welcome

selamat datang selamat membaca dan semoga bermanfaat

Rabu, 29 Mei 2013

BENTUK GERAK DASAR



Bentuk Gerak Dasar
Pendahuluan

Ciri-ciri utama anak usia pra sekolah adalah bergerak. Setiap anak menggunakan seluruh waktunya untuk bergerak, yaitu gerakan kasar yang menggunakan sebagian besar tubuhnya, seperti, berlari, melompat dan melempar. Ia juga melakukan gerakan tubuh yang bersifat keterampilan terbatas, seperti menggunting, menempel dan mendorong mobil-mobilan.
Seiring dengan pertambahan usia dan banyak latihan, gerakan-gerakan tersebut akan menjadi semakin sempurna. Hal tersebut juga diiringi dengan jumlah makanan yang dkonsumsi sesuai dengan ukuran tubuh masing-masing anak. Kebiasaan memakan berbagai macam makanan yang bergizi akan mempengaruhi pertumbuhan tulang dan bentuk tubuh.
Keterampilan motorik kasar yang lebih maju dari sekadar refleks merupakan prasyarat untuk berolahraga, menari dan berbagai aktivitas-aktivitas lain yang nantinya sebagai dasar pada masa usia sekolah dan tahap pekembangan selanjutnya.

Kegiatan Belajar 1
Ragam Gerakan Dasar 1

Perkembangan gerak dasar dan penyempurnaannya merupakan hal penting dimasa kanak-kanak. Semua anak normal mampu mengembangkan dan mempelajari bernagai macam gerak yang mudah dan yang lebih rumit. Gerakan-gerakan dasar merupakan gerak pengalangan yang dilakukan terus-menerus dari kebiasaan serta menjadikannya sebagai dasar dari pengalaman dan lingkungan mereka.
Pengembangan gerak dasar adalah proses dimana anak anak memperoleh gerak dasar yang senantiasa berkembang berdasarkan :
1.      Proses pengembangan saraf dan otot yang juga dioengaruhi oleh keturunan
2.      Akibat dari pengalaman gerak sebelumnya
3.      Pengalaman gerak saat ini
4.      Gerak yang digambarkan dalam kaitannya dengan pola gerak tertentu
Pola gerak dasar adalah bentuk gerakan-gerakan sederhana yang bisa dibagi ke dalam 3 bentuk sebagai berikut.
1.      Gerak lokomotor
2.      Gerak non-lokomotor
3.      Manipulatif
Gerakan lokomotor, non-lokomotor dan manipulatif bisa tampak dengan berbagai kombinasi, misalnya lari sambil melepar dan menangkap bola. Dengan demikian, pola gerak adalah gerak dasar yang berhubungan dengan pelaksanaan suatu tugas tertentu. Oleh karena itu, banyak anak yang bisa melaksanakan pola gerak dasar dengan kecakapan yang bermacam-macam.
Motorik dapat diuraikan dengan kata, seperti otomatis, cepat, dan akurat atau dengan kata lain titik beratnya adalah pada ketelitian dan ketepatan.
Berdasarkan pengertian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pola gerak merupakan pengertian umum dan motorik merupakan pengertian gerak yang lebih khusus.
Seringkali gerak dibedakan antara gerak yang halu dan gerak yang kasar. Gerak yang halus adalah gerak yang memerlukan ketelitian dan kecerdikan, sedangkan gerakan yang kasar adalah gerakan seluruh tubuh dan bagian-bagian tubuh yang besar, seperti dalam kegiatan yang berpindah tempat. Banyak gerakan mengandung gerakan halus maupun gerakan kasar, misalnya untuk melempar memerlukan ketelitian dan penguasaan jari dan tangan, sedangkan kecepatan lebih memerlukan gerakan tangan dan tubuh yang kasar supaya pelemparannya cukup kuat.
Disaat usia sekitar 4-5 tahun, anak dapat mengendalikan gerakan yang kasar. Gerakan tersebut melibatkan bagian badan yang dapat digunakan untuk berjalan, berlari, dan melompat. Namun setelah berumur 5 tahun, terjadi perkembangan signifikan dalam pengendalian koordinasi yang lebih menggenggam, melempar, menangkap, menulis dan menggunakan alat.
Seandainya tidak ada gangguan lingkungan, gangguan fisik atau hambatan mental yang mengganggu perkembangan motorik secara normal, anak yang berumur 6 tahun akan siap menyesuaikan diri dengan tuntutan sekolah dan sekolah berperan serta dalam kegiatan bermain anak dengan teman sebaya.
1.      Kesiapan Belajar
Jika pembelajaran itu dikaitkan dengan kesiapan belajar maka hal yang dipelajari dalam waktu dan usaha tertentu yang sama maka anak yang sudah siap akan lebih unggul dari pada anak yang belum siap untuk belajar.
2.      Kesempatan Belajar
Banyak anak yang tidak memiliki kesempatan mempelajari motorik karena hidup dalam lingkungan yang tidak menyediakan kesempatan belajar atau karena orang tua takut anaknya mengalami kecelakaan ketika belajar atau bermain.
3.      Kesempatan Berpraktik/Latihan
Anak harus diberi waktu melakukan praktik atau latihan sebanyak yang diperlukan untuk menguasai suatu gerakan. Meskipun demikian, kualitas praktik atau latihan jauh lebih penting ketimbang kuantitasnya.
4.      Model yang Baik
Pada saat mempelajari motorik, meniru suatu model memainkan peran yang penting. Oleh karena itu, untuk mempelajari suatu gerakan dengan baik maka anak harus memperoleh contoh yang baik pula.
5.      Bimbingan
Untuk dapat meniru suati model dengan benar, anak membutuhkan bimbingan yang mengarah pada perbaikan suatu kesalahan. Gerakan yang salah, namun sudah terlanjur dipelajari dengan baik mengakibatkan perbaikan ke arah yang lebih baik akan sulit dilakukan.
6.      Motivasi
Sumber motivasi anak adalah kepuasan pribadi yang diperoleh dari kegiatan belajar, kemandirian, gengsi yang diperoleh dari kelompok sebayanya, dan kompensasi terhadap perasaan kurang mampu dalam bidang lain khususnya dalam tugas sekolah. Oleh karena itu, motivasi belajar penting untuk mempertahankan dan meningkatkan minat dari ketertinggalan anak selama anak belajar.

