welcome

selamat datang selamat membaca dan semoga bermanfaat

Kamis, 04 Oktober 2012

MENGGAMBAR BAGI ANAK USIA DINI

SENI RUPA ANAK USIA DINI
MENGGAMBAR BAGI ANAK USIA DINI
DOSEN PENGAMPU MATA KULIAH : DRA. SRI LESTARI, M.PD

KELOMPOK 1
DWI KHAIRUNNISYAH                                F54011028
NOVITA LESTARI                                          F54011007
ARDILA UTAMI                                              F54011001
MAULUSYANNUR                                          F54011027
RIZKA CAHYA DEWI                                                F54011020
RITI KALTIA SETIA DEWI                          F54011029






PENDIDIKAN GURU - PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2012/2013
Kata Pengantar
Alhamdulillah, pertama-tama kami panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, karena atas berkat rahmat dan karuniaNyalah, Makalah ini dapat terselesaikan dengan baik, tepat pada waktunya. Adapun tujuan penulisan Makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Seni Rupa Anak Usia Dini, pada semester III, di tahun ajaran 2012/2013, dengan judul Menggambar Bagi Anak Usia Dini.
            Makalah ini kami susun berdasarkan materi yang telah di berikan. Makalh ini untuk membantu teman-teman agar lebih mudah dalam mempelajari mata kuliah ini.
            Besar harapan kami kiranya makalh ini memberikan manfaat bagi teman-teman. Saya menyadari bahwa masih banyak kekurangan atau kesalahan dalam penulisan makalah ini. Semoga di masa mendatang bisa lebih sempurna.                                                                                                           
Pontianak, September 2012
                                                                                                            Penyusun


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...........            ………………………………………………………………….i
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………….....ii
1.    MENGGAMBAR DAN MANFAATNYA BAGI ANAK …………………………....1
2.    MEDIA DAN PERALATAN MENGGAMBAR.………………………………….......4
3.    GAGASAN MENGGAMBAR BAGI ANAK USIA DINI …………………..............7




1.      Menggambar dan Manfaatnya bagi Anak

A.    GAMBARAN UMUM
       Pada prinsipnya kegiatan menggambar yang dilakukan oleh anak merupakan kegiatan naluriah, seperti halnya makan, minum, berbicara dan bercerita kepada orang lain. Rasa seni dimulai dengan bagaimana anak bisa menata benda-benda disekitarnya. Jika hal tersebut tidak dilakukan oleh anak, maka pendidikan atau orangtua anak perlu segera mendidik dan membimbingnya. Rasa seni ini akan dipelihara sehingga mampu mewujudkan keindahan. Untuk melihat keindahan yang dihasilkan anak secara sederhana dapat dilihat pada cara memenuhi kebutuhan sehari-hari.
     Sifat kepribadian anak pada awalnya adalah masih bersatunya anatara alam pikiran dan perasaan anak. Perkembangan kepribadian ini dimulai dengan terpisahnya pikiran dan perasaan anak. Pelajaran matematika dan pelajaran lain yang bersifat eksak (ilmu pasti) akan memisahkan secara evolusf (perlahan-lahan) antara pikiran dan perasaan anak.
       Berdasarkan uraian di atas, dapat ditarik suatu strategi untuk menghidupkan rasa dan mengembangkan pikiran pada anak. Jika pikiran saja yang dikembangkan maka keseimbangan rasa anak akan melemah dan akhirnya rasa indah tidak akan tumbuh pada anak tersebut. Rasa indah bermanfaat untuk menyeimbangkan otak dan mengarahkan kemampuan kecintaan pada benda dan objek  di sekitarnya. Rasa seni akan berkembang menjadi rasa keindahan, rasa ketuhanan dan akan mudah disentuh kepribadiannya serta etika dan moralnya.
