welcome

selamat datang selamat membaca dan semoga bermanfaat

Kamis, 04 Oktober 2012

MENGAYAM BAGI ANAK USIA DINI

SENI RUPA ANAK USIA DINI
( KERAJINAN MENGAYAM UNTUK ANAK USIA DINI )
Dosen : Dra.Sri Lestari
OLEH KELOMPOK 5
IDA FARIDA                                    F54011038
NANDA RINI                       F54011017
DEWI                                     F54011004
NUR INDAH SARI                          F54009013
UMMI KALSUM                 F54011013





PROGRAM STUDI PG-PAUD
JURUSAN ILMU PENDIDIKAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2012
KATA PENGANTAR
          Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat rahmatnya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Kerajinan Mengayam Untuk Anak Usia Dini
         Terima kasih banyak kami haturkan kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam penyusunan makalah ini sehingga selesai diantaranya yaitu:
1 .Ibu Dra.Sri Lestari,m.pd selaku pengajar mata kuliah seni rupa anak usia dini   Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas TanjungPura Pontianak.
2.Teman-taman yang telah membantu dan mendukung hingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini.
   Dalam pembuatan makalah ini kami menyadari bahwa dengan kekurangan dan keterbatasan pengetahuan yang dimiliki akan berpengaruh terhadap kualitas makalah kami.Oleh karena itu kami mengharapkan masukan,kritik,dan saran dari semua pihak demi kesempurnaan makalah ini.Harapan kami,semoga laporan ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca maupun penulis.





Pontianak,   25 September 2012

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Anyaman merupakan salah satu kerajinan khas yang dimiliki bangsa Indonesia.kerajinan anyam merupakan kerajinan tradisional yang sampai pada saat ini ditekuni, disamping banyak kegunaannya juga memiliki unsure pendidikan .Kegiatan menganyam di semua wilayah daerah, baik di perkotaan maupun di pedesaan di seluruh nusantara. Yang masing-masing mempunyai khas dan corak atau motif yang berbeda-beda. Dari corak atau motif yang dimiliki oleh masing-masing menjadikan keanekaragaman motif anyam di nusantara ini.

B.     Masalah
Semua anak memiliki potensi tentangberimajinasi ,berkhayal tetapi potensi itu ada yang dikembangkan ada juga yang tidak dikembangkan . Bagi yang dikembangkan akan kelihatan kreativitasnya ,tetapi bagi yang tidak dikembangkan tidak akan ketahui seberapa potensinya.
Dalam praktik kerja menganyam ,anak usia dini harus dikenalkan terlebih dahulu media karyanya dan agar anak memiliki media apa yang akan digunakan.

C.    Tujuan
Sejak usia dini kerajinan menganyam ini sudah diajarkan guna melatih keterampilan anak disamping motorik juga melatih sikap anak.         

D.    Manfaat bagi siswa
Melalui eksperimen  atau percobaan anak akan menemukan hal-hal yang baru . pada penggunaan media anyam dari daun pisang.karet,atau kertas.siswa akan mengenal bahwa karakter dari media tersebut memiliki perbedaan .




















BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. KERAJINAN MENGANYAM UNTUK ANAK USIA DINI
1. Kerajinan Menganyam
Perkembangan anyam di samping beraneka ragam motif juga ditunjang oleh teknologi.Baik teknologi itu masih tradisional maupun modern. Walaupun teknologi kerajinan anyam yang beraneka dan banyak macamnya tetapi prinsip kerjanya sama,yaitu adanya lungsi dan pakan.
            Apabila kita kelompokkan teknik anyaman terdiri dari tiga macam,yaitu :
v .Teknik Tradisional
Teknik tradisional biasanya sebagai pekerjaan home industri, yaitu dikerjakan oleh perorangan atau industri rumah tangga.Kerajinan menganyam ini banyak terdapat di desa-desa yang memang di desa inilah banyak di temukan media bahannya sebagai bahan industri kerajinan sebagai peralatan rumah tangga (bakul, tampah, keranjang, saringan kelapa, kursi rotan, tempat buah-buahan).
Media bahan untuk anyaman tradisional sangat banyak macamnya, bahkan tidak dapat disebutkan satu persatu. Artinya karena banyak terjadi di daerah tertentu bahan tersebut dapat dipakai sebagai bahan anyaman, tetapi untuk di daerah lain tidak dapat dipergunakan sebagai bahan anyaman.
Media bahan anyam tradisional di antaranya, adalah : bamboo, mendong, janur atau blarak (daun kelapa), jerami yang telah dipintal, rumput, plastic, kertas, karet, rotan, daun pandan, daun lontar, dan masih banyak lagi.

