bentuk modifikasi dibagi beberapa cara, yaitu: stilisasi, adalah mengubah bentuk dengan cara deformasi adalh mengubah bentuk dengan cara menyederhanakan bentuk struktur bentuk sebuah objek estetis, distori adalah proses perubahan bentuk-bentuk dengan cara menghancurkan struktur bentuk sebuah objek estetis. Hal ini banyak terjadi pada pembuatan karya seni moozaik.

G.    Pengembangan Ide gagasan pada Anak Usia Dini tentang Berkarya Kolase, Mozaik, dan Montase
                        Anak harus diberikan stimulus estetis atau rangsangan berekspresi untuk mengungkapkan idenya kepada mereka yang belum mempunyai ide. Agar terarah dan mengerti rambu-rambu tentang kolase, mozaik, dan montase, maka perlu diberikan gambaran secara sederhana tentang batasan-batasan dan media bahan dan alat.

1.      Bahan dan Alat
Anak Usia Dini imajinasinya masih murni, sehingga proses pengungkapan imajinasi mereka menjadi sebuah karya rupa seperti halnya mereka sedang bermain Dalam penggunaan alat harus dipertimbangkan segi keamanannya, karena tidak jarang pada anak usia dini dalam kegiatan pembelajaran, apalagi kegiatan tentang seni rupa maka anak-anak dalam belajarnya didominasi oleh bermain yang sering mengarah kepada bercanda. Oleh karena itu, Anda harus menyiapkan alat yang cukup aman untuk pembelajaran kolase, mozaik, dan montase. Bahan dan alat untuk karya kolase, mozaik, dan montase di Taman Kanak-kanak.
Bahan            : Kertas, kain, gabus, lem, daun kering, sedotan, gelas bekas aqua, potongan kayu dadu , benang, biji-bijian, sendok plastik, karet, benang, manik-manik, atau masih banyak media lain.
Alat           : gunting khusus untuk anak-anak, penggaris
Beberapa karya yang dapat dikerjakan oleh anak usia dini di TK yaitu:
a)      Kolase
1.      Sendok bebek pada  pangkal lebarnya di tempel dengan manik-manik atau biji-bijian sesuai dengan selera diberi mata dan hidung dan mulut sehingga membentuk bebek yang lucu.
2.       Bola pim pong bekas ditempeli dengan manik-manik sehingga membentuk seekor kura-kura.
3.      Bekas bungkus rokok atau sabun dapat dijadikan rumah di tempeli kertas dan daun yang kering dengan lem.
b)      Mozaik
a)      Mozaik dua dimensi guru sediakan kertas karton kemudian siswa mengisi potongan-poongan kertas yang warna- warni dengan mengunakan lem dapat juga mengunakan daun kering.
b)      Mozaik tiga dimensi menyediakan botol plastik, gelas aqua,kendi dari gerabah.menempelpotongan kertas-kertas dan daun kering, dan biji-bijian yang telah disediakan.tempel sesuai dengan selera dan motuf yang telah disediakan. Dapat berupa kupu-kupu, burung  dan binatang lainnya.
c)      Montase
1.      Jika taman berpasir ajak anak-anak membuat market pada taman langsung dengan mengunakan bekas kardus, kotak rokok, korek api, daun kering , keramikpecahan krikil  dan lain-lain.
2.      Montase dua dimensi sediakan potongan kertas dari yang sudah di gunting seperti gambar kendaraan, orang, tumbuhan dan lain-lain. Memadukan gambar sehingga menjadi satu kesatuan
3.      Memotong kertas warna dengan motif-motif mobil-mobil, kerta, rumah, pohon, binatang matahari bintang dan lain-lain. Dengan cara teknik menempil sebuah gambar dengan ilustrasi.
Bentuk atau imajinasibagi anak usia dini yaitu:
a.       Sederhana
b.      imitatif
c.       interpretatif
d.      abstrak


























BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Pada ketiga seni rupa yaitu, mozaik, kolase dan montase kurang di perhatikan masyarakat. keberadaannya bahkan kurang dimengerti oleh masyarakat umum. Pemahaman tentang pengetahuan dan keterampilan kolase, mozaik, mdan montase merupakan hal yang sangat penting bagi seorang guru Taman Kanak-kanak, karena proses keterampilan kolase, mozaik, dan montase bagi anak usia Taman Kanak-kanak merupakan kegiatan bermain sekaligus berseni dalam kegiatan anak.
B.     Saran
         Pemahaman tentang pengetahuan dan keterampilan kolase, mozaik, dan montase merupakan hal yang sangat penting bagi seorang guru Taman Kanak-kanak, karena proses keterampilan kolase, mozaik, dan montase bagi anak usia Taman Kanak-kanak merupakan kegiatan bermain sekaligus berseni dalam kegiatan anak.
         Maka dari itu sangat perlu menerapkan ketiga seni rupa tersebut bertujuan untuk mematangkan emosional bagi anak sehingga anak dapat memenuhi kebutuhan setiap fase perkembangan psikologi anak.
















DAFTAR PUSTAKA