A.    SIKAP DAN POSISI TUBUH
Sikap dan posisi tubuh disini adalah mengenai kedudukan tubuh yang harus dilakukan oleh anak-anak dengan benar agar anak tidak melakukan kesalahan-kesalahan atau gangguan terhadap kedudukan tubuh yang sebenarnya. Misalnya, ketika melakukan sikap berdiri, berbaring atau duduk.
Sekalipun kebanyakkan guru TK belum mengetahui latihan-latihan khusus untuk melakukan perbaikan sikap kurang normal, tetapi mereka bisa membantu memperbaki penyimpangan tersebut. Dalam hal ini, mereka sendiri tentunya harus sadar berusaha memiliki sikap tubuh yang baik maupun kebiasaan-kebiasaan yang baik pula.

Agar berhasil dalam tugas ini anda harus :
1.      Mengetahui sikap tubuh yang baik, dan kelainan-kelainan
2.      Mampu mengajarkan ketangkasan-ketangkasan dan gerakan-gerakan dalam bentuk bermain
3.      Mampu memperbaiki kelainan-kelainan sikap tubuh yang salah sehingga dapat dimengerti oleh anak-anak
4.      Memberi petunjuk agar anak-anak senang melakukan dan membiasakan bersikap dan melakukan gerakan-gerakan yang baik

Guru harus berusaha keras agar anak-anak berkeinginan memiliki sikap tubuh yang baik. Untuk menimbulkan keinginan tersebut, berikut adalah kegitan-kegiatan yang dapat diberikan untuk mendorong anak-anak memiliki sikap tubuh yang baik.
1.      Pastikan setiap anak yang diajarkan mengerti tentang gerakkan yang benar dalam semua gerakan dan sikap tubuhnya
2.      Jelaskan kepada anak bahwa tingkat kecepatan pertumbuhan setiap anak berbeda-beda
3.      Sediakan gambar anak-anak, gambar orang dewasa baik pria maupun wanita dalam sikap dudukmaupun sikap berdiri yang betul
4.      Sediakan sebuah cermin besar pada seluruh ruangan yang mudah dicapai anak-anak. Dengan cermin tersebut anak-anak dapat melihat dirinya sendiri, dapat melihat sikap tubuh, dapat pula membandingkan dengan teman-temannya yang lain.