v .Teknik Semi Modern
Teknik semi modern ini banyak juga yang masih dikerjakan oleh perseorangan tetapi sudah menggunakan alat untuk menganyam secara masal.Usaha ini masih dapat dianggap usaha home industry atau rumah tangga tetapi ada juga yang dapat kita katakana sebagai usaha yang agak besar, karena sudah seperti pabrik. Untuk semi modern walaupun tidak menggunakan mesin tetapi sudah memproduksi secara masal ( tenun ). Untuk teknologi anyam semi modern media bahannya sudah mulai terbatas.Artinya tidak semua media bahan seperti yang dapat dikerjakan oleh anyaman tradisional dapat dilakukan secara teknologi semi modern.  Dalam kerajinan anyam semi modern ini sudah mulai menggunakan alat bantu untuk mengerjakannya dari media bahan anyam tersebut. Alat Tenun Bukan Mesinmerupakan salah satu alat anyam yang tergolong disukai dan banyak dipakai oleh pengrajin tradisional.
Dapat disebut media bahan untuk teknologi anyam semi modern adalah : benang kapas, pintalan jerami, pintalan sutera, mendong yang telah dipilih kualitasnya ( terutama panjangnya, besarnya harus sama ). Mendong sebagai bahan tikar pada zaman sekarang sudah dapat dianyam menggunakan alat tenun bukan  mesin, sehingga dapat memproduksi dengan jumlah banyak dengan waktu yang lebih singkat.

v . Teknologi Modern Untuk Teknologi Anyam
Proses tenun dengan mesin sudah banyak ditemukan pada industri tekstil. Walaupun dengan mesin yang serba modern, prinsip cara kerjanya tetap sama dengan sistem anyam yang tradisional. Hanya cara menganyamnya yang berbeda alat. Kalau cara tradisional menganyamnya tidak menggunakan mesin atau alat modern tetapi kalau alat anyam yang modern menggunakan mesin modern pula yang dengan waktu yang sangat singkat dapat menghasilkan sejumlah karya yang cukup banyak. Dengan teknologi yang sangat modern ini semakin terbatas media bahan yang digunakan sebagai bahannya.
Pada perusahaan tekstil  hanya menggunakan bahan pintalan benang, pintalan sutera.
Dari pengerjaan kerajinan anyam secara manual ternyata pada akhir-akhir ini justru malah disenangi oleh masyarakat dibandingkan dengan yang dengan pengerjaan anyam yang dikerjakan oleh pabrik.Anyaman yang dikerjakan secara manual ternyata malah lebih disukai karena mempunyai nilai seni yang cukup tinggi.
Ditinjau dari materi atau media bahan dalam kerajinan anyam, hampir tidak dapat disebutkan karena sangat banyak jumlahnya.Karena untuk pembelajaran di sekolah di samping tujuan pembelajaran sebagai apresiatif juga keterampilan motoriknya. Sehingga media bahan apapun yang tidak lazim untuk dipergunakan sebagai karya anyam untuk kepentingan alat rumah tangga dapat dipakai untuk pembelajaran di sekolah, misalnya : daun pisang, potongan kertas, plastik sedotan, potongan karet,dan lain-lain.
Seni rupa adalah bagian dari Kesenian, Seni Rupa mempunyai cabang atau sering disebut jenis, yaitu seni :
·         Lukis.
·         Menggambar.
·         Patung.
·         Dekorasi.
·         Grafis.
·         Ilustrasi.
·         Kriya.
·         Reklame.
·         Bangunan (arsitektur).
Dari beberapa cabang atau jenis seni rupa tersebut, Kerajinan Menganyam berada  pada bagian seni kriya.
Seni Kriya mempunyai jenis, di antaranya adalah kerajinan :
·         Menganyam.
·         Membatik.
·         Mengukir.
·         Merenda.

