welcome

selamat datang selamat membaca dan semoga bermanfaat

Rabu, 29 Mei 2013

Pembelajaran Terkait Dengan Pengenalan Bumi dan Jagat Raya



PEMBAHASAN

A.       Pembelajaran Terkait Dengan Pengenalan Bumi dan Jagat Raya
Banyak keuntungan yang dapat diperoleh jika dapat mengenali bumi dan alam raya ini. Selain akan dapat mengetahui dan mengungkap bagian-bagiannya sehingga kita mendapat wawasan dan pengertian yang lebih luas dan mendalam, juga dengan menyingkap isi bumi, kita akan dituntut secara bertahap pada kesadaran akan Sang Pencipta Bumi ini, yaitu mengakui kebesaran Tuhan Yang Maha Esa. Dengan demikian, memperkenalkan keberadaan bumi dan alam raya merupakan tindakan yang bijaksana, sehingga anak sejak dini sudah diarahakan pada cara-cara pemahaman yang benar dan alamiah tentang mengenai Tuhan.

a.        Konsep Dasar Bumi dan Jagat Raya
Bumi disebut sebagai dunia, yaitu merupakan salah satu planet ke tiga dari matahari tempat manusia hidup. Sedangkan jagat raya didefinisikan secara sederhana adalah segala yang terdapat di langit dan dibumi, seperti bumi, bintang-bintang dan sistem tata surya lainnya, jadi merupakan lingkungan kehidupan seluruh atau semesta alam.
Berkaitan dengan pengembangan pendidikan anak usia dini, yang didalamnya meliputi juga dimensi pengembangan sains, maka penyampaian informasi dan kemapuan dalam memahami tentang bumi dan jagat raya juga sangat penting disajikan.
Maka beberapa konsep dasar dan pengungkapan tentang bumi dan jagat raya yang dapt diberiakan kepada mereka diantaranya, tentang:
1.        Usia bumi yang sudah jutaan tahun lamanya
2.        Bumi berisi dan strukturnya terdiri dari berbagai bantuan dan mineral
3.        Akibat pengaruh perubahan fisik, maka dibumi ditentukan berbagai ragam bentuk bantuan dan sedimen
4.        Hasil studi terhadap fosil yang ditemukan pada batuan dapat menggambarkan kehidupan ribuan bahkan jutaan tahun lalu
5.        Banyak tumbuhan dan binatang masa lau yang telah punah dapat terungkap malalui fosil
6.        Banyak terjadi berbagai perubahan dipermukaan bumi; seperti cuaca, erosi dan perubahan gunung-gunung
7.        Iklim dibumi berubah dari waktu ke waktu sesuai periode tahun/sejarah
8.        Cuaca merupakan perwujudan keadaan di atmosfer yang banyak mempengaruhi kehidupan
9.        Alat-alat ukur cuaca  digunakan untuk memprediksi cuaca yang terjadi disekitar kehidupan manusia.
10.     Siklus air yang terus menerus berubah bentuk dan lokasi air sangat berpengaruh pada kehidupan dan planet yang didiami manusia.
11.     Sistem tata surya, yang meliputi; matahari, bintang-bintang dan sembilan planet yang berada di dalamnya
12.     Matahari adalah maerupakan salah satu bintang dari sekian banyak bintang uang ada di galksi yang didiami oleh umat manusia
13.     Roket, satelit buatan, satelit  ruang angkasa merupakan peralatan yang dikembangkan manusia untuk mengeksplorasi karakteristik planet-planet dan sistem tata surya secara lebih akurat dan membantu kehidupan manusia.
14.     Sumber-sumber alami di planet kita bersifat terbatas, dan manusia perlu mengendalikan agar tidak membawa malapetaka
15.     Kualitas air di bumi, udara dan tanah berpengaruh terhadap aktivitas manusia
16.     Air, udara dan tanah harus di konservasi (dilestarika) agar dapat lebih lama dimanfaatkan oleh umat manusia dan makhluk lainnya
17.     Tanggung jawab menjaga kualitas air, udara dan tanah merupakan tanggung jawab bersama antara individu, pemerintah dan masyarakat.