B.     RAGAM GERAK DASAR
Gerakan berjalan dan memegang suatu benda yang telah bisa dilakukan pada akhir masa bayi akan makin dikuasi anak pada masa selanjutnya. Selain itu anak makin menguasai gerakan-gerakan dan memegang. Beberapa macam gerakan dasar dan variasinya yang makin dikuasai atau mulai bisa dilakukan anak, yaitu berbaring, duduk berdiri, berjalan, berlari, mendaki, meloncat dan berjingkat, mencongklang dan lompat tali, menyepak, melempar, dan menangkap, memantul bola, memukul, dan berenang.
Berikut ini akan diuraikan beberapa gerak dasar.
1.      Berbaring
a.       Berbaring telentang
b.      Berbaring telungkup
c.       Berbaring miring ke kanan
d.      Berbaring miring ke kiri


2.      Berjalan
Jalan adalah suatu gerakan melangkah ke segala arah yang dilakukan oleh siapa saja. Namun demikian, gerakan jalan yang tidak diperhatikan pada masa usia dini dikhawatirkan akan terjadi kelainan dalam berjalan dikemudian hari. Untuk itu, gerak berjalan maupun bentuk-bentuk latihan dalam berjalan harus disosialisasikan sejak kecil dengan cara berman, baik itu dalam kelompok kecil, maupun besar.
Ada juga kita kenal dengan istilah jalan cepat yang erat kaitannya dengan suatu perlombaan. Disamping kita kenal jalan cepat ada juga kita mengenal jalan santai, jalan keluarga, gerak jalan beregu dan tentu saja untuk anak usia TK. Anak belum saat nya diikutsertakan dalam berbagai kegiatan jalan dan aktivitas perlombaan yang bersifat prestasi kompetitif.
Pada pertumbuhannya gerak selanjutnya terjadi perubahan proporsi bagian-bagian tubuh dimana kaki dan tangan semakin berimbang dengan togok (trunk). Pertumbuhan ini akan lebih memungkinkan anak melakukan gerakan-gerakan yang lebih terampil dan gesit, antara lain gerakan berjalan dan memegang. Setelah melewati masa lambat laun anak mampu bergerak lebih cepat.
Pola perkembangan penguasaan gerakan berjalan adalah sebagai berikut.
a.       Gerakan berjalan yang mulai tertatih-tatih dan kurang terkontrol menjadi semakin lancar
b.      Irama gerakan yang cepat, dengan kata lain anak bisa melakukan dengan irama yang cepat dan lambat
c.       Bentuk gerakan kaki mula-mula dengan cara menapak
d.      Ayunan langkah semakin otomatis
Perkembangan kemampuan gerak berjalan berhubungan dengan peningkatan kekuatan kaki, keseimbangan, dan koordinasi bagian-bagian tubuh yang mendukung mekanisme keseimbangan. Perkembangan positif dalam hal kekuatan kaki, keseimbangan, dan koordinasi antara kaki dengan tubuh bagian atas sangat menunjang anak melakukan berbagai variasi gerakan berjalan.

a.       Macam-macam jalan
Dari uraian diatas kita dapat memahami upaya yang dapat kita lakukan pada anak agar mereka memiliki tingkat kebugaran yang tinggi. Salah satu caara terpenting adalah dengan jalan atau gerakan-gerakan jalan, seperti berikut :
1)      Jalan Cepat
Jalan cepat adalah gerak melangkah ke depan sedemikian rupa tanpa terputus hubungan, artinya setiap kali melankah kedepan harus menyentuh tanah sebelum kaki belakang meninggalkan tanah. Secara teknis beberapa hal yang dapat kita perhatikan berikut ini :
a)      Togok
Pada waktu bergerak maju ada kencendrungan untuk lebih condong badannya kedepan atau ke belakangan.
b)      Kepala
Pada saat berjalan posisi kepala menatap ke depan namun, sesekali boleh saja menggelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, sebab gerakan demikian tidak menganggu dari lajunya gerak jalan tersebut.
c)      Kaki waktu melangkah
Kaki melangkah lurus kedepan satu garis dengan garis khayal dari badan sipejalan/garis khayal diantara kedua ujung kaki dipertahankan (jari-jari) segaris. Tidak keluar atau kedalam. Pada saat menumpu, tumit harus menyentuh tanah lebih dahulu terus bergerak kearah depan secara teratur.
d)     Lengan dan bahu
Gerakan lengan mengayun dari muka kebelakang dan sikut ditekuk tidak kurang dari 90 derajat. Kondisi ini harus dipertahankan dan ditambah denga mengayunkannya dengan rileks tanpa mengganggu keseimbangan.

1.      Jalan Serempak
Jalan serempak adalah suatu gerakan jalan berbaris yang dilakukan secara berkelompok. Supaya gerakan jalan lebih dinamis dan menarik maka jalan yag dilakukan oleh sekelompok anak tersebut dilakukan dengan variasi – variasi gerakan jalan.
2.      Jalan di Tempat
Gerakan jalan ditempat memberikan rangsangan kepada anak untuk mau melakukan gerak mengangkat lutut. Tujuan gerakan ini adalah memberikan rasa atau irama langkah satu sama lain. Jalan ditempat ini juga dapat dilakukan sambil bermain.
3.      Jalan Mundur 
Gerakan jalan mundur memberikan rangsangan untuk keseimbangan, melatih feeling terhadap suatu kondisi, memberikan dan merangsang rasa kewaspadaan diri terhadap lingkungan sekitar, serta menambah rasa percaya diri bagi pertumbuhan mental anak. Gerakan – gerakan ini dapat diberikan kepada anak-anak dalm bentuk permainan perorangan maupun berkelompok.
4.      Jalan Menyamping
Jalan menyamping dpaat dilakukan oleh semua anak dengan berbagai variasi untuk memupuk rasa percaya diri serta meningkatkan kematangan bergerak dalam berbgai bentuk aktivitas anak. Kegiatan ini juga dapat dilakukan menggunakan alat.
5.      Jalan Silang
Jalan silang dapat dilakukan dengan dua macam cara yaitu jalan silang maju kedepan dan jalan silang menyamping. Jalan silang ini memberi kualits atau tekanan pada kaki khususnya  pada persendian pinggul dan persendian lutut serta prsendian pada pergelangan kaki. Jalan silang ini merupakan upaya meningkatkan bobot jalan pada setiap anak serta memberikan motivasi lain pada gerakan tersebut.
6.      Jalan Jinjit
Jalan jinjit merupakan kontraksi dari otot kaki dengan bertumpu pada ujung kaki/telapak kaki depan didukung dengan keluasan dari persendian pergelangan kaki. Gerakan – gerakan ini memberikan rangsangan kekuatan pada tungkai kaki sehingga cepat sekali melelahkan otot kaki.

     Disamping bentuk – bemtuk jalan yang dimaksud di atas, perlu juga Anda memberikan bentuk jalan yang salah, yaitu gerakan yang menyimpang dilihat dari sudut anatomis normal. Gerakan yang menyimpang tersebut adalah gerakan abnormal yang perlu anak-anak rasakan. Hal tersebut menambah wawasan anak mana yang baik dan mana yang buruk gerakan jalannya.
     Gerakan yang dimaksud adalah :
1.      Jalan kedepan dengan kedua tumit ke arah luar.
2.      Jalan ke depan dengan kedua tumit kea rah dalam
3.      Jalan lurus kedepan salah satunya dalam posisi jinjit
4.      Jalan lurus kedepan dengan salah satu kaki tumitnya kedalam
5.      Jalan lurus ke depan dengan salah satu kaki tumitnya ke luar.
Berikut ini adalah beberapa variasi pembelajaran gerak dasar jalan yang sangat penting bagi pertumbuhan fisik anak.
a.       Berjalan berkelompok sambil memegang bahu diiringi dengan bernyanyi
b.      Berjalan diatas satu kaki berpasangan berdua, bertiga dan seterusnya
c.       Berjalan sambil berpegangan tangan, dengan tempo bervariasi dari arah kanan kearah kiri secara bergantian
d.      Berjalan sambil berpegangan dalam formasi bersyaf, satu persatu melintasi diantara teman hingga semua melakukannya
e.       Berjalan dan meloncat dilakukan berpasangan berdua tatau bertiga, bahkan dapat dilakukan dengan kelompok yang lebih banyak yang jumlahnya ganjil, satu orang berada diantara kelompok sebagai pusat pegangan
f.       Berjalan diantara rambu-rambu yang dibuat dari balok atau botol plastic yang berwarna – warni dengan bentuk dua buah lapangan segitiga sama besar
g.      Berjalan berpasangan melalui lorong diantara kedua segitiga, kegiata ini dapat dilakukan dengan cara jala menyamping, mundur, silang, jinjit dan sebagainya
h.      Berjalan sambil berpegangan, bergandengan ke samping sambil memegang pundak atau sikut dengan gerak langkah yang seirama
i.        Berjalan dengan formasi lingkaran dan melintasi garis tengah dari lingkaran tersebut. Kegiatan ini dapat divariasikan dengan gerak lainnya seperti jalan di tempat, jalan X atau O
j.        Berjalan dengan formasi mata angin yang dibentuk oleh 7 rambu-rambu yang terbuat dari balok, botol plastic atau bendera-bendera kecil yang berwarna. Kegiatannya dapat dikombinasi kan dengan permainan jalan beranting
k.      Berjalan dengan formasi bintang bermata empat yang dibatasi oleh 8 buah rambu.
l.        Berjalan berpasang-pasangan dan yang dibelakang menirukan gerakan temannya yang didepan,dan kemudian bergantian
m.    Berjalan dengan mengitari lapangan yang berbentuk persegi empat
n.      Berjalan dan berlari sambil mengitari lingkaran yang dibentuk oleh tali.
o.      Berjalan dan berlomba dalam kelompok-kelompok. Setiap anak harus masuk kedalam lingkaran rotan /simpai (hula hoop)
p.      Berjalan dan berlomba dalam kelompoknya memasuki simpai seperti orang memasuki lorong satu persatu hingga semua melakukannya.
q.      Melangkah sambil mengangkat lutut melewati simpai-simpai yang telah disusun lurus kemudian melengkung atau membentuk huruf Z dan lain sebagainya
r.        Berjalan melewati kotak-kotak yang telah  di susun sedemikian rupa untuk memberikan motivasi anak
s.       Kegiatan berjalan dengan menyusun kotak –kotak berderet- deret dengan melewati  beberapa baris kotak kegiatan tersebut dapat di kombinasikan dengan suatu permainan menyerupai kereta api dan sebagainya
t.        Berjalan dan berlari dengan menggunakan alat-alat  kotak dan simpai. Kegiatan  tersebut melangkah selebar simpai –simpai tersebut dan setelah itu kembali jalan normal
u.      Berjalan membentuk iringan kereta api dengan melewati bangku swedia.
Kesimpulan  dari penjelasan di atas bawah untuk meningkatkan suatu  kondisi fisik yang baik bagi anak usia TK, diperlukan perbaikan sikap jalan, peningkatan daya tahan , peningkatan keterampilan jalan dan peningkatan kekuatan . setelah terpenuhinya aspek-aspeknya fisik tersebut, maka diharapkan anak memiliki tingkat kesegaran jasmani yang  baik dan mampu menangkal berbagai penyakit. Disamping kemampuan fisik meningkat, maka secara  mental pun diharapkan lebih baik seperti meningkatkan rasa percaya diri keberanian kebersamaan dan disiplin diri.

1.      Berlari
Pencapaian gerakan berlari pada anak kecil adalah sebagai berikut :
a.       Pada umur 2-3 tahun anak-anak mulai mapu berlari agak lancar, tetapi kemampuan kontrol untuk berhemti dan berputar dengan cepat masih belum baik
b.      Pada umur antara 4-5 tahun kemampuan kontrol untuk mengawali gerakan, berhenti, berputar dengan cepat semakin meningkat lebih baik
c.       Pada umur antara 5-6 tahun keterampilan motorik berlari pada umumnya sudah dikuasai oleh anak sehingga ia mampu manggunakan keterampilan berlari secara efektif didalam aktivitas bermain.
Karakteristik gerakan berlari yang mula-mula bisa dilakukan oleh anak-anak adalah sebagai berikut :
a.       Gerakan langkah masih terbatas rentangnnya
b.      Ayunan lengan tangan sebatas siku dan arahnya tidak sepenuhnya ke depan dan kebelakang melainkan cenderung kearah samping.