B.     PENGERTIAN MENGGAMBAR
          Menggambar adalah membuat gambar. Kegiatan ini dilakukan dengan cara mencoret, menggores, menorehkan benda tajam ke benda lain dan memberi warna, sehingga menimbulkan gambar. Sebelum memahami teknik menggambar untuk anak usia dini, ada baiknya anda memahami fungsi gambar bagi perkembangan anak. Untuk mengetahuinya, anda dipersilahkan mengamati perilaku anak di rumah. Tugas anda adalah mencatat kegiatan dan gerak-gerik anak yang berkaitan denagn menggambar. Selamjutnya anda diminta mencatat dalam suatu lembar kerja yang berisi kegiatan anak setiap harinya, minimal 4 jam sehari. Hal-hal yang perlu dicermati adalah perilaku anak ketika melihat gambar yang diberikan oleh ibunya atau orang lain.
           Sekarang perhatikan ilustrasi berikut ini!
          Pada suatu ketika, seorang anak usia 2 tahun bertanya kepada ibunya:
          ....”Ini apa , Bu?”(ditunjukkan gambar piring beserta isinya). Sang ibu lalu menjawab:”Sepiring nasi dan lauk”.
          Berdasarkan ilustrasi tersebut, ada dua kemungkinan yang akan terjadi pada anak. Pertama, anak yang sama sekali belum tahu akan menanyakan lebih lanjut gambar sebenarnya.selanjutnya, anak akan menanyakan perihal isi piring tersebut gambar apa saja. Kemungkinan akan melanjutkan pertanyaan lain yang berhubungan dengan isi piring dan makanan lain. Kedua, bagi anak yang sudah memahami gambar, ketika melihat piring beserta isi lauk diatasnya, anak akan membayangkan hidangan sarapan setiap pagi. Gambaran tersebut memberi keterangan sekaligus merangsang anak untuk mengingat, dan membayangkan enaknya kalau makan dengan lauk yang tergambar dibuku tersebut.
C. MANFAAT GAMBAR DAN MENGGAMBAR BAGI ANAK USIA DINI.
1. Manfaat Gambar bagi Anak
          Bagi anak normal, ketika melihat suatu gambar maka terjadi proses berpikir, dalam cita-rasa dan angan-angannya akan tumbuh terus. Pada saat ini gambar berfungsi sebagai stimulasi munculnya ide, pikiran maupun gagsan baru.kegiatan anak yang dianggap orang tua membahayakan, kemungkinan akan dilarang dan dihentikan justru ketika anak sedang melakukan pengembangan imajinasinya. Sebagai contoh: gambar pesawat terbang .
Jadi, manfaat gambar bagi anak adalah sebagai berikut:
a.       Alat untuk mengutarakan (berekspresi) isi hati, pendapat maupun gagasannya.
b.      Media bermain fantasi, imajinasi dan sekaligus sublimasi.
c.       Stimulasi bentuk ketika lupa, atau untuk menumbuhkan gagasan baru.
d.      Alat menjelaskan bentuk serta situasi.
          Gambar merupakan media untuk berkomunikasi dengan orang lain. Misalnya: anak menggambar beberapa orang bermaksud menceritakan sahabat, saudara atau kenalannya. Anak perempuan akan menyebutkan satu persatu teman yang dia kenal, kadangkala juga menyebutkan kecantikannya sedangkan anak laki-laki mencoba menjelaskan keheroikannya atau bahkan kesenangannya berteman. Dalam teori stimulasi, pengetahuan yang dipunyai anak masih belum sempurna dan belum mampu membuat asosiasi terhadap kondisi atau objek yang pernah dilihat.
