welcome

selamat datang selamat membaca dan semoga bermanfaat

Selasa, 11 Juni 2013

Metode Karyawisata bagi Anak Taman Kanak-kanak



BAB I
PEMBAHASAN
I.                   Pengertian dan Manfaat Metode Karyawisata bagi Anak Taman Kanak-kanak
A.     PENGERTIAN METODE KARYAWISATA BAGI ANAK TAMAN KANAK-KANAK.
Moeslichatoen (1999) menuliskan bahwa karyawisata merupakan salah satu metode pembelajaran di Taman Kanak-Kanak yang dilaksanakan dengan cara mengamati dunia sesuai dengan kenyataan yang ada secara langsung. Pengamatan itu diperoleh melalui panca indera seperti penglihatan, pendengaran, pengecapan, pembauan, dan perabaan.
Selanjutnya Moeslichaton (1999) menyatakan bahwa hasil informasi yang didapat anak melalui penglihatan mata antara lain adalah kesan pengamatan (presepsi penglihatan) seperti bentuk, warna, dan ukuran. Misalnya, anak dapat mengetahui dan belajar bahwa:
1.      Setiap benda, tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia itu mempunyai sifat-sifat yang dapat dilihat dan dideskripsikan.
2.      Benda-benda itu dapat dibandingkan berdasarkan persamaan dan perbedaannya. Misalnya dalam hal warna, bentuk dan ukurannya.
3.      Setiap benda, tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia dapat digolongkan berdasarkan kesamaan sifat yang dimiliki ke dalam satu kelompok.
              Selanjutnya, indra pembauan pada hidung memberikan informasi mengenai bermacam bau benda dan gas. Bau yang dapat diketahui anak antara lain adalah bau harum, busuk, amis, menyengat dan sebagainya. Dari presepsi pembauan ini anak akan belajar bahwa:
1.      Setiap benda, tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia itu mempunyai sifat-sifat yang dapat dicium dan dideskripsikan sifat baunya. Misalnya bunga melati berbau harum yang lembut. Sedangkan bunga sedapa malam berbau harum yang lebih kuat atau menyengat.
2.      Benda-benda itu dapat dibandingkan berdasarkan persamaan dan perbedaan baunya. Misalnya Ani dan Ana sama-sama berbau harum.
3.      Setiap benda, tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia dapat digolongkan berdasarkan kesamaan bau yang dimilikinya ke dalam satu kelompok. Misalnya berbagai jenis ikan dapat digolongkan dalam kelompok berbau amis.

Indra pendengaran yang ada pada telinga member informasi tentang berbagai suara, misalnya suara burung berkicau, suara ibu memarahi anaknya, suara tertawa anak-anak, atau suara mobil membunyikan klaksonnya. Presepsi auditif tersebut membantu anak belajar bahwa:
1.      Setiap benda, tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia itu mempunyai sifat-sifat yang dapat didengar dan dideskripsikan
2.      Benda-benda itu dapat dibandingkan berdasarkan persamaan dan perbedaan suaranya. Misalnya anjing menggonggong dan kucing mengeong. Suara anjing lebig keras daripada suara kucing.
3.      Setiap benda, tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia dapat digolongkan berdasarkan kesamaan suara yang dimiliki. Misalnya si Adi, si Ana dan si Anis am-sama mempunyai suara anak kecil karena umur mereka hamper sama.

Demikian pula dengan fungsi indra pengecap yang ada pada lidah. Indra pengecapan memberikan informasi tentang berbagai rasa, misalnya rasa pahit, manis, asin, asam, pedas dan sebagainya. Persepsi pengecapan tersebut membantu anak belajar bahwa:
1.      Setiap benda, tunbuh-tunbuhan, hewan dan manusia itu mempunyai sifat-sifat yang dapat dirasakan dan dideskripsikan.
2.      Benda-benda itu dapat dibandingkan berdasarkan persamaan dan perbedaan rasanya. Misalnya rasa jeruk nipis asam, sedangkan pisang manis.
3.      Setiap benda, tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia dapat digolongkan berdasarkan kesamaan rasa yang dimiliki. Misalnya rasa pisang yang masak manis, sedangkan rasa pisang yang belum matang belum manis.

