welcome

selamat datang selamat membaca dan semoga bermanfaat

Kamis, 04 Oktober 2012

MEMBENTUK DAN MANFAATNYA BAGI ANAK USIA DINI

MEMBENTUK DAN MANFAATNYA

A.GAMBARAN UMUM

Tujuan utama mempelajari keterampilan membentuk anak usia dini adalah mengembangkan kecakapan visual dan peningkatan kualitas rasa seni melalui berkarya dan mengamati lingkungan sekitar. Kecakapan visual atau sering disebut intelegensi visual (visual Intelligence) adalah kemampuan menanggapi, dan memahami bentuk secara cepat.
Anak usia dini tumbuh berkembang dari belajar memahami bentuk global sampai pada bentuk-bentuk yang rinci (detail). Kemampuan pemahaman bentuk berkembang seiring dengan perkembangan otak, pikiran dan perasaannya. Manfaat kemampuan memahami bentuk sangat banyak, mulai dari kegunaannya untuk belajar, merasakan hingga menangkap objek secara detail.
Biasanya kemampuan pemahaman anak tentang bentuk jarang diketahui oleh orang tua atau pendidik, sehingga anak hanya mencoba dan mempraktekkannya sendiri.
Untuk mempersiapkan latihan membentuk, anda diminta menyediakan media yang berbentuk liat, cair (liquid) untuk cor seperti lilin panas, padat untuk dipahat seperti sabun atau keras seperti kayu, batu dan mengonstruksi benda-benda limbah dan karton atau kardus bekas pembungkus makanan.

B.PENGERTIAN DAN CAKUPAN MEMBENTUK

Kegiatan membentuk adalah membuat bentuk, baik bentuk terapan yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari maupun bentuk-bentuk yang kreatif sebagai karya seni murni. Tujuan kegiatan membentuk pada pendidikan seni rupa untuk anak usia dini adalah (a) melatih pengamatan, (b) melatih kecermatan dan ketelitian, (c) melatih kemampuan ketepatan, (d) melatih kreativitas, (e) melatih kepekaan rasa indah, (f) melatih menggunakan bahan secara ekonomis dan hemat, (g) melatih mengembangkan rasa keterpakaian tinggi, (h) melatih memanfaatkan benda limbah menjadi benda baru untuk permainan, maupun kesenian dan benda-benda terapan.
Isi dan cakupan kegiatan membentul terdiri atas: (a) menyusun atau merangkai, mengonstruksi benda, (b) membutsir, (c) memahat, (d) menempel, (e) melipat, (f) merekayasa bentuk lama menjadi bentuk baru dengan fungsi baru, (g) mencetak dan mengecor.
1.    Konstruksi
Istilah konstruksi dapat diartikan sebagai menyusun komponen-komponen atau benda-benda menjadi suatu kesatuan yang berfungsi praktis maupun seni. Penyusunan benda sebagai komponen ide keseluruhan menggunakan bermacam-macam media dan cara seperti: memberi lem atau perekat, memaku, mengikat, dan menjahit.
2.    Kolase
Kolase atau menyusun benda-benda secara bebas bertujuan untuk melatih kreativitas. Bentuk kolase ini dilakukan dengan tujuan tertentu atau sekedar disusun untuk mencapai keindahan murni.


3.    Memotong dan Menempel
Suatu bentuk yang berisi (ber-ruang) dapat dibuat dengan cara memotong dan menjahit, sedangkan bahan yang berupa kain dapat dijahit kemudian diisi dengan kain perca, kapuk, kapas atau spon/busa. Bentuknya bisa berupa boneka, atau figur binatang ataupun makhluk kreasi. Prosedur pembuatannya pun dapat dilakukan dengan dua cara yaitu: (a) membuat pola geometris dengan ketepatan ukuran (precission) kemudian disusun dengan menempelkan pola satu persatu sehingga menjadi bentuk utuh, (b) kardus bekas pembungkus makanan seperti mie instan, kotak sabun yang berukuran relatif besar disusun langsung sesuai dengan kreasi pada saat mengerjakan.
4.    Membutsir
Kegiatan membutsir adalah menempel sedikit demi sedikit bahan liat dan lunak menjadi bentuk kasar dan kemudian dibentuk dan diperhalus dengan cara mengurangi atau menambah sehingga lebih terasa padat.
5.    Memahat
Memahat adalah membentuk benda menjadi karya seni atau mainan anak dengan menggunakan pahat. Bahan yang dipahat bisa berupa: kayu, batu atau sabun batangan.
6.    Melipat
Istilah melipat dapat berupa kegiatan meremas bahan kertas kemudian disusun kembali menjadi karya seni rupa tiga dimensi. Melipat sendiri telah dikenal dengan metode origami.
Origami merupakan seni melipat kertas untuk membentuk karya tiga dimensi, dan meremas kertas lalu membentuknya kembali merupakan karya rupa tiga dimensi yang ekspresif. Penyelesaian karya dapat dilakukan dengan dua cara yaitu sebagai berikut: (1) Karya dibiarkan tanpa warna, yaitu warna asli dari warna kertas. (2) Mengeringkan terlebih dahulu karya yang telah dibentuk kemudian diberi warna dengan menggunakan cat.
7.    Mengecor
Kegiatan mengecor ini dapat dilakukan dengan bahan tanah liat, tanah biasa, gips, lilin, dan adonan kue. Prinsip mengecor adalah membentuk dengan membuat klise (model cetakan) terlebih dahulu, klise tersebut dapat berupa model yang sudah ada kemudian diberi bahan tuang seperti yang telah disebutkan. Terdapat 3 macam bentuk klise (1) klise untuk mencetak hilang artinya klise tersebut akan rusak setelah dilakukan pengecoran, misalnya klise tanah dengan menggali langsung ditanah, (2) klise alam seperti kulit buah-buahan yang sederhana. (Contohnya: kulit tanah, atau buah yang dibagi dua). (3) klise tetap yaitu klise yang relatif dibuat untuk mencetak, misalnya klise kue.