2. Manfaat Menggambar
    Secara garis besar fungsi dan manfaat gambar bagi anak dapat diuraikan sebagai berikut.
a.      Menggambar sebagai alat bercerita (bahasa visual/bentuk)
b.      Menggambar sebagai media mencurahkan perasaan
c.       Menggambar sebagai alat bermain
            Ketika anak menggambar terjadi peristiwa berfantasi. Jadi menggambar melatih anak berfantasi. Fantasi yang muncul adalah bentuk-bentuk yang kadangkala aneh dilihat orangtua atau bentuk sederhana seperti lingkungan sekitar anak.
d.      Menggambar melatih ingatan
e.       Menggambar melatih berpikir komprehensif (menyeluruh)
f.        Menggambar sebagai media sublimasi perasaan
         Menggambar dapat digunakan untuk mendidik anak melatih mengendurkan spontanitas dan mengarahkannya untuk mengajarkan cara berbicara.
g.      Menggambar melatih keseimbangan
         Pikiran dan perasaan anak kadang bbertumpuk menjadi satu. BSD Susanto (1956) menjelaskan bahwa kehidupan perasaan dan pikiran anak pada usia 3 sampai 5 tahun masih menyatu, sehingga apa yang dipikirkan sama dengan apa yang dia bayangkan.
h.      Menggambar mengembangkan kecakapan emosional
         Anak akan menata bentuk dan figur itu dengan keseimbangan tidak mutlak (obvious axial balance) yang sebenarnya menggambarkan perasaan anak. Kegiatan menggambar ini akan dapat menampung ide dan melatih menyeimbangkan perasaan secara spontan.ketika gambar telah selesai dapat dilihat keseimbangan penyusunan komponen atau unsur yang ada dalam bidang gambar. Terdapat 2 jenis keseimbangan tidak mutlak/semu (obvious axial balance) dan keseimbangan mutlak (occult axial balance). Susunan yang menggunakan komponen atau unsur bentuk yang sama dan ajeng disebut simetris. Hampir setiap gambar yang dilakukan anak usia dini mengalami keseimbangan yang baik ditata secara simetris maupun asimetris (tidak simetris). Berdasarkan teori psikologi, keseimbangan yang diperoleh ini disebabkan perasaan dasar anak yang masih murni, belum banyak berpikir untuk menyusun.
i.        Menggambar melatih kreativitas anak
         Kebiasan anak adalah mencari perhatian kepada orang lain. Karakter ini juga tampak dalam gambar anak. Kreativitas yang dapat dilatih pada anak adalah : 1) kreativitas memilih objek ( benda ) tambahan , 2) mencari sesuatu yamg lain dari yang lain dan, 3) terjadi asosiasi bentuk yang menyebabkan secara konsep terbentuk kreativitas.
j.        Menggambar melatih ketelitian melalui pengamatan langsung
         Proses menggambar bagi anak sebenarnya merupakan hasil pengamatan terhadap benda-benda yang ada di lingkungan sekitar tempat tinggal, seperti : meja, kursi, bunga, mobil, maupun benda yang bergerak lainnya. Oleh karenanya, pembelajaran pendidikan Seni Rupa (Menggambar) dengan meminta anak mengamati lingkungan sekitar merupakan salah satu cara melatih ketelitian pengamatan.

3.  Keterkaitan Gambar dengan Perkembangan Sosial
         Salah satu tanda perkembangan anak adalah kemampuannya berkomunikasi dengan pihak lain. Perkembangan ini merupakan bagian perkembangan sosial. Perkembangan selanjutnya, anak akan menjelaskan isi gambar yang mengungkapkan sifat temanya.

2.      Media dan Peralatan Menggambar
A.    MEDIA
          Media adalah bahan yang dapat digunakan untuk menuangkan gagasan seseorang, seperti: kertas, kanvas, kain atau papan tripleks, hardboard keramik, kaleng plastik bekas cat atau dan kardus bekas pengepakan bahan makanan, serta bahan-bahan yang lain. Sesuai dengan tujuan menggambar yaitu melatih mengutarakan pendapat dengan lancar, maka media yang akan digunakan oleh anak sebaiknya dipilih benda yang mudah dipakai untuk menuangkan ide dan gagasannya.
