welcome

selamat datang selamat membaca dan semoga bermanfaat

Rabu, 29 Mei 2013

BENTUK DAN JENIS PERMAINAN



BENTUK DAN JENIS PERMAINAN
PENDAHULUAN
                Herbert Spencer mengemukakan teori kelebihan  Tenaga yang menyatakan bahwa tenaga yang berlebihan yang terdapat pada setiap diri manusia harus disalurkan keluar melalui kegiatan bermain.Stanley Hallmengemukakan teorinya pemunculan kembali sifat-sifat pada seseorang yang sudah lama tidak muncul  (Aktivisms) yang mengatakan bahwa permainan yang dilakukan oleh manusia (anak) itu me rupakan ulanagn dari kehidupan nenek moyang kita.Schaller dan Lazarus mengemukakan teori Rekreasi yang mengatakan bahwa kelelahan itu akan mendorong manusia kepada permainan.Sedangkan Claparede mengemukakan teori fantasis (Fiskis) yaitu anak-anak bermain karena dalam kehidupan sehari-hari tidak memperoleh kepuasan sehingga melakukan fantasinya dalam bentuk permainan sehingga dapat melepaskan segala kehendaknya.
                Berdasarkan beberapa teori permainan tersebut makan dapat disimpulkan bahwa pada stiap manusia (anak) terdapat potensi untuk menyalurkan kebutuhan melalui bentuk-bentuk permainan.Begitu pentingnya permainan bagi anak-anak maka semua anak mempunyai kesempatan yang sama untuk mengikuti macam-macam permainan.Pemainan bagi anak berisi bermain kreatif dan individual.
1. Ranah Psikomotor
                a. Memungkinkan anak mrnggunakan otot besar dengan potensi pengembanganya,yaitu menghasilkan pengembanngan dan kontrol otot yang baik.
                b. Anak akan dapat mengembangakan kemampuan berlari ,bermanuver,mulia dan berhenti bergerak dengan kontrol penuh.
                c. Anak akan belajar mengelola dan mengontrol tubuh dalam tekanan  berkompotensi
2. Rabah Kognitif
                a. Anak akan mencapai kesiapan mental ketika ia beraksi secarastrategis pada situasi permainan
                b. Anak akan belajar mengganti peraturan dan dapat menerapkan pengetahuan ini pada permainan lain yang tidak diawasi guru.
3. Ranah Afektif
                a. Anak dapat mengerti dan merasakan kebutuhan bermain dengan jujur dan sportif
                b. Anak akan mengerti dirinya dan orang lain
                Bermain yang sangat bermanfaat untuk semua asfek perkembangan anak adalah permainan yang dapat mengaktifkan semua anak bersama-sama.
PELAKSANAAN PERMAINAN ANAK TANPA ALAT
                Permainan adalah medium yang sangat tepat untuk perkembangan sosial dan moral anak karena anak harus mematuhi aturan-aturan tertentu apabila ingin menikmati  permainan bersama-sama.
A. PERMAINAN KECIL
                Permainan kecil adalah suatu bentuk permainan yang tidak mempunyai peraturan tertentu.Bik mmenganai peraturan permainanya,alat-alatnya yang digunakan,ukuran lapangan,maupun waktu untuk melakukanya.
B. MODIFIKASI PERMAINAN
                Tujuan utama modifikasi permainan adalah membuat permainan menjadi lebih menyenangkan bagi anak.Permainan harus dapat memberikan pengalaman berhasil  bagi anak jika menginginkan anak selalu terlibat dalam permainan-permaianan.
                Berikut adalah beberapa saran untuk memodifikasi permainan agar sesuai dengan  kebutuhan anak:
1. Jarak yang harus ditempuh pemain dapat diperpanjang atau diperpendek contoh seharusnya anak berlari satu kali menjadi  dua kali.
2. Rute pelari dapat dipariasikan.Dalam permainan lingkaran.pelari dapat diminta berlalri zig-zag di antar permain lainya.
3. Metode dari locomation dapat diubah banyak permainan mengharuskan anak anak lari.Kita dapta mengubah dapat meminta anak untuk melakukan skipping,melonjat,bergerak kekiri dan kekanan,dan sebagainya dari pada hanya sekedar berlari.
4. Farmaisi dasar permainan dapat diubah.Misalnya dari lingkaran menjadi bentuk segi empat,segi tiga,bentuk jajar genjang.
5. Area permainan dapat diperbesar atau diperkecilagar masing0masing anak dapat berhasil melakukanya.
6. Denda atau hukuman  ringan ditambah dalam permainan untuk menambah resiko dan kegembiraan
7. Jumlah pemain kunci dapat ditambah.Bisa dengan cara menambah jumlah pelari atau pelempar sehingga jumlah anak yang terlibat menjadi  bertambah.
C. CONTOH PEMAINAN KECIL TANPA ALAT
                Berikut adalah contoh-contoh permainan kecil tanpa alat:
1. Permainan menjala ikan
                Permainan ini selain bertujuan untuk meningkatkan kemampuan keterampilan gerak anak-anak juga untuk menyalurkan hasrat bergerak dan menciptakan suasan kesenangan dan kegembiraan bagi anak-anak.
2. Permainan kucing dan tikus
                Anak-anak dijadikan dua kelompok,salah satu kelompok membuat lingkaran sambil berpegangan tangan,sedangkan kelompok yang lainya tertangkapmaka harus menjadi kucing dan yang tadi menjadi kucing tertuka menjadi tikus.
3. Permainan gobak sodor (Galasin)
                Permainan gobak sodor sering juga disebut permainan galasin atua permainan hadang.Permainan ini termaksud salah satu permainan tradisional.Permainan gobak sodor atau permainan hadang,dimainkan,oleh dua regu yang  masing-masing regu terdiri dari lima orang pemain.

