welcome

selamat datang selamat membaca dan semoga bermanfaat

Rabu, 29 Mei 2013

KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK USIA DINI UNUR



Sistematika motorik anak adalah dijelaskan Dynamic System Theory yang mengungkapkan bahwa untuk membangun kemampuan motorik anak harus mempersepsikan sesuatu di lingkungannya yang memotivasi mereka untuk melakukan sesuatu dan menggunakan persepsi mereka tersebut untuk bergerak. Kemampuan motorik merepresentasikan keinginan anak. Misalnnya ketika anak melihat mainan dengan beraneka ragam, anak mempersepsikan dalam otaknnya bahwa dia ingin memainkannya. Persepsi tersebut memotivasi anak untuk melakukan sesuatu, yaitu bergerak untuk mengambilnya. Akibat gerakan tersebut, anak berhasil mendapatkan apa yang di tujunya yaitu mengambil mainan yang menarik baginya. Teori tersebut pun menjelaskan bahwa ketika bayi di motivasi untuk melakukan sesuatu, mereka dapat menciptakan kemampuan motorik yang baru, kemampuan baru tersebut merupakan hasil dari banyak faktor, yaitu perkembangan system syaraf, kemampuan fisik yang memungkinkannya untuk bergerak, keinginan anak yang memotivasinya untuk bergerak, dan lingkungan yang mendukung pemerolehan kemampuan motorik. Misalnya, anak akan mulai berjalan jika system syarafnya sudah matang, proposi kaki cukup kuat menopang tubuhnya dan anak sendiri ingin berjalan untuk mengambil mainannya.Kemampuan motorik anak berkaitan erat dengan self-image anak atau rasa percaya diri. 
Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 3-4 Tahun
KarakteristikPerkembanganMotorikHalusAnakUsia 3 Tahun
Secaraumum, perkembangan motoric halusanakusia 3 tahunadalahsebagaiberikut:
*      Mampupeganggunting
*      Mampumenirukanbentuklingkaran vertical, horizontal dangarissilang
*      Mampumemasangbentuklingkaran, segiempat, segitigapadapapan puzzle
*      Menggambarmanusia
*      Mencucitangansendiri
*      Membentukbendadariplastisin
*      Membuatgarislurusdanlingkarancukuprapi
*      Membangunmenaradari Sembilan atausepuluhbalok
*      Membangunjembatandengantigabalok
*      Memasukkanbiji-bijiandalambotolberleharsempit
*      Memegangkertasdengansatutangandanmempergunakanguntinguntukmemotongselembarankertasberukuran 5 incipersegimenjadiduabagian.
KarakteristikPerkembanganMotorikHalusAnakUsia  4Tahun
Padausia 4 tahunkoordinasigerakan motoric halusanaksangatberkembangbahkan hamper sempurna. Walaupundemikiananakusiainimasihmengalamikesulitandalammenyusunbalok-balokmenjadisuatubangunan. Hal mini disebabkanolehkeinginananakuntukmeletakkanbaloksecartasempurnasehinggakadang-kadangmeruntuhkanbangunanitusendiri.
Menurut Elizabeth Hurlock (1999) tugas-tugasperkembangananakusia 4-5 tahun di antaranyayaitumempelajariketerampilanfisik yang diperlukanuntukpermainan yang umumdanmengembangkanketerampilan-keterampilandasaruntukmembaca ,menulis, danberhitung.
Suherman (2000) menjelaskansecararingkastugas-tugasperkembangan motoric haluspadaanakusia 4-5 tahun, salahsatunyayaitudapatmengancingkanbaju.
Adapunkarakteristikperkembangan motoric haluspadaanakusia 4 tahun, sebagaiberikut:
*      Mampumemegangalattulis
*      Mampumengguntinggarislurus, lengkung, dangelombang di kertas
*      Mampumemasukkantalikelubangpapanjahit
*      Mampumemegangpensildenganbenar
*      Membuatmenaradari 9 balokkecil
*      Menirumembuatlingkaran, menirugaris, menirusilangmembuatsegiempat, menirutulisan, membuatbrntuk-bentuk.
*      Menggambarbebasdenganmenggunakanpensilwarna, krayon, arangkapurtulis, dansebagainya
*      Melipatkertassecara horizontal, vertical, dan diagonal menjadibermacam-macambenda.
*      Menggambaroarng yang terdiridariduabagian (badandankepala).
Karakteristikusia 3-4 tahunmenurutbalitbangDiknas (2002):
Ø  Bermaindenganbalok
Ø  Belajarmenggunting
Ø  Melipatkertassederhana
Ø  Mewarnai
Ø  Belajarkebiasaanke toilet
Ø  Sangataktif
Tingkat pencapaianperkembanganusia 3-4 tahunmenurutpermen 58 tahun 2009
v  Menuang air, pasir, ataubiji-bijiankedalamtempatpenampung (mangkok, ember)
v  Meroncemanik-manik yang tidakterlalukecildenganbenang yang agakkaku
v  Mengguntingkertasdengamengikutipolagarislurus
v  Memasukkanbendakecilkedalambotol ( potonganlidi, kerikil, danbiji-bijian).