1. Kertas dan karbon.
          Sifat bahan ini ada yang mudah sobek, dan ada yang kuat. Ukuran kertas juga bermacam-macam. Sifat kertas atau medium menggambar ini menentukan bahan dan peralatan untuk menggambar. Terdapat 4 ukuran kertas yaitu sebagai berikut:
a)      A5 adlah ukuran buku begaris atau setengah folio (14.35 x 21.0)
b)      A4 sering dikatakan ukuran folio (21. 0 x 29.70)
c)      A3 ukuran dua kali folio (29.70 x 40)
d)     Plano atau ukuran kertas gambar padalarang (60 x 45)
2.      Kanvas
          Kanvas adalah medium gambar yang paling kuat dibanding bahan kertas dan karton. Semula kanvas terbuat dari kain yang juga disebut dengan kanvas, yaitu kain tebal, yang berfungsi untuk menutupi panas atau dingin nya cuaca.
3.      Papan kayu lapis
          Terdapat bahan gambar berupa papan kayu lapis yang dapat dipergunakan untuk menggambar. Ada dua jenis papan yaitu :
·         Papan kayu lapis yang terbuat dari tripleks, terdiri atas susunan lapisan kayu yang disayat tipis.
·         Tripleks yang terbuat dari partikel kayu yang yang di padatkan dan dibuat lempengan dengan dipres sekuatnya.
4.   Keramik gerabah dan batu
          Terdapat perkembangan baru bahan atau medium lukis, yaitu keramik lantai, gerabah, peralatan dapur maupun aksesoris rumah, serta batu. Keramik lantai dapat digunakan secara langsung dengan bahan pewarna:
a)      Cat kayu
b)      Cat minyak
c)      Spidol  transparansi
d)     Spidol minyak
          Gambar yang sudah selesai dapat ditutup dengan pelapis atau pengkilat berupa cat netral atau sering disebut dngan clear. Bahan lain yang sering digunakan adalah gerabah yang terbuat dari tanah liat seprti cobek,vas bunga, pot tanaman hias tempayan serta yang lain. Bahan ini dapat dilumuri cat terlebih dahulu atau dapat dilumuri langsung dengan cat tembok atau cat kayu.
5.      Fiber glass
          Bahan ini merupakan bahan inovasi menggambar dengan teknik inkonvensional, yaitu teknik yang lepas dari aturan pengunaan medium gambar. Sehubungan dengan teknik ini maka bahan pewarna pun juga bebas. Bahan yang mirip dengan papan kayu lapis ini antara lain adalah fiber glass, formatika, dan polly carbonate. Bahan-bahan tersebut dapat digambar langsung dengan spidol ataupun dengan cat kayu.
B. PERALATAN
            1. Pensil
            Pensil dengan kode H tergolong kelompok keras, diulai dari kode 7H sampai dengan H dan kode F yang jarang diperoleh dipasaran bebas. Pensil yang biasa digunakan untuk belajar menulis berkode HB, untuk mudah dibaca oleh scanner komputer digunakan pensil 2B dan ntuk gambar biasanya digunakan pensil 6B, selain jenis pensil tersebut adapula pensil arang atau sering disebut dengan pensil konte. Pensil ini mempunyai ketebalan dan kepekatan yang kuat. Namun bahan ini sangat keras sehingga hanya dapat difungsikan untuk menggambarkan ralatistik dengan model langsung.
2. Arang
             Cara menggunakan arang sebagai peralatan menggambar adalah dengan cara menghitamkan terlebih dahulu kertas gambar, kemudian menghapusnya. Penghapus ini berfungsi sebagai alat untuk membuat skets sekaligus dengan cara menghapus bagian yang terang. Karya gambar dengan arang relatif mudah terhapus oleh tangan, oleh karena itu dapat di tutup dengan fixatif.
3. Kuas
            Terdapat berbagai jenis kuas. Kuas untuk cat minyak berbentuk lebar dan kaku, sedang kuas untuk cat tempera kaku tetapi halus dan luas cat aquarel halus, tipis dan lentur.
