welcome

selamat datang selamat membaca dan semoga bermanfaat

Selasa, 11 Juni 2013

Media Audio Untuk Pembelajaran Bahasa Di Taman Kanak-Kanak



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Media pembelajaran sangat membantu dalam keberhasilan anak dalam belajar. Khusus untuk pembelajaran bahasa, di butuhkan media yang dapat mengembangkan kemampuan berkomunikasi aktif dan pasif anak. Anak membutuhkan latihan untuk membaca, bercerita dan bercakap-cakap dengan orang lain. Dalam hal ini media akan sangat membantu sekali karena akan menimbulkan motivasi dan usaha anak dalam belajar bahasa.
B.     Rumusan Masalah
2.      Media apa saja yang di gunakan dalam pembelajaran bahasa abak ?
1.      Media Audio Untuk Pembelajaran Bahasa Di Taman Kanak-Kanak ?
2.      Media Visual untuk Pembelajaran Bahasa di Taman Kanak-kanak ?
3.      Media Audio Visual Untuk Pembelajaran Bahasa Di TK ?











BAB II
PEMBAHASAN
  1. Media Audio Untuk Pembelajaran Bahasa Di Taman Kanak-Kanak
1.      Media Audio Untuk Melatih Kemampuan Mendengarkan
Mendengarkan adalah suatu kemampuan/keterampilan yang harus dipelajari lewat praktek oleh aak-anak. Anak-anak memerlukan dorongan untuk mendengarkan dengan segala perhatiannya. Guru dapat memperdengarkan bunyi-bunyian yang berlainan dan membicarakan tentang bunyi-bunyi tersebut, serta melakukan berbagai permainan yang dapat memberikan semangat mendengarkan pada diri anak.
1.      Permainan Mendengarkan
a.       Bunyi yang direkam dengan media tape recorder
Berjalanlah keliling rumah dengan anak dan rekam berbagai binyi-bunyian, seperti misalnya mengucurkan air atau berdetaknya jam. Dengan mudah anak akan mengenali ketika guru memainkan kembali rekamannya suara-suara tersebut.
b.      Kocok dan pasangka wadah bersuara
Kita memerlukan sekumpulan wadah kosong yang memadai beserta tutupnya, misalnya bekas wadah rol film atau karton bekas keju. Taruh sedikit bahan yang berlainan, seperti pasir, kerikil, beras, jepit kertas atau gula didalam wadah-wadah ini serta bahan lainnya yang sama bunyinya. Kemudian guru dapat mengocok tiga wadah bergiliran. Anak harus mengingat urutan suara itu, mencari yang benar dengan urutan yang benar pula.
c.       Dengarkan irama “sendok dan pensil”
Periksalah apakah anak dapat menirukan irama-irama sederhana yang dikeluarkan dari ketukan sendok atau pensil. Sendok dan pensil ini dapat di pukulkan pada sebuah gelas atau benda lainnya, sehingga menghasilkan bunyi yang berbeda. Kemudian anak menirukan bunyi yang didengarnya tersebut.
2.      Media Audio Untuk Melatih Penggunaan Buku Dalam Bercerita
Untuk memberi semangat anak-anak agar menjadi pembaca adalah melakukan kegiatan bersama-sama anak untuk melihat, membaca dan menikmati buku. Tetapi guru kadang kala tidak selalu dapat hadir menemani anak untuk membaca atau bercerita.
Rekaman Cerita
Rekaman cerita pada tape sangat bagus untuk semua kesempatan bila guru tidak dapat memberikan perhatian penuh kepada anak. Namun, rekaman ini bukanlah pengganti untuk perhatian dan sertanya orang dewasa seperti yang diberikan dengan pembacaan buku kepada anak. Guru dapat merekam cerita itu untuk mereka sehingga kapan saja diinginkan, mereka dapat mendengarkan cerita itu sambil melihat bukunya. Pembacaan dengan suara yang dikenal akan lebih dihargai daripada merekam yang dibeli. Jangan lupa untuk merekam isyarat yang menandakan bahwa mereka harus membuk tiap halaman berikutnya.
  1. Media Visual untuk Pembelajaran Bahasa di Taman Kanak-kanak