Terakhir, indra perabaan yang ada pada kulit memberikan informasi tentang berbagai rasa yang diperoleh melalui perabaan, misalnya rasa dingin, panas, kasar, halus, keras dan lembut. Dari pengamatan melalui perabaan tersebut anak belajar bahwa:
1.      Setiap benda, tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia itu mempunyai sifat-sifat yang dapat diraba dan dideskripsikan.
2.      Benda-benda itu dapat dibandingkan berdasarkan persamaan dan perbedaan sifat hasil perabaannya. Misalnya bulu kucing lebih lembut dari pada bulu burung merpati.
3.      Setiap benda, tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia dapat digolongkan berdasarkan kesamaan sifat hasil perabaan yang dimiliknya. Misalnya kesamaan sifat kasar atau lembut, panas atau dingin.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa melalui karyawisata anak mendapat kesempatan yang luas untuk melakukan kegiatan yang menarik perhatiannya, rasa ingin tahunya dan mengadakan pengamatan serta kajian terhadap fakta yang dihadapinya secara langsung. Karyawisata juga dapat member kesempatan kepada anak-anak Taman Kanak-kanak untuk menggunakan seluruh panca inderanya.

B.     MANFAAT METODE KARYAWISATA BAGI ANAK TAMAN KANAK-KANAK
Menurut Moeslichatoen (1999). Karyawisata merupakan metode yang dapat menumbuhkan minat anak Taman Kanak-Kanak untuk mengenal dan belajar mengenai sesuatu hal yang nyata. Misalnya, untuk menumbuhkan minat tentang dunia binatang, anak dapat dibawa berkaryawisata ke kebun binatang. Saat karyawisata, anak juga perlu diarahkan untuk mengamati tingkah laku binatang-binatang yang ada di kebun binatang. Dengan mengamati bermacam-macam binatang tersebut anak dapat diajarkan untuk mengamati lebih lanjut binatang yang menarik perhatiannya. Melalui karyawisata ke kebun binatang tersebut pula anak Taman Kanak-kanak perlu juga diarahkan agar mempunyai minat untuk menyayangi binatang dengan merawat dan memelihara dengan menjaga kebersihan hewan peliharaan serta kebersihan kandangnya. Selanjutnya Moeslichatoen (1999) menguraikan bahwa beberapa hal yang mungkin dilakukan anak setelah mengamati berbagai hal benda adalah:
1.      Anak berusaha mempertajam kesan pengamatannya sehingga memperjelas pengertian tentang sesuatu hal. Misalnya, setelah anak-anak di ajak ke kebun binatang, mereka lebih memahami berbagai jenis, ukuran, dan suara binatang. Atau di ajak ke kantor pos anak akan menjadi paham tentang tukang pos, surat, amplop dan sebagainya. Pemahaman merupakan penguatan bagi anak untuk mempelajari sesuatu hal atau benda lebih lanjut.
2.      Anak berusaha untuk memproduksi hal-hal yang telah diamatinya. Reproduksi lebih mudah dikomunikasikan kepada guru atau anak lain dibandingkan bila dikemukakan melalui kata-kata.