b.        Keterampilan Proses Yang dituntut/ dikembangkan
Sejumlah keterampilan proses yang dikuasai dan ditergetkan dalam konteks penguasaan topik-topik tema bumi dan jagat raya, diantaranya:
1.        Keterampilan mengamati
Sejumlah keterampilan proses yang dituntut, diantaranya:
·          Mengidentifikasi berbagai jenis bebatuan dan mineral berdasarkan warna, benda dan kepadatannya
·          Mengenali sejumlah nama dari fenomena cuaca yang ada
·          Mengenali bagian dari sistem tata surya
·          Mengenali bagaimana kualitas perubahan dn perbedaan udara dari tempat-tempat berbeda yang dialami oleh masyarakat
2.        Keterampilan Mengelompokkan
·          Mengelompokkan berbagai batu-batuan yang diperoleh disekitar anak
·          Mengelompokkan berbagai variasi bentuk awan berdasarkan beberapa kategori yang dapat teramati oleh anak
·          Mengelompokkan beberapa contoh air dari sumber yang berbeda untuk diamati dan dibandingkan
·          Mengelompokkan penyebab pencemaran udara melalui dua kategori.
3.        Keterampilan mengkomunikasikan
·          Menjelaskan perputaran bumi secara alamiah
·          Menjelaskan berbagai variasi bentuk awan yang diobservasi selama satu hari hingga satu minggu
·          Membuat peta dan dikomunikasikan pada anak/orang lain
·          Menjelaskan mengapa air dapat mengalir/merambat
4.        Keterampilan menggunakan angka atau hitungan
·          Menghitung dengan jari beberapa batuan kecil
·          Mengurutkan koleksi batuannya dari yang terkecil menuju yang besar
·          Menunjukkan dua tempat yang memiliki musim yang sama atau temperatur yang sama
·          Menggunakan alfabet untuk menyebutkan nama-nama planet yang dimulai dari matahari hingga yang terjauh dari matahari tsb.
5.        Keterampilan menyimpulkan (inferensi)
·          Mengamati beberapa lapisan tanah di beberapa tempat disekitar lingkungan sekolah,
·          Memebuat perkiraan terkait dengan halilintar pada siang hari yang panas, akankah terjadi?
·          Mengamati beberapa gambar bulan melalui yang ditampilkan melalui foto (gambar), kemudian anak dapat memberi nama gambar tersebut.
6.        Keterampilan memprediksi (memperkerakan)
·          Anak diajak memperkirakan atau menduga keadaan cuaca untuk esok hari atas pengamatan cuaca padahari ini.
·          Memperkirakan ukuran dinosaurus sebesar apa melalui membandingkannya dengan bantuan foto gajah dengan foto dinosaurus.
·          Memperkirakan jatuhnya air ke atas nampan, apakah akan menciprat, berhamburan atau tetap dalam keadaannya. Hal ini penting untuk memperkenalkan pengikisan, erosi bahkan bencana alam yang diakibatkan oleh kejadian tersebut.
·          Memperkirakan waktu terbitnya atau tenggelamnya matahari pada esok hari berdasarkan pengamatan hari ini.

c.        Ruang Lingkup Materi Pembelajaran
Kata kunci untuk dapat menentukan keluasan dan kedlaman materi pembelajaran tentang pengenalan bumi dan jagat raya adalah pahami betul karakteristik anak sebelum menentukan materi yang akan dibrikannya.
Berdasarkan cakupan materi dalam bidang kajian bumi dan alam raya, ruang lingkup materi yang dapat dijadikan bahan rujukan dan diperkenalkan kepada anak usia dini diantaranya:
1.        Materi yang terkait dengan pengenalan  permukaan bumi, meliputi:
·          Pengenalam bumi yang saat ini sedang kita alami (pengetahuan tentang keluasan, kedalaman, dsb)
·          Pengetahuan terkait dengan tahapan perubahan permukaan bumi (sejarah bumi)
·          Pengetahuan terkait dengan gempa bumi, baik pengenalan penyebabnya, pengenalan alat ukur yang dikenal dengan seismograf, dll yang berhubungan dengan lingkungan gempa.
·          Pengetahuan tentang gunung berapi (ciri-cirinya, penyebab-penyebebnya, akiba-akibatnya, serta contoh-contohnya dari gunung berapi)
·          Pengenalan berbagai  jenis bebatuan serta jenis mineral (bebatuan kapur, karang, granite dll) (emas, perak, platinum)
·          Pengetahuan yang terkait dengan parade kehidupan, (cerita tentang bebatuan, fosil binatang purba)
2.        Meteri yang terkait dengan atmosfir bumi dan cuaca
·          Pengenalan tentang air di atmosfer bumi; kegunaan bag kehidupan, jenis-jenis air dan sumbernya.
·          Pengenalan kepadatan dan kondensasi; pengenalan awan, informasi terjadinya hujan, termasuk hujan buatan dsb.
·          Pengetahuan terkait pengenalan alat-alat untuk mengamati cuaca/musim; meteorologis, mengetahui cuaca, teropong bintang dsb.
·          Pengenalan kekerasan musim, misalnya mengenal halilintar, angin tornado, dsb.
·          Pengenalan musim masa depan, misalnya: jenis musim (panas, semi, dingin) dll.
3.        Materi yang terkait dengan dunia luar bumi, meliputi:
·          Pengenalan Matahari : waktu terbit, waktu tenggelam, akibat-akibat dan peran matahari dalam kehidupan.
·          Pengenalan sistem tata surya (terutama; bumi, bulan, bintang, dan matahari)
·          Pengenalan planet-planet; (planet: benda langit yang tidak mengeluarkan panas atau pun cahaya dan bergerak mengelilingi matahari secara tetap)
·          Pengenalan meteor (benda luar angkasa yang meluncur diangkasa luar, masuk ke dalam atmosfer dan menyala karena gesekan udara)
·          Pengenalan komet (benda luar angkasa yang beredar mengelilingi matahari, bercahaya seperti bintang)
·          Pengenalan bintang (benda langit terdiri atas gas menyala seperti matahari, terutama akan tampak pada malam hari)
·          Pengenalan satelit (bintang yang mengitari bintang lainnya yang lebih besar, contoh: bulan ialah satelit bumi).