Stimulasi Perkembangan Motorik Halus pada Anak Usia 3-4 tahun
Stimulasi Perkembangan Motorik Halus pada Anak Usia 3-4 tahun adalah sebagai berikut:
a.         Mengajak anak bermain puzzle, menyusun balok-balok, mencocokkan gambar dengan benda yang sesungguhnya dan mengelompokkan benda menurut jenisnya.
b.        Menunjukkan car menggunting dan memberi gambar besar untuk latihan menggunting bagi anak.
c.         Mengajak anak untuk membuat buku cerita sendiri dengan cara menggunting gambar-gambar, menempelkannya di atas kertas hingga terbentuk suatu cerita dan tulisan cerita.
d.        Menemukan anak untuk menemukan gambar/foto menarik dari majalah, minta anak menempel gambar tersebut pada kertas kartun kemudian gantung gambar itu dikamarnya.
e.         mengajarkan anak menjahit dengan cara dengan cara membuat lubang di sekeliling gambar kemudian memasukkan tali rafia yang telah dibuat simpul di salah satu ujungnua melewati lubang-lunang tersebut.
f.         Memberi anak selembar kertas dan pensil, ajari anak menggambar garis lurus, bulatan serta segi empat serta menulis huruf dan angka.
g.      mengajarkan anak menghitung kacang di mangkuk dengan cara memeindahkannya satu persatu
h.      mengajarkan kepada anak menggambar dengan cat dengan menggunakan jari-jemarinya untuk membuat bulatan besar maupun bentuk-bentuk lainnya.
i.          Memberi anak cat air kemudian mengajak anak untuk menncampurkan warna-warna (merah, biru, dan kuning) ceritakan bagaimana warna-warna tersebut dapat saling bercampur untk membentuk warna lain.
j.          Menggunting kertas berwarna dengan berbagai bentuk seperti segi tiga, segi empat, lingkaran., menjelaskan perbedaan berbagai bbentuk-bentuk tersebut kemudian mintalah anak untuk membuat gambar dengan cara menempelkan potongan-potongan tersebut di selembar kertas.

Adapun Secara Spesifik StimulasiPerkembanganMotorikHalusAnakUsia 3 Tahun,adalah sebagai berikut:
a.       Merobek
Merobekkertasdapatmenjadiaktivitas yang bagusuntukanakusiadini, sehinggabolehdilakukanseseringmungkin. Janganlupauntukmengulangiaktivitaslain yang sudahdilakukan di minggu-minggusebelumnya. Pengulanganinibukansajaakanmembuat
Anak makin mahir melainkan juga memberikannya berbagai macam keterampilan baru.
Aktivitas ini mengembangkan:
·         Motorik halus ketika menyobek kertas
·         Pemahaman bahwa kertas dapat berubah bentuk bila dirobek
·         Keterampilan mendengar dengan tujuan tertentu (mendengarkan kertas robek)
·         Pemahaman bagaimana  membersihkan tempat yang berantakan (dengan meletakkan kertas dikantong).
·         Keyakinan diri dan kemandirian.

b.      Permainan masukan ke dalam celah
Aktivitas ini mengembangkan:
·         Kemampuan kontrol motorik
·         Kemampuan memecahkan persoalan (memasukkan dengan car sedikit manekan)
·         Kemampuan mengikuti petunjuk/arahan
·         Koordinasi mata dan tangan
·         Kemandirian dan kepercayaan diri
·         Sensitivitas indra peraba.