a.       Variasi pengembangan pembelajaran gerak lari
1.      Lari dengan rintangan
Coba lakukan permainan ini pada anak ddik dengan cara meletakkan rintangan dilantai, kemudian berlari dengan tidak menyentuh rintangan yang telah diletakkan dilantai tadi atau melangkahinya.
2.      Latihan reaksi dengan berlari dari sikap awal yang berbeda
Disamping kecepatan bergerak, gerakan lari yang terarah juga dapat melatih kecepatan bereaksi, kelincahan, kelenturan, keseimbangan, daya tahan dan sebagainya. Latihan ini dapat dilakukan di halaman sekolah. Hanya saja Anda harus merumuskan tujuan latihan yang akn dicapai selain gerakan berlaritersebut. Umpamanya untuk melatihkan reaksi dapat dimulai dari sikap awal, yaitu sebagai berikut :
a.       Duduk selonjor
b.      Duduk jongkok
c.       Tidur telentang
d.      Tidur telungkup
e.       Duduk, jongkok atau berdiri membelakangi arah lari
f.       Ide lain yang mungkin ada dalam pikiran anda sebagai guru
Setelah sikap awal diatas tuntas dilatihkan kepada anak, kemudian anak diperintahkan melakukan lari 25 meter atau sesuai dengan lapangan dan kemampuan yang ada. Hal penting dari latihan ini adalah disamping nmemberikan latihan kecepatan juga memberikan latihan reaksi dan kelincahan. Oleh sebab itu, latihan ini harus diberikan pengulangan sebanyak beberapa kali. Agar gerakan lari ini tidak membosankan maka diperlukan variasi sebanyak mungkin.
3.      Dikejar
Dikejar termasuk kegiatan lari yang dibutuhkan untuk meningkatkan kelincahan dan keberanian mengambil resiko. Lari yang dimaksud bukan karena lari ketakutan tetapi bagaimana ia lari untuk memperdayaka temannya agar ia tidak tertangkap oleh kejaran temannya. Ketika ia berusaha memperdayakan temannya, maka ia akan berusaha menguasai keseimbangan tubuhnya untuk dapat melaksanakan gerak tipu sehingga sulit ditebak oleh temannya. Keterampilan mengelak atau menipu lawan dengan berbagai cara gerakan menandakan ia sudah melakukan latihan-latihan ke arah kelincahan dan keseimbangan. Apalagi bila ini dilakukan dengan waktu yang lebih lama berarti kita sudah memasukkan unsur daya tahan /stamina. Anak yang lincah dan memikirkan bagaimana cara memperdayakan temannya berarti ia sudah melatih mengembangkan aspek kognitifnya. Namun perlu diwaspadai bahwa ruangan yang kecil lebih berbahaya bagi anak untuk berlari dan berkejaran.
4.      Mengejar
Walaupun gerakannya sepele, hanya mengejar saja namun latihan mengejar ini merupakan bentuk latihan berbagai kemampuan dalam bergerak, termasuk unsur kelincahan, keseimbangan, daya tahan tubuh, sosial emosional. Gerakan ini juga berguna untuk menghilangkan kebosanan anak-anak melakukan kegiatan ndividual. Latihan ini sangat menarik perhatian anak karena menggembirakan apalagi bila guru dapat menyusun permainan mengejar tersebut secara berurutan sehingga dalam menjalankan permainannya  anak tidsk merasa terlalu lelah karena pelajarannya ikut diselingi dengan permainan lain yang menarik. Biasanya permainan ini dilakukan dengan model perlombaan sehingga akan menjadi semakin menarik bagi anak.
5.      Mendaki
Perkembangan bentuk gerakan mendaki pada anak adalah sebagai berikut :
a.       Pada umur antara 40-50 minggu anak bisa mendaki ke kursi yang lebih pendek, dengan gerakan merangkak
b.      Kurang lebih usia 3 tahun anak bisa mendaki sendiri dengan tataran tangga dengan posisi berdiri tegak. Cara melangkah mula-mula selalu menggunakan satu kaki yang sama untuk setiap langkah mendaki. Perkembangan selanjutnya semakin meningkatnya kekuatan kaki, keseimbangan badan dan koordinasi gerakan maka kemampuan anak akan meningkat pula dan menjadi semakin baik. Anak bisa mendaki tataran tangga rumah dengan biasa, setiap kali melangkah mendaki bisa menggunakan satu kaki secara bergantian. Kemampuan ini bisa dilakukan menjelang usia 6 tahun.

Perkembangan kemampuan gerak mendaki tidak diimbangi dengan kemampuan gerak turun dari tempat yang didaki sering kali dijumpai pada anak-anak yang mula-mula berhasil memanjati kursi dengan cara merangkak, dan setelah berada diatas kursi ia menangis karena tidak bisa turun sendiri. Selanjutnya ia turun sendiri dengan cara mundur dimana bentuk gerakannya seperti pada saat memanjat tetapi dengan arah mundur.

Ragam Gerakan Dasar 2
A.    Meloncat
Loncat adalah suatu gerakan mengangkat tubuh dari suatu titik ke titik yang lain yang lebih jauh/tinggi dengan ancang-ancang dari capat/lambat dengan menumpu dua kaki dan mendarat dengan kaki/anggota tubuh lainnya dengan keseimbangan yang baik. Gerakan meloncat  mula-mula tampak atau bisa terbentuk dari gerakan berjalan atau melangkah dari tempat yang agak tinggi ke tempat yang agak rendah. Apabila anak berdiri di atas bangku pendek dan ingin turun dengan cara melangkah turun maka akan  terjadi lompatan kecil karena kaki tumpu belum mampu menahan berat badan dengan menekuk lutut sampai kaki yang melangkah menapak di lantai. Gerakan seperti itu, bisa membentuk gerakan meloncat.
            Penguasaan gerak meloncat berkembang sejalan dengan peningkatan kekuatan kaki serta keseimbangan dan koordasi tubuh. Gerakan meloncat yang mula-mula dikuasai adalah dengan cara menumpu dengan satu kaki dan mendarat dengan satu kaki dan mendarat dengan satu kaki yang lain. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan fisik atau potensi jasmani anak seperti melatih kekuatan, daya tahan, kelincahan, kecepatan, ketangkasan anak, meningkatkan kesiapan mental secara umum, seperti memiliki rasa percaya diri, meningkatkan rasa keberanian, dan kebersamaan anak.
            Beberapa variasi kegiatan meloncat yang dapat dilaksanakan untuk anak usia TK, antara lain:
1.      Kegiatan anak melakukan loncatan dengan menggunakan alat tali yang diletakkan di tanah atau lantai menyerupai huruf “S”.
2.      Sama dengan kegiatan di atas hanya tali diletakkan lurus bentuk secara sejajar.
3.      Loncat menggunakan simpai yang disusun secara berjajar sebanyak 5 buah.
4.      Loncat melewati balok-balok dengan jumlah yang cukup banyak (10 buah).
5.      Loncat menggunakan bangku swedia.

B.     Berjingkat
Gerakan berjingkat lebih sukar dibandingkan dengangerakan meloncat. Berjingkat adalah gerakan meloncat di mana loncatan dilakukan dengan tumpuan satu kaki dan mendarat dengan menggunakan satu kaki meloncat. Gerakan berjingkat pada umumnya  mulai bisa dilakukan pada usia kurang lebih 4 tahun. Namun, gerakannya masih belum baik. Kekuatan kaki dan koordinasi tubu masih belum memadai untuk bisa melakukannya dengan baik.
            Mencongklang dan Lompat Tali
Gerakan mencongklang atau lari saperti langkah kuda dan lompat tali merupakan variasi dari gerakan berjalan atau berlari  dengan meloncat; sedangkan lompa tali terbentuk dari kombinasi gerakan melangkah dengan berjingkat.
Karena gerakan mencongklang dan lompat tali merupakan variasi dari gerakan berjalan, berlari, eloncat, dan berjingkit maka kedua gerakan tersebut baru dikuasai sesuadah dikuasainya gerakan-gerakan yang divariasikan.
C.     Lompat
Lompat adalah suatu gerakan mengangkat tubuh dari suatu titik ke titik lain yang lebih jauh atau tinggi dengan ancang-ancang lari cepat atau lambat dengan menumpu satu kaki dan mendarat dengan kaki/anggota tubuh lainnya dengan keseimbangn yang bak.
Sebelum anak diajarkan gerakan melompat maka anak perlu dibekali pemahaman tentang arti lompat, seorang anak bisa mulai melompat di mana saja, tetapi bidang pendaratan atau tujuannya harus diberi tanda agar anak mengetahui tanda tersebut  sebagai tingkat keberhasilan dalam lompatannya.
Alat yang digunakan dalam pembelajaran lompat dapat berupa tali yang direntangkan melintang untuk dilompati. Tujuannya adalah untuk melatih kecermatan dalam mengatur tempo atau kecepatan sehingga ke dua kaki mampu mendarat di lingkaran tersebut. Cara lain yang menarik diikuti anak adalah menggunakan lingkaran plastik yang disebar dengan jarak yang beragam. Tujuannya adalah untuk memberikan kemampuan tingkat keteramplian yang dimilikinya anak
D.    Menyepak
Gerakan menyepak mulai bisa dilakuakan anak-anak setelah mereka mampu mempertahankan keseimbangan tubuhnya dalam posisi berdiri pada satu kaki sementara satu kaki sementara satu kaki lainnya diangkat dan diayun ke depan. Pada usia kurang lebih 2 tahun mekanisme keseimbangan tubuh dalam sikap berdiri sudah semakin baik. Pada usia ini, anak sudah mampu mempertahankan keseimbangan tubuh dengan bertumpu pada satu kaki, dan satu  kaki yang lain melakukan gerakan mengayun menyerupai gerakan menyepak. Pada usia inilah anak mulai siap belajar menyepak
E.     Melempar
Pada umur kurang lebih 6 bulan bayi sudah bisa memegang benda kecil, kemudian dilepaskannya seolah-olah melempar. Gerakan seperti itu, bisa kita lakukan sebagia gerakan melempar dalam arti sebenarnya. Melempar adalah gerakan mengarahkan satu benda yang dipegang dengan cara mengayunkan tangan ke arah tertentu. Gerakan ini dilakukan dengan menggunakan kekuatan tangan dan lengan serta memerlukan koordinasi beberapa unsur gerakan.
Penempatan posisi kaki dan togok masih belum benar dan cenderung seperti berdiri biasa. Gerakan hanya terbatas pada ayunan lengan dan sedikit gerakan badan. Kemampuan melakukan gerakan melempar terus berkembang, dan bentuk gerakannya pada usia 6 atau 6,5 tahun akan semakin baik. Koordinasi gerak antara ayunan lengan, jari tangan, togok, dan kaki sudah bisa membentuk gerakan yang efisien.

