welcome

selamat datang selamat membaca dan semoga bermanfaat

Selasa, 11 Juni 2013

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN YANG BERPUSAT PADA ANAK



PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN
YANG BERPUSAT PADA ANAK

A.    Rasional Pembelajaran yang Berpusat pada Anak
Seperti yang telah dikemukakan oleh Piaget, bahwa anak adalah pembangun aktif pengetahuannya sendiri. Anak membangun pemahaman mereka  sendiri tentang dunianya. Anak memahami apa yang ada di sekeliling mereka dengan menggabungkan pengalaman- pengalaman baru dengan apa yang telah mereka pahami sebelumnya. Sering pula mereka menginterpretasikan sendiri apa yang mereka lihat.
Melalui interaksi dengan objek dan interaksi sosial dengan orang tuanya, anak dapat membangun pengetahuannya sendiri. Orang tua, guru dan orang dewasa lainnya harus berperan sebagai fasilitator. Pembelajaran yang berpusat pada anak lah yang merupakan satu alternatif yang dapat dipilih dalam memfasilitasi anak belajar aktif.
Para pakar pendidik seperti, Rouseau, Pestalozzi, Froebel, Mereka mengatakan bahwa, anak pada hakikatnya memiliki potensi untuk aktif dan berkembang. Froebel menegaskan tentang pendidikan yang berpusat pada anak (child centre). Froebel sangat menegaskan bahwa dalam belajar harus dimulai dari kemampuan anak dan dari apa yang diminati anak dalam belajar. Sebenarnya anak memiliki potensi, jika orang dewasa mampu menyediakan lingkungan yang baik bagi anak, maka anak akan berkembang secara wajar.
Pandangan lain ytang banyak memberikan kontribusi terhadap pembelajran yang berpusat pada anak adalah paham konstuktivis yang dimotori oleh Jean Piaget dan Lev Vigotsky. Paham ini menekankan bahwa anak itu bersifat aktif dan memiliki kemampuan untuk membangun pengetahuannya sendiri.

1.      Pendekatan yang Melandasi Pembelajaran yang Berpusat pada Anak
a.       Pendekatan Perkembangan
Pendekatan perkembangan didasarkan pada teori Jean Piaget, Eric Ericson dan Vigotsky yang memendang anak sebagai organisme biologis. Piaget membagi tahapan anak melalui serangkaian tahapan, yaitu tahapan sensorimotor ( 0-2 tahun ), tahapan pra- operasional ( 2-6 tahun ), tahapan operasional konkret ( 6-7 tahun sampai 10-11 tahun ) dan tahapan operasional formal ( rentang usia 10-11 tahun ).
b.      Pendekatan Belajar Aktif
Belajar aktif bagi anak merupakan proses yang kompleks melibatkan aktifitas mental dan fisik. Anak pada dasarnya memiliki kemampuan dalam membangun dan mengkreasi pengetahuannya sendiri. Proses belajar yang bermakana dapat terjadi jika anak berbuat sesuatu dengan lingkungannya. Kesempatan anak untuk mencipta, mengkreasi dan memanipulasiu objek dan ide merupakan hal yang utama dalam proses belajar.
Belajar aktif dapat artikan sebagai belajar dimana anak berbuat dengan objek-objek dan berinteraksi dengan orang, ide serta peristiwa-peristiwa untuk membangun pemahaman baru. Belajar aktif juga dapat diartikan bahwa dimana anak usia dini bereksplorasi dengan lingkungan seprti mengamati, meneliti, menyimak, menggerakan tubuhnya, menyentuh, mencium, meraba dan membuat sesuatu dengan objek dilingkungannya.

2.      Karakteristik Pembelajaran yang Berpusat pada Anak
Pembelajaran terpadu dikatakan sebagai pembelajaran yang berpusat pada anak, karena pada dasarnya pembelajaran terpadu merupakan suatu sistem pembelajaran yang memberikan keleluasaan pada siswa, baik secara individu maupun kelompok. Siswa dapat aktif mencari , menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip dari suatu pengetahuan yang harus dikuasainya sesuai dengan perkembangannya. Mashitoh,dkk.(2005).
Pembelajaran yang berpusat pada anak memiliki karakteristik sebagai berikut:
1) prakarsa kegiatan tumbuh dari minat dan keinginan anak,
2) Anak-anak memilh bahan dan memutuskan apa yang ingin ia kerjakan,
3) Anak mengekspresikan bahan-bahan secara aktif dengan seluruh indranya,
4) Anak menemukan sebab akibat melalui pengalaman langsung,
5) Anak mentransformasikan dan menggabungkan bahan-bahan,
6) Anak menggunakan otot kasarnya,
7) Anak menceritakan pengalamannya.



B.     Prosedur Pembelajaran yang Berpusat pada Anak
Pembelajaran yang berpusat pada anak harus direncanakan dan diupayakan dengan matang. Upaya yang dilakukan adalah dengan merencanakan dan menyediakan bahan/peralatan yang dapat mendukung perkembangan dan belajar anak secara komprehensif. Untuk itu perlu disediakan area-area yang memungkinkan berbagai kegiatan sesuai pilihannya.