c.       Menyusun dan Menyortir
Kegiatan menyusun dan menyortir selain melatih kemampuan motorik halus anak juga mengasah kepekaan dan fokus perhatian pada satu hal. Manfaatnya adalah mengembangkan imajinasi, melatih kecerdasan logis-matematis, melatih presisi, melatih kemampuan mengelompokkan. Alat yang dibutuhkan: Balok kayu warna-warni dan bermacam bentuk.
Cara bermain
·      Meminta anak menyusun balok berbentuk kubus ke atas, dari dua susun, lalu tiga susun dan seterusnya
·      Selanjutnya minta anak memasangkan balok berbentuk segitiga atau setengah lingkaran di bagian paling atas. Kalau masih berantakan dan balok yang disusun jatuh lagi, tetap semangati supaya mau terus mencoba.
·      Setelah kemampuannya makin bertambah, biarkan anak berimajinasi mambangun gedung, rumah, jembatan dan sebaginya.
·      Minta anak menyortir/memisahkan balok berdasarkan bentuknya, misalnya kubus dengan kubus, segitiga dengan segitiga dan seterusnya
·      Minta anak memisahkan/menyortir balok berdasarkan kelompok warna.
·      Kegiatan menyortir juga bisa dilakukan dengan memberikan berbagai macam benda, seperti kancing baju, sendok, kayu, tutup gelas dan sebagainya.
·      Ajari anak untuk mengelompokkan/menyortir berdasar kriteria tertentu.

Stimulasi Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 4 Tahun
Menstimulasi keterampilan motorik halus anak 4 tahun ke atas yaitu selain mengembangan kemampuan-kemampuan umur selanjutnya, stimulasi juga diarahkan untuk kesiapan bersekolah antara lain memegang pensil dengan baik, menulis, mengenal huruf dan angka dan berhitung sederhana. Dalam prosesnya, kita sebagai pemberi stimulasi harus membantu anak dalam setiap kegiatannya dan terus memberi stimulasi atau rangsangan-rangsangan. Adapun bentuk-bentuk stimulasinya adalah sebagi berikut:
·      Melipat
Untuk bisa melakukan aktivitas ini butuh kesabaran dan kehalusan diri. Melipat kertas, terlebih sampai membuat karya, takkan berhasil atau maksimal hasilnya jika dilakukan secara tergesa-tega, tak bisa tenang dan tak memiliki kehalusan diri.
·      Menggambarkan dengan krayon
Keseimbangan diri secara emosional dan psikis bisa dilatih dengan cara menggambar. Aktivitas ini juga membantu anak untuk melatih mengekpresikan diri.
·      Main lilin/dough
Permainan ini sangat mambantu mengasuh kreativitas anak. Selain ketelitian dam kesabaran serta jiwa seni didapat anak lewat permainan ini.
·      Finger Painting
Melukis dengan jari melatih pengembangan imajinasi, memperhalus koordinasi motorik halus, dan mengasah.
·      Meronce
Meronce bisa melatih konsentrasi selain melatih ketajaman koordinasi mata dan tangannya.
·         Melukis dengan cat air
Manfaatnya hampir sama dengan melukis menggunakan krayon. Hanya saja cat air aman digunakna oleh anak usia 4-5 tahun.
·      Tracing (mengikuti titik-titik yang berbentuk gambar/huruf/angka)
Kegiatan ini baik dilakukan oleh anak kelas TK A dan B. Pasalnya, kegiatan ini merupakan pelajaran menulis permulaan sekaligus melatih konsentrasi anak.
Kemampuan yang melibatkanmotorikhalusuntukkoordinasimata-tangan, yaitumampumemantul-mantulkan bola beberapa kali, menangkap bola dengan diameter lebihkecil, melambungkanbalon, keterampilancoretansemakinbaik.Agar kemampuandanketerampilanmotorikhalus berkembang, anakbisadiberikanstimulasikinestetik contohnya melempar bola keberbagaiarahdengan bola sedangsampaikecil, melempar bola kesasaransepertihuruf, angka, ataugambar, menangkap bola dariberbagaiarah, bermainbulutangkis, mencoret-coretberbagaibentukgeometriuntukmengembangkanotakkiridankanan, sertamenggerakkankeduatangandan kaki denganmemukul drum mainan.