B.MEDIA BAHAN DAN ALAT UNTUK KERAJINAN MENGANYAM
Media dalam berkarya seni rupa terdiri dari dua macam yaitu bahan dan alat. Dari keduanya saling berhubungan satu sama lain untuk proses terjadinya sebuah karya seni rupa. Berkarya anyam sangat sangat banyak baik bahan yang dapat dipergunakan maupun alatnya.
A.    Bahan
Bahan yang digunakan akan sangat menentukan untuk kerajinan anyaman terdiri dari dua macam:
1.      Bahan pokok
Bahan pokok adalah bahan yang akan mendominasi terwujudnya karya. Bahan pokok dari kerajinan anyam sebagai berikut:
a.       Bambu tali
Bambu tali merupakan bambu yang mempunyai kualitas paling baik dibanding bambu jenis lain. Bambu ini sangat lentur, kuat, tidak mudah putus dan patah.
b.      Rotan hinis
Rotan ini banyak dijual pada toko material bangunan. Rotan ini juga dipakai sebagai bahan pengikat dan pelengkap  pada seni kerajinan lain.
c.       Rotan pirit
Rotan ini digunakan untuk jenis anyaman silinder dengan berbagai teknik diantaranya untuk anyaman membelit dengan pakan tunggal dan ganada misalnya keranjang.
d.      Pandan
Jenis daun yang banyak tumbuh dipinggir sungai dan termasuk tumbuhan liar. Agar dapat digunakan bahan anyaman daun pandan harus diserat sehingga menjadi lebih kecil dan harus dikeringkan dengan cara dijemur.
e.       Mendong
Jenis rumput-rumputan yang sengaja ditanam untuk dipersiapkan sebagai bahan anyaman. Untuk bahan kerajinan anyam,mendong harus dikeringkan terlebih dahulu dan dilumuri dengan abu. Mendon dapat dipakai sebagai bahan kerajinan anyam berupa tas, topi, tikar.
f.       Blarak/janur
Blarak adalah daun kelapa yang sudah tua banyak tumbuh didaerah tropis. Sedangkan janur daun kelapa yang mudah. Bahan ini harus dipisahkan dahulu dari lidinya sebelum dijadikan bahan kerajinan anyaman. Blarak/janur digunakan untuk membuat ketupat,tas,topi,atap.
g.      Kertas
Dapat dipakai untuk karya mainan di tingkat Taman Kanak-kanak. Kertas yang dipakai untuk bahan anyaman harus kertas yang kat gar tidak mudah putus.
h.      Plastik
Bahan anyaman yang telah dirancang untuk bahan anyaman. Plastik sebagai bahan anyaman banyak dijual di toko-toko alat tulis.
i.        Karet
Bahan ini banyak dijumpai di toko alat tulis dengan bentuk lembaran-lembaran, sehingga apabila akan dipakai harus dipotong-potong menggunakan gunting.
j.        Kain
Kain dianggap lebih aman dan praktis. Cara penggunaan pemotongannya sama dengan kertas dan karet.
k.      Daun pisang
Daun pisang yang masih lembaran dan telah dipisahkan dari pelepahnya dapat dijadikan suwiran hingga menjadi lembaran kecil-kecil.

2.      Bahan Pembantu
a.       Lem
Untuk menguatkan dan menyambung anyaman yang terdiri dari lem putih dan lem kertas.
b.      Paku
Untuk kerajinan anyam terapan sering menggunakan bahan bantu paku, rotan sebagai pengikat agar tidak mudah lepas.
c.       Pelitur/vernis
Dapat dipakai sebagai perekat susunan anyaman sehingga bertambah kuat dan tidak mudah lepas.
d.      Pewarna
Bahan anyamann yang perlu tambahan pewarna seperti mendong, seratan bambu, seratan pandan.

B.     Alat
1.      Pisau
Untuk membantu proses terbentuknya nyaman.pisau dirancang untuk mengirat,bambu agar menjadi tipis-tipis serta enghaluskan iratan bambu.
2.      Gergaji potong
Untuk memotong bambuyang akan dipecah-pecah dan menghilangkan rias-ruas bambu.
3.      Gunting
Untuk memotong iratan bambu, kertas, plastik, kain, karet menjadi lembaran-lembaran panjang.
4.      Cutter
5.      Kuas
Untuk mengoleskan lem dan cat sebagai bahan pelengkap kerajinan anyam.
6.      Penyuak
Untuk membantu membagi iratan sebagai lungsi agar susupan pakan mudah dimasuukkan.
7.      Penggaris
Selain sebagai alat pengukur, penggaris juga dipakai sebagai alat bantu memotong kertas agar lurus dan mudah memotongnya.
8.      Uncek
Bentuknya menyerupai jarum besar dan digunakan untuk membuat lobang-lobang tali .

C.TEKNIK KERAJINAN MENGANYAM UNTUK AUD
Kerajinan anyaman merupakian kegiatan yang banyak dilakukan oleh pengrajin dengan tehnik tradisional.Hasil anyaman banyak disukai oleh penikmatnya, dan tehnik anyamanya juga tradisional.Karna hasil kerjanya dianggap memiliki nilai artistik yang cukup memenuhi keinginan.
A.    Persiapan Pembuatan Bahan
 Beberapa langkah proses terjadinya karya anyaman melalui penyiapan bahan  terlebih dahulu,karna bahan anyaman tidak lagsung siap dapat dibuat menjadi karya, tetapi melalui proses persiapan dahulu walaupun sebenarnya masih merupakan bahan.  Contoh: bambu sebagai bahan anyaman bambu tidak langsung dipakai melainkan melalui proses  yaitu dengan membuang ruasnya dahulu kemudian dibelah sebesar  0,5-1 cm, setelah menjadi belahan di irat tipis-tipis sekali kurang lebih 0,5 mm tebalnya sehingga lembaran bambu  menjadi lentur. Bahan janur harus dilepas lidinya agar dapat dianyam, kertas harus dipotong terlebih dahulu menjadi lembaran panjang yang lebarnya kurang lebih 0,5-1 cm.
1.      Penyiapan bahan dari blarak/janur
Helai janur diambil lidinya dan ditinggalkan daunya. Setelah daun  janur terpisah dari lidinya tinggal apakah  akan anda gunakan secara utuh atau diperkecil  dengan cara merobek daun janur tersebut menjadi sejumlah tertentu ( tergantung lebar yang anda inginkan). Setelah helai daun janur anda tentukan lebarnya maka  anda tinggal menggunakannya sebagai bahan anyaman.
2.      Mendong
Batang mendong bentuknya pipih atau gepeng harus dibuat menjadi gepeng terlebih dahulu dengan cara ditumbuk dengan antan secara pelan-pelan supaya tidak patah, setelah itu harus dikeringkan terlebih dahulu dengan cara dijemur apabila menginginkan mendong memiliki warna maka sebelum ditumbuk  maka terlebih dahulu iberikan warna dengan menggunakan naptol  dengan cara direbus bersama mendong
3.      Karet
Karet adalah sebagai bahan untuk kegiatan menganyam, dapat diperoleh dari tokoh yang menyediakan alat sekolah. Karet ini merupakan lembaran yang masihn utuh sehingga apabila kita menggunakannya harus dipotong terlebih dahulu dengan menggunakan cutter/gunting. Cara memotong ada 2 cara yaitu lungsi dan pakan. Dari 2 macam tersebut dibedakan menjadi  lungsi tidak dipotong semuanya tetapi pakan dipotong sampai putus.
4.      Kertas
Kertas digunakan sebagai bahan untuk menganyam.Bahan dari kertas cukup aman bagi AUD. Untuk dijadikan bahan anyaman harus dipotong terlebih dahulu seperti halnya karet.Kertas untuk bahan anyaman sebaiknya dipergunakan kertas karton atau kertas yang agak tebal, supaya memudahkan dalam melakukan penganyaman.Sebelum kertas dipotong sebaiknya diukur dulu barapa lebar dan panjang yang dikehendaki, dengan menggarisi dulu baru dipotong pada garis-garis yang sudah diukur.
5.      Daun pisang
Lembaran daun pisang agar dapat dipakai sebagai bahan anyaman maka kita harus menyobeknya terlebih dahulu cukup dengan kuku jari yaitu dengan cara dibelah dengn ukuran yang sesuai dengn yang dikehendaki baik lungsi maupun pakannya.
6.      Sedotan Plastik
Banyak dijumpai di sekitar kita.Plastik sedotan yang bentuknya memanjang dapat di pergunakan sebagai bahan kerajinan anyaman.bahan ini cukup aman untuk di berikan  kepada kegiatan kerajinan menganyaman di tingkat di lembaga PAUD
B.Model Kerajinan Anyaman.
     Setelah melalui proses dan telah menjadi bahan,maka tinggal melakukan pratik anyaman dengan  menggunakan bahan yang tersedia.Kalau di perhatikan model anyaman itu terdiri dari beberapa macam,diantaranya:
Anyaman datar,yang terdiri dari;
1.Motif lurus
Terdiri dari;
Anyaman sasak, adalah tehnik susup menyusup antara pakan dan lungsi dengan langkah satu-satu, maksudnya diangkat satu tinggal satu.
Anyaman kepar, adalah susup menyusup antara lungsi dan pakan dengan langkah dua-dua atau lebih.
2.Motif biku/serong
Anyaman biku/serong adalah anyaman yan lungsi dan pakanya dibuat  serong kearah kiri dan kanan dengan posisi 45 derajat dari letak penganyamnya. Dari motif serong dapat menghasilkan  berbagai variasi dengan motif sasag polos dan kepar bervariasi.

