welcome

selamat datang selamat membaca dan semoga bermanfaat

Selasa, 11 Juni 2013

PENGEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK SECARA HOLISTIK



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Sosial emosional pada anak usia dini sangatlah penting untuk dikembangkan. Anak usia dini merupakan generasi penerus bangsa, yang sosial emosionalnya masih belum seimbang. Guru merupakan salah satu pendidik yang  mendidik anak usia dini supaya lebih mengenal sosial emosionalnya seperti apa. Sebagai pendidik, guru harus mengembangkannya secara holistik atau menyeluruh pada setiap tahapan-tahapan perkembangannya.
B.     Rumusan Masalah
a.       Apa saja alasan mengapa menggunakan prinsip  pada pengembangan program pembelajaran secara holistik?
b.      Apa landasan holistik dalam pengembangan sosial emosional anak?
c.       Apa-apa saja implikasi pendekatan holistik untuk pengembangan sosial emosional anak dalam pembelajaran di TK?
d.      Mengapa pengembangan sosial emosional anak berlandaskan pendekatan holistik?
C.    Tujuan
Adapun tujuan dari makalah ini adalah, untuk kita dapat mengetahui pentingnya pengembangan sosial emosional pada anak usia dini secara holistik dan dapat mengetahui alasan-alasan penting mengapa menggunakan prinsip-prinsip pengembangan secara holistik.


BAB II
PENGEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK SECARA HOLISTIK
Prinsip utama dalam pengembangan anak adalah pengembangan yang berlandaskan pendekatan holistik.yaitu pendekatan yang berdasarkan pemahaman anak secara total sebagai manusia, dengan menyentuh dan mengakomodasi seluruh dimensi perkembangan anak.
A.    Pengembangan Program Pembelajaran Secara Holistik
Alasan penting mengapa guru menggunakan prinsip holistik dalam membantu perkembangan sosial emosional pada TK adalah sebagai berikut :
1.      Telah terbukti bahwa berbagai dimensi perkembangan, lingkungan memberikan pengaruh positif maupun negatif pada setiap anak.
2.      Setiap fokus pertumbuhan dan perkembangan anak yang mempertimbangkan secara luas keterkaitan antara satu bidang dengan yang lainnya.
3.      Tindakan memfasilitasi perkembangan sosial emosional anak yang berpijak pada landasan holistik, akan menghasilkan program yang lebih terencana, terukur, matang, dan komprehensif.
B. Landasan Holistik Dalam Pengembangan Sosial Emosional Anak
Menggunakan landasan holistik dalam memfasilitasi dan membantu perkembangan anak perlu mempelajari batasan operasional dalam pengembangan sosial emosional pada anak TK. Dengan demikian, kesadaran akan pentingnya mengakomodasi landasan holistik pada program pengembangan sosial emosional dapat terakomodasi secara memadai pada semua tahapan.
Tahapan perencanaaan mengakomodasikan landasan holistik adalah setiap orang tua dan guru pada saat memiliki gagasan untuk mengembangkan kemampuan sosial emosional anak hendaklah menginventarisasi berbagai pengaruh yang akan membawa dampak terhadap mengembangkan social emosional anak.
Bentuk pelaksanaan pembelajaran anak TK haruslah menggunakan berbagai strategi dan pendekatan dengan berbagai media,baik media auditif, visual, kinetik, kontak langsung, maupun kombinasi dari unsur-unsur  tersebut. Hal yang terpenting pada tahapan pelaksanaan pembelajaran yang berlandaskan holistik adalah adanya upaya yang mengarah pada upaya melayani dan memfasilitasi setiap dimensi perkembangan anak secara seimbang dan adil. Mengakomodasikan landasan holistik pada tahapan evaluasi dan tindak lanjut, adalah kegiatan evaluasi perkembangan anak tidak hanya terfokus pada apa yang telah di capai.
C. Implikasi Pendekatan Holistik Untuk Pengembangan Sosial Emosional Anak Dalam Pembelajaran di TK
            Semua program pemebelajaran dan intervensi bagi anak harus mencakup semua aspek perkembangan, perkembangan fisik (melalui kesehatan dan nutrisi), perkembangan mental (melalui edukasi dan stimulasi), perkembangn sosial dan emosional (melalui perhatian, kasih sayang, dan kesempatan bersosialisasi), dan perkembangan spiritual (sesuai ultural dimana anak tinggal).
Prinsip Pendidikan dan pembelajaran yang mendukung pendekatan holistik
1.      Anak akan belajar dengan sebaik-baiknya apabila kebutuhan fisiknya terpenuhi serta merasakan aman dan tentram secara psikologis.
2.      Pilihlah kegiatan yang paling tepat untuk mengembangakan potensi anak usia TK
3.      Belajar anak dipengaruhi oleh lingkungan, baik lingkungan fisik maupun psikologis (Bredekamp, 1997).
4.      Anak belajar dengan gaya berbeda, ada gaya yang bergaya belajar visual, auditif, kinestetik, dan atau ekspresif.
5.      Prinsip belajar anak TK yang harus diperhatikan guru yaitu;
a.       Belajar anak dipengaruhi oleh kematangan
b.      Anak belajar melalui kombinasi pengalaman
c.       Anak-anak mengekspresikan belajar dengan seluruh inderanya
d.      Rasa aman secara psikologis merupakan hal penting yang harus dimiliki anak dalam proses belajar.
e.       Suasana yang menyenangkan akan mengundang anak menjadi lebih kreatif dibandingkan dengan suasana yang penuh tekanan.
Aspek-aspek yang perlu diperhatikan agar perkembangan pendidikan atau pembelajaran dianggap berkualitas dan memenuhi kriteria idela bagi anak TK jika dalam memfasilitasinya dilakukan secara holistik atau menyeluruh;
1.      Belajar sesuai kematangan anak
Praktik pembelajran harus mengacu pada tugas, tahapan dan karakteristik perkembangan anak (child scaffolding development)
2.      Terpenuhi kebutuhan fisik dan psikologis
Program pengembangan pendidikan atau pembelajar dianggap memenuhi unsur holistik apabila kebutuhan fisik dan psikologis anak menjadi satu kesatuan yang diperhatikan.
3.      Lingkungan fisik, psikologis, dan budaya
Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada diluar diri anak, baik fisik, psikologis maupun budaya.