1.      Menyiapkan Lingkungan Belajar
Tahapan awal yang perlu dilakukan adalah menyiapkan/ merencanakan dan menyediakan bahan- bahan/ peralatan yang dapat mendukung perkembangan dan belajar anak secara komprehensif yang meliputi perkembangan fisik motorik, sosial emosional, kognitif, kreativitas dan bahasa.
Area- area tersebut meliputi:
1.       Area Pasir dan Air.
Air dan pasir merupakan dua jenis benda yang disukai oleh anak- anak. Melalui pasir dan air anak dapat bermain dengan dirinya, dengan benda- benda yang ada disekitarnya, dengan teman, atau bermain dalam kelompok. Pasir dan air merupakan wahana yang beik untuk belajar anak.
2.       Area Balok.
Pada area ini anak dapat menemukan sesuatu untuk dikerjakan dengan balok. Dengan balok, anak dapat berbuat sesuatu, misalnya membuat menara, mobil- mobilan, jembatan, rumah- rumahan dan sebagainya. Mereka juga dapat mengangkat, menumpuk, mengelompokkan, menggabungkan balok- balok tersebut untuk bermain dan lain- lain.
3.       Area Rumah dan Bermain Drama.
Disini anak dapat bereksplorasi, meniru dan berpura- pura melakukan kegiatan- kegiatan seperti di rumah. Misalnya bermain sendiri atau dengan temannya berperan sebagai ibu, ayah, bibi dan lain- lain. Atau menirukan pekerjaan orang tuanya seperti guru, pilot, supir, dokter dan sebagainya.

4.       Area Seni.
Tujuan utama area ini adalah untuk menumbukembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, daya khayal dan inisiatif anak ( Pamela A. Croughlin, 1997). Di area ini anak dapat mengeksplorasi bahan- bahan, mencampur  warna, menggunting, menggambar dan sebagainya.
5.       Area Manipulatif.
Area ini merupakan tempat anak bermain dengan permainan sederhana, puzzle, atau perangkat mainan manipulatif yang dapat digunakan dengan berbagai cara. Contohnya : menggabungkan, memisahkan, mengambil, sebagai benda, membuat pola.
6.       Area Membaca dan menulis.
Area ini memberi kesempatan kepada anak untuk mempersiapkan membaca dan menulis. Bahan- bahan yang disiapkan meliputi buku- buku yang dibuat anak, majalah, buku- buku cerita, alat- alat menulis, dan lain- lain yang memungkinkan anak dapat , memilih sendiri kegiatnnya.
7.       Area pertukangan atau kerja Kayu.
Area ini anak dapat menggunakan perkakas yang biasa digunakan oleh orang dewasa. Mereka dapat memukul paku dengan palu pada kayu, menggunakan peralatan kerja kayu yang sederhana, untuk mengetahui bagaimana mereka bekerja serta memuaskan kebutuhannya.  Misalnya memuat mobil- mobilan, kapl- kapalan, atau bentuk- bentuk lain sesuai dengan yang mereka inginkan.
8.       Area musik dan gerak.
Pada area ini anak dapat melakukan berbagai kegiatan bernyanyi, memainkan alat musik, menari, mendengarkan musik, membuat nyanyian, atau mengeksplorasi alat- alat musik.
9.       Area komputer.
Area komputer sebaiknya dilengkapi dengan program yang dirancang khusus untuk anak- anak. Melalui komputer anak dapat menggambar, menghitung, belajar membaca, membuat permainan, membuat cerita sendiri dan sebagainya.
10.    Area bermain di luar ruangan.
Area bermaian diluar ruangan merupakan tempat yang menyenangkan bagi anak. Disini anak dapat bergerak dengan bebas melompat, memanjat, menangkat bola, bermain ayunan dan sebagainya. Dalam area ini yang perlu diperhatikan adalah faktor keselamatan.
Pada setiap area tersebut perlu dilegkapi dengan bahan- bahan, benda- benda atau berbagai objek yang dibutuhkan anak untuk belajar dan berkembang secara optimal.
2.      Pelaksanaan Pembelajaran
Pelaksanaan pembelajaran yang berpusat pada anak meliputi: tahap perencanaan, tahap bekerja dan tahap melaporkan kembali.
Contoh Penerapan Pembelajaran yang Berpusat pada Anak
Plan Do Review, merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang berpusat pada anak. Dalam pendekatan ini anak diberi kesempatan untuk melakukan sesuai dengan minat dan keinginannya, mulai dari membuat perencanaan, (Plan), mengerjakan (Do), dan melaporkan kembali (Review).
Prosedur pelaksanaan pembelajaran sebagai berikut:
1.      Tahap Merencanakan (Planning Time).
Pada tahap ini anak diberi kesempatan untuk membuat rencana dari kegiatan yang akan mereka lakukan selanjutnya.
2.      Tahap Bekerja (Work Time).
Tahap ini adalah tahap dimana anak bermain dan memecahkan masalah. Anak mentransformasikan rencana ke dalam tindakan.
3.      Tahap Review atau Melaporkan Kembali (Recall).
Tahap ini merupakan tahap memperlihatkan apa yang telah dilakukan anak pada tahap bekerja.

C.     Contoh Penerapan Pembelajaran yang Berpusat pada Anak
A.    Langkah – Langkah Krgiatan
1.      Tahap Merencanakan (Planning Time)
Tahap ini merupakan tahap awal dari seluruh kegiatan. Tahap ini merupakan tahap yang cukup penting karena tahap pada ini anak dapat mencoba mengemukakan gagasan, pilihan dan keputusan yang akan mereka buat. Pada tahap ini anak diberi kesempatan untuk membuat rencana dari kegiatan yang akan mereka lakukan selanjutnya. Dengan membuat perencananaan anak akan terdorong rasa percaya diri, serta terlibat dan berkonsentrasi pada permainan.
Ketika anak merencanakan sesuatu mereka akan mengalami berbagai tugas perkembangan diantaranya:
a.       Menetapkan masalah yang akan dipecahkan atau menetapkan tujuan yang akan dicapainya. Contoh: “Saya ingin tahu apa isi kotak itu ?”.
b.      Membayangkan serta mengantisipasi kegiatan yang akan dilakukan. Contoh: “Jika saya menarik bangku ke dekat kotak, Saya akan tahu isi kotak itu”.
c.       Mengekspresikan minat mereka terhadap sesuatu. Hal ini dianggap penting karena ketika anak berminat akan sesuatu mereka akan tampak lebih bersemangat dan memungkinkan terciptanya pembelajaran yang bersifat efektif.