4. permainan Hijau-Hitam
   Jumlah permain        : Tidak terbatas
  Tempat                      : Bebas dan terbuka
  Tujuan                       : Melatih kecepatan berlari dan beraks
 Cara bermain
Buat dua baris saling berhadapan, dengar aba-aba dari guru, jika guru menyebut hijau, kelompak hijau harus berlari menuju garis bebas. Sedangkan kelompok hitam harus menangkap kelompok hijau yang sedang berusaha menuju garis bebas, dan demikian sebaliknya. Pemenangnya adalah kelompok yang paling sedikit tertangkap selama bermain.

5. Peluang Pulang Kerumah Dengan Cepat
Jumlah permain           : Tidak terbatas
Tempat                        : Bebas dan terbuka
Tujuan                         : Melatih kecepatan lari dan beraksi
Cara bermain
Buat baris empat bagaian, tentukan setiap sudut menjadi rumah mereka, peserta berkeliling pada lingkaran yang telah ditentukan. Jika ada abab-aba dari guru setiap kelompok berlari menuju rumah yang telahditentukan. Pemenangnya adalah kelompok yang paling cepat kembali kerumahnya.
6. Permainan Berhadapan Atau Berbelakangan
Jumlah peserta             :Tidak terbatas
Tempat                        : Bebas dan terbuka
Tujuan                         : Melatih kecepatan berlari dan beraksi
Cara bermain
Menbentuk lingkaran dan bergandengan tangan 1 kali bunyi peluit membentuk pasangan 3 orang bergandengan tangan dan berhadapan. 2 kali bunyi peluit berpasangan 3 orang bergandengan tangan dan berbelakangan. 3 kali bunyi peluit harus jongkok di tempat masing masing. Pemenangannya adalah tiga orang berpasangan bergandeng tangan berbelakangan.
7. Permainan Melayan
Jumlah peserta             : Tidak terbatas
Tempat                        : Bebas dan terbuka
Tujuan                         : Mengembangankan kecepatan dan kelincahan
Cara bermain
Buatlah lingkaran sebanyak ¾ kelompok. Setiap lingkaran diisi oleh 1 orang nelayan, dan setiap kelompok diberi mana jenis-jenis ikan. Neleyan berlari kesana kemari sambil menyebut salah satu nama ikan, contoh lele-lele keluarlah dari persembunyian. Lele berlari menyebar dan nelayan menangkapnya. Nelayan menyentuh lele sambil menghitungnya. Pemenangnya dilihat dari jumlah ikan yang tidak tertangkap.
8. Permainan Berpasangan Dan Hinggap
Jumlah peserta             : Tidak terbatas
Tempat                        : Bebas dan terbuka
Tujuan                         : Kemampuan menangkap dan menghindar dari kejaran.
Cara bermain
Seluruh anak bebas bergerak dan berlari, tidak boleh keluar dari batas yang dibuat. Guru bertanya pada pemburu: “hai pemburu yang kau tangkap yang bersarang atau yang hinggap? Pemburu menjawab yang hinggap, berarti yang hinggap/ berhenti boleh ditangkap, tetapi jika pemburunya menjawabyang bersarang berarti 2 orang atau lebih yang berhenti dapat ditangkap. Anak yang sebagai burung bebas terbang mengoda pemburu. Anak yang berhasil ditangkap oleh pemburu mengantikan pemburu.
9. Permainan Elang dan Ayam
Jumlah peserta             : 10-15 orang
Tempat                        : Bebas dan terbuka
Tujuan                         : Kemampuan mengejar dan menghindar
Cara bermain
 Anak-anak berbaris Saling berpeganggan baju satu sama lainnya. Anak yang berdiri paling depan menjadi induk ayam, yang dibelakangnya menjadi anak ayam. Burung elang bebas bergerak menangkap anak ayam yang paling belakang, induk ayam bergerak dengan posisi tangan dii rentangkan, untuk melindungi anaknya. Anak anayam yang telah disentuh oleh burung elang keluar dari barisannya sampai habis anak ayamnya tertangkap.

Permainan Anak Dengan Alat
A.    Permainan dan Kompentisi
Dalam permainan yang tanpa pemenang ini dapat dikembangkan anak bekerja dan bermain bersama untuk mencapai tujuan bersama. Anak dapat menunjukan keterampilan yang dikuasainya dan dapat mengajar temannya yang belum dapat menguasai permainannya. Kompetisi tidak dapat berarti baik buruk,yang penting adalah bagaimana guru menangganinya. Hal yang paling penting dimengerti dalam permainan yaitu:
1.      Peraturan dapat di gantikan dengan permainan yang menyenangkan
2.      Anak yang berketrampilan tinggi biasanya menikmati kompentisi kerena mereka mempunyai kesempatan bagus untuk berhasil
3.      Guru harus mendorong anak untuk menikmati kegiatan bermain daripada pentingnya kemenangan
4.      Mengharagi pemanang secara terang-terangan akan mengurangi motivasi intrisik anak untuk turut dalam permainan.
5.      Semua anak harus mendapat kesempatan untuk berhasil.
B.     Contoh permainan kecil dengan alat
Contoh-contoh permainan kecil dengan alat:
1.      Bola Beranting Diatas Kepala
Jumlah peserta                   : Tidak terbatas
Tempat                              : Bebas dan luas
Alat yang digunakaN        : Bola no.3 sebesar kepala
Tujuan                               : Meningkatkan koordinasi tangan
Cara bermain
Anak dibagi menjadi beberapa kelompok menghadap satu arah. Anak yang didepan memegang bola, guru membunyikan peluit, bola yang didepan diberikan ke belakang melewati atas kepala. Anak yang berada dibelakang segera memberikan bola kedepan barisan. Dan seterusnya
2.      Permainan Lari Bolak Balik Sambil Memindakan Benda
Cara bermain           
Anak dibagi menjadi 4 baris berbanjar, anak yang berada dibarisan paling depan berlari mengambil balok kemudian lari dan ditempatkan didekat garis awal. Setelah balok diletakkan anak no.2 berlari mengambil balok lagi dan seterusnya. Pemenangnya kelompok barisan yang paling banyak memindahkan balok tersebut.
3.      Permainan Bola Beranting Berputar
Jumlah pemain                  : Tidak terbatas
Tempat                              : Bebas dan terbuka
Alat yang digunakan         : Bola
Tujuannya                         : Melatih koordinasi dan kelenturan
Cara bermain
Anak dibagi menjadi beberapa kelompok. Anak yang terdepan memegang bola, guru member aba-aba, anak berputar 90 derajat. Anak melempar bola dengan kedua tangannya kea rah anak di belakangnya. Anak yang menangkap bola dengan kedua tangannya, berputar 90 derajat dan melemparkan bola kebelakang sampai bola tersebut ditangkap dan berakhir pada anak yang berada pada barisan terakhir
4.      Bermain Lomba Bola
Jumlah pemain                  : 6-8 orang
Tempat                              : Bebas dan terbuka
Alat yang digunakan         : Bola sebanyak 3-5 buah
Tujuan                               : Mengebagkan kemampuan menangkap dan melempar            bola
Cara bermain
Anak dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan jumlah bola, guru member aba-aba kelompok 1 melemparkan bola ke kelompok lain dan melemparkannya lagi ke kelompok lain dan seterusnya secara berurutan. Sehingga bola kembali ke tempat semula. Anak yang tidak dapat menangkap bola keluar dan harus mengembalikan bola ketempat semula. Pemenang dalam perlombaan ini regu yang paling cepat menerima bola kembali dari anggota yang terakhir.
5.      Permainan Lomba Balok Berdiri
Jumlah pemain                  : 6-9 orang
