welcome

selamat datang selamat membaca dan semoga bermanfaat

Rabu, 29 Mei 2013

SKALA PENILAIAN




SKALA PENILAIAN
Skala penilaian adalah salah satu bentuk pedoman observasi yang dipergunakan untuk mengumpulkan data individu dengan menggolongkan, menilai tingkah laku individu atau situasi dalam tingkatan-tingkatan tertentu. Skala penilaian memiliki kesamaan dengan ceklis. Meskipun terdapat perbedaan-perbedaan dengan ceklis. Karena ceklis digunakan untuk menandai apakah sebuah perilaku hadir atau tidak, sedangkan skala penilaian menghendaki penilaian dilakukan menurut pertimbangan kualitatif menyangkut tingkat kehadiran sebuah perilaku. Sebuah skala penilaian mengandung  seperangkat karakteristik atau kualitas yang harus diputuskan dengan menggunakan suatu prosedur yang sistematis. Skala penilaian biasanya terdiri dari suatu daftar yang berisi gejala-gejala atau ciri-ciri tingkah laku yang harus dicatat secara bertingkat, sehingga observer tinggal memberi tanda cek pada tingkat mana gejala atau ciri-ciri tingkah laku itu muncul.
Adapun gejala atau ciri-ciri tingkah laku yang dapat diamati dengan alat skala penelitian, antara lain: partisipasi siswa dalam kegiatan diskusi, kegiatan partisipasi siswa dalam kegiatan diskusi, kegiatan belajar dengan sistem modul, kehadiran siswa dalam mengikuti pelajaran di kelas, kebiasaan mengganggu teman, ketrampilan di dalam kelas, dan lain-lain topik yang relevan dengan kehidupan di sekolah.
A.    Bentuk-bentuk Skala Penilaian
Bentuk-bentuk skala yang dipakai antara lain: (1) kuantitatif; (2) deskriptif; (3) grafis. Ketiga bentuk skala penilaian tersebut akan diuraikan satu-satu.
1.      Skala penilaian kuantitatif
Skala penilaian kuantitatif adalah suatu bentuk pedoman observasi yang mendiskripsikan aspek-aspek tingkah laku yang diamati dijabarkan dalam skala berbentuk bilangan atau angka. Penilai cukup menandai indikasi tingkat sebuah karakteristik yang hadir. Sejumlah nomor yang berurutan ditentukan untuk mendeskripsikan kategori-kategori. Keputusan penilai diharapkan dalam menilai karakteristik-karakteristik tersebut. Satu system penilain dengan angka yang umum digunakan sebagai berikut.
1.      Tidak memuaskan
2.      Di bawah rata-rata
3.      Rata-rata
4.      Di atas rata-rata
5.      Luar biasa
System penilaian dengan angka dapat digunakan untuk mengevaluasi perilaku-perilaku siswa sekolah dasar seperti berikut.
1)      Pada tingkat mana siswa dapat menyelesaikan tugas mereka ?
1          2          3          4          5
2)      Pada tingkat mana siswa kooperatif dalam aktivitas-aktivitas kelompok ?
1          2          3          4          5
Skala angka menjadi sulit digunakan bila terdapat sedikit kesesuaian dalam penentuan nilai atau angka. Dalam keadaan demikian maaka interpretasi bisa bervariasi. Contoh skala penilaian dengan angka seperti pada Gambar 4 yang dikutip dari Gunarti dkk (2008).
Gambar 4: Contoh skala penilaian dengan angka
Evaluasi kegiatan anak di sentra bermain drama
Nama anak ………………………….                                    Tema ……………………………
Skor Kemampuan Aspek
1 Membutuhkan peningkatan
3
5 Memuaskan
7
10
Luar biasa
Kesesuaian dengan tema yang kreatif dan tujuan





