welcome

selamat datang selamat membaca dan semoga bermanfaat

Selasa, 11 Juni 2013

PENGEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL BERDASAR PADA PERKEMBANGAN ANAK (DAP)



PENGEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL BERDASAR PADA
PERKEMBANGAN ANAK (DAP)

Pada guru sering sibuk sendiri, memikirkan segala sesuatu yang akan dilakukannya dalam mengembangakan program pembelajaran sehingga menyita waktu yang cukup banyak.
Bredekamp (1987) memberikan salah satu solusinya yaitu program tersebut kurang sesuai dengan kebutuhan anak, jadi bukan anak yang disesuaikan dengan program, tetapi programlah yang disesuaikan dengan anak. Jawaban itulah yang membuka setiap permasalahan yang selama ini terjadi.
Dredekamp sangat menekankan bahwa pengembangan pembelajaran anak usia berbasis pada perkembangan dan kebutuhan anak, serta disesauikan dengan karakteristik perkembangan anak. Dengan pengembangan pembelajaran bedasarkan DAP tindakan guru akan lebih efektif dan tepat sasaran karena pembelajaran akan menjadi lebih optimal.
A. Batasan Pembelajaran DAP
Kegiatan yang akan dilaksanakan dalam belajar mengajar adalah dari sisi anak itu sendiri, bukan dari sisi pemikiran guru. (Weikert,1996 dalam Claudia Eliason dan Loa Jenkin, 1994) maksudnya pendekatan yang dilakukan berupaya memfailitasi agar tujuan-tujuan kegiatan belajar dapat terintergraikan dengan dimensi-dimensi perkembangan anak, baik dimensi kelompok maupun individu.
Agar para guru dapat mengintergrasikan tujuan, kegiatan dan perkembangan anak maka guru harus memahami karakteristik dan perkembangan anak. Para guru juga harus mampu memberikan arahan dan bimbingan yang tepat bagi anak. Agar anak dapt mengeksplorasiakan setiap tahap perkembangan dalam belajar yang menyenangkan dan menarik bagi anak.
Pembelajaran yang berorientasi pada anak lebih banyak menberikan kesempatan pada anak untuk belajar dengan cara-cara yang tepat, melalui pengalaman nyata. Menumbuhkan rasa ingin tahu bagi anak apa yang ada dilingkungannya.
B.Prinsip Pembelajaran Berdasarkan DAP
Pembelajaran berbasis DAP mempunyai prinsip-prinsip yang harus diperhatikan, yaitu:
  1. Semua aspek perkembangan anak harus terkait
  2. Perkembangan terjadi relative teratur
  3. Perkembangan berlangsung secara bervariasi antara anak yang satu dengan anak yang lain.
  4. Pengalaman awal bagi anak mempunyai efek langsung amupun efek tertentu terhadap perkembangan anak secara individu
  5. Perkembangan berlangsung kearah yang mengandung kompleksitas
  6. Perkembangan anak dipengaruhi oleh konteks social budaya
  7. Anak adalah pelajar yang aktif
  8. Perkembangan anak adalah hasil dari kematangan biologi dan lingkungan
  9. Bermain adalah suatu wadah yang penting bagi perkembangan sosial anak
  10. Perkembangan anak akan meningkat jika anak mempunyai kesempatan mempraktekkan keterampilan baru yang diperoleh dan jika mereka memperoleh tantangan
  11. Anak memperoleh cara yang berdeda-beda dalam memperoleh pengetahuan dan keterampilan
  12. Atas dasar itu maka para pendidik harus menyediakan lingkungan yang aman, sehat serta menyediakan makanan yang bergizi
C.  Rambu-Rambu Dalam Pengembangan DAP
Menurut Al Mabrur (2003) terdapat lima dimensi dasar yang terkait tentang pengembangan DAP pada jenjang pendidikan TK, yaitu:
  1. Pengembangan masyarakat pembelajaran terpadu
  2. Pembelajaran yang memperkaya pengetahuan anak
  3. Pengembangan kurikulum yan memadai
  4. Assessment perkembangan dan belajar anak
  5. Pengokohan hubungan timbal balik dengan keluarga
1.Pengembangan Masyarakat Pembelajaran Yang Peduli
Dilakukan dengan jalan mempertimbangkan dan memperkokoh reaksi antara orang dewasa dengan anak, anak dengan anak, guru dengan guru, dan guru dengan keluarga, reaki ini diarahkan untuk yaitu:
  1. Memungkinkan pihak yang satu berkontribusi dengan pihak lain
  2. Memungkinkan anak belajar dengan diri sendiri dan dunianya
  3. Memungkinkan anak belajar  berkolompok dan koorperatif dalam mengembangkan suatu proyek