Perencanaan yang efektif berawal dari minat anak, untuk itu pengamatan yang sangat teliti dari seorang guru sangat diperlukan. Guru harus mendorong dan membantu anak memformulasikan perencaaan saat itu.
Coba anda cermati penjelasan tentang beberapa cara yang dapat digunakan dalam membuat perencanaan.
a.       Anak-anak mengelilingi area-area yang terdapat di dalam kelas dengan berpasangan. Apabila mereka menemukan area yang cocok dengan minatnya maka mereka dapat bermain.
b.      Meja perencanaan di penuhi dengan alat-alat yang akan digunakan dalam kegiatan. Anak dapat menyentuh alat-alat tersebut, serta memilih untuk memainkannya.
c.       Guru dan anak berpura-pura menjadi kereta api yang berkeliling dari area ke area untuk melihat bahan dan permainan yang mungkin dapat dipilih. Guru dan anak dapat bergantian jadi lokomotifnya.

2.      Tahap Bekerja (Work Time)
Tahap bekerja adalah waktu dimana anak bermain dan memecahkan masalah. Pada tahap ini anak mentranformasikan rencana mereka dalam bentuk tindakan.
Pada tahap ini anak melakukan hal-hal sebagai berikut.
b.      Anak terlibat dalam proses inisiatif, melaksanakan, memodivikasi, melengkapi dan merubah rencana mereka.
c.       Anak bermain dalam konteks sosial yang berpariasi.
d.      Anak terlibat dalam jenis mainan yang berbeda.
e.       Anak melakukan percakapan.

Selama kegiatan tersebut bagaimana guru memberi dukungan kepada anak. Beberapa cara dapat dilakukan sebagai berikut.
a.       Guru memeriksa tentang keyakinan anak terhadap perencanaannya.
b.      Guru menyediakan ruang bekerja bagi anak.
c.       Guru menemukan apa yang dilakukan anak.
d.      Guru memilih anak untuk mengamati, mengumpulkan pandangan mereka, dan membuat perancanaan.
e.       Guru berperan serta dalam permainan anak.
f.       Guru bercakap-cakap dengan anak.
g.      Guru mendorong anak memecahkan masalah.
h.      Guru mengamati dan mencatat kegiatan anak
i.        Melaksanakan tahap bekerja sampai selesai.


3.      Tahapan Review/ Recall
Tahap ini merupakan tahap kegiatan merefleksikan, mengemukakan, memperlihatkan, apa yang telah mereka lakukan pada tahap bekerja. Pada tahap ini anak dilibatkan dalam beberapa proses penting seperti: menggambar, menghubungkan perencanaan dengan hasil, dan berbicara dengan teman-temannya tentang penemuan dan kegiatan mereka.
Hal-hal yang dilakukan anak pada saat review ini adalah:
a.       Anak mengembangkan berbicara tentang kegiatan yang telah dilakukannya.
b.      Anak memilih pengalaman yang akan diungkapkannya.

Anak membangun pemahamannya sendiri tentang apa yang telah merekalakukan. Anak mengungkapkan pengalamannya dengan cara yang beragam.

Pada tahap ini guru dapat melakukan hal-hal sebagai berikut.
a.       Guru memeriksa kembali tentang keyakinan anak bagaimana mereka belajar pada tahap ini.
b.      Guru mengulas bersama anak dalam suasana yang nyaman.
c.       Guru bercakap-cakap tentang tahap tersebut.
d.      Guru mengantisipasi perubahan yang dilakukan oleh seorang anak.

B.     Contoh Penerapan
1.      Tahap Perencanaan
Pada tahap ini guru memberi kesempatan pada anak untuk merencanakan kegiatan yang akan dilakukannya. Guru dapat menyiapkan alat-alat bermain yang terdiri dari:
a.    Balok-balok kayu
b.    Model buah-buahan
c.    Alat-alat transportasi
d.   Buku-buku cerita
e.    Peralatan menggambar
f.     Macam-macam boneka
Anak dipersilakan memilih kegiatan yang ingin dilakukannya. Guru membawa  anak berkeliling memilih area-area yang terdapat didalam kelas sehingga mereka dapat memilih kegiatan atau alat permainan sesuai dengan keinginan dan minatnya.
Dalam pelaksaannya memberikan formulir pada anak untuk memilih kegiatan yang akan mereka lakukan.
2.      Tahap Bekerja
Setelah memilih kegiatan yang akan dilakukannya, kemudian anak dikelompokkan berdasarkan kegiatan yang telah di pilih. Pada tahap ini anak mulai bekerja, bermain atau memecahkan masalah sesuai dengan apa yang telah direncanankan sebelumnya. Guru mengawasi secara intensif, memberikan dukungan, serta memberikan bantuan pada saat anak melakukan kegiatan

3.      Review
Setelah selesai merupakan kegiatan sesuai dengan perencanaan, anak kemudian diberi kesempatan untuk mengungkapkan pengalamannya secara langsung. Pada tahap ini guru dapat melakukan diskusi untuk memancing anak mengungkapkan perasaannya dengan tepat.





