Hambatan-hambatan/gangguan dalam Perkembangan Motorik Halus Usia 3-4 Tahun
Hambatan atau gangguan motorik berwujud sebagai gejala gangguankoordinasi gerak, sehingga anak tampil canggung dan tidak cekatan. Gangguanmotorik dapat terjadi diantaranya karena ada kelainan di otak atau di otot.Gangguan motorik ini dapat menyebabkan fungsi motorik yang kurang efektif ,sehingga dapat mempengaruhi mekanisme perhatian dan menyebabkan aktifitasmotorik anak terganggu.
Gangguan motorik berwujud sebagai gejala gangguan koordinasi gerak.Gangguan dalam fungsi motorik dapat menyebabkan munculnya hambatanbelajar. Gangguan dalam fungsi motorik halus akan memberikan kesulitandalam tulisan dan gambar anak.
Gangguan sistem keseimbangan fungsi motorik dapat menimbulkanberbagai masalah, seperti :
a)      Rasa arah dan gerak tubuh terganggu, sehingga aktifitas motorik anak terganggu
b)      Adanya gangguan dalam input vestibuler dan pengolahannya, menyebabkan gangguan orientasi kanan-kiri serta orientasi visuospasial dengan akibat terjadi gangguan dalam pelajaran membaca dan matematika.
c)       Gangguan fungsi keseimbangan penglihatan menyebabkan gangguanpenginderaan selama seluruh gerakan, sehingga mengganggu penglihatanwaktu membaca dan menulis. Ini terutama pada anak yang hiperaktif.
d)     Fungsi motorik yang kurang efektif dapat mempengaruhi mekanismeperhatian. Anak prasekolah biasanya memusatkan perhatiannya melaluiaktifitas motorik bermain
Hambatan motorik dapat terjadi diantaranya karena ada kelainan di otak atau diotot. Hambatan motorik karena ada kelainan di otak yaitu:
·      Gangguan motorik karena kerusakan sistem piramidal; parese, paralisis,tonus otot-spastik
·      Gangguan motorik karena kerusakan sistem ekstrapiramidal; akinesia,tremor, rigiditas, gangguan postural tubuh, atetosis, hipertonus, chorea(gerakan involunter yang gesit dan cepat berubah), hemibalismus (gerakankasar yang menyerupai gerakan melempar atau menendang)
·      Gangguan motorik karena kerusakan cerebellum; dismetri (salah menafsirjarak), ataxia cerebralis (gangguan keseimbangan sehingga bila berdiri atauberjalan selalu terjatuh), disdiadokinesis (gerakan tertukar), hipotonia,gangguan artikulasi dan phonasi
Selain itu, hambatan motorik juga dapat terjadi karena:
·      Hilangnya AGA (anggota gerak atas) atau AGB (anggota gerak bawah) baikseluruhnya maupun sebagian atau yang disebut amputee
·      Proses kontraktur atau akibat komplikasi dari penyakit lain
Gangguan-gangguan motorik yang dialami oleh seseorang dapat berimplikasipada berbagai aspek kehidupan, seperti :
·      Hambatan mobilisasi
·      Hambatan melakukan ADL atau kegiatan hidup sehari-hari
·      Hambatan dalam aspek pendidikan
·      Hambatan dalam aspek ekonomis produktif
·      Kelainan fungsi sosial dan psikologis

Hambatan atau gangguan motorik dapat terjadi diantaranya karena ada kelainandi otak atau di otot, hilangnya AGA (anggota gerak atas) atau AGB (anggota gerak bawah) baik seluruhnya maupun sebagian (amputee), dan proses kontraktur atau akibat komplikasi dari penyakit lain. Gangguan-gangguan motorik yang dialami oleh seseorang dapat berimplikasi pada berbagai aspek kehidupan, seperti : hambatan mobilisasi, hambatan melakukan ADL atau kegiatan hidup sehari-hari, hambatan dalam aspek pendidikan, hambatan dalam aspek ekonomis produktif, dan kelainan fungsi sosial dan psikologis.Beberapafaktor yang jugamempengaruhiperkembanganmotorikanakantaralain; faktorgenetikdankuranggizi pada saat bayi.



DAFTAR PUSTAKA
Mulyono, A. (2003). Pendidikan Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: Rineka
Cipta.
Soetjiningsih. 1995. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: EGC
Yusuf, Syamsu, 2007, Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja,
Bandung: Remaja Rosdakarya.
Yuniarni, Desni. 2010. Metode. Pengembangan Motorik Halus Anak Usia Dini. Pontianak: FKIP Universitas Tanjungpura
                        MODUL_HAMBATAN_APMx_2
Permen 58 tahun 2009
                       
Dikutip dari: