welcome

selamat datang selamat membaca dan semoga bermanfaat

Jumat, 21 Desember 2012

MENGUNGKAPKAN PERASAAN DALAM KOMUNIKASI

A.     PERANAN PERASAAN DALAM KEHIDUPAN MANUSIA
       Salah satu segi paling membahagiakan dalam berkomunikasi dengan orang lain adalah kesempatan untuk perasaan .
      Johnson (1981) menggambarkansuatu model lima tahap pengungkapan perasaan dalam komunikasi. Menurutnya, setiap kali kita berkomunikasi dengan orang lain maka sebenarnya paling sedikit terjadi lima macam proses , proses tersebut adalah sebagai berikut :
  1. Kita mengamati (sensing) tingkah laku lawan komunikasi kita. Dengan alat-alat indra yang kita miliki, kita menumpulkan informasi tentang lawan komunikasi kita .
  2. Kita menafsirkan (interpreting) semua informasi yang kita terima dari lawan komunikasi kita itu. Kita menentukan makna dari kata-kata dan perbuatannya .
  3. Kita mengalami perasaan tertentu (feeling) sebagai reaksi spontan terhadap penafsiran kita atas informasi yang kita terima dari dan tentang lawan komunikasi kita.
  4. Kita akan terdorong untuk menanggapi (intending) perasaan kita itu .dalam diri kita terbentuk intense yang  akan mendorong dan mengarahkan kita untuk berbuat searah dan sejalan dengan perasaan kita .
  5. Kita mengungkapkan (expressing) perasaan kita itu .

B.     AKIBAT YANG TIMBUL BILA PERASAAN TIDAK DIUNGKAPKAN
Salah satu faktor yang menjadi penghambat dalam membangun hubungan antar pribadi yang intim adalah kesulitan mengkomunikasikan perasaan. Aneka masalah dalam komunikasi muncul terutama bukan karena perasaan yang kita alami itu sendiri, melainkan karena kita gagal mengkomunikasikannya secara efektif. Perasaan-perasaan itu justru kita sangkal, kita alihkan, kita sembunyikan atau kita represikan.
Berikut ini adalah beberapa hal yang mungkin timbul bila perasaan-perasaan tidak kita sadari, tidak kita terima, atau tidak kita ungkapkan secara konstruktif (Johnson, 1981) :
1.        Menyangkal dan menekan perasaan dapat menciptakan aneka masalah dalam hubungan antar pribadi.
2.        Menyangkal dan menekan perasaan dapat menyulitkan kita dalam memahami dan mengatasi masalah yang terlanjur timbul dalam hubungan antar pribadi.
3.        Menyangkal perasaan dapat meningkatkan kecenderungan kita untuk melakukan perspeksi secara selektif.
4.        Menekan perasaan dapat menimbulkan distorsi atau penyimpangan dalam penilaian kita.
5.        Dalam mengungkapkan perasaan yang tidak lugas-efektif sering justru tersirat tuntutan-tuntutan tertentu.


C.     MENGUNGKAPKAN PERASAAN SECARA VERBAL
     Ada dua cara mengungkapkan perasaan, yaitu secara verbal dan nonverbal. Yang dimaksud secara verbal adalah dengan menggunakan kata-kata, baik yang secara langsung mendeskripsikan perasaan yang kita alami maupun tidak. Sedangkan yang dimaksud secara nonverbal adalah dengan menggunakan isyarat lain secara kata-kata, misalnya sorot mata, raut muka, kepalan tinju, dan sebagainya. Dalam kenyataan sehari-hari, kedua cara tersebut sebenarnya susah dipisahkan sebab lazimnya hadir bersama-sama.
Cara kita mengungkapkan perasaan antara lain tergantung pada kesadaran dan penerimaan kita terhadap perasaan-perasaan kita tersebut, serta kemampuan kita untuk mengungkapkannya secara konstruktif. Bila tidak kita insafi atau sengaja kita tolak, perasaan-perasaan tersebut nantinya akan terungkap juga secara tidak langsung, dalam bentuk-bentuk sebagai berikut (Johnson, 1981) :
1.        Mencap dan memberikan lebel.
2.        Memerintah.
3.        Bertanya.
4.        Menuduh.
5.        Menyindir (sarkasme).
6.        Memuji.
7.        Mencela.
8.        Memberikan sebutan.

Untuk mengungkapkan perasaan secara jelas, maka kita perlu mendeskripsikannya. Setidak-tidaknya ada empat cara mendeskripsikan perasaan (Johnson, 1981) :
1.        Mengidentifikasikan atau menyebutkan nama perasaan itu.
2.        Menggunakan kiasan perasaan.
3.        Menunjukkan bentuk tindakan yang ingin dilakukan terdorong oleh perasaan yang sedang dialami.
4.        Menggunakan kiasan kata-kata.

