welcome

selamat datang selamat membaca dan semoga bermanfaat

Rabu, 29 Mei 2013

PEMBELAJARAN TERPADU MODEL KETERKAITAN (CONNECTED MODEL)




PEMBELAJARAN TERPADU MODEL KETERKAITAN (CONNECTED MODEL)

A. PENGERTIAN CONNECTED MODEL
Connected model adalah suatu model pengembangan kurikulum yang mengabungkan secara jelas satu topik dengan topik berikutnya satu konsep dengan konsep lainnya, suatu kemampuan dengan kemampuan lainnya. Kunci dari model ini adalah usaha menghubungkan secara jelas hal –hal tersebut diatas dalam satu mata pelajaran dibandingkan dengan mengharapkan siswa dapat menghubunginya sendiri. (fogarty, 1991).
            Pengertian connected model diatas hanya sesuai diterapkan ditingkat sekolah yang dalam kurikulumnya terdapat mata pelajaran – mata pelajaran yang terpisah (separated subject curricula). Sedangkan kurikulum 2004 yang digunakan di TK  berisi kemampuan dasar, hasil belajar, dan indikator keberhasilan belajar yang terdapat didalam setiap bidang pengembangan anak. Bidang pengembangan anak tersebut digolongkan menjadi dua bagian, yaitu pembentukan perilaku melalui pembiasaan, terdiri dari bidang pengembangan moral dan nilai – nilai agama, sosial, emosional, dan kemandirian; serta kemampuan dasar terdiri dari bidang pengembangan kemampuan bahasa, kognitif, fisik, dan motorik, serta seni. Oleh karena itu, pengertian connected model di atas harus diubah menjadi seperti berikut ini.
            connected model adalah suatu model pengembangan kegiatan pembelajaran yang menggabungkan secara jelas dua atau lebih hasil belajar dengan indikator – indikator hasil belajar yang sesuai, dalam satu bidang pengembangan.
B. PENERAPAN CONNECTED MODEL
Untuk memahami seperti apa gambaran connected model ini dapat dicontohkan sebagai berikut. Dalam bidang pengembangan sosial – emosional terdapat hasil belajar dan indikator sebagai berikut (periksa kurikulum 2004).
1. Hasil belajar: menunjukkan rasa keperdulian
2. Hasil belajar: bersikap ramah
3. Hasil belajar: tumbuh sikap bekerja sama dan persatuan salah satu indikatornya adalah saling membantu sesama teman.

            jika kita lihat bahwa hasil belajar: menunjukan rasa keperdulian, menggunakan barang orang lain dengan hati – hati, dan sikap bekerja sama dan persatuan merupan unsur – unsur dalam hidup saling menghormati. Oleh karena itu, guru dapat mengembangkan kegiatan pembelajaran dengan tujuan agar anak mencapai kemampuan ”saling menghormati”
Hasil belajar: menunjukkan rasa kepedulian indikator menggunakan barang orang lain dengan hati - hati





Hasil belajar: bersikap ramah
indikator: berbahasa sopan dalam berbicara

            saling menghormati                

Hasil belajar: tumbuh sikap berkerjasama dan persatuan
indikator: saling membantu sesama teman





gambar 5.1
bagan contoh aplikasi model connected model dalam pengembangan sosial – emosional
C. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN CONNECTED MODEL
1. Kelebihan connected model Dengan menggabungkan kegiatan – kegiatan untuk mencapai suatu kemampuan yang dikembangkan dalam satu bidang pengembangan maka guru akan dapat melihat gambaran yang menyeluruh dari kemampuan tersebut sehingga dapat memberikan kepada anak kegiatan – kegiatan yang terlebih arah pada satu bidang pengembangan untuk mencapai kemampuan tersebut.
2. Kelemahan connected model Meskipun telah menggabungkan beberapa hasil belajar dalam satu bidang pengembangan, namun model ini belum memberikan gambaran yang tebih menyeluruh karena belum menggabungkan bidang – bidang pengembangan yang lain. Selain itu karena relatif mudah untuk diaplikasuikan maka model ini kurang mendorong guru – guru untuk bekerja sama dalam menggunakan model ini.
D. WAKTU PENGGUNAAN CONNECTED MODEL
Model ini dapat di gunakan pada awal kita akan menggunakan pembelajaran terpadu. Guru akan lebih percaya diri apabila dapat melihat hubungan antar hasil – hasil belajar dalam konteks yang lebih luas.
E. CONTOH RANCANGAN CONNECTED MODEL
Berikut ini akan disajikan penggunaan connected model dalam beberapa bidang pengembangan  untuk kelompok A.
1. Pembentukan Perilaku Melalui pembiasaan
a. Sosial – emosional
untuk mengembangan sosial emosional, anda lihat lagi gambar 4.1.
Hasil belajar: mengenal macam – macam agama
indikator: menyebutkan tempat – tempat ibadah
b. Moral dan nilai – nilai Agama





toletansi

Hasil belajar: memiliki sopan santun dan mengucap salam
indikator: tidak mengganggu teman  yang sedang beribadah




gambar 5.2
bagan contoh aplikasi model connected dalam pengembangan moral dan nilai agama