II.                Peranan Karyawisata untuk Pengembangan Bahasa Anak Taman Kanak-kanak dan Rancangan Pelaksanaan Metode Karyawisata.
A.     PERAN KARYAWISATA UNTUK PENGEMBANGAN BAHASA ANAK TAMAN KANAK-KANAK.
Bahasa adalah kunci untuk berkomunikasi dengan lingkungannya. Pada masa peka belajar ini, anak-anak usia Taman Kanak-kanak perlu mengembangkan kemampuan berbahasanya agar mereka dapat saling berinteraksi dengan dunia di sekelilingnya. Terdapat perbedaan antara kemampuan berbicara dan berbahasa. Dalam buku Seri ayah Bunda (2002) dikatakan bahwa kemampuan berbahasa meliputi segala bentuk komunikasi lisan, tuliasan, bahasa isyarat, bahasa tubuh, ekspresi wajah, atau seni. Sementara kemampuan berbicara adalah kemampuan berbahasa lisan yang merupakan bentuk paling efektif dalam berkomunikasi, juga paling penting dan paling banyak digunakan. Kebutuhan untuk terampil berbicara atau berkomunikasi bagi seorang anak merupakan kebutuhan anak tersebut untuk menjadi anggota kelompok sosial. Mengingat betapa pentingnya kemampuan berbahasa ini bagi seorang anak, maka di lembaga pendidikan Taman Kanak-kanak, pengembangan kemampuan berbahasa tersebut menjadi tanggung jawab seorang pendidik atau guru Taman Kanak-kanak. Saat mengajar anak Taman Kanak-kanak beberapa hal yang harus diingat guru adalah menggunakan alat peraga, mengajak kea lam, sekali membiarkan anak bermain sendiri. Selain itu, guru harus pula memilih dan menggunakan serangkaian metode pembelajaran tertentu yang dapat merangsang perkembangan kemampuan berbahasa anak secara optimal. Metode karyawisata dapat digunakan guru untuk mengembangkan berbagai aspek perkembangan anak seperti perkembangan bahasa karena dilakukan di luar kelas, di alam terbuka dan digunakan untuk mengenal lingkungan sekitarnya, yang dapat pula menjadi sumber belajar anak. Anak-anak dapat diajak untuk berkaryawisata ke tepi pantai, atau ke kebun binatang, atau ke tempat lain yang sesuai dengan perkembangannya.   
  B. RANCANGAN KARYAWISATA UNTUK PENGEMBANGAN BAHASA ANAK TAMAN KANAK-KANAK.
Contoh rancangan karyawisata untuk pengembangan  kemampuan berbahasa yang dikembangankan mengikuti petunjuk yang diberikan oleh Moeslichatoen (1999). Rancangan kegiatan karyawisata oleh guru meliputi kegiatan:
1.      Rancangan persiapan karyawisata oleh guru meliputi kegiatan :
a.      Menetapkan sasaran yang diprioritaskan sesuai dengan tema kegiatan belajar yang dipilih. Ada empat sasaran karyawisata , dunia binatang, tanaman, kerja dan kehidupan manusia.
b.      Mengadakan hubungan dan pengenalan medan sasaran karyawisata guru harus benar – benar mengenal sasaran karyawisata yang sudah ditetapkan. Sebelum membawa anak Taman Kanak – kanak kesasaran karyawisata, terlebih dahulu guru harus mendatangi lokasi karyawisata untuk mendapatkan informasi langsung dan mengamati secara khusus aspek – aspek perkembangan bahasa yang dapat dikembangakan dilokasi tersebut
c.       Merumuskan program kegiatan pengembangan kemampuan berbahasa anak melalui karyawisata dengan merencanakan hal – hal berikut
1.      Guru menetapkan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang akan dicapai anak dengan karyawisata ini. Kompetensi dapat diambil dari GBPKB TK 1994 atau yang berlandaskan Kurikulum Berbasis Kompetensi.
2.      Waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan karyawisata tersebut harus sesuai dengan kondisi anak Taman kanak – kanak
3.      Biaya yang dibutuhkan untuk kegiatan karyawisata
4.      Kendaraan untuk ke lokasi karyawisata
5.      Makanan dan tanda pengenal anak
6.      Antisipasi kemungkinan bahaya atau hambatan yang terjadi selama karyawisata.
d.      Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan
Untuk merancang karyawisata yang baik maka guru harus menyusun segala alat dan bahan yang diperlukan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak .


e.      Menetapkan tata tertib
Tanpa adanya tata tertib yang baik kegiatan karyawisata tak akan berlangsung dengan baik. Oleh sebab itu, anak – anak perlu dikenalkan dan ditetapkan tata tertib khusus untuk mengendalikan mereka dan membuat mereka belajar mengenai kedisplinan dan aturan kelompok
f.        Menyampaikan surat atau permintaan izin dan partisipasi dari orang tua
Guru harus menyampaikan rencana karyawisata kepada orang tua agar mereka memberikan izin dan membantu atau berpartisipasi dalam kegiatan tersebut
g.      Persiapan guru di kelas
Sebelum kegiatan karyawisata maka guru perlu menginformasikan kepada anak – anak apa saja yang dapat mereka lihat dan pelajari dilokasi karyawisata agar setelah sampai ke lokasi wisata anak – anak mengerti apa yang harus mereka lakukan.