KEGIATAN DILUAR KELAS
Anak-anak yang sedang bermain : kegiatan diluar kelas
Lingkungan diluar kelas tidak hanya tempat bermain melainkan juga taman-taman,tetangga, danau, dan taman kecil. Ini merupakan tempat yang menarik bagi anak, dimana anaka-anak bisa belajar dan tumbuh. Anak-anak menunjukan ketertarikan alami serta rasa ingin tahu  yang kuat ketika mereka bermain diluar kelas.
Daerah diluar ruangan manapun bisa menjadi tempat yang menyenanggkan bagi anak-anak. Berputar-putar dirumput, mencium udara sehabis hujan, melihat bayi-bayi burung meninggalkan sarangnya, dan lainnya.
Lingkungan diluar ruangan juga menambah keseimbangan hari. Sangat sehat bagi anak-anak dan gurunya untuk menghirup udara segar, merasakan udara, menikmati kebebasan ruangan terbuka dan mengunakan otot-otot dengan cara yang baru. Pergerakkan dan perubahan pergerakkan jugamengurangi stress.
Dampak pada daerah perkembanganan.
1.      Perkembangan fisik
Bagi kebangyakan anak-anak, peran pentingnya adalah untuk merangsang perkembangan serta pertumbuhan fisik. Kegiatan ini juga memberi kesempatan pada anak untuk menjadi lebih sosial, menpelajari peraturan-peraturan, belajar kemandirian, mengembangkan rasa percaya diri, tumbuh secara intelektual, dan menyelesaikan masalah-masalah.
Sebuah program yang terencana untuk latihan fisik adalah bagian penting dari  program masa awal anak-anak.
Lingkungan diluar ruangan mengundang banyak perkembangan oto. Kebebasan ruangan menawarkan banyak kesempatan alami untuk berlari, berlompat dan menggerakkan seluruh tubuhnya dengan cara-cara tidak terbatas. Peralatan bermain dasar mendorong untuk memanjat, keseimbangan, koordinasi dengan perkembangan kekuatan tubuh bagian atas dan juga bagian bawah.
Kemampuan motorik juga  dikembangkan sejalan dengan anak-anak menggali pasir dan tanah, menuangkan air,mengambil dan mengumpulkan batu-batu, dan lainnya.
Sangat penting untuk mempelajari keterampilan ini dengan senang dan dengan suasana yang menyenangkan , tujuan pendidikan fisik untuk anak-anak yang masih kecil adalah untuk mengembangkanketerampilan dan ketertarikan fisik jangka panjang.

2.      Perkembangan keterampilan sosial dan pengetahuan budaya
Anak-anak menbangun keterampilan sosialnya ketika mereka bernegosiasi dengan yang lain untuk bergantian menggunakan permainan diluar ruangan. Anak-anak belajar mengenai masyarakat dilingkungannya dengan cara berbicara, berkunjung kekantor polisi, berjalan ke pembawa surat dan lainnya.
3.      Perkembangan emosional
Anak-anak mendapatkan rasa percaya diri ketika mereka menyadari apayang bisa dilakukan oleh tubuhnya dan bagaimana mereka mengendalikan gerakkan-gerakannya. Rasa percaya terhadap diri sendiri dan orang lain didapat dengan melalui pengalaman hidup yang nyata.
Drama peran dilakukan dilluar ruangan membantu anak-anak menerima pengalaman hidupnya seperti bila dilakukan didalam ruangan.
Lingkungan diluar ruangan bisa mendewasakan penghargaan atas keindahan.
Anak-anak belajar melalui semua sensornya, mereka menikmati wewangian bunga, rasa kotoran, suara jangkrik dan kenyamanan cahaya matahari yang dirasakan dengan mukanya, penghargaan ini ditujukan kepada kedewasaan lingkungan alam.


4.      Perkembangan intelektual.
Lingkungan diluar ruangan menawarkan kepada guru kesempatan unutk menguatkan kembali konsep warna, angka, bentuk dan ukuran. Konsep yang diajarkan secara alami diluar ruangan dari pada didalam ruangan. Anak-anak bisa belajar mengamati serta menanalisis situasi-situasi luar ruangan. Interaksi-interaksi alam dipertanyakan dan keterampilan dasar ditantangg.
Perkembangan bahasa dikembangkan di lingkungan luar ruangan.banyak hal yang bisa dilihat, disentuh dan membuat anak-anak secara alami menjadi ingin membicarakan dan mendengarkan.
Lingkungan luar ruangan membuat anak-anak mengembangkan daya khayal dan fantasinya. Kesempatan-kesempatan menggerakkan badan, menyentuh, mencium, dan mengalami lingkungan luar ruangan membuat anak-anak berkembang. Dengan beranggapan bahwa lingkungan luaar ruangan adalah ruangan lain, guru-guru bisa menyediakan kesempatan bagi anak-anak untuk tumbuh diberbagai daerah perkembangan.
Menyiapkan Lingkungan Luar Ruangan
1.      Tempat Bermain
Tempat bermain luar ruangan yang ideal adalah yang memiliki berbagai jenis tempat bermain yang merangsang anak – anak untuk belajar dalam berbagai cara. Pastikan bahwa pola – pola lalu lintas yang berada di antara luar ruangan mudah diikuti dan aman, agar anak – anak tidak slaing bertabrakan. Apabila daerah – daerah ini tidak bebas, maka letakkan benda, berilah tali yang mengelilingi atau mintalah orang dewasa memberi petunjuk. Dengan memiliki daerah – daerah yang dirancang jelas, maka ini akan membantu menghindari kecelakaan, kebingungan dan perasaan sakit hati.
a.      Daerah Memanjat
Kebanyakan tempat bermain memiliki sejenis peralatan memanjat. Anak – anak dari berbagai usia sangat menyukai daerah ini. Anak – anak akan lebih muda mungkin hanya akan memanjat sedikit, sementara yang lainnya dan berayun “seperti monyet”.
Sangat penting untuk membiarkan anak – anak belajar sesuai dengan kemampuannya sendiri dan tidak memaksa melebihi kemampuan mereka. Kebanyakan kecelakaan terjadi di daerah ini, jadi sebaiknya memiliki tanah yang lembut. Daerah memanjat bisa termasuk : besi gantungan, gym hutan (jungle gyms), balok – balok, rangkaian rintangan, jembatan atas / bawah, ramp, perosotan, ayunan, seesaws, bangunan dari ban, pepohonan, terowongan dan  bangunan panjat dari kayu.