  4. Memungkinkan anak melakukan gerakan –gerakan fisik
  5. Memungkinkan anak memperoleh pengalaman yang bermakna dalam melakukan dan mengenal seuatu
2.Pembelajaran Yang Memperkaya Perkembangan dan Khasan Anak
Dalam mengambil keputusan/tindakan pendidik guru sebaiknya:
  1. Menghargai, menerima dan memperlakukan anak sesuai dengan martabatnya
  2. Memahami setiap anak dengan baik, seperti:
a.       Memperhatikan kebutuhan dan potensi anak
b.      Mengamati permainan yang spontan anak secara berlanjutan
c.       Memahami perkembangan anak  dan khasaan belajar anak dalam konteks keluarga dan masyarakat
d.      Memahami gejala-gejala stress dan pengalaman traumatic
e.       Mengembangankan keterampilan anak dalam mengatur dirinya
  1. Mendorong anak dalam berkolaborasi atau kerja sama dengan teman sebayanya, melalui:
a.       Kegiatan yang sesuai dengan kolaborasi dengan minat anak
b.      Memungkinkan anak bekerja sendiri,  berkolompok kecil dan berkolompok besar
  1. Pengunaan strategi dan pembelajaran yang luas untuk memperkaya pengalaman belajar anak dan memperluas penhetahuan anak dengan cara:
a.       Membantu anak mengembangankan kemampuanberinisiatif, memilih dan merencanakan kegiatan belajar sediri
b.      Mengajukan masalah, pertanyaan, komentar, dan saran yang mengstimulasi berpikir anak dan memperluas pengalaman belajarnya
c.       Memperluas minat anak melalui penyajian pengalaman baru
d.      Memelihara upaya anak secara individu melalui berbagai cara
e.       Melatih anak menguasai keterampilan baru
f.       Menyesuaikan tingkat kemampuan dan kesulitan anak
g.      Memberikan tugas secara bertahap pada anak
h.      Memperkuat rasa percaya diri anak sebagai pelajar
i.        Memperkaya pemahaman konseptual anak
  1. Memfasilitas anak untuk mengembangkan rasa tanggung jawab, dan kemampuan mengatur diri sendiri dengan cara:
a.       Menata aturan anak secara jelas, bagaimana berprilaku baik di dalam kelas
b.      Mengarahkan  anak berprilaku baik agar dapat diterima oleh temannya
c.       Mendengarkan dan memahami perasaan dan frustasi anak
3.Pengembagan Kurikulum Yang Memadai Bagi Perkembangan Anak Dengan Memperhatikan Kaidah-Kaidahnya
  1. Mencakup seluruh wilayah perkembangan anak
  2. Mencakup rentang yang luas dan interdisplin yang relevan secara social
  3. Berdasarkan pada pengetahuan
  4. Mengintergrasikan kemampuan dasar (menulis, berhitung dan membaca)
  5. Meningkatkan perkembangan pengetahuan, pengalaman dan ketermpilan anak
  6. Mengandung intergrita dan intelektual anak
  7. Mengandung kesempatan untuk mendukung kurtur dan bahasa anak
  8. Mengandung unsure yang realistic
4. Assessment Berkembangan dan Belajar Anak
Assessment di TK sulit dilakukan karena perkembangan belajar anak berlangsung sangat cepat didalam konteks cultural dan bahasa yang spesifik, assessment tidak akurat dan bisa menimbulkan bahaya bagi perkembangan anak.
Assessment dapat dilakukan dengan paduan berikut
  1. Dilakukan secara berlanjutan, trategis an bertujuan
  2. Merefleksikan kemajuan-kemajuan perkembangan assessment yang sudah tercapai anak
  3. Sesuai dengan usia dan pengalaman anak
  4. Dirancang untuk memperoleh informasi perkembangan anak
  5. Penilaian berdasarkan pada pengamatan orang tua dan guru
  6. Mengidentifikasi anak yang memiliki kebutuhan khusus
  7. Harus sesuai dengan gaya dan kemampuan belajar anak
  8.  Sesuai dengan kemampuan anak dalam melakukan tugasnya
5.Implikasi DAP Dalam Pembelajaran Social Emosional Anak
1. Dimensi Perkembangan Yang Harus Diperhatikan
Periode perkembangan dan karakteristik social emotional anak usia dini
Usia
Karakteristik perkembangan social emosional anak usia dini
0-2 thn
-Memberikan reaksi yng berbeda pada suara yang berbeda
-Membalas senyum pada orang lain dan senyum social
-Lebih menyukai satu orang
-Tertawa apaila digelitik dan ditiup mukanya
-Menangis sebagai reaksi dingin, lapar dan haus
-Tertawa menjerit karena diajak bermain
-Bersikap tenang apabila kebutuhannya terpenuhi