C.  PEWARNA MENGGAMBAR
               1. Standar Toko
                           Warna standar toko yang dimaksud adalah bahan warna yang dapat diperoleh dari toko dengan spesifikasi yang sudah ditetapkan. Contoh : bahan yang di campur dengan air : cat air, cat poster, acrylic dan warna makanan. Jenis pena : pensil, spidol, pastel. Bahan campur minyak : cat kayu, cat minyak dan cat hasil larutan kimia seperti batik dan bahan spidol kimiawi.
               2. Membuat Warna Sendiri
                           Bahan warna alami langsung dapat digunakan dengan mencampur beberapa bahan alami, misalnya kinung kunir dicampur dengan kapu akan menemukan warna orange dan seterusnya. Cara lainnya adalah menggunakan pewarna makanan yang tidak mengandung zat pengawet, dan ini lebih menguntungkan daripada menggunakan warna lain.
               3. Memilih Teknik Menggambar bagi AUD
                           a. Teknik Kering
                           Teknik kering adalah teknik menggambar langsung diatas medium dengan menoreh ataupun menggores dengan pensil atau pastel.
                           b. Teknik Basah
                           Teknik basah adalah teknik menggambar dengan bahan cat air dan digunakan dengan cara mencairkan terlebih dahulu. Jeni cat air bermacam-macam misalnya aquarel atau cat air atau sering disebut water colour. Selain aquarel terdapa teknik basah yang juga dicampur dengan air akan tetapi bersifat pekat orang menyebutnya teknik tempera.
                           Dalam perkembangan teknologi pewarnaan saat ini terdapat cat air baik aquarel maupun tempera dengan bahan kimia dimana cat akan muncul sesaat setelah pencampuran terjadi. Salah satu cat jenis ini adalah spidol. Terdapat berbagai macam spidol dengan berbagai karakteristiknya. Spidol warna ada yang langsung dapat dipakai ada juga spidol warna yang harus mencampur diatas kertas dengan cara menumpang warna yang sudah ada. Cat air jenis air adalah acrylic yang berasal dari cat lukis.  
3.      Gagasan menggambar bagi AUD
A.    Menggambar bentuk
Kegiatan yang dapat dilakukan untuk melatih anak membuat gambar adalah
1.      Meneruskan titik – titik menjadi gambar
·         Media : kertas gambar yang sudah terisi gambar titik – titik dan sebagian sudah ada gambar jadi. Anak diminta meneruskan gambar yang belum jadi/terisi
·         Alat : pensil, spidol satu warna
·         Teknik : menggores atau mencoret
·         Tugas : hubungkan titik – titik yang belum jadi menjadi gambar
·         Tujuan : menghafal bentuk dan melatih ketepatan pengamatan
·         Evaluasi : ketepatan bentuk dan waktu dengan menghubungkan titik – titik menjadi bentuk gambar. 
2.      Mengisi warna
·         Media : kertas gambar yang sudah tersedia
·         Alat : pensil berwarna, pastel minyak atau kapur
·         Teknik : menggaris atau mencoret
·         Tugas : berilah warna sesuai dengan objek seperti yang dilihat
·         Tujuan : menghafal bentuk dan melatih ketepatan pengamatan
·         Evaluasi : ketepatan bentuk dengan memberi warna menjadi bentuk gambar
3.      Menginterpretasi bentuk dan warna
·         Media : kertas gambar yang sudah tersedia
·         Alat : pensil berwarna, pastel minyak atau kapur
·         Teknik ; menggaris atau mencoret
·         Tugas : contohlah gambar seperti yang kamu lihat
·         Tujuan : menghafal bentuk dan melihat ketepatan pengamatan
·         Evaluasi : ketepatan bentuk dan warna gambar
4.       Menyusun komponen bentuk yang tersedia
·         Media : kertas gambar yang sudah tersedia
·         Alat : pensil berwarna, pastel minyak atau kapur
·         Teknik : menggores atau mencoret
·         Tugas : susunlah gambar yang ada
·         Tujuan : memahami sifat bentuk
·         Evaluasi : ketepatan bentuk dan waktu serta makna gambar
5.      Menggambar alam benda
·         Media : kertas gambar yang sudah tersedia
·         Alat : pensil warna , pastel minyak atau kapur
·         Teknik : menggores atau mencoret
·         Tugas : gambarlah objek seperti yang dilihat
·         Tujuan: memahami dan melatih pengamatan
·         Evaluasi : ketepatan bentuk gambar