4.      Kegiatan merangsang seluruh indera dan gaya belajar anak
Kegiatan yang dikembangkan dapat menyentuh seluruh indera anak sehingga keseimbangan setiap unsur perkembangan pada anak akan terfasilitasi secara seimbang.
5.      Anak belajar melalui kombinasi pengalaman
Paket kegiatan belajar yang dikemas dalam satu kesatuan untuk melibatkan unsur mengembangkan kemampuan melalui mendengar.
6.      Strategi kegiatan melalui pengalaman langsung
Faktor terpenting dalam pembelajaran berdasarkan holistik adalah mengakomodasi cara berpikir anak yang masih konkret.
7.      Suasana menyenangkan dan bersahabat
Pembelajaran yang dikemas secara bersahabat sehingga produk belajar bukan hanya menjadikan anak bisa belajar secara optimal.
8.      Lebih menekankan pada belajar untuk belajar
Proses pengembangan kemampuan anak melalui kegiatan pembelajaran di sekolah (kelas) sifatnya dibatasi oleh ruang da waktu.
D. Pengembangan Sosial Emosional Anak Berlandaskan Pendekatan Holistik
            Syamsu Yusuf (2000), menyatakan unsur-unsur yang harus di penuhijika orang tua atau guru ingin mengembangkan keterampilan sosial yang didukung oleh pengendalian emosi yang wajar pada anakusia TK secara holistik:
1.      Memberikanmakanandanmemeliharakesehatanfisikanak.
2.      Melatihdanmenyalurkankebutuhanpsikologis, seperti toilet training (melatihbuang air besar/kecil).
3.      Mengajardanmelatihketerampilanberbahasa, merawatdiri, dankeamanandiri.
4.      Mengenalkanlingkungankepadaanak, sepertilingkungankeluarga, sanakkeluarga, tetangga, danmasyarakat.
5.      Mengajarkantentangbudaya, nilai-nilai (agama) danmendoronganakuntukmenerimanyasebagaibagiandaridirinya.
6.      Mengembangkanketerampilan interpersonal, untukmelatihanakuntukberperilakusaatberhubungandengan orang lain.
7.      Membimbing, mengoreksi, danmembantuanakuntukmerumuskantujuandanmerumuskanaktivitasnya.
                                                         