C.MANFAAT MEMBENTUK

Lansing menjelaskan bahwa kegiatan membentuk sangat diperlukan bagi pengembangan anak secara menyeluruh. Kegiatan membentuk dimulai dari mengamati benda 3 dimensi, mencoba menirukan dan kemudian mengkreasi. Pada proses mengamati, kegiatan mengamati bentuk 3 dimensi bukan merupakan kegiatan yang mudah terutama bagi anak.
1.    Mengenal Benda di Lingkungan Sekitar
Kenneth M. Lansing (tt) menjelaskan, ketika anak-anak diberi kesempatan memegang tanah liat, karya pertama yang dilakukan adalah membuat pola-pola seperti menggambar. ...They begin by pushing, pounding, and breaking the clay for the sheer enjoyment of tactile and kinesthetic sensations.(tt.,146).
Pada masa ini kegiatan melimitasi bentuk masuk ke dalam kegiatan permainannya. Anak mengajak berbicara benda-benda di lingkungan sekitarnya dan kadang dianggapnya seperti teman.
2.    Pengembangan Fungsi Otak dan Rasa
Keterampilan membentuk memerlukan koordinasi mata, tangan, dan rasa yang dimotori oleh kinerja otak. Fungsi otak kanan adalah mengembangkan cara berpikir acak atau tidak teratur dengan rasa atau intuitif serta mampu mengembangkan berpikir abstrak dan holistik. Sedangkan fungsi otak kiri, mengajarkan berpikir sekuensiak, bertahap dan teratur serta linear, sehingga masing-masing bagian pekerjaan menghendaki kinerja yang teratur dan rasional. Koordinasi otak kanan dan kiri tersebut akhirnya mempengaruhi keterampilan yang diperoleh.
3.    Pengembangan Keterampilan Teknis Kecakapan Hidup
Secara tidak sengaja kegiatan pengembangan membentuk yang diberikan kepada anak akan membutuhkan kecakapan yang dapat dipergunakan untuk kebutuhan hidup. Kecakapan ini disebut dengan kecakapan berketerampilan hidup. Selain itu keterampilan membentuk dengan menyusun akan melatih rasa keindahan, akan dapat dipergunakan untuk menyusun atau menata dan mengatur perabot rumah tangga.