b.      Menggali, Permainan Air daerah Lumpur
Bagian bermain ini sebaiknya cukup besar dan cukup bagi beberapa orang anak agar bisa bermain bersama dengan nyaman. Idealnya, daerah ini sebaiknya dekat dengan persediaan air. Apabila tidak memiliki pancuran air, maka masukkan air dengan menggunakan teko plastik. Dengan meletakkan teko – teko di dalam sebuah kereta dan membiarkan anak – anak membantu memasukannya akan sangat menyenangkan dan merupakan cara mendidik untuk memindahkan air.
Kebersihan adalah pertimbangan yang penting untuk kotak air. Apabila memungkinkan maka buatlah kunci diatas kotak tersebut. Ini akan menghentikan kucing dan binatang – binatang lain untuk membuang kotorannya disana. Apabila kotak pasir tidak memiliki penutup, maka periksalah setiap hari sebelum digunakan anak – anak dan buanglah semua sampah.
Pasir biasa, air, dan mainan lumpur termasuk sebagai berikut :
-          Ember plastik dan besi, mangkuk yang memiliki gagang.
-          Sekop, sendok dalam berbagai ukuran.
-          Truk mainan yang sudah usang, mobil – mobilan, pemadam kebakaran, kereta.
-          Alat berbentuk kerucut.
-          Panci – panci.
-          Kereta sorong.
-          Karton kecil.
-          Kotak plastik / kayu yang usang.
-          Benda – benda alam seperti kerang, kayu, batu atau dedaunan.

c.       Daerah  Transportasi
Satu – satunya daerah lingkungan luar ruangan yang memiliki permukaan yang keras.  Akan lebih mudah dan lebih aman untuk menjaga keseimbangan, pedal, menegosiasikan belokan, bermulai dan berhenti di permukaan yang keras.
Ketika mereka menarik dan menunggang, anak – anak membangun kekuatan motorik yang sangat besar dan melatih keseimbangan. Pastikan untuk menyertakan mainan menunggang untuk anak – anak dari segala usia. Kereta – kereta, sepeda dan mainan yang ditarik sangat cocok bagi anak – anak yang lebih kecil, sementara sepeda, skuter dan skate untuk anak – anak yang lebih besar.
Daerah transportasi juga merupakan tempat yang digunakan untuk drama peran. Anak – anak juga mungkin menggunakan daerah ini untuk aktifitas – aktifitas lain: berlompat, bermain hoscotch, atau menelusuri musik dan karya seni. Kegiatan – kegiatan ini sebaiknya tidak dilakukan selagi mainan digunakan.
Kecelakaan utama di daerah ini adalah terjatuh. Beberapa kecelakaan bisa dihindari bila daerah – daerah ini dengan jelas ditandai. Gunakanlah kapur tulis, tanda yang bisa dipindah – pindahkan, panah “satu arah”, dan orang dewasa mengawasi untuk membantu anak – anak menghindari tubrukan.

d.      Daerah yang tenang
Setiap daerah luar ruangan memrlukan sebuah daerah yang tenang, lebih cocok bila teduh, agar anak – anak bisa beristirahat. Gunakan selimut atau penutup lantai sebagai tempat duduk anak – anak dan berbaring.
Daerah ini bisa digunakan untuk berbagai kegiatan yang tidak menimbulkan banyak suara. Kegiatan lainnya mungkin akan membutuhkan persiapan serta perencanaan guru seperti mewarnai, membaca buku, mengumpulkan barang – barang, dan mendengarkan musik. Permainan kelompok yang tidak menimbulkan banyak suara juga bisa dilakukan disini. Bahan – bahan yang direkomendasikan untuk daerah ini adalah sebuha selimut untuk diduduki, kapur tulis, kayu untuk mengukur, kertas, peralatan ilmiah, buku, krayon, cat dan papan gantung, serta makanan piknik.

e.       Daerah bekerja dengan kayu (Woodworking Area)
Sebuah kegiatan bekerja dengan kayu bisa disiapkan bsik di dalam ruangan maupun diluar ruangan. Sebaiknya tidak berada di jalan agar anak – anak dan bahan – bahan tersebut tidak terganggu.
Anak – anak cenderung menghabiskan waktu diluar ruangan di daerah ini. Daerah ini memerlukan pengawasan khusus, karena anak – anak akan menggunakan berbgaia peralatan. Petunjuk yang seksama, aturan penggunaan dan pengawasan dari orang dewasa akan membantu menghindari kecelakaan.
Daerah ini menantang kreatifitas anak – anak. Ini juga memberikan mereka kesempatan untuk menggunakan otot – otot baik yang besar maupun yang kecil dan juga untuk mengembangkan keterampilan berbahasa. Bahan – bahan yang disarankan untuk daerah ini adalah, balok – balok, gergaji, kotak pembungkus, gergaji kecil, tangga pendek, kawat, papan, palu dan paku dengan kepala yang besar, kotak, kayu, stir, serta gergaji kayu.

f.       Daerah Kebun
Menanam biji – bijian dan melihat bagaimana berbagai benda tumbuh adalah pengalaman belajar yang menarik. Lihat sekitar luar ruangan ketersediaan ruangan dimana anak – anak bisa menanam biji – bijian di daerah yang penuh cahaya matahari atau menanam bunga. Bahan – bahan di kebun yang disarankan adalah, beberapa set peralatan kebun, sebuah kereta sorong (lori), biji – bijian atau tanaman, akses ke air, selang air, serta benang dan kayu untuk memberi tanda.

g.      Tempat Penyimpanan
Situasi idealnya adalah memiliki sebuah tempat penyimpanan. Mendirikan sebuah tempat penyimpanan bisa menjadi sebuah kegiatan yang menyenangkan bagi anak – anak. sukarelawan, para orang tua dan kakek – kakek juga bisa membangun tempat ini. Apabila terbuat dari kayu, maka anak – anak bisa mengecatnya dengan kuas yang lebih besar dan air beberapa ember.