Keragaman peralatan yang digunakan





Aktivitas bebas





Pengembangan keaksaraan dan matematika awal





Sains, social dan kesehatan terpadu





Evaluasi kegiatan siswa





Evaluasi sentra bermain drama





Total nilai …………………
Komentar …………………
2.      Skala penilaian deskriptif
Skala penilaian deskriptif adalah suatu bentuk pedoman observasi yang mendiskripsikan aspek-aspek tingkah laku yang diamati dijabarkan dalam skala berbentuk kata-kata diskriptif.
Pedoman Observasi     : Skala Penilaian Deskriptif
I.  Identitas Siswa
   1. Nama                             :   ...............................................................
   2. kelas / program              :   ...............................................................
   3. No. Induk / absen          :   ...............................................................
   4. Jenis Kelamin                :   ...............................................................
   5. Tempat / tgl. Lahir         :   ...............................................................
   6. Hari /tgl. Observasi        :   ...............................................................
   7. Tempat observasi           :   ...............................................................
   8. Waktu                            :   ...............................................................
II.  Aspek yang di observasi    :   aktifitas diskusi
III. Petunjuk                             :   berikan tanda cek (v) pada kolom yang 
                                                    sesuai dengan gejala perilaku pada
                                                    individu yang anda amati

Pernyataan
Alternatif
Sering
aktif
jarang
tdk.aktif
  1. Mempelajari materi sebelum-nya




  1. Mempelajari aturan/ perintah diskusi




  1. Mempersiapkan kelengkapan diskusi




  1. Mendengarkan .




  1. Mengajukan  pertanyaan




  1. Menyampaikan gagasan




  1. Menyanggah pendapat dengan baik




  1. Menjawab pertanyaan




  1. Mengerjakan tugas  isian




  1. AMerangkum hasil.




Komentar / kesimpulan :  ......................................................................................
.................................................................................................................                                                                                                      ................., ......................
                                                                                    Observer : ............................







3. Skala penilaian dengan grafis
Skala penilaian grafis berbentuk rangkaian (continuum). Satu set kategori dideskripsikan pada poin-poin tertentu sepanjang baris, namun penilai dapat menandai keputusannya pada salah satu tempat pada baris tersebut. Sebagai tambahan, skala penilaian grafis menyediakan gambaran serangkaian visual yang membantu penilai meletakkan posisi jawaban secara benar. Contoh deskripsi skala penilaian grafis seperti berikut.
1.      Tidak pernah
2.      Jarang
3.      Sekali-sekali
4.      Seringkali
5.      Selalu
Perilaku kelas deskripsikan lebih awal untuk dievaluasi secara grafis berikut ini.
1)      Pada tingkat mana siswa dapat menyelesaikan tugas mereka ?
Tidak pernah   Jarang  Sekali-sekali   Seringkali        Selalu
2)      Pada tingkat mana siswa kooperatif dalam aktivitas-aktivitas kelompok ?
Tidak pernah   Jarang Sekali-sekali    Seringkali        Selalu
Skala penilaian  dapat dicontohkan melalui Gambar 5 yang dikutip dari Siti Aisyah, dkk (2007).









Gambar 5: Lembar Pengamatan Terstruktur
Nama anak      : ………………
Kelompok       : ………………
Minggu ke       :……………….
Hari/tanggal
Aspek
Kategori
Keterangan
S
K
Tp

Emosi dan sosialisasi
a.       Melamun
b.      Menangis
c.       Menggangu teman
d.      Berterimakasih