MEDIA DAN TEKNIK MEMBENTUK

A.Menyiapkan Bahan dan Peralatan

1.    Was atau Plastisin
Cara menggunakan was atau plastisin adalah dengan cara diremas terlebih dahulu agar bahan menjadi lunak dan lembek namun liat, sehingga bahan ini mudah dibentuk.
2.    Sabun Batangan
Teknik membentuk dilakukan dengan cara mengeruk, mengurangi dengan benda tumpul-pipih atau alat mematung yang disebut dengan sudib. Cara lain untuk membuat lempengan adalah dengan menekan (press) sabun tersebut sehingga berbentuk tipis. Secara tradisional dapat dillakukan dengan memukul-mukul sabun tersebut hingga pipih seperti lempengan dan selanjutnya disempurnakan dengan pijatan tangan secara langsung.
3.    Tanah Liat dan Tanah Keramik
Jika bahan dasar tanah liat tidak dapat dijumpai, pendidik dapat memodifikasi dari bahan abu kayu atau abu gosok. Cara membuat agar abu tersebut menjadi liat adalah mencampurnya dengan lem (kayu atau kertas).
4.    Tepung Gandum
Pertama buatlah adonan terlebih dahulu seperti membuat adonan kue jika akan diselesaikan dengan pengepanan (di masak sesungguhan). Bisa juga hanya berupa adonan dengan pencampuran lem.
5.    Bubur Kertas
6.    Limbah Serbuk Kayu
Serbuk gergaji ini biasanya dibuang atau dimanfaatkan untuk bahan bakar dengan cara dipadatkan terlebih dahulu. Pada kesempatan ini serbuk tersebut akan dibentuk sesuai dengan selera atau dibuat padat agar mudah mengering dengan cara memberi lem kayu atau lem kertas sehingga pada suatu saat mengering.
7.    Cetak dan Cor Lilin
Membuat klise cor berbentuk kepala boneka yang sudah rusak badannya. Sediakan serbuk pasir atau abu gosok yang halus dengan cara menyaring dengan kain kasa atau alat penyaring. Campurkan lem kayu atau lem kertas dan diremas untuk menjadi liat (moulding) dari tanah pasir atau abu gosok. Adonan tadi dicetakkan ke dalam kardus bekas.
8.    Patung Pasir
Bahan pasir adalah media yang paling murah dan mudah, namun hasil pembentukkannya kurang memuaskan. Karya ini mudah rusak dan bentuknya pun kurang tajam (ekstrim). Sedangkan pasir yang digunakan dapat berupa pasir putih yang relatif bersih dan dapat ditempatkan di dalam ruangan khusus. Ruangan atau tempat pasir putih tersebut minimal berukuran 2 x 2 x 0,45 meter dan kegiatan bermain membentuk dengan pasir dapat dilakukan secara berkelompok.
9.    Kertas Bekas
Limbah kertas dapat dimanfaatkan secara langsung dengan cara melipat kertas untuk membentuk binatang, orang, benda-benda patung atau pun kepala boneka atau mangkuk kertas bekas yang diremas.
10. Batu Kapur
Batu kapur bersifat agak empuk maka cocok untuk media karya bagi anak usia dini. Untuk pembentukannya diperlukan alat yang dapat berupa pisau ukir (pahat) atau menggunakan pisau yang tumpul dengan cara diukirkan. Batu kapur ini sifatnya empuk maka bentuk patungnya sulit untuk dibuat rapi seperti batu hitam yang biasa dibuat patung, karena setiap terbentur benda tumpul batu kapur mudah rontok sedikit demi sedikit.
11. Kayu
Kayu merupakan media bahan yang sangat umum dipergunakan sebagai bahan pembuatan patung. Kegiatan latihan mematung pada anak usia dini dapat dikelompokkan ke dalam dua teknik, yaitu:
a.    Mematung dengan teknik konstruksi, yaitu mematung dengan cara menyusun potongan kayu yang sudah menjadi potongan-potongan kubus atau sering disebut dengan balok-balok yang terdiri dari persegi panjang, segitiga, kerucut, setengah lingkaran dan lain-lain.
b.    Mematung dengan teknik memahat, yaitu disediakan kayu yang masih berbentuk global, yang nantinya akan dijadikan sebuah patung dengan cara di pahat menggunakan pisau pahat. Pisau pahat yang bisa digunakan bagi anak usia dini (khususnya anak usia 4-6 tahun) tentu berbeda dengan yang oleh pematung (seniman patung), tetapi pisau pahat yang dapat digunakan untuk kegiatan cetak cuki, (seni grafis) yang menggunakan hard bord atau tripleks.

B. LATIHAN MEMBENTUK

1.Menginterpretasi Bentuk Alam
a.Bahan Padat dan liat
            Menginterpretasi dan meniru (mengimitasi) bentuk alam seperti: buah-buahan, binatang dan gunung. Membentuk dengan pelatihan mengimitasi dapat dilakukan dengan menyediakan model atau objek yang akan dimitasi atau dicontoh.
b.Bahan Cair
            Model ini menggunakan klise cetak terlebih dahulu, seperti gips, semen atau jenis yang lain yang tidak mudah rusak karena air, dan korosi kimia. Terdapat dua jenis klise cetak cor: a cire perdue, dan klise tetap. Jenis yang pertama sering disebut dengan klise cetak hilang, yaitu sekali dipakai akan rusak. Sedangkan yang jenis klise yang kedua, harus dibuat dan dikerjakan dengan teliti ketepatannya.

2.Menciptakan Bentuk Kreatif
Menciptakan bentuk yang kreatif adalah menciptakan bentuk-bentuk yang lain dari pada yang lain. Anak diminta memilih bahan padat yang akan dibentuk ataupun sekedar menyusun kembali bahan padat yang ada di lingkungan sekitarnya, seperti batu, atau kayu limbah. Untuk itu anak harus jeli memilih bahan yang sesuai dengan jenis dan juga ide serta gagasannya.



3.Membuat Benda Terpakai
            Latihan membuat benda terpakai dapat dimulai dari menyusun, merangkai, memodifikasi serta mengecor.

4.Membuat Relief
            Jika menggambar adalah menggores dan menghasilkan bentuk dua dimensi, maka membuat relief pada prinsipnya sama, yaitu membuat tinggi rendah bentuk. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi dan memperkaya pengamatan dengan mengembangkan teknik perabaan. Terdapat 2 teknik memmbuat relief: (a) relief rendah yang menekankan gambar berada dibawah permukaan rata-rata, (b) relief tinggi dengan meninggikan gambar sejajar dengan permukaan rata-rata. Adapun tujuan melatih anak membuat relief adalah melatih kepekaan bentuk permukaan, barangkali untuk membantu penglihatan anak yang kurang jelas melihat perspektif.