2.      Peran Tim Pengajar
Bermain di luar ruangan sebaiknya menjadi kegiatan sehari – hari. Guru harus merencanakan kegiatan di luar ruangan seperti kegiatan – kegiatan yang dilakukan di dalam ruangan. Buat jadwal untuk bermain di luar ruangan yang sama setiap hari agar bisa menjadi sebuah rutinitas sehari – hari.
Juga bisa ditempuh dengan cara merencanakan secara seksama pergantian waktu dan sekaligus juga kegiatan – kegiatan di luar ruangan. Rencanakanlah sekitar 45 menit untuk keseluruhan proses. Ini memberi anak waktu yang cukup untu bersiap – siap, berjalan, di tempat bermain diluar ruangan, ikut serta dalam beberapa kegiatan dan kembali ke ruangannya masing – masing.
Sewaktu menyiapkan acara – acara diluar ruangan beberapa faktor harus dipertimbangkan. Apabila ruangan – ruangan kelas dibagi menurut usia, maka anak – anak usia 3 tahun sebaiknya terlebih dahulu keluar di waktu pagi hari; akan lebih hangat di luar ruangan dan mereka akan merasa lebih nyaman. Pertimbangan juga harus diberikan terhadap jumlah kelas yang akan menggunakan tempat bermain di luar ruangan. Jadwal harus ditetapkan; pilihan lain adalah menggabungkan dua ruangan apabila terdapat tempat yang cukup.
Penting bagi guru untu membahas jadwal dengan guru – guru yang lain terlebih dahulu untuk memastikan keamanan anak – anak sekaligus optimasi penggunaan luar ruangan. Tim pengajar juga bisa membicarakan dengan guru – guru yang lain bagaimana cara memindahkan bahan – bahan yang diperlukan.

3.      Pertimbangan Khusus untuk Kegiatan Luar Ruangan
a.      Cuaca
Anak – anak perlu mengalami dan merasakan segala jenis cuaca. Beberapa program dapat membatalkan semua kegiatan di luar ruangan bila cuacanya tidak “bagus”. Namun berjalan – jalan di luar pada saat hujan gerimis yang hangat merupakan waktu yang tepat untuk mendengarkan suara rintik air hujan yang jatuh diatas payung, menghirup udara segar dan mempelajari beragam bunga.

b.      Pakaian
Apabila anak – anak dan orang dewasa akan menikmati suasana luar ruangan di setiap musim, maka sebaiknya mereka menggunakan pakaian yang sesuai. Sewaktu anda menjelaskan program ini kepada anggota keluarga, beritahu mereka bahwa anak – anak akan pergi keluar setiap hari kecuali bila cuaca sedang tidak baik. Sebuah buletin atau pertemuan dengan para orang tua bisa dipakai untuk menekankan pentingnya peranan jalan – jalan diluar ruangan. Penting bagi orang tua untuk mengetahui kegiatan bermain di luar ruangan sebelumnya, agar mereka tidak terkejut letika seorang anak pulang ke rumah dan membicarakan tentang berjalan – jalan pada saat turun hujan.
Bila anak – anak membawa pulang pakaian musim yang sudah berlalu dan membawa ke sekolah pakaian musim yang baru bisa menjadi sebuah alat mengajar yang baik. Ketika terjadi perubahan cuaca, bicarakan mengenai cuaca musim berikutnya dan minta anak – anak membuat daftar keperluan di musim tersebut dan mengapa mereka diperbolehkan membawa pulang beberapa potong pakaian. Setiap program sebaiknya memiliki beberapa potong pakaian lebih untuk menjaga anak – anak yang tidak membawa pakaian yang cukup.

c.       Pertimbangan lain
Beberapa anak mungkin akan takut keluar ruangan, sementara yang lain tidak bisa aktif berpartisipasi dalam beberapa kegiatan luar ruangan karena penyakit yang dideritanya.
Anak – anak yang takut ke luar ruangan sebaiknya didorong untuk ikut bergabung dengan yang lainnya sambil menerima dukungan khusus dari orang dewasa. Jangan pernah memaksa mereka keluar ruangan. Biarkan mereka tetap berada di dalam kelas dan bermain bila mereka menginginkannya. Akhirnya anak – anak yang takut ke luar ruangan akan merasa nyaman untuk bergabung dengan anak – anak lainnya.
Terkadang anak – anak dengan masalah kesehatan dapat keluar ruangan, tapi tidak akan bisa melakukan semua kegiatan diluar ruangan. Guru harus memastikan bahwa mereka telah merencanakan berbagai variasi kegiatan. Juga penting untuk membicarakan dengan orang tua mengenai apa yang akan mereka perbolehkan untuk dilakukan anak itu. Perencanaan yang seksama memastikan anak – anak dengan berbagai kemampuan akan bisa menikmati kegiatan – kegiatan luar ruangan. Anak – anak yang memiliki pertimbangan kesehatan yang sama sekali tidak memperbolehkan mereka pergi keluar ruangan sebaiknya diberi kesempatan untuk ikut serta dalam kegiatan – kegiatan dalam ruangan yang mereka senangi. Mungkin akan lebih baik bila beberapa anak yang lain juga berada di dalam kelas bersamanya agar ia tidak merasa aneh.