Guru juga perlu membimbing anak agar mereka menyiapkan diri dan menyiapkan bekal yang perlu dibawa mereka. Guru juga perlu mengajarkan tata tertib yang harus dipatuhi anak – anak di kebun binatang , supaya anak – anak tidak ada yang hilang atau tersesat, atau membuat keributan di lokasi wisata.

2.      Rancangan pelaksanaan karyawisata oleh guru akan meliputi hal – hal berikut
a.       Memperhatikan sekali lagi bahan dan peralatan yang akan dibawa dalam melaksanakan karyawisata sesuai dengan yang telah dirancang guru
b.      Menyiapkan kegiatan pembelajaran dan langkah – langkah yang akan dilakukan setelah tiba di lokasi karyawisata.
c.       Menyiapkan kegiatan apa saja yang akan dilakukan di kendaraan menuju ke lokasi karyawisata
d.      Jangan lupa untuk berdoa sebelum berangkat karyawisata agar semua selamat dan kegiatan berjalan baik
3.      Rancangan penilaian karyawisata oleh guru meliputi hal – hal berikut:
a.       Menetapkan alat, waktu dan cara penilaian untuk menilai kemampuan berbahasa anak sesuai kompetensi yang telah direncanakan guru
b.      Menyiapkan format laporan hasil kegiatan karyawisata dan menginformasikan langkah tindak lanjutnya

C. CONTOH RANCANGAN KEGIATAN UNTUK PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK TAMAN KANAK-KANAK
Contoh pelaksanaan kegiatan pengembangan bahasa anak Taman kanak –kanak yang dapat dilakukan di tempat karyawisata seperti di kebun binatang. Contoh diambil dari Satibi dan wulansari (2004)
Tema               : Binatang dan tanaman
Subtema          :Ciri – cirri binatang
TK                   : B / semester I
Kompetensi Dasar
Hasil Belajar
Indicator
Anak mampu berkomunikasi secara lisan, memperkaya pembendaraan kosakata dan menulis dengan symbol – symbol yang melambangkannya (KLK2)
Anak dapat membaca gambar ( pra membaca) KLK 2
Mengurutkan dan menceritakan gambar berseri

Metode atau teknik :   karyawisata
                                    Bercerita dengan alat ( gambar berseri)
                                    Bernyanyi
                                    Tanya jawab


Kegiatan belajar mengajar (KBM)
1.      Guru mengkondisikan anak –anak agar mau menceritakan gambar berseri
2.      Anak memperhatikan petunjuk guru tentang gambar yang telah disediakan
3.      Guru meminta anak secara klasikal menceritakan isi gambar tersebut
4.      Guru mempersilakan anak yang berani bercerita tentang gambar tersebut
5.      Guru memberikan penguatan seketika atas keberanian anak bercerita
6.      Guru memberikan kesempatan yang sama untuk kedua kalinya kepada anak yang lain secara bergiliran
7.      Guru meminta umpan balik penilaian anak – anak atas alur cerita yang disampikan oleh anak yang berani maju kedepan teman – temannya
8.      Guru memberikan penguatan (pujian bagi seluruh anak dengan tepuk tangan bersama dan lain – lain)
9.      Guru menjelaskan isi dari gambar seri dengan menghargai pendapat anak – anak yang telah bercerita sebelumnya
10.  Guru memberikan hadiah untuk semua anak dengan memberikan sebuah lagu tentang ciptaan Tuhan
Media Pendukung
1.      Gambar seri “ Teman Binatang dan Tanaman”
2.      Lagu “ ciptaan Tuhan “ dapat dikarang sendiri atau oleh orang lain
Target kompetensi
1.      Anak dapat memiliki keberanian untuk mengungkapkan gagasannya
2.      Abak dapat membaca isi gambar yang telah disiapkan guru
3.      Anak memiliki kemampuan merangkai kata – kata kalimat secara lisan