welcome

selamat datang selamat membaca dan semoga bermanfaat

Kamis, 04 Oktober 2012

PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI

DAFTAR ISI



Kata Pengantar ...................................................................................................... i...........                                     .................................................................................................................................. i
Daftar Isi ................................................................................................................ ii...........                                     ............................................................................................................................................... ii
Bab 1 Pendahuluan................................................................................................ 1...........                                     ................................................................................................................................. 1
1.1    Latar Belakang................................................................................................ 1...........                                       1
1.2    Rumusan Masalah ......................................................................................... 2...........                                       2
1.3    Tujuan Penulisan............................................................................................ 2...........                                       2
1.4    Metode dan Teknik Penulisan....................................................................... 3...........                         2
1.5    Sistematika Penulisan .................................................................................... 3...........                                     3
Bab 2   Perkembangan Anak Usia Dini.............................................................. 4
2.1 Hakikat Perkembangan .................................................................................. 4...........                                     4
2.2 Teori Pertumbuhan dan Perkembangan ...................................................... 4
2.3 Aspek Perkembangan Anak Usia Dini.......................................................... 5
2.4 Pola Perkembangan Anak ............................................................................. 6...........                         6
Bab 3 Penutup ....................................................................................................... 8...........                                                                                                                                                                       7
3.1 Kesimpulan ...................................................................................................... 8...........                                                                                                                                                                       7
3.2 Saran ................................................................................................................ 8...........                                                                                                                                                                         ........... 8
Daftar Pustaka ...................................................................................................... 9...........                                                                                                                                                                       9





ii
 


BAB I

PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Dengan terbitnya Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), keberadaan pendidikan usia dini diakui secara sah. Hal itu terkandung dalam bagian tujuh, pasal 28 ayat 1-6, di mana pendidikan anak usia dini diarahkan pada pendidikan pra-sekolah yaitu anak usia 0-6 tahun. Menurut  UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisidiknas menyatakan bahwa yang dimaksud pendidikan usia dini adalah:
 Suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Sejak saat itulah, perkembangan pendidikan usia dini tumbuh dengan pesat, baik secara kuantitas maupun kualitas pelayanan pendidikannya. Pendidikan usia dini tidak hanya terbatas pada Taman Kanak-Kanak (TK) sebagai pendidikan prasekolah formal, tetapi mencakup kegiatan lainnya, seperi Kelompok Bermain, Tempat Penitipan Anak, PAUD Sejenis dan lainnya. Kesadaran masyarakat untuk memberikan pendidikan di usia dini mulai meningkat walaupun belum mencapai apa yang diharapkan.
Hal itu dapat dilihat dari data yang dikeluarkan oleh Direktorat Pembinaan TK dan SD, yang mengungkapkan bahwa pada tahun 2007 Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD/TK  baru mencapai 26,68% dan sebagian besar pendidikan anak usia dini (PAUD) diselenggarakan oleh masyarakat (Swasta) yakni sekitar 98,7%. Hal itu menyiratkan bahwa terdapat masalah-masalah yang harus dikaji lebih jauh di antaranya masih lemahnya peran pemerintah dalam mengembangkan PAUD serta maih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan di usia dini.
Selain itu, “ekspektasi” masyarakat yang terlalu tinggi terhadap aspek kemampuan kognitif anak menyebabkan arah pengembangan pendidikan anak usia dini dewasa ini dianggap masih kurang tepat.  PAUD pada hakekatnya adalah pendidikan yang berusaha mengembangkan seluruh potensi anak baik potensi kognitif, afektif maupun psikomotorik dengan cara-cara yang sesuai dengan masa perkembangannya, di antaranya belajar sambil bermain.
Oleh karena itu, upaya memberikan pemahaman yang tepat kepada masyarakat tentang komponen-komponen pendidikan anak usia dini perlu dilakukan. Komponen PAUD antara lain meliputi prinsip-prinsip dasar PAUD, kurikulum,
Proses pembelajaran dan evaluasi. Kajian terhadap komponen-komponen PAUD perlu dilakukan untuk lebih memahami hakekat PAUD itu sendiri, sehingga bagi pendidik anak usia dini proses pembelajaran yang dilaksanakan sesuai dengan tujuan dan kaidah-kaidah pendidikan yang telah ditetapkan.
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis menilai pembahasan terhadap kurikulum PAUD perlu dilakukan baik melalui kajian kepustakaan maupun pengalaman penulis dalam mengelola program PAUD.