Catatan:           S = sering
                        K= kadang-kadang
                        Tp = tidak pernah
B.     Langkah-langkah Penyelenggaraan Skala Penilaian
Terdapat tiga tahap penyelenggaraan kegiatan observasi dengan teknik skala penilaian, yaitu: tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap analisis hasil.
Tahap persiapan meliputi: langkah penetapan topik, langkah penentuan variabel, indikator, prediktor, item-item  pernyataan, langkah penentuan alternatif skala, langkah penentuan kriteria, langkah penyusunan pedoman observasi. Tahap pelaksanaan, meliputi: langkah-langkah penyiapan pedoman observasi, pengambilan atau penentuan posisi observasi, dan pengamatan perilaku observee serta pencatatan dengan skala. Selanjutnya tahap ketiga, analisis hasil, meliputi: langkah-langkah penyusunan data hasil observasi dan penyimpulan data.
C.    Penggunaan Skala Penilaian
            Satu bentuk skala penilaian yang sangat akrab digunakan adalah skala laporan dalam bentuk kartu. Sekolah-sekolah kadang-kadang menggunakan skala penilaian untuk melaporkan cirri-ciri perkembangan personal dan social dalam bentuk kartu laporan. Atribut-atribut seperti kebiasaan bekerja, memimpin kelas, kerapian, dan perilaku yang umum sebagai anggota pada tingkat sekolah dasar dilaporkan dalam bentuk kartu. Para siswa dan para orang tua kadang-kadang percaya bahwa penilaian dengan skala penilaian cenderung bisa dan mengandung unsur perasaan.
            Satu bentuk pengamatan menurut Kamil & Rosenblum (dalam Wortham, 2005 : 134-138) yang digunakan untuk merekam progress dalam bentuk angka merupakan contoh lain dari skala penilaian yang digunakan untuk mengevaluasi konsep perkembangan di kalangan anak usia dini.
D.    Keunggulan dan Kelemahan Skala Penilaian
1.      Keunggulan-keunggulan Menggunakan Skala Penilaian
Skala penilaian umumnya dapat digunakan untuk menilai sebuah karakteristik social anak, ketika guru mencoba untuk menetukan kemampuan anak dalam bersosialisasi di dalam kelas, skala indicator yang digunakan lebih baik dari pada hanya sekedar jawaban ya atau tidak dal ceklis, tidak seperti observasi yang lebih terbuka, skala penilaian memiliki indicator arahan yang mewakili perilaku dan tingkat kerja sama dalm bersosialisasi.
Skala penilaian tergolong cepat dan mudah, karena dalam skala sudah tersedia bpenjelasan perilaku siswa, sehingga akan lebih mudah melakukan penilaian. Skala penilaian dapat diaplikasikan secara langsung. Hal ini dikarenakan skala penilaian umumnya mudah dimengerti  dan universal,disebabkan karena indikator memberikan penjelasan yang dibutuhkan dalam menilai.
Skala penilaian umumnya konsisten sehingga guru dapat dengan mudah mengembangkannya. Secara keseluruhan skala penilaian memberikan banyak kemudahandalam menilai, hampir sama dengan ceklis tetapi indikator dalam skala penilaian lebih terarah.
2.      Kelemahan-kelemahan skala penilaian.
Skala penilaian dapat dikatakan subjektif, karenanya banyak kesalahan dalam melihat rata-rata dan kesamaan dalam setiap permasalahan. Guru biasanya menilai siswa berdasarkan interaksi sebelumnya atau berdasarkan emosi dibandingkan dengan objektivitas. Penilaian yang berulang merepresentasikan sikap guru terhadap siswa sebenarnya (linn & Gralund, 2000).
Dalam skala penilaian terdapat perbedaan mengenai indicator penjelas juga merupakan kelemahan skala, adanya perbedaan interpretasi antara “kadang-kadang dan jarang”. Skala penilaian memberikan gambaran yang sedikit tentang perilaku. Seperti ceklis yang mengindikasikan keberadaan perilaku, maka skala penilaian tidak memberikan informasi tambahan dalam menjelaskan suasana yang sebenarnya. Tidak seperti observasi yang membahas lebih komprehensif informasi mengenai keseluruhan aspek, namun juga memberikan penjelasan mengenai sebab akibat.  
E.     Mengembangkan skala penilaian
Mutu skala penilaian juga tergantung dari kespesifikan dalam deskripsi penilaian ketika merancang skala penilaian, ikuti beberapa langkah berikut:
1.      Identifikasi hasil pembelajaran dari tugas yang diharapkan untuk dinilai.
2.      Tentukan karakteristik hasil pembelajaran yang sesuai untuk dinilai dalam skala. Karakteristik haruslah bisa diamati secara langsung dan point-point dalam skala ditunjukkan dengan jelas.
3.      Sediakan antara tiga atau tujuh posisi penilaian dalam skala. Jumlah point dalam skala akan tergantung dari berapa banyak perbedaan yang jelas dalam level pemenuhan yang diperlukan dalam penilaian.