4.      Mengembangkan Pembelajaran Anak  di Luar Ruangan
Guru bisa melakukan beberapa hal untuk mengembangkan pembelajaran anak – anak diluar ruangan, antara lain :
a.       Amati apa yang menarik bagi anak – anak.
b.      Perhatikan dan gunakan momentum untu mengajar.
c.       Tanyalah pertanyaan – pertanyaan terbuka.
d.      Gunakan kosa kata yang bervariasi untuk menjelaskan hal – hal baru.
e.       Coba bersikap lebih ingin tahu.
Suasana luar ruangan bisa menawarkan berbagai kesempatan adanya “momentum mngajar” yang tepat. Pertanyaan seperti “kenapa”, “bagaimana”, dan “dimana”, bisa mendorong anak – anak untuk membicarakan apa yang mereka lihat, menjawab pertanyaan – pertanyaan anda dan juga untuk bertanya. Anak – anak terkadang kekurangan kosa kata untuk menjelaskan apa yang mereka lihat. Guru mungkin bisa menyediakan kata tersebut.
Guru – guru tidak selamanya mengetahui jawaban – jawaban atas pertanyaan murid. Menemukan jawaban – jawaban atas pertanyaan – pertanyaan tersebut bisa menjadi tantangan mengajar tersendiri. Ketika seorang guru mengatakan bahwa ia tidak mengetahui jawabannya dan akan mencarinya, maka anak – anak akan belajar dua hal. Mereka belajar bahwa tidak ada seorang pun, termasuk gurunya, yang mengetahui segalanya dan yang lebih penting lagi, mereka belajar mencari jawaban atas pertanyaan.
a.      Campur Tangan dalam Permainan Anak – anak di Luar Ruangan
Daerah di luar ruangan adalah tempat yang sangat ramai. Anak – anak biasanya ikut serta dalam membuat membuat sebuah pesawat luar angkasa di daerah pengerjaan kayu, membuat sebuah stasiun luar angkasa di daerah menunggang, dan memetik di kebun.
Bersikap melindungi anak – anak adalah insting, ketika mereka mencoba keterampilan – keterampilan baru dan mengambil resiko. Biasanya terjadi di luar ruangan, dimana sangat banyak kegiatan dan anak – anak berpindah – pindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Guru harus mempercayai anak – anak dan memperbolehkan mereka untuk menelusuri. Anak – anak akan tahu bila mereka membutuhkan bantuan dan akan memintanya.
Aturan dasar dalam campur tangan di permainan anak – anak adalah tidak ikut campur kecuali menyangkut alasan – alasan keselamatan. Anak – anak harus berkonsentrasi, berpikir dan memecahkan masalah, khususnya bila sedang bermain dengan peralatan diluar ruangan, dan segala gangguan akan mengganggu konsentrasi mereka.
Ketika anda campur tangan dengan alasan – alasan keselamatan, pastikan untuk memberi arahan – arahan yang jelas dan spesifik. Banyak orang dewasa bersikap terlalu melindungi karena ketakutannya yang berasal dari masa kanak – kanaknya sendiri.

b.      Membantu Anak – anak untuk Berbagi dan Bergiliran
Anak – anak biasanya berdebat mengenai giliran menggunakan sepeda, palu ataupun perosotan. Bahkan ketika terdapat jumlah mainan yang cukup bagi semua orang mungkin akan ada yang sakit hati. Coba membiarkan anak – anak menyelesaikan masalahnya sendiri. Apabila tidak berhasil, mungkin sebuah stopwatch bisa digunakan. Aturlah periode waktu tertentu.

c.       Bersenang – senang dengan Anak – anak di Luar Ruangan
Kesenangan dan kegiatan luar ruangan biasanya berjalan sejalan. Suasana luar ruangan  biasanya sedikit lebih santai daripada dalam ruangan. Adalah sesuatu yang menyenangkan untuk mengajari mereka hal – hal baru dan menjawab pertanyaan – pertanyaan mengenai alam. Anak – anak senang bermain dengan guru.
Karena suasana yang tidak formal dengan anak – anak, mereka merasa nyaman membicarakan dirinya sendiri atau menanyakan pertanyaan – pertanyaan sambil duduk – duduk dibawah pohon yang rindang.


