RagamKegiatanSesuaiPrinsipHolistik

Prinsip
KegiatanStrategiPengembangan
Anak
Guru
Belajarsesuaikematangananak
1.      Memilihperansesuaikesanggupannya.
2.      Memilihtugas/kegiatan yang sesuaikematangannya.
Menyediakanragampilihanperan yang mengakomodasikeragamanperkembangananak. Misalnya, menyediakanberbagaisajakdenganvariasidanjumlah kata berbeda, menyediakan
Puzzledengantingkatkesulitanberbeda.
Terpenuhikebutuhanfisikdanpsikologis
1.      Memanfaatkanwaktumakandanistirahatdenganbaik.
2.      Melakukankegiatan yang dapatmemotivasibelajarnya.
3.      Melakukankegiatansesuaiminatnya
4.      Melakukankegiatan yang dapatmemberikanefekkepuasan.
1.      Menyediakanwaktumakan, istirahat, danmenguruskeperluanpribadipadaanak.
2.      Menumbuhkanmotivasidanminatpadakegiatan yang sesuaikebutuhannya.
3.      Menciptakankondisibelajar yang aman, nyaman, dantentram

Lingkunganfisik, psikologis, danbudaya
1.      Anakberadaditempat yang amandannyamansaatbelajar.
2.      Anakbelajardalam suasanatenangdantidakmencekam.
3.      Anakmelakukanperilakusesuai-nilaikeyakinannyasertaakarbudayanya.
4.      Anakmelakukankegiatanrutindanpembiasaan, sepertibacado’a ,salam.
1.      Mengkondisikantempatbelajar yang memadaibagianak, memudahkangerak, danmobilitasanak.
2.      Menjauhkansuasanabelajardarikebisingan, kesemrautan, dantetapnyaman
3.      Menyediakanragamdoa/bacaan, perilaku yang sesuai agama/nilai yang diperlukansehari-hari.
Kegiatanmerangsangseluruhindradangayabelajaranak
1.      Anakmelakukankegiatansecarabebasdantidakragu-ragu. Misalnya, berdiskusiterbuka
2.      Anakbergiliranmemastikaniakebagianberaktivitasdanmencoba-cobaberbagaisaranabelajar
1.      Menyediakanpenyajianbelajar yang bervariasidandiminatianak
2.      Melakukan layanan individual sesuai kebutuhanindividusehinggakeadaannyalebihdapatdipelajari. Misalnya, belajarmenuntun orang buta.
Anakbelajarmelaluikombinasipengalaman
Anakmemberikankesempatanmendengar, yang diikutikegiatanmengobservasi, dandiakhiridengankegiatanpraktik. Misalnyakegiatanmemasakdidapur.
Merangakaikegiatan yang bersifatbertingkatdanterpadu. Misalnya proses membuatkuedalamkelompok.
Strategikegiatanmelaluipengalamanlangsung
1.      Melakukankegiatanbercocoktanam di halaman/kebunsekolah.
2.      Memberisumbanganataubantuankepanti-panti.
3.      Permainanmenyubit, untukmelatihempati.
1.      Mencariobjek, benda, situasiatautempat yang amanuntukdipelajarianak.
2.      Membuatpanduanpraktekataubelajarlangsungolehanak agar lebih optimal.
Suasanamenyenangkandanbersahabat
Melakukanbelajardenganpermainan. Misalnya, bermainsosiodrama, bermainperan, dsb.

Membimbingkearahperan yang tepatdandiminatiolehsetiapanak.

Lebihmenekankanpadabelajaruntukbelajar
Anakmencobacontoh-contohperilakudasardaniadimintauntukmengembangkannya. Misalnya, mengenalsatu kata, kemudiandipancinguntukmembuatsejumlahkalimat
1.      Menentukanberbagaiperilakudasar yang cocokumtukanak TK atauprasekolah.
2.      Membimbingcaramenguasaiperilakudasardanpengembangannya.













BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dari uraian di atas kita telah mengetahui mengapa pengembangan sosial emosional pada anak secara holistik sangat penting, oleh sebab itu kita sebagai  guru harus dapat mengetahui pentingnya mengembangkan sosial emosionalnya pada setiap perkembangan anak.
B.     Saran
Saran dari kelompok kami bahwa kita sebagai guru Paud harus dapat memahami agar dapat menangani anak secara menyeluruh (holistik).Dengan demikian, pertumbuhan, perkembangan, dan potensi anak dapat lebih terfasilitasi secara optimal dan seimbang.










Daftar Pustaka
Nugraha, Ali. Rachwati, Yeni.2006. Metode Pengembangan Sosial Emosional. Jakarta: Universitas Terbuka.