a.       Media Visual untuk Melatih Kemampuan Berbicara
Sebelum anak bias membaca,  anak harus tahu dan menggunakan perbendaharaan kata-kata dasar yang baik. Cara  terbaik untuk mendorong perkembangan bahasa anak adalah menyisihkan waktu untuk berbicara dengan mereka. Doronglah mereka untuk mengungkapkan pendapat,  melontarkan pertanyaan dan mengambil keputusan.
1.      Bermain Fantasi
Permainan  yang  melibatkan anak-anak membayangkan diri dalam peran atau situasi. Permainan ini dapat menggunakan  media  visual,  yaitu:
a.       Bermain peran
Sering para ahli menggunakan boneka untuk anak-anak  yang  mempunyai masalah bicara atau komunikasi. Beberapa anak memainkan boneka-boneka ini tepat sama seperti mereka bermain boneka.  Beberapa anak benar-benar tidak menyukai boneka,  jadi jangan paksa mereka jika mereka tidak tertarik.
b.      Benda Asesoris untuk permainan  “Berdandan”
Cobalah membuat kumpulan pakaian aksesori untuk berdandan,  dengan mengumpulkan pakaian bebas dari teman dan kenalan serta mencari barang obralan dan took loakan.
c.       Permainan “Kotak karton”
Kotak karton dengan berbagai bentuk dan ukuran dapat menciptakan aneka ragam situasi bermain. Kotak-kotak rumah bias dijadikan rumah,  istana,  meja,  bangku,  dan loket,  dan kotak kecil dapat dijadikan garasi,  rumah-rumah  miniature.
2.      Permainan Deskriptif
Untuk melatih anak murid berbicara dapat dilakukan Permainan Deskriptif yaitu permainan  yang  menuntut anak-anak untuk menguraikan benda mendorong mereka untuk mencari-cari  kata-kata  dan membantu mereka berbicara dan berpikir lebih jelas. Deskriptif dengan berbagai macam  media  visual  yaitu:
a.       Kotak Raba
Letakkan objek-objek rumah tangga dalam suatu boks  yang  telah dilubangi sampingnya.  Kemudian siswa memasukkan keduatangannya ke dalam kotak dan mencoba merasakan apa  yang  dirabanya sebelum menebak benda apa itu.
b.      Pemberian Gambar
Dapat dilakukan dengan permainan gambar,  yang  dilakukan secara bergiliran mengatakan sesuatu mengenai suatu gambar dalam sebuah buku atau majalah,  dengan mula-mula mengulangi semua pertanyaan  yang  telah dilakukan sebelumnya.  Permainan ini baik untuk daya ingat dan mengembangkan dalam banyak cara misalnya:  “Pada pulau ajaibku aku akan mempunyai..”
c.       Permainan Hubungan
Permainan sederhana ini meminta anak untuk memberikan hubungan antara dua objek nyata sekitar rumah,  sekolah atau kebun,  atau lukis gambar sederhana pada potongan-potongan objek mereka sendiri, dan menjelaskan mengapa mereka mengumpulkan  yang  itu.
b.      Media Visual untuk Melatih Kemampuan Sajak dan irama
Para  pakar pendidikan mulai menyadari pentingnya sajak dalam belajar membaca. Irama syair dan nyanyian membantu anak untuk mengingat  kata-kata. Bila mereka dapat menghafalkan suatu nyanyian atau syair tunjukkan kepada anak  kata-kata  yang  tercetak mengenai syairitu. Ini membantu anak-anak memahami cara  kata-kata  tertulis itu menyajikan  kata-kata  yang  diucapkan atau dinyanyikan.
1.      Permainan dengan sajak dan irama
Kebanyakan anak menyukai bereksperimen dengan sajak segera mereka memperoleh suatu  ide. Beberapa anak merasa hal itu sangat sulit. Jika  guru  tidak mendapatkan tanggapan,  lupakan hal itu untuk sementara waktu dan cobalah lagi setelah beberapa pekan.  Media-media  yang  dapat digunakan adalah:
Kotak bersajak