2. Kemampuan Dasar
Hasil belajar: mendengarkan dan memahami kata dan kalimat sederhana
Indikator: mendengarkan cerita dan menceritakan kembali isi cerita secara seerhana
a. Bahasa





Hasil belajar: mendengarkan dan membedakan bunyi suara, bunyi bahasa, dan mator:engucapkannya.
indikator: menyebutkan kata – kata yang mempunyai suku kata awal yang sama


            dapat berkomunikasi secara lisan

Hasil belajar: mempelajari kosa kata yang diperlukan anak berkomunikasi sehari – hari
Indikator: bercerita, menggunakan kata ganti aku, saya






Gambar 5.3
bagan contoh aplikasi model connected dalam pengembangan bahasa
b. kognitif

Hasil belajar: mengendali konsep sains sederhana
Indikator: mencoba dan menceritakan apa yang terjadi
Hasil belajar: mengendali benda di sekitarnya menurut bentuk, jenis dan ukuran
Indikator: mengenai kasar – halus, berat – ringan dan sebagainya










menyelidiki lingkungannya


Hasil belajar: mengenal konsep matematika sederhana
indikotor: menyebutkan hasil penambahan dan pengurangan

Hasil belajar: mengenai bentuk geometri
indikator: menyebut dan menujuk benda – benda berbentuk geometri
Hasil belajar: mengenai ukuran
Indikator: mengukur panjang dengan langkah dan jengkel





gambar 5.4
bagan contoh aplikasi model connected dalam pengembangan kognitif
c. Fisik dan motorik

Hasil belajar:  menggerakkan tangan untuk kelenturan otot dan koordinasi
Indikator: menangkap dan melempar bola besar dan jarak kira – kira 1-2 meter




HASIL BELAJAR: mengarakkan jari tangan untuk kelenturan otot dan koordinasi
indikator: mengurus diri sendiri dengan sedikit bantuan



BERPERAN MENJADI PESENAM

Hasil belajar: menggerakkan badan dan kaki dalam rangka keseimbangan dan koordinasi
indikator: berjalan maju pada garis lurus, berjalan di atas papan titian, berjalan berjijit




Gambar 5.5
bagan contoh aplikasi model connected dalam pengembangan fisik dan motori
k



Hasil belajar: dapat menggambar sederhana
indikator:  menggambar bebas dengan berbagai media
d. seni





menggambar dan mewarnai

Hasil belajar: dapat mewarnai gambar
indikator: mewarnai bentuk gambar sederhana




Gambar 5.6
Bagan contoh aplikasi model connected dalam pengembangan seni
F. LANGKAH – LANGKAH PERANCANGAN CONNECTED MODEL
No
Konsep/ kemampuan
Bidang Pengembangan
Hasil belajar
indikator
Kegiatan
1.
saling menghormati
sosial - emosional
Menunjukan rasa kepedulian
Menggunakan barang orang lain dengan hati- hati
Sosiodrama anak-anak diminta membawa baju atau



Bersikap ramah
Berbahasa sopan dalam berbicara
Peralatan sesuai cerita ,misalnya gotong royong membersih



Tumbuh sikap bekerja sama dan persatuan



Saling membantu sesame teman
Kan rumah
2.
Toleransi
Moral dan nilai agama
Mengenal macam-macam agama
Menyebutkan tempat-tempat ibadah
Guru bercerita tentang bermacam –macam agama dan cara beribadah



Memiliki sopan santun dan mengucap salam
Tidak menggang u teman yang  beribadah
Dan pakaian yang digunakan dalam beribadah tersebut.
3.
Dapat  berkomunikasi secara lisan
Bahasa
Mendengarkan dan memahami kata dan kalimat sederhana
Mendengarkan cerita dan menceritakan kembali isi ceritanya secra sederhana
Bercerita tanpa alat : guru bercerita tentang seseorang tokoh yang mempunyai pengalaman



Mendengarkan dan membedakan bunyi suara,bunyi bahasa ,dan mengucapkannya
Menyebutkan kata-kata yang mempunyai suku kata awal yang sama
Dengan baju selanjutnya guru meminta anak untuk Memceritakan kembali



Mempelajari kosa kata yang diperlukan untuk berkomunikasi sehari-hari
Bercerita menggunakan kata ganti aku atau saya



Dengan menggunakan kata”aku” kemudian dengan saya.