F.      Menangkap
Awal dari usaha untuk menangkap yang dilakukan oleh anak kecil adalah berupa gerakan tangan untuk menghentikan suatu benda yang mengulir di lantai dan benda yang ada di dekatnya. Menangkap bola menggulir lebih mudah dilakuakn dibandingkan dengan menangkap benda yang melambung. Oleh karena itu kemampuan menangkap bola dilambungkan akan berkembang dengan baik sesudah anak mampu menangkap benda yang digulirkan. Apabila usaha menangkap yang dilakukan gagal, maka terjadi pada anak-anak berusia kurang lebih 3 tahun.
G.    Memantul-mantulkan Bola
Gerakan memantul-mantulkan bola bisa dilakukan anak apabila ia memperolej kesempatan bermain-ain dengan bola. Gerakan ini terbentuk mula-mula dari gerakan menjatuhkan bola yang dipegang. Apabila ternyata bola itu memantul ke atas maka ia akan berusaha menangkapnya. Kemampuan memantul-mantulkan bola berulang kali tanpa menangkap berkembang sejalan dengan kemampuan mengontrol kekuatan tangan dan arah tegaknya bola. Pada mulanya anak berusaha memantul-mantulkan bola menggunakan satu tangan.
Penguasaan gerakan memantul-mantulkan bola menggunakan dua tangan. Penggunaan dua tangan lebih sukar dibanding menggunakan satu tangan karena cara tersebut membutuhkan koordinasi dan sinkronisasi antara tangan kanan dan tangan kiri serta masih sulitnya anak mengukur posisi badan.

H.    Memukul
Gerakan memukul mula-mula muncul pada bayi dalam bentuk yang masih menyerupai gerakan mendorong yang biasanya dilakukan apabila dilakukan bayi menunjukkan kemarahannya. Gerakan memukul pada anak kecil, misalnya memukul bola, dilakukan dengan cara anak berusaha mengayunkan tangannya dengan lengan lurus ke arah depan atas.
I.       Berenang
Berenang merupakan  kegiatan yang bisa dilakukan oleh anak kecil apabila merka memperoleh kesempatan untuk membiasakan diri bermain-main air. Walaupun mereka tidak diajar berenang  secara formal, namun kebiasaan sehari-hari bermain di air mereka bisa berenang. Pada umumnya anak-anak kecil yangbtidak biasa bermain-main di air tidak bisa berenang. Jika mereka di ajak ke kolam renang, misalnya mereka lebih senang sekedar bermain-main daripada untuk belajar berenang. Sifat perkembangan fisik pada awal masa anak kecil memungkinkan untuk bisa berenang.
J.       Koordiasi Gerakan
Koordinasi gerakan yang dimaksud disini bukanlah bagian-bagian aksi motorik yang pengkoordinasiannya dalam suatu gerakan. Bila kita berbicara teknik gerakan maka dengan sendirinya kita sekurang-kurangnya harus membahas tentang koordinasi dasar gerakan yang terdiri dari beberapa komponen di antaranya adalah berikut ini:
1.      Struktur dasar gerakan
2.      Irama gerakan
3.      Hubungan gerakan
4.      Luas gerakan
5.      Kelancaran gerakan
6.      Kecepatan gerakan
7.      Ketepatan gerakan
8.      Kekonstanan gerakan