Taruh objek dalam sebuah boks.  Ambil bergiliran dan berapa  kata  yang bersajak dengan benda itu.  Ada  memberikan petunjuk bersajak  (suku kata akhir diucapkan)  dan harus menebak  kata  itu. Mengungkapkan  kata-kata,  semua kecuali satu,  sama bunyi suku  kata  akhirnya  (bersajak).  Siswa mengubah petunjuk bersajak itu menjadi versi  yang  lain.
c.       Media Visual Untuk Melatih Kemampuan Menggunakan Buku
1.      Menggunakan Buku Bersama-sama
Untuk memberi semangat anak-anal agar menjadi pembaca adalah bersama-sama melihat, membaca, dan menikmati buku. Jika anak-anaknmenyaksikan buku sebagai sumber kesenangan, hiburan dan informasi, mereka akan mempunyai dorongan yang kuat untuk belajar membaca.
Ketika anak melihat buku, rasa senang muncul tidak hanya dari melihat gambar-gambar dan mendengarkan cerita. Perhatian individual yang guru berikan kepadanya, pendekatan jasmaniah, perasaan hangat dan aman semuanya akan menyumbangkan perasaannya mengenai buku. Sebaliknya berhati-hatilah jangan pernah memaksakan buku-buku pada anak-anak karena mereka memilih melakukan sesuatu yang lainnya.
2.      Sikap Orang Dewasa terhadap Buku
Sikap seorang anak terhadap buku juga akan dikondisikan oleh apa yang ia saksikan dari sikap orang dewasa terhadap buku itu. Jika ia melihat guru atau orang tuanya sendiri suka membaca buku dan mengacu buku untuk mencari informasi, ia akan cenderung menganggap buku sebagai dapat dinikmati dan berguna.
3.      Belajar mengenai Buku-buku dan Kata-kata
Seorang anak yang terbiasa menggunakan buku-buku akan menyerap banyak informasi yang diperlukan sebelum ia belajar membaca. Ia akan memahami, misalnya bahwa kita selalu mulai dari depan dan bergerk ke belakang, dan bahwa kita menangani tiap halaman dari atas ke bawah. Dan tiap baris dari kiri ke kanan, bahwa gambar-gambar dapat membantu memahami kata-kata; bahwa kata-kata dipisahkan oleh spasi kosong; bahwa suatu cerita mempunyai awal, bagian tengah dan akhir dan sering mengikuti pola.
4.      Manfaat lain dari Media Buku
Ada manfaat lain, yaitu buku membentuk suatu ikatan antara orang-orang yang menikmati buku bersama-sama. Buku-buku merangsang daya khayal dan mendorong pengembangan emosional karena anak itu mulai menghargai bagaimana perasaan orang lain. Buku- buku memperluas pengetahuan akan dunia memperkenalkan kepadanya situasi-situasi baru dan memperdalam pemahamannya akan hal-hal yang telah di alaminya.
5.      Waktu Mulai Gunakan Buku
Bayi kecil dapat menikmati gerakan halaman-halaman yang dibuka, bunyi kertas dan bunyi suara Anda ketika berbicara atau membaca. Pada awalnya, mereka melihat gambar semata-mata sebagai warna-warna, bentuk dan pola. Lambat laun bentuk-bentuk itu menjadi dikenal dan dapat dikendali dan mereka mulai menghubungkan bunyi-bunyi spesifik dengan setiap bentuk.
6.      Betapa Sering Gunakan Buku
Gunakan buku-buku bersama anak-anak sesering ia menginginkan dan sedapatnya Anda menyisihkan waktu. Kemudian Anda dapat memperpanjang pertemuan tetapi mengurangi sesering mungkin. Paling tidak usahakan selalu ada satu pertemuan buku dalam sehari.
7.      Memandangi buku Sendiri
Menikmati buku secara bersama-sama merupakan suatu bagian penting dari pengalaman dini, tetapi buku-buku dapat dinikmati bila dilihat sendiri dari usia dini, tetapi buku-buku dapat dinikmati bila dilihat sendiri dari usia dini. Berilah semangat kepada anak sejak awal untuk melihat sendiri buku-buku. Ia akan memandangi gambar-gambarnya. Ini mungkin akan terjadi bila ia menyaksikan orang-orang disekitarnya memandangi buku.