3.Motif truntum
Anyaman motif truntum adalah perpaduan antara anyaman tegak dengan anyaman serong sehingga membentuk segi enam, kemudian disusupi iratan yang lebih kecil.
C.Teknik Menganyam
Prinisip kerja pada tehnik menganyam baik  tradisional maupun modern adalah sama yang membedakan hanya hasilnya. Yaitu dengan alat modern dapat menghasilkan yang berjumah banyak dalam waktu yang relative singkat,  misalnya tenun mesin. Menggunakan alat modern tidak semua bahan bisa dikerjakan, hanya bahan-bahan tertentu saja dan jumlah yang diinginkan relative banyak. Tehnik anyaman dengan alat modern biasanya untuk  kepentingan seni terapan.
1.Membuat   anyaman datar motif lurus
Langkah anyaman datar dengan motif sasag:
·         Menyiapkan lungsi yang sesuai dengan kebutuhan
·         Bagian pangkal ujung lungsi ditindih dengan kayu agar tidak bergerak.
·         Angkat lungsi untuk nomor ganjil, agar mudah memasukan pakan.
·         Susupkan pakan diantara lungsi yang bernomor ganjil dan nomor genap.
·         Lungsi yang diangkat dikembalikan seperti semula sehingga menutup pakan.
2.Membuat anyaman datar motif kepar
Langkah-langkah anyaman datar dengan motif kepar.
·         Siapkan lungsi sesuai kebutuhan
·         Ujung lungsi ditindih dengan kayu agar tidak berubah pada saat menganyam.
·         Pangkal lungsi secara berpaut-pautan dengan langkah diangkat dua ditinggal dua.
·         Susupkan pakan yang telah diangkat dua-dua.
·         Lungsi yang tadinya diangkat dikembalikan seperti semula sehingga menutup pakan dengan rapi.
·         Salah satu yang didobelkan dengan sebelah kanannya atau kirinya.
3.Membuat motif kepar bervariasi.
Langkah-langkahnya sebagai berikut:
·         Menyiapkan lungsi sesuai kebutuhan
·         Tindih ujung lungsi pada bagian pangkal agar tidak mudah bergerak.
·         Susupkan pakan pada lungsi sesuai rumus:
·         T1,A1,T2,A3,T2,A1,T2,A3,T1,……dan seterusnya
·         Susupkan kembali pakan diantara lungsi dengan rumus:
·         T5,A2,T1,A2,T3,A2,T1,A2,……..dan seterusnya
·         Langkah berikutnya dengan cara menyusupkan pakan diantara lungsi dengan rumus:
·         A1,T2,A1,T2,A3,T2,A1,T2,A3,……dan seterusnya.
·         A1,T1,A3,T2,A1,T2,A3,T2,A1,……dan seterusnya.
·         T1,A2,T1,A2,T3,A2,T1,A2,T3,……danseterusnya.
·         T2,A3,T2,A1,T2,A3,T2,A1,T2,…..dan seterusnya,kemudian dipadatkan.
4.Membuat anyaman datar motif biku/serong sasak
Langkah-langkahnya sebagai berikut:
·         Iratan sebagai lungsi yang serong kesebelah kanan disiapkan sesuai kebutuhan.
·         Angkat lungsi pada nomor ganjil untuk memudahkan memasukan iratan pakan yang serong kesebelah kiri.
·         Susupkan iratan pakan yang serong kesebelah kiri diantara lungsi yang serong kesebelah kanan.
·         Kembalikan/tutup kembali lungsi yang tadinya diangkat, dan rapatkan kembali
·         Susupkan iratan-iratan pakan yang serong kekiri pada iratan lungsi yang serong ke sebelah kanan begitu seterusnya yang diangkat sesuai kebutuhan.