D.     MEMPRESEPSIKAN PERASAAN ORANG LAIN
            Sebagaimana yang kita ketahui, perasaan adalah reaksi internal. Kita hanya dapat mengetahui apa yang sedang dirasakan oleh orang lain berdasarkan pengakuannya atau berdasarkan bentuk-bentuk tingkah laku tebukanya. Perasaan yang diungkapkan baik secara langsung maupun secara tidak langsung ini disebut surface feelings dan mudah dipresepsikan atau di tangkap. Sebaliknya adalah yang disebut underlying feelings, yakni perasaan-perasaan yang tidak diungkapkan baik secara langsung maupun tidak langsung.
            Dalil umum dalam komunikasi antarpribadi adalah sebagai berikut: sebelum manggapi perasaan seseorang, terlebih dahulu kita perlu menyelidikinya untuk memastikan bahwa kita benar-benar tahu apa yang sedang dirasakannya. Inilah yang disebut perception check atau pengujian presepsi. Pengujian presepsi ini meliputi tiga unsur, yaitu:
1.        Mendeskripsikan dugaan kita tentang perasaan yang sedang dialami oleh lawan kominikasi kita.
2.        Menanyakan kepada yang bersangkutan apakah presepsi kita itu tepat.
3.        Menahan diri dari membenarkan atau menyalahkan perasaan-perasaan lawan komunikasi kita.
Kesan-kesan tentang orang lain memang sering keliru akibat ketakutan-ketakutan, harapan-harapan maupun perasaan-perasaan lain yang sedang berkecambuk di dalam diri kita sendiri. Itulah sebabnya penting sekali terlebih dahulu menguji atau memastikan ketepatan presepsi kita sebelum memutusakan suatu tindakan atau berbuat sesuatu menenggapi perasaan lawan komunikasi kita.

E.      MENGUNGKAPKAN PERASAAN SECARA NONVERBAL
            Presepsi wajah, jeda ataun tenggang waktu dalam berbicara, gerak tangan, jarak kontak mata, sikap tubuh, cara berpakaian, volume suara dan intonasi, sentuhan atau rabaan, cara mengatur kamar, dan sebagainya, semua itu adalah perbuatan dan sekaligus merupakan modalitas komunikasi nonverbal. Perilaku nonverbal memiliki beberapa ciri sebagai berikut:
  1. Merupakan kebiasaan, maka bersifat otomatis dan jarak kita sadari.
  2. Berfungsi mengungkapkan perasaan-perasaan kita yang sebenarnya, kendati dengan kata-kata kita berusaha menyembunyikannya.
  3. Komunikasi nonverbal merupakan sarana utama untuk mengungkapkan emosi.
  4. Memiliki makna yang berlainan pada berbagai lingkungan budaya yang berbeda.
  5. Memiliki makna yang berbeda dari orang ke orang.
Berikut ini disajikan beberapa contoh pola perilaku nonverbal yang mencerminkan perasaan konseling terhadap konselor selama wawancara konseling.



Perasaan
Menerima
Tergantung
Curiga
Memusuhi
Kepala
Mulut
Kesigapan
Posisi
Kontak mata
Tangan
Jarak
Mengangguk
Tersenyum
Sigap
Menghadap
Wajar
Terbuka
Wajar
-
Latah
Pasif
Merendah
Berlebihan
Menggapai
Dekat
-
Tertutup
Sigap
Mematung
Kurang
Resah
-
Menggeleng
Mencibir
Tak acuh
Menantang
Menghindar
Mengepal
Jauh








F.      UNGKAPAN PERASAAN ANAK
Cara anak mengekspresikan perasaan tergantung orang di sekitarnya melakukannya. Mengenali emosi anak terkadang bukan hal mudah karena anak sering tidak mengungkapkan kemarahannya secara verbal. Apakah ia marah, sedih, bingung, atau pun sangat ketakutan.
Perasaan-perasaan yang mungkin di alamianakusiadini.
·          Belum mampu membedakan kenyataan dan khayalan.
·          Mencoba-coba mencari jawaban dengan bertanya ”mengapa”  sampai anak mendapatkan jawaban yang dapat membuatnya puas.
·          Ingin orang tua yang lengkap.
·          Pengalaman pertama masuk sekolah yang ditinggal orang tua atau pengsuh yang membuatnya cemas.
·          Punya banyak teman yang baik dan membuat anak merasa gembira.
·          Semua orang yang memperhatikannya bias membuatnya malu.
·          Di ajak berpergian dan meliahat hak baru akan membangkitkan antusiasme anak.
·          Marah karena mainanaya diambil atau dirusak oleh teman.
·          Mengamuk karena frustasi keinginanya tak tercapai.

7 CARA ANAK MENGUNGKAPKAN PERASAAN CINTA PADA ORANG TUA YAITU:
·        Bayi baru lahir yang mengungkapkan rasa cinta dan membutuhkan anda melalui tatapan mata.
·        Bayi yang berusia 8-12 bukan akan mulai merespon saat anda meninggalkannya.
·        Anak-anak balita biasanya mengalami tantrum. Sifat yang sering sekali muncul seperti marah, atau puhal lain yang sejnis.
·        Balita mungkin saja belum mengerti mengenai arti kata sayang yang di ungkapkan secra perlahan-lahan.
·        Saat anak-anak mulai sekolah mereka belajar dengan mengungngkapkan cinta dengan bunga ataupun dengan hal  yang lainnya yang mambuat anak senang.
·        Anak-anak usia prasekolah biasanya mulai lebih kooperatif yang selalu menjukkan kemampuan mereka yang membuat anda terkesan.
·        Anak-anak yang lebiah besar biasanya lebih senang merah asiakanhal-hal yang memalukannya baginya, atau saat mereka membuat kesalahan.