8.      Tempat Menyimpan Buku
Carilah tempat yang khusus bagi para siswa untuk menyimpan buku-buku mereka. Usahakan agar tidak terlalu berhati-hati dengan buku, tetapi ajarilah anak-anak untuk tidak menyobek atau mencoret-coret buku itu. Guru dapat memberi sampul plastik buku-buku favorit agar lebih awet.
9.      “Membaca” Gambar
Anak-anak yang melihat gambar-gamabr dalam buku dan bicara mengenai gambar-gambar itu belajar membaca gambar. Ini sangatlah beguna bila mula-mula mereka memulai membaca karena petunjuk-petunjuk dari gambar memberinya kepercayaan diri untuk mencoba kata-kata di bawah gambar-gambar itu.
d.       Media Visual Untuk Melatih Kemampuan Mengenal Huruf dan Kata
Berikut ini adalah kegiatan anak dalam menggunakan buku sebagai media visual dalam mengenal huruf dan kata.
1.      Label dan Penjelasan Gambar
Tunjukkan huruf dan tanda-tanda dan label dan usahakan agar anak menyadari semua situasi yang berlainan dimana guru menggunakan pembacaan dan penulisan untuk memperoleh dan memberikan informasi.
Menulis segala sesuatu merupakan cara yang baik untuk membuat mereka berminat akan kata-kata tertulis. Melihat namanya sendiri ditulis menarik hatinya dan huruf pertama dari nama mereka biasanya adalah huruf yang pertama kali mereka kenali.
2.      Mengenal Huruf dan Kata yang Tercetak pada Buku
Usahakan agar anak menyadari bahwa kata-kata yang tercetak pada buku memberitahukan apa yang harus anda katakan saat membaca buku cerita. Anda dapat memilih suatu kata yang sering muncul, menunjukkan kepadanya, dan mengatakan bagaimana bunyi itu.
3.      Kegiatan “Memasak Bersama”
Jika anak menyukai kegiatan memasak bersama, cobalah untuk menuliskan resep favorit yang disederhanakan dan biarkan ia mencobanya. Hafalkan rambu yang anda jumpai ketika jalan atau belanja.
4.      Tanda dan Peta
Bila anak mengenali beberapa tanda, buatlah suatu peta yang sangat sederhana dari lingkunan sekitar anak. Gunakan itu untuk memutuskan ke arah mana kita akan berjalan-jalan. Doronglah anak untuk memasang kata-kata yang ia lihat pada rute itu dengan kata-kata pada peta. Pada perjalanan yang lebih jauh tulislah suatu daftar tempat yang akan siswa dan guru lalui dan tanda-tanda lain yang mungkin terlihat.
5.      Permainan “Huruf Lilin”
Gulinglah beberapa gulungan kecil plasticine atau lilin mainan dan gunakan untuk membuat huruf dan kata. Tutup mata anak dan suruhlah ia mencoba dan menebak dengan rabaan kata yang baru dibuat tersebut.
6.      Bahan Bacaan Lain
Majalah dan koran juga dapat memuaskan selera membaca dari anak-anak bantulah ia menemukan cara membaca koran dan majalah sehingga ia dapat menemukan bagian-bagaian yang menarik. Jangan terlalu sering mengecilkan hati anak dalam membaca komik, tetapi benar-benar periksa apa yang dipilih oleh anak.