Tempat                              : Bebas dan terbuka
Alat yang digunakan         : Blok-balok
Tujuan                               : Mengembangkan kecepatan berlari, ketelitian dan kerjasama.
Cara bermain
Buat garis A dan B diluar garis tempat menyimpan balok, kemudian anak dibagi menjadi beberapa regu serta membentuk posisi berjajar di belakang garis A. Guru mebunyikan peluit, anak yang lari lewat sebelah kanan barian menuju garis B mengambil balok. Dan kembali ke garis A untuk mendirikan balok dibelakang garis ditempat yang ditentukan. Anak yang lari menuju tempat semula, segera menyentuh anak yang ada di depan garisnya untuk melakukan permainan berikutnya.
6.      Permainan Tempat Berputar Dalam Tali
Jumlah pemain                  : Tidak terbatas
Tempat                              : Luas dan terbuka
Alat yang digunakan         : Tali panjangnya 4-5 meter.
Tujuan                               : Melatih keterampilan melompat dan koordinasi
Cara bermain
Tali diberi ujung yang ringan berupa kantong plastik. Anak berbaris mbentuk lingkaran. Guru berada ditengan lingkaran sambil memegang salah satu ujung tali. Guru membunyikan peluit lalu berputar mengelilingi lingkaran, anak harus melompat tali yang setinggi lutut, anak yang kakinya tersangkut pada tali harus keluar dari permainan. Pemenangnya adalah anak yang masih dapat melompat tali tersebut.
7.      Permainan Berlomba Estafet
Jumlah pemain                  : Tidak terbatas
Tempat                              : Luas dan terbuka
Alat yang digunakan         : Tongkat dari kayu atau pipa
Tujuan                               : Melatih ketangkasan
Cara bermain
Anak dibagi menjadi beberapa kelompok dan membentuk barisan. Setiap baris dalam kelompok anggota berjarak kurang lebih 1 meter. Anak yang berada di depan garis start berlari memberikan tongkat pada anak yang pertama, anak pertama memberikan tongkat pada anak kedua dan seterusnya, pemenangnya adalah kelompok yang paling cepat memberikan tongkat pada anak tang terakhir dalam barisan.
8.      Estafet Dengan Batu
Jumlah pemain                  : Tidak terbatas
Tempat                              : Bebas dan terbuka.
Alat yang digunakan         : Batu
Tujuan                               : Melatih kecepatan dan sikap kerjasama
Cara bermain
Anak dibagi menjadi beberapa kelompok dan membentuk barisan. Guru memberi aba-aba, peserta didepan barisan berlari secepatnya menuju garis balik dengan mengambil batu yang ada di belakang garis dan kembali membawa batu kegaris semula serta meletakan ditempat yang disiapkan, pelari berikutnya yang ada dibelakang garis segera berlari secepatnya seperti pelari 1. Pemenangnya adalah regu yang pelari akhirnya paling cepat hingga ke garis finish dan membawa batu.
9.      Berlomba Mengibarkan Sapu Tangan
Jumlah pemain                  : Tidak terbatas
Tempat                              :  Lapangan bebas dan terbuka
Alat                                   : Sapu tangan
Tujuan                               : Melatih kecepatan berlari
Cara bermain
Anak di bagi menjadi beberapa kelompok dan berbaris sesuai kelompok. Guru meberi aba-aba maka peserta pertama berlari secepatnya mengibarkan saputangan dan menuju kegaris finish serta kebali ke barisan semula sambil mengibarkan saputangan seperti anak pertaa, demikian selanjutnya sampai anak paling terakhir. Pemenangnya adalah peserta yang terakhir paling cepat ke garis start.