5.Membuat motif kepar serong bervariasi
Langkahnya sebagai berikut:
·         Iritan lungsi yang serong kanan disiapkan sesuai kebutuhan.
·         Angkat iratan lungsi yang serong kesebelah kanan dengan selang dua-dua, agar memudahkan masuknya iratan pakan yang serong kesebelah kiri.
·         Susupkan iratan pakan yang serong kesebelah kiri diantara lungsi iratan yang serong kesebelah kanan.
·         Kembalikan seperti semula iratan lungsi yang serong kesebelah kanan ketempat semula dan padatkan pada yang telah disusupkan pada lungsi.
·         Susupkan iratan pakan yang serong kesebelah kiri diantara iratan lungsi yang serong  kesebelah kanan, sejumlah sesuai kebutuhan.
6.Pembuatan Anyam Datar dengan Motif Truntum
Langkah-langkahnya sebagai berikut:
·         Iratan(dari daun janur, kertas, bambu, dan karet) disiapkan sesuai yang dibutuhkan, kemudian silangkan iratan tersebut pada posisi serong kekanan dan kekiri.
·         Sususpkan iratan ketiga dengan posisi mendatar diantara persilangan bagian bawah .
·         Susupkan iratan yang ke empat dengan posisi mendatar diantara persilangan bagian atas.
·         Susupkan iratan kelima sejajar dengan iratan yang pertama .
·         Susupkan iratan yang ke enam sejajar dengan iratan kedua, sehingga terbentuk segi enam beraturan.
·         Susupkan iratan kecil/halus pada lubang segi tiga.
·         Susupkan iratan kecil/halus pada persilangan segi tiga.