4.
Menyelidik lingkungannya
Kognitif
Mengenal benda di sekitarnya menurut bentuk ,jenis , dan ukuran
Mengenal kasar-halus berat-ringan
Meraba dan mengenali bahan baju: guru menyediakan bermacam-macam baju dengan bahan yang



Mengenal konsep sains sederhana
Mencoba dan menceritakan apa yang terjadi jika..
Berbeda-beda.
Guru menjelaskan masing-masing bahan baju sambil menyuruh anak untuk merabanya.



Mengenal bentuk geometri
Menyebutkan dan menunjukan benda-benda berbentuk
Kemudian . guru menutup mata seorang anak dan memintanya meraba dan menyebutkan apa yang dirasakannya



Mengenal ukuran





Mengukur panjang dengan langkah dan jengkal

Mereka menyebutkan bentuk geometri terdapat pada baju,



Mengenal konsep matematika sederhana
Menyebutkan hasil penambahan dan pengulangan

5.
Berperan menjadi pesenam
Fisik dan motorik
Menggerakan tangan untuk kelenturan otot dan koordinasi
Menangkap dan melempar bola besar-besar dari jarak kira-kira 1-2 meter
Roleplay
Guru membawa baju senam untuk putra dan putri anak-anak secara bergantian



Menggerakan jari tangan untuk kelenturan otot dan koordinasi
Mengurus diri sendri dengan sedikit bantuan
Menggunakan baju tersebut sendiri dan berperan sebagai pesenam,seperi berjalan di atas balok atau garis lurus



Menggerakan badan dan kaki dalam rangka keseimbangan dan koordinasi
Berjalan maju pada garis lurus, berjalan di atas papan titian , berjalan ber jinjit
Akan melatih keseimbangan,
6.
Menggambar dan mewarnai
Seni
Dapat menggambar sederhana
Menggambar bebas dengan berbagai media
Menggambar dan mewarnai gambar. Anak diminta menggambar macam-macam pakaian



Dapat mewarnai gambar
Mewarnai bentuk gambar sederhana
Sesuai contoh kemudian .mewarnai gambar tersebut bebas.



















F. PELAKSANAAN  CONNECTED  MODEL
Setelah membuat tabel perencanaan kegiatan ,susunlah kegiatan tersebut manjadi SKH. Cara penyusunannya ialah dengan mengambil dua atau tiga kegiatan sebagai kegiatan inti untuk satu hari.misalnya, untuk hari pertama kegiatan pembukaan adalah berdoa bersama,menyayikan lagu sesaui tema. Kemudian ,sebagai kegiatan inti ambil kegiatan 1 (saling menghormati ) kegiatan 2 (toleransi). Penutup dapat masukkan gerak dan lagu sesuai tema dan berdoa. kegiatan 2 (toleransi). Penutup dapat masukkan gerak dan lagu sesuai tema dan berdoa.






BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
1.      Connected model adalah model pengembangan kurikulum yang menggabungkan secara jelas satu topik dengan topik berikutnya,satu konsep dengan konsep lainnya, satu kemampuan dengan kemampuan lainnya, kegiatan 1 hari dengan  hari lainnya, dalam satu mata pelajaran.
2.      Dalam kontek pembelajaran TK, pengertian Connected model adalah model pengembangan kegiatan pembelajaran yang menggabungkan secara jelas dua atau lebih hasil belajar dengan indikator-indikator  hasil belajar yang sesuai, dalam  satu bidang pengembangan . model ini dapat digunakan pada awal guru akan menggunakan pembelajaran terpadu.
3.      Kelebihan Connected Model adalah guru akan dapat melihat gambaran yang menyuruh dan kemampuan/ indicator yang digabungkan, sehingga kegiatan anak lebih terarah untuk mencapai kemampuan tersebut.
4.      Kelemahan dari Connected Model adalah model ini belum memberikan gambaran yang menyeluruh karena belum menggabungkan bidang-bidang pengembangan yang lain. selian itu, model ini kurang mendorong guru bekerja sama karena relative mudah dilaksanakan secara mandiri.













DAFTAR PUSTAKA
Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, Depdiknas. 2007. Kerangka Dasar Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Negeri Jakarta: Jakarta.