1.2 Rumusan Masalah
Dalam penyusunan makalah ini, masalah yang dikaji akan dirumuskan dalam pertanyaan sebagai berikut:
a.       Apa Pengertian Hakikat Perkembangan?
b.      Apa saja bagian dari Teori Pertumbuhan dan Perkembangan ?
c.       Apa Aspek Perkembangan AUD?
d.      Apa saja Pola Perkembangan Anak?

1.3   Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penyusunan makalah ini adalah:
Mengetahui Perkembangan  Anak Usia Dini
Bagaimana Hakikat AUD
Mengetahui Apa Saja Teori Pertumbuhan dan Perkembangan
Mengetahui Aspek Perkaembangan AUD
Pola Perkembangan AUD
1.4  Metode dan Teknik penulisan
Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah metode deskriptif analitik, yakni dengan mengungkapkan masalah-masalah yang dikaji dan kemudian dianalisis berdasarkan teori-teori yang ada  dan pengetahuan penulis. Adapun teknik penulisan yang digunakan adalah kajian kepustakaan.

1.5  Sistematika Penulisan
Makalah ini disusun dengan sistematika penulisan sebagai berikut.
BAB I     PENDAHULUAN     :
Dalam bab ini diuraikan latar belakang masalah, rumusan     masalah, metode dan teknik penulisan dan sistematika penulisan.
BAB II    TEORI PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI
Bab II      Berisi uraian masalah sekaligus kajiannya, tentang Teori Perkembangan Anak Usia Dini
BAB III PENUTUP
                Dalam bab penutup diuraikan kesimpulan dan saran penulis.
DAFTAR PUSTAKA














BAB II
                               PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI

2.1  HAKEKAT PERKEMBANGAN
Usia dini merupakan usia yang sangat penting bagi perkembangan  anak sehingga disebut golden age. Perkembangan anak usia dini sebenarnya dimulai sejak pranatal. Pada saat itu,  perkembangan otak sebagai pusat kecerdasan  terjadi sangat  pesat. Setelah lahir, el-sel otak mengalami  mielinasi  dan membentuk jalinan  yang kompleks (embassy) sehingga nantinya anak bisa berfikir logis dan rasional. Selain otak, organ sensoris seperti pendengar, penglihatan, penciuman, pengecap, perabaan, dan organ keseimbangan juga berkembang pesat . Dalam perkembangannya, anak mempunyai berbagai kebutuhan, yang perlu dipenuhi, yaitu kebutuhan primer yang mencakup pangan, sandang, dan ‘papan’ ; serta kasih sayang, perhatian, rasa aman. Terpenuhinya kebutuhan tersebut akan memungkinkan anak mendapat peluang mengaktualisasikan dirinya, dan hal ini dapat menghadirkan diri untuk mengembangkan seluruh potensi secara utuh..

2.2  Teori Pertumbuhan dan Perkembangan
Pertumbuhan diartikan sebagai suatu penambahan dalam ukuran bentuk, berat atau ukuran dimensif tubuh serta bagian-bagiannya. Sedangkan perkembangan menunjuk pada perubahan-perubahan dalam bentuk bagian tubuh dan integrasi bagian-bagiannya ke dalam satu kesatuan fungsional bila pertumbuhan itu berlangsung. Intinya bahwa pertumbuhan dapat diukur (kuantitatif) sedangkan perkembangan hanya dapat dilihat gejala-gejalanya(kualitatif).
Pertumbuhan terjadi secara simultan dengan perkembangan. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan merupakan hasil interaksi kematangan susunan saraf pusat dengan organ yang dipengaruhinya, misalnya perkembangan sistem neuromuskuler, kemampuan bicara, emosi dan sosialisasi. Kesemua fungsi tersebut berperan penting dalam kehidupan manusia yang utuh
                                                                                                                                   