d.        Strategi/ metode Pembelajaran
1.        Pengembangan Sudut (Area) Belajar Yang Fokusnya Bumi dan Jagat Raya
Pengembangan sains pada anak usia dini dalam memperkenalkan bumi dan jagat raya dapat dilakukan dan fasilitasi salah satunya melalui penciptaan sudut (area) belajar yang berkaitan dengan topic atau tema bahan kajian yang ingin dipromosikan atau diperkenalkan kepada anak. Tetapi dari sisi tujuan dan kemampuan yang harus dicapai, sudut (area) belajar yang dikembangkan hendaklah diarahkan pada pencapaian tujuan-tujuan yang relevan dengan cakupan konsep dasar dari bidang pengembangan yang sedang dikembangkan. Diantara tujuan-tujuan yang seharusnya indeiterakomodasi dalam mengembangkan sudut (area) belajar bumi dan jagat raya,hendaknya sudut (area) tersebut dapat memberikan kesempatan pada anak untuk dapat :
·          Kesempatan untuk mengamati dan mencatat bayangan dirinya pada rentang waktu tertentu berdasarkan pancaran dan gerakan sinar matahari dan hasilnya digambar dilantai oleh mereka. Atau melalui menancapkan batang (lengkap dengan ranting) pohon dihalaman sekolah, kemudian diamati bayangannya dan bagaimana gambarannya.
·          Kesempatan dalam memebuat berbagai ilustrasi perubahan cuaca pada kertas yang dapat ditempel pada dinding sudut (area) belajar bumi dan jagat raya.
·          Keleluasaan membaca dan mengeksplorasi globe dan mengetahui mana daratan, mana air serta dimana ia tinggal dan berada.
             Jika semua kebutuhan untuk mengembangkan sudut (area) belajar bumi dan jagat raya tersebut telah teridentifikasi, saran bagi para guru adalah rancang dan tampilkanlah area pengenalan bumi tersebut secara menarik. Tempatkan area pada lokasi yang dapat dijangkau anak secara mudah (baik ketinggian, maupun penjangkauan), untuk para guru harus mengetahui rata-rata ketinggian dan kemampuan menjangkau setiap anak yang berada (bersekolah) ditempatnya.
2.        Pembuatan Bulletin Board (Majalah Dinding) di Sekolah
Strategi atau metode lainnya yang dapat digunakan dalam memperkenalkan dan mengembangkan keterampilan proses sains pada topic tentang bumi dan isinya dapat dilakuakan melalui pembuatan bulletin board atau yang kita mengenalnya majalah atau informasi dinding. Tema-tema yang dimunculkan dapat dikemas secara bervariasi, juga waktu penayangannya dapat dalam rentang waktu tertentu.
Isi dari tampilan bulletin board hendaklah tidak hanya menampilkan apa yang dipilih oleh guru, tetapi setiap anak dapat mengisinya melalui berbagai guntingan gambar dari majalah, Koran dan sebagainya. Apa-apa yang telah dipasang di bulletin, disamping merupakan informasi langsung bagi anak, dapat juga menjadi sumber bahan diskusi dalam pembelajaran ke kelas.
Jika dapat dioptimalkan, keberadaan bulletin bukan hanya dapat meningkatkan kemampuan sains anak semata, tetapi dapat juga mengembangkan kemamapuan berbahasa anak dan kemampuan sosial anak. Dengan bulletin, kebiasaan membaca anak akan tumbuh dan termotivasi dengan berbagai informasi yang ditayangkan.
3.        Menggunakan Metode Berbasis Discovery-Inquiry
Secara lebih khusus, para guru dapat juga mencari dan mengembangkan metode pembelajaran sains pada anak yang lebih terfokus sifatnya. Namun perlu diperhatikan, jika kita menggunakan metode-metode yang sifatnya terfokus, hendaklah kita mengenali betul karakteristik anak sebelum, selama dan setelah mengikuti kegiatan sains tersebut.