B. Menggambar Tematis
Menggambar tematis adalah menggambar dengan berbagai medium berdasarkan tema – tema tertentu. Istilah tema dijelaskan dalam ensiklopedia indonesia (1975: 7) sebagai berikut:
Tema adalah yang dikemukakan atau dalil yang dipersoalkan. Dalam kesusastraan artinya suatu soal atau buah pikiran yang diuraikan dalam suatu karangan. Dalam seni rupa tema adalah suatu hal yang dijadikan isi dari suatu ciptaan, hal ini biasanya dikutip dunia kenyataan, tetapi dilukiskan dengan memakai alat – alat kesenian
Tema dalam seni lukis pengertiannya adalah cerita ataupun objek yang ada pada sebuah lukisan,(kayam,1981). The Liang Gie (1982:73) menjelaskan bahwa karya seni memiliki nilai kehidupan yaitu berbagai nilai dari kehidupan manusia diluar seni yang diteruskan atau disebarluaskan melalui media karya seni, seperti ide dan temanya. Berdasarkan bentuknya tema yang dapat diangkat dalam menggambar adalah sebagai berikut:
  1. Lingkungan sekitar
Lingkungan sekitar mencangkup lingkungan alam sekitar anak bertempat tinggal seperti lingkungan dipedesaan, gunung, sungai, bebatuan atau lingkungan perkampungan di kota. Rencana pengajarannya dapat dibuat sebagai berikut:
·         Media : kertas gambar yang sudah tersedia
·         Alat     : pensil berwarna, pastel minyak atau kapur, cat air.
·         Teknik : menggaris dan mengecat
·         Tugas   : gambarlah pemandangan disekitar tempatmu, seperti perumahan, lingkungan  pasar atau sekolah
·         Tujuan             : melatih ingatan dan mengutarakan pendapat
·         Evaluasi           : gambar dapat diceritakan kembali
  1. Cerita masa lalu
  • Media  : kertas gambar yang sudah tersedia
  • Alat     : pensil warna, pastel minyak atau kapur, cat air
  • Teknik             : menggambar atau mencoret
  • Tugas   : gambarlah atau kejadian seperti yang pernah kamu lihat atau alami
  • Tujuan             : memahami dan melatih mengutarakan pendapat tentang kejadian atau hal – hal yang telah diingat masa lalu
  • Evaluasi           : mengungkapkan isi hati dan ingatanya
  1. Cerita akan datang
·         Media : kertas gambar atau segala macam kertas yang tersedia
·         Alat                 : pensil berwarna, pastel minyak atau kapur, cat air
·         Teknik : menempel, mencoret, dan mengecat
·         Tugas   : gambarlah objek seperti yang kamu bayangkan tentang kejadian ataupun situasi yang akan datang
·         Tujuan : melatih kreativitas dan berpikir inovatif
·         Evaluasi           : kreativitas bentuk gambar
4.      Menggambar isi buku cerita
  • Media  : kertas gambar yang sudah tersedia
  • Alat     : pensil berwarna,pastel minyak atau kapur
  • Teknik : menggores atau mencoret
  • Tugas   : gambarlah cerita yang telah diberikan oleh pendidik (untukanda : gambarlah cerita yang sesuai dengan isi buku)
  • Tujuan : memahami dan melatih ingatan
  • Evaluasi           : penelaahan peristiwa dan fokus objek
  1. Menggambar Komik
Komik adalah gambar cerita, didalam gambar komik ini terdapat beberapa panil gambar dengan isi yang berurutan menunjukkan perubahan bentuk, perubahan suasana maupun cerita. Untuk itu seorang penggambar komik harus memahami urutan dan peristiwa yang akan digambar terlebih dahulu. Sebenarnya, anak adalah penggambar komik yang paling kuat, karna anak telah mempunyai cerita ketika akan menggambar. Akan tetapi, komik anak – anak masih dalam satu panil gambar. Satu panil gambar mempunyai banyak cerita, kemungkinan 5 peristiwa akan dijadikan satu. Misalnya: (1) Ibu pergi kepasar,(2). Aku membeli buku bersama ayahku (3). Kakakku bermain layangan (4). Melihat pesawat terbang (5). Aku ingin makan soto daging ayam.  Bagi anak yang masih belum dapat memisahkan peristiwa, didalam gambarnya terdapat unsur kesemuanya, sehingga sulit diidentifikasi orang dewasa. Terdapat 3 komok yang dikenalyaitu kartun, realis, dan karikatur
  1. Kartun
Kartun adalah gambar yang cara pengungkapannya spontan, artinya figur kartun tidak mengindahkan proporsi apalagi model. Bahkan kartun ini sengaja diungkapkan dengan watak yang khas yang cendrung mengarah ke karakter yang lucu.