2.3 ASPEK PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI
Ada beberapa aspek yang mendasari perkembangan anak usia dini yaitu meliputi :
¢  Kesadaran personal
¢  Pengembangan Emosi
¢  Membangun Sosialisasi
¢  Pengembangan Komunikasi
¢  Pengembangan Kognitif
¢  Pengembangan Kemampuan Motorik
1.      Kesadaran Personal
Permainan yang kreatif memungkinkan perkembangan kesadaran personal.Bermain membuat anak untuk tumbuh secara mandiri dan memiliki kontrol atas lingkungannya.
2.      Pengembangan Emosi
Melalui bermain anak dapat belajar menerima, berekspresi dan mengatasi masalah dengan cara yang positif.Dari emosilah dia dapat belajar mengendalikan diri dan mengekspresikan perasaannya.
3.      Membangun Sosialisasi
Cara anak untuk dapat membangun sosialisasi adalah melalui bermain, dari bermain mereka dapat berbagi dan memperluas empati terhadap sesama.
4.      Pengembangan Komunikasi
Dalam hal ini bermain juga berperan atas pengembangan komunikasi karena dari bermain anak dapat memperluas kosa kata dan mengekspresikan kemampuan bahasa mereka melalui interaksi.
5.      Perkembangan Kognitif
Pada aspek kognitif, perkembangan anak nampak pada kemampuannya dalam menerima, mengolah, dan memahami informasi-informasi yang sampai kepadanya. Kemampuan kognitif berkaitan dengan perkembangan berbahasa (bahasa lisan maupun isyarat)seperti: memahami kata, mengeluarkan apa yang dia pikirkan.
6.      Pengembangan Kemampuan Motorik
Dalam pengembangan aspek ini cara bermain lah yang dapat memacu perkembangan motorik yang meliputi penggunaan otot-otot besar dan kecil.

2.4 POLA PERKEMBANGAN ANAK
Pola perkembangan anak sangat berkaitan dengan aspekperkembangan anak diantaranya :
Pola perkembangan fisik , sosial , emosional dan  intelektual.
1. Fisik
Perkembangan fisik (motorik) merupakan proses tumbuh kembang kemampuan gerak seorang anak. Setiap gerakan yang dilakukan anak merupakan hasil pola interaksi yang kompleks dari berbagai bagian dan sistem dalam tubuh yang dikontrol oleh otak. Perkembangan fisik (motorik) meliputi perkembangan motorik kasar dan motorik halus.
Perkembangan motorik kasar seperti Kemampuan anak untuk duduk, berlari, melompat, menangkap bola, dan menendang.
Perkembangan motorik halus seperti Kemampuan memegang benda, menulis, menggunting, dan mengancingi baju.
2. Sosial
Perkembangan ini berkaitan dengan kemampuan anak untuk berinteraksi dengan lingkungannya. Misalnya, kemampuan anak untuk menyapa, berinteraksi dan bermain bersama teman-teman sebayanya.
3. Emosional
Perkembangan pada pola ini meliputi kemampuan anak untuk merasakan dan memahami gejolak perasaan seperti mencintai, merasa nyaman, berani, gembira, takut, marah serta bentuk-bentuk emosi lainnya.
Pada aspek ini, anak sangat dipengaruhi oleh interaksi dengan orangtua dan orang-orang di sekitarnya.
4. Intelektual
Mengacu pada perkembangan anak dalam berpikir seperti merencanakan sesuatu , menjalankan suatu strategi, dan mencari solusi.









                                                                                                                                   

BAB III
PENUTUP

3.1Kesimpulan
Dari uraian bab-bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:
a.       Sebagaimana tercantum dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, pendidikan anak usia dini  adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
b.      Masa Usia Dini adalah masa golden age atau usia keemasan, masa ini adalah masa terpenting anak karena semua perkembangan otaknya terjadi pada saat ini. Disinilah kita sebagai guru PAUD harus mengetahui apa saja apek-aspek perkembangan anak dan pola perkembangan anak. Sehingga anak dapat berkembang dengan baik.

3.2 Saran
Dari uraian di atas, maka penulis dalam hal ini mengajukan beberapa saran antara lain.
Perlu adanya pengembangan yang lebih optimal terhadap pendidikan anak usia dini, baik yang dilakukan oleh pemerintah, keluarga maupun masyarakat. Masa prasekolah yang disebut dengan masa keemasan perkembangan intelektual seharusnya dijadikan dasar bagi upaya meningkatkan kemajuan pendidikan di Indonesia.



DAFTAR PUSTAKA
Sujiono, Yuliani Nurani . 2011 . Konsep Dasar Pendidikan Anak Paud . Jakarta : PT Indeks
Kurikulum dan Hasil Pendidikan Anak Usia Dini.2002.Jakarta.Pusat Balitbang