Tugas dan Kegiatan                                                                                                                                                                                                                                                                                                   kegiatan-kegiatan dimana anak-anak bisa ikut serta dan belajar di luar ruangan tidak terbatas jumlahnya. Banyak yang bisa dikembangkan dan di ubah sesuai dengan jenis  musim dan minat anak-anak.
Drama peran                                                                                                                                                  Daerah panjat-memanjat mendorang perkembangan bahasa, interaksi sosial dan drama peran beberapa anak akan berpura-pura sebagai pendaki gunung atau penjelajah. Yang lain akan berpura-pura menjadi kera. mereka akan memakai make up dan akan memerankan peran dari cerita-cerita dan akan menjelaskan apa yang sedang mereka lakukan.
Khayalan menjadi hidup diluar ruangan. Terdapat banyak tempat untuk menjadi aktif  dan tempat-tempat duduk santai melihat anak-anak lainnya. Biasanya hanya diperlukan sedikit bahan-bahan untuk bisa mendorong drama peran : sebuah selimut, topi atau karton biasa mengubah peralatan memanjat menjadi hutan atau pesawat luar angkasa.
Pasir, Air dan permainan lumpur                                                                                                                                                                                                                                                                              Daerah permaina kotak pasir merupakan tempat yang meyenangkan bagi anak-anak untuk dijelajahi. Kota-kota istana-istana, sungai-sungai dan bahkan sebuah hidangan makan biasa dibuat (dan dihancurkan ) di dalam satu periode bermain. Anak-anak kecil bisa duduk dan melihat pasir berjatuhan dari jemarinya. Berjalan di pasir, dengan atau tanpa sepatu adalah sebuah tantangan untuk mengatur keseimbangan dan langkah. Anak-anak kecil sangat meyukai menggali pasir dan memasukannya ke dalam ember.(pastikan bahwa ember-ember tersebut memiliki gagang agar bisa diangkat dengan mudah).
            Menambah mobil mainan, truk sampah, kereta-kereta; kapal-kapal dan kendaraan lainya ke dalam kotak pasir bisa mendorong anak-anak untuk merancang jalan layang, bangunan , vila pemancingan dan daerah-daerah bangunan. Mereka bisa menggunakan mangkuk, kayu-kayu dan piring-piring untuk rumah es, kayu pancingan dan pesawat luar angkasa. Benda apapun yang cukup besar dan aman bagi anak-anak yang bisa di temukan di dalam kotak pasir bisa dibawa ke daerah-daerah bermain.
            Bila pasirnya kering, maka tambahkan sedikit air. Air membuat pasir menjadi lebih bisa merekat dan anak-anak bisa membangun jalan dan bangunan yang lebih kokoh. Bila hujan baru, turun maka anda tidak perlu menambah air. Selama atau sesudah hujan turun, anak-anak bisa mengamati pola air hujan di pasir, seberapa jauh air di serap, membuat sungai-sungai dan melihat air mengalir.                                                                                                                                                                                            Di musim dingin , salju akan menambah kesenangan. Terowongan, jembatan dan rumah es  bisa di buat dengan salju dan pasir. Bangunan dan pasir bisa disiram dan akan membeku. Di musim gugur daerah pasir ini akan tetutupi dedaunan dan benda- benda lain yang tertiup angin setiap hari. Ini bisa dikumpulkan dan digunakan untuk membangun, dibiarkan disatu tempat untuk esok atau dibawa ke meja penelitian. Semua benda- benda ini adalah titik awal bagi guru dalam mendorong anak- anak untuk mengamati dan melihat lingkungan alamnya.
            Sedikit masukan mengenai lumpur. Teksturnya sangat lain dari pasir dan sebaiknya anak- anak mendapat kesempatan merasakan dan bermain dengannya. Lumpur bisa didapatkan setelah hujan turun.
Kesenian
Tugas- tugas seni yang kreatif bisa dilakukan diluar ruangan. Contohnya mengecat dengan kaki dan jempol kaki bisa menyenangkan.anda bisa menggunakan kertas yang panjang di mana anak- anak berjalan, lari, melompat, atau lukis menggunakan jempol kakinya, atau membiarkan mereka menggunakan kaki jalan atau aspal. Campurlah cat dengan air sabun agar mudah dibersihkan.
Benda- benda lain yang bisa di bawa keluar termasuk :
1.      Lem dan kertas sebagai koleksi alami
2.      Adonan
3.      Kapur tulis dengan warna yang beragam
4.      Papan cat dan cat
5.      Krayon dan kertas
6.      Bahan- bahan untuk membuat layangan
7.      Busa untuk di gunakan bersama cat dan air
8.      Benang dan kawat untuk membuat lonceng angin
9.      Air untuk mengubah ukiran salju menjadi ukiran es
Ilmu pengetahuan
Semua yang berada di luar ruangan adalah ilmu pengetahuan. Pergunakan waktu untuk memperhatikan air yamng mengalir di penampungan air setelah hujan. Lemparlah sebuah batu dan daun ke dalam air, dan perhatikan apa yang terjadi. Tunjukan kepada anak- anak dahan- dahan yang baru tumbuh atau efek dari air dan cahaya matahari dan dinding sebuah rumah.
Sewaktu merencanakan lingkungan luar ruangan, ikut sertakan benda- benda yang mendorong penelusuran ilmiah, contohnya : isolasi pengukur, kayu pengukur, kaca pembesar, gelang koleksi, teropong, dan buku- buku ilmiah.
Kegiatan- kegiatan fisik
Kegiatan- kegiatan fisik yang dapat membantu perkembangan kemampuan motorik dasarnya adalah sebagai berikut :
1.      Bergerak
Doronglah anak- anak untuk menggerakan tubuhnya dalam berbagai cara, mereka bisa bergerak seperti hewan, bergerak cepat, bergerak dengan satu kaki, dsb
2.      Berlari
Anak- anak bisa dengan mudah berlari seperti anak- anak berlari seperti hewan, lari mengejar target atau lari berpasangan.
3.      Melompat
Melompat adalah kegiatan di luar lapangan yang menyenangkan. Guru sebaiknya mengikuti anak- anak
4.      Melempar bolaecil sebaiknya berlatih melempar bola dan menangkap bola lembut.
Anak- anak
5.      Permainan rintangan
Anak- anak bisa menikmati bernagai rintangan  yang ditawarkan dalam permainan rintangan.
6.      Permainan
Anak- anak kecil menyukai permainan dan permainan yang terbaik adalah yang semua anak bisa ikut serta.

Kegiatan- kegiatan yang tenang
Siapkan sejumlah tempat yang tenang bagi anak- anak untuk berristirahat atau untuk menyendiri.
Makan di luar ruangan

Baik anak- anak dan orang dewasa akan menikmati sebuah piknik di taman atau sebuah kejutan makan di luar ruangan.

Prakarya dengan kayu
Anak- anak berfikir, merancang, bereksperimen, dan bekerja dengan anak- anak yang lin untuk membuat bentuk- bentuk seni, bangunan, permainan rintangan, dan roket bulan di daerah bangunan.

Berkebun
Anak- anak menggali, menanam, memelihara, menyiram, memetik, memakan, dan menikmati semua keajaiban kebunnya, mereka menyaksikan langsung dan mengajukan pertanyaan- pertanyaan “mengapa” mengenai bumi.

Perjalanan ke luar lingkungan sekitar
Perjalanan yang di lakukan disekitar lingkungan sekitar lingkungan bisa mengembangkan dunia anak- anak dan memberikan kesempatan belajar yang menyenangkan.

Jalan kaki
Jalan kaki adalah cara yang baik untuk menelusuri lingkungan luar bersama anak- anak.  Mudah direncanakan dan tidak memerlukan banyak persiapan seperti halnya perjalanan ke sekitar lingkungan.

Mengikut sertakan anggota keluarga dalam permainan luar ruangan
Walaupun kebanyakan orang tua menghargai nilai memperbolehkan anak- anak mereka bermain di luar ruangan, beberapa mungkin tidak menyadari makna bermain di luar ruangan.
Ini adalah bagian dari tanggung jawab tim pengajar untuk menjelaskan kesempatan pembellajaran di luar ruangan kepada orang tua murid.
                                     








DAFTAR PUSTAKA