  1. Realis
Realis adalah penggambaran objek yang senyataannya. Objek digambar tanpa diadakan perubahan. Gambar realis dalam komik digambarkan bentuk – bentuk orang apa adanya, hanya gambarnya merupakan penggalan – penggalan cerita. Namun apabila disambung menjadi cerita yang panjang.
  1. Karikatur
Corak dan karakternya sama dengan kartun, tetapi dibedakan pada temanya. Kartun selalu mengambil tema humor saja, sedangkan pada karikatur penggambaranya dengan mengambil karakter tokoh tetapi melalui gaya sindiran. Tujuan karikatur adalah sebagai kritik sosial
C. Menggambar non tematis
Gambar nontematis adalah gambar yang dibuat oleh seseorang dengan tema yang tersembunyi atau tidak mempunyai objek nyata, tetapi gambar tersebut lebih banyak sebagai curahan hati atau pikiran yang kalut. Beberapa jenis gambar non tematis yang dapat dilakukan  adalah sebagai berikut:
  1. Menggambar isi perasaan musik
·         Media : kertas gambar yang sudah tersedia
·         Alat     : pensil berwarna, pastel minyak atau kapur, cat air dan pewarna yang dibuat sendiri oleh pendidik
·         Teknik : menggores, mencoret, mengecat dan menempel
·         Tugas   : gambarlah isi hatimu setelah mendengarkan musik, namun sebelumnya rasakan kesedihan atau kesenangan yang pernah anda alami
·         Tujuan             : memahami dan melatih mengemukakan pendapat dengan berani
·         Evaluasi           : penelaahan peristiwa dan fokus objek serta bentuk komposisi
  1. Menggambar gerakan
  • Media  : kertas gambar yang sudah tersedia
  • Alat     : pensil bewarna, pastel minyak atau kapur, cat air dan pewarna yang anda buat sendiri
  • Teknik : menggores, mencoret dan mengecat serta menempel
  • Tugas   : gambar isi hatimu setelah melihat gerakan tari atau melihat vidio yang berisi tekanan atau gerakan orang yang sedang berkelahi, namun sebelumnya rasakan kesedihan atau kesenangan yang pernah anda alami
  • Tujuaan           : memahami dan melatih mengemukakan pendapat dengan berani
  • Evaluasi           : penelaahan peristiwa dan fokus objek serta bentuk komposisi
  1. Menggambar hiasan
·         Media :kertas gambar atau benda perabot rumah tangga yang tersedia
·         Alat     : pastel minyak atau kapur, cat poster, cat tembok atau cat minyak (cat kayu)
·         Teknik : menggores atau mencoret dan mengecat
·         Tugas   : gambarlah bentuk dasar ; segitiga, segi empat atau yang lain komposisikan dengan baik
·         Tujuan : melatih komposisi yang menarik
·         Evaluasi           : komposisi dan keseimbangan