welcome

selamat datang selamat membaca dan semoga bermanfaat

Rabu, 29 Mei 2013

SAMPLING KEJADIAN



SAMPLING KEJADIAN

Event Sampling Record
            Event sampling dalah suatu metode yang memberikan kesempatan kepada pengamat untuk menunggu dan kemudian mencatat perilaku khusus yang sudah dipilih lebih dahulu. Event sampling digunakan untuk mempelajari kondisi dimana perilaku tertentu terjadi atau sering terjadi. 
            Sampling kejadian digunakan bila suatu perilaku cenderung terjadi dalam suatu seting tertentu, beda dengan sampling waktu menekankan pada suatu periode waktu yang direncanakan. Perilaku bisa terjadi pada waktu menekankan pada suatu periode waktu yang direncanakan. Perilaku bisa terjadi pada waktu yang tidak tentu atau tidak teratur, sampling kejadian umumnya digunakan untuk menemukan perilaku tertentu melalui kasus-kasus yang terjadi. Pengamat memperkirakan kapan perilaku kemungkinan bisa terjadi sambil menunggu kejadian yang pas.
            Pengamat merekam data tentang contoh peristiwa atau kategori peristiwa yang terjadi. Pertama pengamat menentukan terlebih dahulu peristiwa apa yang ingin dicatat, kemudian merekam setiap peristiwa apabila teramati.

Keuntungan menggunakan event sampling
  1. Mencatat peristiwa dengan utuh, sehingga membuat analisa lebih mudah.
  2. Lebih obyektif dibandingkan metode yang lain, karena perilaku telah ditentukan sebelumnya.
  3. Sangat menolong untuk menguji perilaku yang tidak sering terjadi
  4. Pengamat terlebih dahulu perlu menentukan perilaku yang ingin diamati, kemudian mempersiapkan setting yang memungkinkan perilaku itu muncul dan akan digunakan untuk mengamati perilaku tersebut. Pengamat perlu mengambil posisi yang nyaman bagi dia untuk mengamati, menunggu sampai muncul perilaku tersebut dan mencatatnya.
  5. Pencatatan dapat dilakukan dengan berbagai cara, tergantung dari tujuan pengamat. Jika pengamat sedang mempelajari penyebab atau hasil dari perilaku tertentu, maka menggunakan “ABC” Analisis (Bell dan Law). ABC analisis merupakan uraian singkat dari peristiwa keseluruhan, yang dibagi menjadi 3 bagian (perilaku pencetus, perilaku, konsekuensi). Setiap saat peristiwa terjadi, saat itu juga dicatat.


Kerugian Menggunakan Event Sampling
  1. Peristiwa keluar dari konteks dsan bisa kehilangan beberapa peristiwa yang juga penting unntuk diinterpretasikan
  2. Merupakan metode tertutup yang hanya mengamati perilaku tertentu dan mengabaikan perilaku yang lain
  3. Kehilangan kekekayaan informasi detail dibandingkan catatan anecdot dan running record

Narasi Guru
            Catatan harian merupakan kesan-kesan tentang perorangan maupun kelompok yang dicatat setiap akhir kegiatan. Misalnya kegiatan bermain balok hari ini tidak berjalan dengan lancar. Beberapa anak ribut, memperebutkan balok ukuran besar untuk merangakai rumah-rumahan. Ririn merebut balok dari Dian dan Dian menendang rangkaian yang di susun Ririn. Kesabaran sangat diperlukan guru agar tidak terlibat keributan bersama anak-anak.

Tabel Sampling Kejadian
Hal-hal yang terdapat dalam tabel sampling kejadian:
1.      Nama, disini maksudnya nama anak yang diamati.
2.      Sentra, lokasi di mana anak sedang bermain
3.      Pengamat, orang yang mengamati (bisa guru)
4.      Usia, berapa usia anak yang diamati
5.      Tanggal, kapan dilakukannya pengamatan tersebut
6.      Waktu, berapa lama berlangsungnya pengamatan
7.      Waktu peristiwa pencetus, yaitu waktu terjadinya kejadian dimana anak sedang bermain, tiba-tiba diganggu oleh temannya.
8.      Perilaku, yaitu kelakuan anak saat bermain atau belajar
9.      Konsekuensi, akibat yang terjadi akibat perilaku yang dilakukan anak















Berikut ini tabel Sampling Kejadian:
Nama               : Dian                                                  Usia                 : 5-6 Tahun
Sentra              : Balok                                                 Tanggal           :
Pengamat        : Guru                                                  Waktu             : 09.30-10.50
Perilaku           : Menendang dan memukul teman lain atau guru, dengan kaki kanan cukup    keras untuk membuat anak lain menangis, dan lain-lain.


waktu
Peristiwa pencetus
perilaku
kosekuensi
09.13
Dian bermain sendiri disentra balok , tiba-tiba Tari datang dan meletakka sebuah balok dibangunan milik Dian
Dian melihat Tari dengan kening berkerut, Dian lalu berdiri dan mendorong Tari, Tari kemudian membalas mendorong Dian, Dian pun menendang kaki Tari
Tari menangis dan berlari ke arah Guru
10.05
Diarena bermain, Dian berdiri antri untuk bermain luncura.Ririn datang menyerobot barisan Dian
Dian menendang kaki Ririn
Dian menendang kaki guru
Ririn menangis, guru datang menarik lengan Dian serta menasehatinya