D.PENGEMBANGAN KERAJINAN ANYAMAN UNTUK ANAKUSIADINI
A.Pembinaan Ekspresi Pada Kerajinan Menganyam
Membina ekspresi dalam seni rupa merupakan proses pengungkapan perasaan melalui berbagi jenis dari senirupa yang termasuk pada kerajinan menganyam. Victor Lowenfel dmengatakan bahwa self exspresion. Yang berarti suatu pernyataan tentang isi jiwa (termasuk di dalam nya adalah: pikiran, perasaan dan kehendak) dengan melalui caranya sendiri. Hal ini sangat diperlukan bagi perkembangan dirinya yang harmonis.
Pembinaan ekspresi dapat Anda lakukan melalui dua hal, adalah sebagai berikut:
1.Memberikan stimulus yang berupa rangsangan kepada anak untuk mengaktifkan dalam pengungkapan perasaannya. Pemberian stimulus ini ada beberapa cara, diantaranya adalah:
v Pendekatan  secara langsung pada objek yang dikerjakan.  Untuk anak usia dini pendekatan langsung merupakan cara yang paling efektif. Pada pokok kegiatan menganyam, Anda dapat melakukannya dengan cara bekerja bersama-sama sambil Anda ikut terlibat dengan anak memegang sambal membimbing anak dalam berkarya.
v Membangkitkan minat anak. Dari pengalaman-pengalaman yang dimiliki oleh anak, yaitu berkarya sambil bermain. Dengan melalui bermain kegiatan mengayamakan lebih mudah dan bersemangat sehingga akan mempermudah tercapainya  tujuan kegiatan sehingga mempermudah tujuan kegiatan pembelajaran kerajinan  mengayam bagi Anak Usia Dini.
2.      Melatih keberanian secara spontanitas dan terampil menggunakan berbagai macam media sebagai sarana mengekspresikan perasaan yang dimilikinya. Untuk melatih keberanian Anda lakukan  sebagai berikut:
v  Melalui ekspresi, dengan cara mencoba-coba, meniru atau memodifikasi karya yang sudah ada. Pada saat eksplorasi media ungkap anak akan menemukan beragam teknik dalam menggunakan alat tertentu, bahkan mereka sering kali dapat mengembangkan keterampilan yang lainnya.
v  Melalui eksperimen. Penemuan hal-hal yang baru dapat ditemukan dalam proses mencoba tentang berbagai media ungkap. Dapat Anda contohkan dengan pada penggunaan media anyam dari daun pisang, karet, atau kertas. Siswa akan mengenali bahwa karakter dari media ungkap tersebut maka ia akan menyesuaikan sehingga dapat  memperoleh hasil yang maksimal.
B.Pembinaan Kreativitas Kerajinan Tentang Menganyam
Semua orang/anak mempunyai bakat atau potensi dalam seni (senirupa), walaupun seberapa potensinya tidak sama. Potensi itu ada yang dikembangkan secara optimal ada juga yang sama sekali tidak dikembangkan. Setiap orang mempunyai pengalaman estetis, imajinasi tentang keindahan.Masalahnya orang tersebut mampu dan tidak mampu mengungkapkan untuk di tunjukkan kepada orang lain. Proses kemampuan menunjukkan ini dapat kita sebut sebagai kreativitas. Kreativitas dapat diartikan dengan kemampuan mencipta, kemampuan menanggapi persoalan, kemampuan berpikir, dan kemampuan menyesuaikan diri.
Kreativitas sangat erat hubungannya dengan fantasi atau daya khayal.Daya khayal yang dimiliki oleh setiap orang ini diperlukan dalam setiap penciptaan karya seni. Untuk melatih dalam pembinaan kreativitas kepada anak, salahsatucontohnyaadalahtugaskankepadasiswaAndauntukmencariberbagaikemungkinanbentuk-bentuktrimartadaripembuatananyaman: sepertikotak, bentukburung, bola, hiasan-hiasan.
Dari  uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa setiap manusia mempunyai potensi berimajinasi, berkhayal, mempunyai pengalaman estetik. Masalahnya potensiitu dapat diungkapkan dan tidak dapat diungkapkan karena tidak dilatih untuk mengungkapkan. Karena tidak pernah melatih diri maka orang tersebut tidak mempunyai kreativitas.Jadi untuk kreatif dan terampil diperlukan latihan yang rutin dan berkesinambungan, apa bila seseorang/anak memiliki keterampilan pastiakan kreatif.
C.Pembinaan Sensitivitas Melalui Keterampilan Menganyam
Kepekaan  anak dalam menerima stimulus atau rangsangan dari luar yang harus diserap melalui panca indra. Kepekaan ini kita namakan sensitivitas.Setiap anak memiliki kepekaan yang berbeda-beda.Ada yang tajam kepekaannya tetapi ada pula yang kepekaannya tidak tajam.Pendidikan kesenian adalah salah satu yang dapat mengembangkan kepekaan.Melalui keterampilan seni rupa pada anak usia dini diharapkan anak akan dapat menangkap rangsangan serta dapat dengan cepat dan terampil mengolahkan menjadi hasil seni berupa kerajianan anyam yang bermanfaat sebagai sarana, proses untuk membantu tercapainya tujuan pendidikan pada umumnya.
Yang perlu ditempuh dalam pembinaan sensitivitas anak melalui kegiatan pembelajaran kerajianan menganyam, diantaranya:
·         Perhatikan oleh Anda kepada anak beberapa anyaman yang sudah jadi baik berbentuk anyaman yang berbentuk tiga dimensi. Tugas anak adalah mengamati secara seksama mengenai macam-macam bentuk, warna, tekstur kemudian siswa akan menyerap yang akhirnya akan menimbulkan berbagai tanggapan dan perasaan.
·         Setelah anak mengamati objek karya anyaman maka dilanjutkan mengamati susunannya yang diteruskan pula untuk menganali siskon disikarakter objek. Selanjutnya anak diminta untuk mengungkapkan kepada gurunya tentang hasil pengamatan terhadap susunan anyaman (teknik anyaman tersebut) hadapkan langsung dengan meraba objek.
·         Meraba samba lmengamati karya anyam atau media bahan untuk dirasakan, guru mengetahui karakter tekstur tentang  media daun, iratan bambu, guntingan kertas, guntingan karet, janur dan lain sebagainya.  Hal ini dimaksudkan untuk latihan merespons pengalaman sensori. Maka sensasi yang ditimbulkan akibat rabaan tersebut dapat membangkitkan berbagai tanggapan atau kesan terhadap apa yang mereka hadapi yang akhirnya siswa tersebut mampu belajar memutuskan melalui sikapnya.
D.Praktik Kerajinan Anyam Pada Anak Usia Dini
Kerajinan menganyam dapat dikatakan berhasil apa bila anak dapat menghasilkan karya anyaman karya.Keterampilan dalam menggunakan alat (menggunting kertas, menggunting, karet, dan lain-lain) sangat dibutuhkan di samping mempermudah dan memperlancar, kegiatan ini juga merupakan keterampilan motorik yang tidak kalah penting manfaatnya bagi perkembangan anak.Derajat kesulitan dalam mempraktikkan kerajinan anyam pada siswa Anda hendaknya memulai dari tingkatan yang paling rendah menurut kemampuan anak.Anda memberikan contoh dengan cara menuntun proses, urutan berkarya yang kemudian diikuti oleh anak dengan cara satu persatu. Kegiatan ini sebaiknya dilakukan oleh dua guru, yaitu satu guru memperagakan guru satunya lagi menuntun sambil memeriksa satu persatu.Dibawah ini akan diberikan contoh beberapa cara menganyam:
·         Anyaman Sasag
Anyaman ini adalah teknik susup menyusup antara pakan dan lungsi dengan langkah satu-satu.Artinya angkat satu dan di tinggal satu (dengan rumus AI, TI, AI …. Dan seterusnya, kemudian diatasnya TI, AI, TI …. Dan seterusnya).
·         AnyamanBervariasiPolos
Anyaman ini dengan teknik susup menyusup antara pakan dan lungsi, tetapi berselang dua-dua.Artinya lungsi diangkat dua dan ditinggal dua begitu seterusnya kearah samping.Untuk kegiatan pembelajaran menganyam pada anak usia dini agar lebih aman Anda dapat menggunakan  media bahan; daun pisang yang telah disobek kecil-kecil selebar kurang lebih 1cm, janur yang di irat menjadi kecil-kecil yang lebarnya kira-kira 1cm, kertas yang digunting memanjang yang lebarnya kira-kira 1cm, lembaran karet yang lebarnya kira-kira 1cm


























BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Secara definisi dapat disimpulkan bahwa:
1)      Mengayam baik yang menggunakan teknologi tradisional sampai modern mempunyai prinsip kerja yang sama, yaitu adanya lungsi sebagai bagian anyam yang menjulur ke atas ( vertical ),dan pakan sebagai bagian anyam yang menjulur kesamping (horizontal) yang akan menyusup pada lungsi.
2)      Kualitas media anyaman menentukan kualitas berkarya dan hasil karya anyaman.
3)      Proses terjadinya anyaman harus mulai dari penyiapan bahan,karena bahan anyaman jarang sudah siap langsung digunakan . jadi media bahan melalui proses dari awal di rubah sebagai bahan yang siap diproses menjadi karya.
B.     Saran

Menganyam yang kegiatan praktiknya banyak di dominasi tentang kerajinan tangan serta kretivitas selalu berhubungan dengan tradisional.
Sarannya yaitu :
1)      Untuk menganyam di butuhkan dua bagian bahan, yaitu  lungsi dan pakan. Lungsi adalah bagian yang akan disusupi pakan , sedangkan pakan yang akan mengisi lungsi.





Daftar Rujukan
Affandi & Dewobroto.(2004). Menegenal Seni Rupa Anak .yogyakarta:Gama Media
Abdulhamid.(1995).Pengantar Estetika.Kuala Lumpur: Dewan Bahasa Pustaka. Kementerian Malaysia.
Cut Kamaril dkk. (2007).Pendidikan Seni Rupa Dan Kerajinan Tangan .Jakarta: Universitas Terbuka.
Dedi Nurhadiah. ( 1991) . Seni Rupa Teori Dan Praktik.Bandung :Internusa.
Oho Garha. (1983). Seni Rupa , Media Pengajaran Dengan Kreativitas . Jakarta : Depdikbud.