C.    Media Audio Visual Untuk Pembelajaran Bahasa Di TK
a.       Media Audio Visual Untuk Melatih Kemampuan Berbicara
Media audio visual yang sering digunakan adalah televisi dan film atau video. Madia ini cukup kuat memberikan informasi, karena dapat menampilkan suara dan gambar secara bersamaan, sehingga dengan demikian diharapkan pesan yang diterima anak pun anakn lebih kuat terekam dalam ingatannya. Yang selanjutnya akan membantu anak untuk berbicara mengungkapkan pesan-pesan yang diterimannya dengan baik.
Perkembangan bahasa dan televisi
Tidak diragukan bahwa televisi dapat membantu memperkaya pembendaharaan kata-kata anak. Untuk memanfaatkan televisi dengan sebaik-baiknya, cobalah menonton bersama anak dan bahas bersama-sama apa yang terlihat dalam tayangan telivisi. Jika anak menonton sendirian akan mudah baginya menjadi kebiasaan untuk hanya memberikan sebgian perhatian ketika menonton atau mendengarkan sesuatu.
b.      Media Audio Visual Untuk Melatih Kemampuan Menggunakan Buku
Buku dan Televisi
Gunakan televisi atau film untuk membantu merangsang perhatian anak terhadap buku-buku. Ikuti acara yang disukainya dengan mencari buku-buku mengenai subjek yang sama. Anak-anak yang kurang berminat pada buku-buku dapat mulai menikmati buku-buku dengan memandang buku yang didasarkan pada acara favorit. Jangan biarkan televisi menjadi pengganti buku dan jangan biarkan televisi bersaing dengan buku-buku dalam merebut perhatian anak.
c.       Media Audio Visual Untuk Melatih Kemampuan Mengenal Huruf dan Kata
Media audio visual televisi, biasanya akan menayangkan berbagai pilihan acara untuk anak. Acara-acara tersebut dapat digunakan sebagai sarana untuk melatih anak mengenal huruf dan kata, yaitu dengan cara: Bersama-sama anak gunakan koran untuk membantu memutuskan acara apa yang dapat anak tonton. Anda dapat menuliskan nama-nama acara itu pada kartu-kartu terpisah dab gambarlah jam yang menunjukkan waktu mulainya acara itu dengan benar. Bairkan ia memutuskan kapan menghidupkan televisi dengan memasang jan ke jam atau arloji yang sebenarnya.




BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Mendengarkan adalah suatu kemampuan/keterampilan yang harus dipelajari lewat paket praktek oleh anak-anak. Anak harus dapat mengingat urutan suara apa yang di dengar, mencari suara yang benar dengan urutan yang benar pula.
Sebelum abak membaca anak harus tahu dan menggunakan pembendaharaan kata-kata dasar yang baik. Mereka hanya dapat memahami kata-kata yang mereka lihat tercetak jika mereka telah menemui kata-kata tersebut dalam pembicaraan.
Media televisi cukup kuat memberikan informasi, karena menampilkan suara dan gambar secara bersamaan . televisi dapat membantu memperkaya pemberndaharaan kata-kata anak. Agar anak menerima informasi yang baik sebaikya orang tua/ pendidik harus menemani anak pada saat ia menonton televisi. Jangan biarkan anak menonton televisi sendiri karena dapat mengakibatkan hal yag kurang baik jika ia menonton yang tidak seharusnya mereka lihat.


















DAFTAR PUSTAKA
Dhieni Nurbiana, dkk. Metode Pengembangan Bahasa. Universitas Terbuka