2-4 thn
-Mulai senang bergaul dengan teman
-Meniru kegiatan orang dewasa
-Memperlihatkan perasa cemburu
-Mulai menunjukan perasaan berharga
-Mulai mampu memahami tangis dan tawa
-Menunjukan rasa saying kepada saudara-saudaranya
-Senang meniru lagu dan dongeng-dongeng
-Mulai mandiri dalam mengerjakan tugas-tugas
4-6 thn
-Dapat melepaskan ikatan emosi
-Menunjukan penghargaan pada guru
-Tidak cepat menangis
-Tidak menunjukan sikap yang murung
-Tidak menunjukan sikap yang tidak wajar
-Tidak suka menetang guru
-Tidak suka menggangu teman
-Senang bermain dengan anak lain
-Tidak suka mandiri
-Mulai bercerita kepada teman-temannya
-Mampu bermain bersama-sama
-Menolong dan membela teman
-Dapat bertindak sopan
-Dapat menunjukan sikap ramah
6-8 thn
-Belajar membina persahabatan
-Menunjukan rasa setia kawan yang kuat
-Berpenampilan rapid an bersih
-Sayang kepada ciptaan Tuhan
-Berkomunikasi dengan orang
-Mengurangi pengaruh orang tua dan mengikuti temannya
-Berminat hidup rukun dalam keluarga
-Emosi cepat naik saat sakit dan lelah

2. Prosedur Pengembangan Pembelajaran
Tinggi rendahnya apresiasi terhadap karakteritik dan kebutuhan belajar anak akan menentukan pengembangan pembelajar tersebut.
Agar dalam mngimplementasikan program pengembangan atau pembelajaran berbasis DAP tepat sasaran, maka guru harus memahami yaitu:
  1. Memilih pendekatan atau kurikulum
Kurikulum harus diarahkan pada perkembangan semua aspek anak
  1. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam perencanaan program
a.       Perencanaan berdasarkan pada anak berkembang dan belajar
b.      Berdasarkan pada pengalaman anak
c.       Mempersiapkan kegiatan belajar yang menimbulkan inisiatif anak untuk melakukan ekplorai
d.      Menyediakan pengalaman belajar yang konret
e.       Menyediakan sejumlah alternative  yang inti dan dapat dipilih anak
1.      Mengenal kegiatan pribadi yang berkaitan dengan orang lain
2.      Mengenal dan menghargai orang lain dalam lingkungan
3.      Mengenal berbagai peran jenis orang
4.      Mengembangkan hak dan tanggung jawab
5.      Pengembangan intelektual anak
6.      Kemandirian da kemampuan untuk belajar
7.      Memberikan dukungan yang positif
8.      Mengembangkan imajinasi
9.      Anak belajar sendiri,kelompok kecil, kelompok besar
10.  Imajinatif yang menyenangkan
11.  Merawat dan mengaja keberihan diri sendiri
12.  Membantu anak yang mempunyai kesulitan dalam berprilaku
13.  Belajar tentang keyakinan religious
14.  Membangun hubungan yang baik
15.  Merencanakan pembelajaran berikutnya
16.  Peluang untuk menyampaikan ide
17.  Kegiatan berbicara dan mendengarkan
18.  Mengunakan sistem komunikasi alternatif
  1. Hal-hal yang harus diperhatikan saat melaksanakan kegiatan
1.      Memberikan kesempatan pada anak untuk menyelesaikan tugas-tugas
2.      Memenuhi kebutuhan anak secara individu dalam kegiatan
3.      Guru mendorong anak berkomunikasi dalam setiap kegiatan
4.      Guru mengembangkan ketrampilan sosial emosional anak
5.      Pengendalian Diri dan Kerja  Sama Dengan kelompok
Dimensi khusus pengembangan
Deskripsi kemampuan/kgiatan
Mengenal nama
Anak belajar mengenal nama temannya minat dan perasaan orang lain
Bergeliran
Anak belajar memberikan kesempatan pada orang lain,tanpa harus diminta
Berbagi
Anak belajar bisa membagi segala sesuatu baik perhatian dan waktu untuk orang lain
Menyediakan tempat dalam lingkaran
Anak belajar bisa menyisihkan tempat pada temannya yang terlambat
Bergabung dalam berbagai kegiatan
Anak belajar bagaimana sikap positif terhadap orang lain ketika bersama-sama dalam  setiap kegiatan
Ramah terhadap orang lain
Anak belajar ramah dan sopan pada teman-temannya

Berkerja sama
Anak belajar sama dengan teman-teman dalam mengatasi masalah