Meskipun demikian keterlibatan anak dalam suatu kegiatan pembelajaran sains yang akan lebih meningkat. Disamping itu penglaman belajar dan kemamapuan yang diperoleh anak menjadi lebih komprehensif (holistik), maksudnya adalah bidang pengembangan yang tercapai lebih menyeluruh dan luas dimensinya serta pengalaman sains yang melekat menjadi lebih manusiawi (humanistic), maksudnya adalah diserap dan melekat pada anak berdasarkan paksaan, tidak menakutkan dan tidak membuat anak stress atau frustasi tetapi mereka mendapatkannya secara menyenangkan, ilmiah bahkan seperti bermain-main karena pembelajaran dikemas secara informal dan berdasar pad prinsip-prinsip bermain sambil belajar.  
Jadi meskipun memerlukan kemampuan dan berbagai dukungan sumber belajar laiannya, nilai keuntungan dari pendekatan pengembangan sains yang terintegrasi jauh lebih beharga, dibandingkan dengan yang monolok (tersendiri) dan formal pada jenjang pendidikan anak usia dini.
4.        Melalui Bermai Sains
Bermain adalah sesuatu yang mengasyikan. Permainan yang dirancang secara kreatif dan sesuai karakteristik anak usia dini akan banyak memberikan penglaman beharga bagi anak. Untuk melakukan perancanagan dan pemilihan permainan yang cocok bagi pengenalan topic bumi dan alam raya terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, diantaranya:
·          Pelajarilah ruang lingkup materi pembelajaran bidang bumi dan alam raya secara menyeluruh.
·          Banyak beragam permainan terkait dengan pengenalan bumi dan alam raya, hendakla dipilih yang paling memungkinkan.
·          Hal berikutnya adalah sesuaikanlah permaianan yang dipilih dengan kebutuhan, perkembangan, minat dan kesanggupan anak.
5.        Melalui Kunjungan Lapangan (field trip)
Cara lainnya yang dapat ditempuh oleh guru atau pihak sekolah dalam pengenalan bumi dan ruang serta jagat raya adalah dapat juga dilakukan melalui kunjungan lapangan (filed trips). Yaitu dengan mengunjungi obyek-obyek yang dianggap dapat menjadi sumber pengembangan pada anak. Lokasi atau tempat yang dapat dijadikan kunjungan sangat beragam sekali jenisnya, misalkan :
·          Berkunjung ke tempat-tempat yang secara langsung dapat meberikan pengalaman sains terkait pengenalan bumi dan ruang, seperti ke pantai, tempat-tempat yang memiliki nilai geologi, seperti gua-gua alam, serta berbagai tempat konservasi alam, dan sebagainya.
·          Berkunjung ketempat-tempat observasi planet, bintang dan alam raya seperti : peneropong bintang Boscha di Lembang-Bandung, ke Plantarium di Cikini-jakarta, museum Geologi di Bandung, museum purbakala dan sebagainya.
Perencanaan penting dilakukan sebaik mungkin, karena kegiatan kunjungan biasanya banyak melibatkan berbagai pihak dan memerlukan banyak perbekalan. Beberapa hal yang harus diperhatikan metode kunjungan dapat terlaksana dengan baik :
1.        Sebelum berkunjung hendaklah tempat yang akan dikunjungi telah di observasi oleh guru.
2.        Perencanaan hendaknya disususun dan dipetakan sedetil mungkin, segala hal dan kemungkinan hendaklah dipikirkan mengingat peserta kunjungan adalah anak-anak usia dini.
3.        Hal-hal yang harus dipertimbangkan betul diantaranya: guru/pembimbing yang turut serta harus memadai.
4.        Jika memungkinkan, metode kunjungn juga dapat melibatkan orang tua.
5.        Informasikan akan diterapkannya metode kunjungan, hendaklah agar jauh-jauh hari telah diinformasikan kepada pihak-pihak terkait ; terutama anak-anak.